Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
202 = PEMBALASAN 2


\=Chapter 202. PEMBALASAN 2\=


\=


\=


Li Yian, Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih sedang mengobrol, akhirnya murid elit sekte anggrek putih sadar, dengan bencana yang datang beberapa waktu lalu yang hampir membunuh mereka.


Setelah tahu gelombang besar itu akibat pertarungan Xu Wuzao yang di bantu Li Yian melawan orang-orang keluarga Wei. Mereka kini lebih meninggikan lagi pandangan dirinya terhadap Xu Wuzao.


Saat sedang berbicara dan mereka siap berangkat menuju ke kediaman keluarga Wei, dari arah sana muncul puluhan orang banyaknya.


Termasuk kepala keluarga Wei di antaranya! Mereka yang akhirnya penasaran dengan ledakan besar beberapa waktu lalu, kini hanya menemukan sisa dari cekungan besar di tambah adanya Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih yang harusnya sudah mati karena sudah di bunuh oleh tetua kelima dan keempat.


Kepala keluarga Wei dan orang-orang keluarga Wei berdiri tidak jauh dari Xu Wuzao, Li Yian dan empat murid elit sekte anggrek putih, mereka hanya berdiri beberapa puluh meter menjaga jarak serangan tiba-tiba, agar lawan tidak waspada.


Setelah melihat dan mendekat ke pada Xu Wuzao, kepala keluarga Wei sedikit lupa akan tujuan dirinya menuju ke mari.


"Ternyata kau belum mati, Xu Wuzao?" ucap kepala keluarga Wei.


Dia memandang Xu Wuzao begitu merendahkan, seakan Xu Wuzao bukanlah lawan yang patut di perhitungkan.


Di tambah melihat orang-orang yang belum memiliki kekuatan, seperti murid elit sekte anggrek putih! Di tambah ada satu anak yang di pandang oleh kepala keluarga Wei masih bocah.


"Ya, aku yang masih hidup. Karena yang mati adalah orang-orang yang mengincar ku!" jawab Xu Wuzao dengan tenang.


"Hai, kau itu siapa?" ucap Li Yian memotong percakapan mereka, dia maju lebih mendekatkan ke arak kepala keluarga Wei.


Li Yian menujukan ke arah muka kepala keluarga Wei, sampai membuat paras kepala keluarga Wei begitu merah seperti kepiting rebus.


"Bocah bedebah, beraninya kau menunjuk secara tidak sopan terhadap kepala keluarga Wei?" ucap kepala keluarga Wei dengan amarah yang tinggi.


Lalu dia menengok ke arah, petarung dari keluarga Wei yang sangat unggul! Dia adalah orang kebanggaan tetua kedua.


"Kau, berikan pelajaran kepada bocah tengik itu, bagaimana caranya bersikap terhadap orang yang lebih kuat!"


"Baik tuan Wei! Akan aku laksanakan!" ucap orang yang bertubuh tegap dan tinggi itu.


Dia maju dengan membusungkan dada, sangat percaya bahwa dia akan menang! Meskipun nanti akan bertarung melawan Xu Wuzao, namun untuk membuat bocah itu jera dia harus memberikan pelajaran berharga.


Wooooosss..!


Meskipun berbadan tegap dan tinggi, namum gerakan dirinya sangat cepat! Setelah beberapa langkah lagi di hadapan Li Yian.


Wuungg..!


Braaakk..!


Dia merasakan tekanan berat dan langsung jatuh berlutut di hadapan Li Yian, dia tidak bisa mengendalikan dirinya bahkan untuk mengangkat wajahnya saja tidak mampu.


Orang-orang keluarga Wei langsung heboh, karena melihat si pembunuh handal langsung bertekuk lutut di hadapan bocah.


Padahal mereka belum pernah melihat dia berlutut di hadapan kepala keluarga Wei maupun tetua kedua, hanya pernah melihat membaringkan hormat dengan merangkapkan kedua tangan.


Namun kali ini, dia langsung berlutut di hadapan bocah ingusan, yang tadinya hendak di jadikan korban pembunuhan dirinya.


"Apa, kau ingin memberi ku pelajaran? Mati saja kalau begitu." ucap Li Yian.


Baaammm..!


Dengan tangan kanannya, Li Yian langsung menampar kepala laki-laki tegap dan tinggi itu, seketika tubuh itu langsung terpental ke arah kiri Li Yian begitu jauh dan menghantam tanah yang cekung di kejauhan.


Entah keadaan dia mati atau masih hidup, mereka yang ada di sana masih belum sadar apa yang baru saja terjadi.


Karena gerakan Li Yian sangat cepat, tidak bisa di ikuti oleh mata mereka! Sehingga kejadian itu begitu membingungkan.


'Nak Li Yian, sebenarnya siapa kau ini?' ucap Xu Wuzao di benaknya.


Akhirnya, kecurigaan Xu Wuzao muncul kembali setelah melihat ini semua! Xu Wuzao dulu pernah bertanya, siapa Li Yian. Lalu akhirnya Xu Wuzao kubur dalam-dalam kecurigaan dan pertanyaan itu.


Setelah berhasil menampar orang yang ingin membunuhnya, Li Yian kembali melihat ke arah kepala keluarga Wei! Karena dia sudah tahu bahwa dialah orang yang memimpin semuanya.


"Sebenarnya siapa kau bocah?" ucap kepala keluarga Wei, dia langsung kaget dengan apa yang di lakukan Li Yian.


Dia belum pernah melihat teknik yang di lakukan oleh Li Yian, sehingga langsung waspada.


Wooooosss..!


Li Yian langsung menghilang dari tempatnya, dengan sekejap muncul di hadapan Wei Zan.


Baaammm..!


Kraakk..!


"Aaakkkhh..!" jerit kepala keluarga Wei.


Li Yian muncul di depan kepala keluarga Wei, lalu mendorong bahunya agar berlutut lalu mematahkan tangan kanan Wei Zan, kejadian itu sangat cepat orang-orang di sana tidak sempat bereaksi, maupun melihatnya.


Lalu Li Yian kembali lagi ke tempat semula, bahkan orang-orang tidak tahu apa yang terjadi dan Li Yian lakukan, kecuali Xu Wuzao meskipun itu masih samar yang dia ketahui.


"Kau bersikap kasar terhadap orang yang lebih kuat!" ucap Li Yian, sambil melemparkan kutungan lengan, milik kepala keluarga Wei.


Li Yian mengembalikan ucapan kepala keluarga Wei yang di lontarkan terhadap dirinya tadi, beserta bunganya.


Darah segar langsung mancur dari bahu kanan kepala keluarga Wei, Li Yian sengaja memotong dengan mencabut secara paksa agar rasa sakit lebih terasa.


Jika di potong menggunakan Energi Qi yang di padatkan, efeknya seperti di tebas menggunakan pedang yang sangat tajam tidak sesakit di cabut secara paksa.


*


*


*


Orang-orang keluarga Wei, baru sadar setelah Wei Zan menjerit kesakitan.


"Kepala Wei, apa yang terjadi?" ucap tetua kedua.


Dia saja yang sudah mencapai pendekar tingkat suci tahap menengah, tidak bisa melihat serangan Li Yian apa lagi anggota keluarga Wei lainnya yang memang berada di bawah tetua kedua.


Kepala keluarga Wei, belum bisa merespon ucapan tetua kedua dia masih sibuk menyalurkan tenaga dalam ke dalam tangan kana yang putus untuk menghentikan pendarahan.


Sambil menahan sakit, dia langsung menelan pil penyembuh yang dirinya miliki.


Setelah tetua kedua bertanya yang ketiga kalinya, barulah kepala keluarga Wei bisa mendengar dengan jelas.


"Tetua kedua, cepat kita mundur! Mereka sangat berbahaya bagi kita." ucap kepala keluarga Wei.


Dia berbicara sambil menahan rasa sakit yang kini kembali di rasakan.


"Apa yang terjadi kepala Wei? Bagaimana ini bisa terjadi kepada anda?" tetua kedua masih tidak mengerti apa yang terjadi.


Karena begitu tiba-tiba, lengan kana kepala keluarga Wei sudah di lemparkan oleh bocah yang di anggap ingusan oleh mereka.


"Aku juga tidak tahu! Tapi firasat ku mengatakan ini sangat berbahaya!" jawab kepala keluarga Wei.


Tubuhnya menggigil, padahal dia orang yang bisa di katakan tidak pernah takut sebelumnya, namun sekarang dia menggigil ketakutan.


"Siapa yang akan ku biarkan kalian lolos begitu saja?" Li Yian langsung berucap setelah mendengar percakapan singkat mereka.


Jedaar..!


Suara Li Yian itu seperti suara petir di siang bolong di telinga kepala keluarga Wei, dia langsung bertambah ketakutan dirinya saat ini.


\=


\=


...