Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
329 = XU WUZAO MEMBIARKAN LOLOS


\=Chapter 329. XU WUZAO MEMBIARKAN LOLOS\=


\=


\=


Mendengar ucapan dari Xu Wuzao, pemimpin kelompok Sabit Kematian hanya bisa tertegun. Dia merasa bahwa hidupnya sudah berakhir, sehingga dia tidak tahu harus menyangkal dengan ucapan apa lagi.


Karena sudah gugup, pemimpin kelompok Sabit Kematian mencoba menengok ke arah kelompoknya.


"Apa kalian akan diam saja di sana! Cepat bunuh orang tuan ini!" bentak pemimpin kelompok Sabit Kematian kepada kelompoknya.


Tentu saja mereka diam saja, karena ucapan antara pemimpin kelompok dan Xu Wuzao cukup cepat, sedangkan mereka masih terkejut dengan keadaan sekarang sehingga dia gagal merespon dan tidak tahu harus berbuat apa.


Mendengar perintah dari pemimpin kelompok Sabit Kematian, mereka yang tadinya masih termenung kini kesadarannya langsung kembali ke tubuhnya.


"Sial, cepat bantu pemimpin kelompok!" ucap salah satu dari mereka.


Mereka mengambil senjata sabit pendek yang ada di balik baju mereka masing-masing, lalu bergegas menuju ke arah Xu Wuzao.


Xu Wuzao melihat ini, dia langsung bergerak cepat untuk menginjak kepala pemimpin kelompok Sabit Kematian kembali dengan keras.


Kraakk..!


"Aaakkkhh..!" teriak pemimpin kelompok Sabit Kematian karena tulang lehernya seperti patah.


Baaammm..!


Jeritan itu semakin kencang setelah Xu Wuzao berpindah tempat sambil menginjak perut pemimpin kelompok Sabit Kematian untuk di jadikan tumpuan.


"Pemimpin, apa anda tidak apa-apa?" ucap salah satu dari mereka.


Dia mengangkat kepala pemimpin kelompok Sabit Kematian sedikit ke atas, agar lebih jelas melihatnya.


Pemimpin kelompok Sabit Kematian hanya bisa mengerang kesakitan, karena serangan itu benar-benar di titik vital tubuh manusia, sehingga dia hanya bisa mengerang kesakitan.


Xu Wuzao melakukan itu agar musuh tidak langsung mati, dia juga berpindah tempat dari tempat yang tadinya berdampingan dengan pemimpin kelompok Sabit Kematian kini lebih mendekat ke arah Bai Chan.


Karena dia ingin pemimpin kelompok sabit kematian di sembuhkan terlebih dahulu oleh mereka, lalu di bunuh kemudian bersama rekan-rekan lainnya, pikirnya jika langsung kematian yang mendatangi mereka, maka hukumnya mereka cukup ringan menurut Xu Wuzao.


"Telan pil ini pemimpin, anda harus sembuh!" ucap salah satu anggota kelompok Sabit Kematian.


Dia mengharapkan kesembuhan dari pemimpinnya karena di kelompok itu, hanya pemimpinnya yang memiliki tingkat kekuatan yang paling besar di antara lain.


Setelah serangan keroyok itu tidak mengenai Xu Wuzao, beberapa orang dari mereka mengejar ke mana Xu Wuzao bergerak.


Wooooosss..!


Wooooosss..!


Xu Wuzao dan Bai Li di kepung puluhan orang, mereka yang mengepung bergerak memutari Xu Wuzao dan Bai Li dengan membolang-balingkan senjata mereka di depan dada.


Itu adalah sebuah tindakan intimidasi tidak langsung, jika lawan mereka lemah maka mereka bisa mengalahkan Xu Wuzao dan Bai Li sekaligus dengan mudah.


Bai Li memegang tombak besar dengan erat, sedangkan Xu Wuzao mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan, namun Xu Wuzao mengeluarkan itu seperti dari balik jubahnya.


Namun ada saja orang yang melihat di sudut lain, dia melihat Xu Wuzao mengeluarkan pedang itu dari kekosongan.


Deegg..!


"Bagaimana bisa, pedang itu keluar dari mana sebenarnya?" ucap orang yang melihat Xu Wuzao mengeluarkan senjata dari kekosongan.


Dia berucap cukup lirih, namun secara tidak sengaja kaki dirinya langsung bergetar! Sehingga dia mundur satu langkah ke belakang.


"Kepala sekte Bai Li, anda ambil bagian kana aku begini kiri!" ucap Xu Wuzao.


Wooooosss..!


Wuutt..Triiinnng..!


Baaammm..


Baaammm..!


Xu Wuzao langsung menebaskan pedangnya, namun masih bisa di tahan oleh sabit musuh! Hingga sabit itu terpotong menjadi dua bagian.


Tidak hanya di sana, Xu Wuzao langsung menendang dua lawan lainnya hingga tersungkur ke tanah lalu mati seketika, karena tendangan Xu Wuzao mengenai dada musuh di tendangan pertama dan mengenai kepala di tendangan kedua.


Slaazz..!


Slaazz..!


Setelah menendang, Xu Wuzao berjungkir balik dan menebas dua lainnya hingga badan mereka hampir terbelah, sedangkan yang lainnya kepalanya hampir putus.


Xu Wuzao terus mengamuk hebat, di bagian kana juga Bai Li mengamuk hebat! Bahan sampai tombak di tangannya hancur karena telah beradu dengan sabut musuh beberapa kali.


"Gunakan ini kepal sekte Bai Li!" ucap Xu Wuzao.


Dia melemparkan tombak logam yang terlihat sangat kuat, meskipun kecil tapi cukup panjang ke arah Bai Li. dengan sigap Bai Li menangkap tombak itu, setelah di pegang tombak itu begitu ringan seperti memegang ranting yang kering.


"Terimakasih kepala sekte Xu!" ucap Bai Li.


Dia langsung merasakan, bahwa tombak yang di pegang dirinya saat ini adalah senjata yang bagus.


'Sepertinya ini adalah pusaka milik kepala sekte Xu, sangat mengagumkan!' ucap Bai Li di benaknya.


Lalu dia bergerak dengan gerakan memutar, tiga orang lainnya langsung tumbang dengan perut terbelah oleh tombak itu.


Pikir Bai Li, tombak yang di pegang dirinya hampir setara dengan tombak pusaka milik sekte Wuhan.


Salah satu anggota kelompok Sabit Kematian yang tadi melihat Xu Wuzao mengeluarkan pedang dari kekosongan, kini melihat lagi Xu Wuzao mengeluarkan tombak panjang dari kekosongan. Sehingga dia sangat terkejut.


"Kita tidak sedang melawan manusia!" ucapnya lalu mundur.


Dari arah lain berdatangan, puluhan orang lainnya dari kelompok Sabit Kematian. Sehingga Xu Wuzao dan Bai Li di buat repot.


Namun Xu Wuzao dan Bai Li tidak terdesak, mereka malah semakin mengganas! Karena kelompok mereka sudah banyak sekali yang terbunuh orang-orang di sana langsung waspada dan mundur.


"Pemimpin apa yang haru kita lakukan, mereka seperti bukan pendekar suci melainkan seperti pendekar dewa!" ucap seseorang yang kembali ke hadapan pemimpin kelompok Sabit Kematian.


"Sebaiknya kita mundur, kita laporkan kepada ketua bahaya apa yang menghadang kita!" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian.


Dia juga sangat takut sehingga hanya itu yang bisa di pikirkan, akhirnya mereka mengorbankan setengah lebih dari pasukan kelompok Sabit Kematian untuk menjadi tameng.


Beberapa puluh orang langsung kabur dari depan gerbang utama kota Wuhan, Xu Wuzao membiarkan lolos karena hanya itu yang dia bisa.


Setelah cukup lama sisa dan pemimpin kelompok Sabit Kematian kabur, Xu Wuzao dan Bai Li selesai membunuh anggota lainnya bahkan mereka membunuh lebih dari setengah kelompok.


Mayat berhamburan di mana-mana, kelompok pendekar yang ada di sana dan bersembunyi mereka bergidik ngeri melihat kehebatan dari Xu Wuzao dan juga Bai Li.


Mereka belum berani keluar, mereka hanya mengamati dari kejauhan! Karena tahu bahwa kelompok yang jumlahnya hampir ratusan itu sangat kuat, sehingga tidak berani ikut campur jika dirinya tidak sayang nyawa.


Namun melihat ratusan orang banyaknya, lalu lebih dari setengah lainnya terbantai hanya dengan dua orang itu akan menjadi berita yang menggemparkan di Kekaisaran Ming.


Xu Wuzao hanya membuang nafas kasar! "Huuff.. Apa akan ada masalah lagi kedepannya?" ucap Xu Wuzao dengan sedikit suntuk.


"Kepala sekte Xu, ini tombak anda!" ucap Bai Li, dia menyerahkan tombak kembali ke Xu Wuzao karena pertarungan sudah selesai.


Namun Xu Wuzao tidak menggubris sama sekali ucapan Bai Li, dia hanya mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi lalu ada sedikit aura yang keluar.


Tubuh Bai Li di lumuri darah milik musuh cukup banyak, padahal dirinya menggunakan senjata tombak yang lebih panjang.


Sedangkan Xu Wuzao yang menggunakan pedang, hanya memiliki beberapa bercak darah yang menempel di bajunya.


Wooooosss..!


"Kepala sekte Xu, ada perintah?" ucap tiga orang yang menggunakan pakaian tertutup.


"Ikut mereka, gali informasi apapun! Kabarkan secepatnya kepada ku!" ucap Xu Wuzao, kepala tiga orang yang berlutut.


"Baik kami laksanakan?" jawab mereka serempak.


Wooooosss..!


Keduanya bergerak dengan kecepatan tinggi dan mengulang dari hadapan Xu Wuzao dalam sekejap.


Setelah itu Xu Wuzao menengok ke arah, Bai Li! " Simpan saja kepala sekte Bai Li, sepertinya anda berjodoh dengan tombak itu!" jawab Xu Wuzao.


"Tidak kepala sekte Xu, aku tidak berani menerima senjata pusaka ini" jawab Bai Li dengan cepat.


"Sudahlah, sebaiknya simpan saja! Lebih baik kita urus mayat-mayat ini dengan cepat, agar tidak ada berita yang melenceng kedepannya!" ucap Xu Wuzao langsung memeringati.


"Baik kepala sekte Xu!" jawab Bai Li.


Dia langsung pergi hendak memanggil beberapa murid sekte Wuhan untuk mengurus mayat-mayat yang berserakan, dan juga mengurus mayat lainnya dari murid elit sekte Wuhan.


Setelah pertarungan mereda, orang-orang di sana yang tersisa sadar dan segera saling berbicara satu sama lain tentang kejadian mengerikan barusan apakah nyata atau hanya setingan.


\=


\=


...