
\=Chapter 198. PERTARUNGAN\=
\=
\=
Xu Wuzao langsung membuang nafasnya perlahan, karena dia kembali lagi membunuh orang, padahal satu hari lalu Xu Wuzao sudah membunuh empat orang sekaligus.
Sambil dia mengibaskan pedang miliknya, agar darah yang menempel di ujung yang tajam pedang itu jatuh.
Karena baru-baru ini Xu Wuzao baru membunuh orang kembali, bahkan saat meditasi semalaman dia cukup memikirkan, kenapa kejadian seperti ini terus-menerus terjadi di alam Daulu ini! Sedangkan yang di inginkan Xu Wuzao adalah ketenangan hidup.
Xu Wuzao melirik kembali ke korban yang telah di bunuh dirinya, dia menggeledah apa yang di miliki oleh korbannya, barang kali ada hal yang bagus di gunakan saat ini atau ada barang yang dapat di gunakan kedepannya.
Namun Xu Wuzao hanya menemukan beberapa uang emas di kantong balik pakaian korbannya.
Dan beberapa jarum senjata rahasia, meskipun jarum itu di simpan cukup rahasia! Namun tidak luput dari pandangan orang yang sudah berpengalaman.
Lalu Xu Wuzao langsung bergerak kembali, dia meninggalkan tubuh itu di sana begitu saja! Xu Wuzao melakukan seperti itu, agar nantinya jika ada orang yang melihatnya cukup kaget.
Setelah itu Xu Wuzao merasakan keberadaan orang tidak jauh darinya, dia merasakan keberadaan seseorang dengan persepsinya yang sudah meningkat pesat.
Setelah keberadaan musuhnya yang di rasakan cukup dekat, Xu Wuzao langsung bersembunyi di balik pohon yang besar.
"Hei, apa kau tersesat! Mari ku antara kau bertemu dewa Yama." ucap Xu Wuzao lalu menampakkan dirinya dengan tenang.
Mendengar ada yang menegur dari balik pohon besar yang ada di sampingnya, orang itu langsung menengok dan waspada.
"Ahh, ternyata kau menampakkan diri juga orang tua!" jawab orang itu.
Dia adalah salah satu dari anggota terkuat tetua kelima, yang biasa bertarung di garis depan! Sehingga melihat Xu Wuzao, dia tidak begitu gentar menghadapinya.
Xu Wuzao langsung turun dari pohon besar yang di gunakan untuk bersembunyi, dia turun seperti burung bangau yang lincah! Bahkan tidak menimbulkan suara di jejak kakinya yang menyentuh tanah, terlihat begitu ringan gerakan itu.
Orang dari keluarga Wei, kelompok tetua kelima langsung mundur untuk lebih waspada! Bahkan langsung mengeluarkan pedang miliknya.
Setelah mendarat, Xu Wuzao langsung tersenyum! Dia memandang ke arah orang itu.
"Sepertinya kau sudah siap untuk bertarung?" tanya Xu Wuzao.
Wooooosss..!
Baru juga Xu Wuzao berucap demikian, kelompok tetua kelima sudah menyerang terlebih dahulu.
Tebasan pedangnya sangat ganas, mengarah ke titik vital milik Xu Wuzao.
Triinng..!
Xu Wuzao menangkis menggunakan tenaga dalam, akhirnya pertarungan itu tidak bisa di hindarkan.
Dua pedang saling menempel, lalu orang Keluarga Wei menendang Xu Wuzao dengan kuat, namun Xu Wuzao langsung memblokir tendangan itu dengan tendangan juga.
Kraakk..!
"Aaakkkhh..!" jerit orang dari keluarga Wei.
Karena kaki dirinya yang beradu dengan Xu Wuzao langsung patah, sehingga dia mundur cukup jauh.
"Sial, dia pendekar suci tahap awal!" aku bukan tandingan dia untuk sekarang." gumam orang itu.
Setelah mengadu tenaga dalam dua kali dengan Xu Wuzao langsung mengetahui tingkatan pendekar Xu Wuzao, setelah mengetahui dia cukup ngeri dan hendak kabur.
Wooss..!
Dia bergerak cepat untuk lari meskipun kaki dirinya, sudah patah! Karena memiliki tenaga dalam cukup banyak dia bisa bergerak cepat.
Namun baru bergerak beberapa meter, Xu Wuzao sudah menghadang di depannya! Dengan seringai tajam.
"Jika kau ingin kabur, setidaknya tinggalkan nyawa mu di sini!" ucap Xu Wuzao.
Wooss..!
Slaazz..!
Sebelum mati, dia merasakan penyesalan! Karena tidak langsung kabur di awal sehingga mati di sini seperti ini.
Xu Wuzao seperti biasa merampas apa saja yang ada pada diri musuhnya! Setelah selesai dia langsung berkelebat pergi dari sana.
*
*
*
Tetua kelima, kembali menyusuri hutan itu dengan cepat! Namun tidak menemukan Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.
Saat dia hendak kembali ke tempat perapian yang di gunakan Xu Wuzao membakar rusa kecil, dia melewati tempat di mana anggota dirinya di bunuh oleh Xu Wuzao.
"Apa itu?" ucapnya tidak percaya setelah melihat anggotanya tewas mengenaskan.
Dia langsung mendekat, setelah melihat ini, dia langsung mengepalkan tangannya dengan sangat erat, sambil memandang ke tubuh anggotanya dan menggeram kesal.
"Xu Wuzao, kau harus mati di tangan ku! Bagaimanapun caranya, akan ku kejar hutang ini!"
Dia langsung berkelebat pergi dari sana dan menuju tempat di mana salah satu dari anggota lainnya berpisah, sedari awal.
Hanya dalam beberapa kali nafas saja, tetua kelima sudah berada jauh di sana! Karena pelatihan dia sudah berada di pendekar suci tahap awal.
Cukup jauh dia menyusuri hutan yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei, saat dia mendengar pertarungan dia langsung bergegas dengan cepat menghampiri tempat itu.
Wooooosss..!
Triinng..!
Tetua kelima melihat salah satu anggota dirinya hendak di tebas oleh Xu Wuzao, dia langsung melesat dengan cepat dan menangkis serangan dari Xu Wuzao.
"Tetau kelima terimakasih, untung anda datang tepat waktu! Dia sangat kuat." ucap anggota kelompok tetua kelima.
Xu Wuzao langsung terpental mundur karena tebasan pedang dirinya, dia tangkis oleh tetua kelima menggunakan tombak panjang yang memiliki ujung pedang lebar.
"Xu Wuzao, cukup sampai di sini saja kau berusaha melarikan diri dari keluarga Wei!" tetua kelima langsung menegur Xu Wuzao.
"Kau berbicara seolah-olah itu mudah!" jawab Xu Wuzao, dengan senyum lebar di parasnya.
Dia cukup kagum, melihat orang yang lebih muda beberapa puluh tahun dari dirinya tapi bisa menembus pendekar suci.
"Jangan harap jika kau menghadapi salah satu dari tetua keluarga Wei bisa lolos, kau hanya akan ku loloskan jika meninggalkan nyawa kau di tangan ku ini!" ucap tetua kelima dengan arogan.
Dia menunjuk dengan tangan kirinya, lalu menggenggam seperti memberikan kode kepada Xu Wuzao bahwa setiap dirinya mengincar sesuai pasti dia dapatkan.
"Seperti apa yang ku harapkan, bahwa keluarga bangsawan tersembunyi begitu arogan!" ucap Xu Wuzao.
Ini lah saatnya dia bertarung menggunakan Energi Qi semaksimal mungkin, karena dia akan melawan pendekar suci tahap awal dan pendekar raja tahap menengah.
Sedangkan tetua kelima, sudah siap-siap untuk menyerang dengan kombinasi dengan anak buah dirinya.
"Hati-hati tetua kelima, dia sangat cepat dalam bergerak!" anak buah dirinya langsung mengingatkan.
Dia sudah menderita luka dalam ringan, padahal baru beberapa kali menangkis serangan Xu Wuzao yang sangat mendadak.
"Apa kau meremehkan ku?" bentak tetua kelima sambil sedikit melotot ke arah anak buahnya.
"Tidak, tetua kelima! Aku mana berani." ucap orang itu begitu ketakutan.
"Cepat kita serang seperti biasa!" ucap tetua kelima memberikan perintah kepada anak buahnya.
"Baik tetau kelima!" jawabannya dengan sigap.
Lalu mereka berdua langsung memasang kuda-kuda, untuk segera menyerang Xu Wuzao.
\=
\=
...