
\=Chapter 150. PISAU KUBOTA\=
\=
\=
Li Yian sangat takjub dengan banyaknya pisau yang Li Yian ingin beli. Ternyata jumlahnya sangat banyak, dia langsung berjongkok dan memeriksa pisau yang ada di peti yang baru saja di buka oleh pemuda pelayan toko senjata perkasa, yang baru saja di ambil dari gudang.
Li Yian tidak memeriksa semua, dia hanya memegang salah satu dari pisau itu lalu menaruhnya kembali.
"Senjata yang sangat bagus, aku penasaran siapa yang membuat ini begitu banyak!" ucap Li Yian di benaknya.
Dia berpendapat seperti itu karena pisau itu sangat bagus, tidak begitu ringan dan tidak juga berat! Sisi kanan dan kirinya benar-benar seimbang, seperti benar-benar senjata yang di buat dan di gunakan hanya untuk senjata sembunyi dan serangan jarak jauh.
Karena dengan memegang dan melihat itu Li Yian yakin, jika pisau itu di gunakan untuk membidik sasaran, akan mengenai target dengan sangat tepat. Tidak seperti besi lancip ujung anak panah, jika itu di gunakan dengan lemparan tangan akan sedikit meleset! Apalagi tidak di lengkapi badan anak panah yang memanjang, itu lebih melenceng lagi.
Di tambah kualitas dari pisau itu menurut Li Yian, lebih bagus dari pisau terbang milik kelompok Sabit Tunggal.
"Maaf tuan apa tuan benar-benar akan membelinya?" tanya pelayan itu, karena Li Yian memeriksa pisau itu cukup lama.
"Ya aku akan membeli ini semua! Kira-kira berapa harganya?" Li Yian bertanya dengan segera.
"Sebentar tuan, kami akan hitung jumlahnya dan melaporkan ini kepada manager toko!" jawab pelayan itu lalu dengan segera menutup peti itu kembali dan membawanya kebelakang.
Li Yian cukup puasa sehingga di tidak melirik senjata lain. "Teman apa kau tidak ingin membeli senjata yang cocok dengan kau?" tanya Li Yian setelah melihat ke arah Baba Yaga.
Karena Baba Yaga seperti tidak tertarik dengan itu semua, malah dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Sehingga Baba Yaga sedari tadi tidak berbicara.
"Tidak, tombak yang kau berikan kala itu saja sudah cukup bagiku!" jawab Baba Yaga.
*
Tak lama kemudian, dari dalam datang seorang pria paruh baya! Parasnya begitu klimis, dengan pakaian yang cukup mewah mendatangi Li Yian dan Baba Yaga.
"Maaf tuan, apa tuan yang berniat memborong pisau kubota milik keluarga Yin?" ucap pria paruh baya itu, dengan mengepalkan tinjunya untuk menujukan hormat sesama pendekar karena Li Yian membawa pedang di pinggangnya.
"Ya, aku akan membeli semuanya! Jadi pisau itu bernama pisau kubota yah?" sahut Li Yian.
"Benar, sebenarnya itu adalah senjata lama yang bagus milik keluarga Yin! Namun sekarang sangat di remehkan oleh keluarga Yin sendiri!" keluh manager toko senjata perkasa itu.
"Menurut ku juga seperti itu tuan, tapi bagaimana bisa sekarang di remehkan?" Li Yian sangat penasaran.
"Karena di generasi ini tidak ada keluarga Yin yang membutuhkan, apalagi bisa menggunakan senjata itu dengan baik! Sehingga mereka menganggap itu hanya sebuah pisau dapur belaka. Bahkan kepala keluarga Yin ingin membuangnya begitu saja, namun aku yakin suatu saat akan ada orang yang tertarik! Karena hal ini aku ingin menemui anda tuan!" manager itu menjelaskan pada Li Yian.
"Sangat di sayangkan, padahal pisau kubota ini menurut ku sangat bagus dalam bentuk dan kualitas pembuatan! Jika boleh tahu berapa harga dari itu semua tuan?"
"Benar, itu di buat dengan sangat teliti oleh penempa senjata dari keluarga Yin! Tapi keterampilan itu tidak terlalu di hargai oleh petinggi keluarga Yin sendiri. Aku jadi teringat akan masa itu!" manager toko senjata perkasa malah mengenang masa lalu.
"Sayang sekali jika seperti itu, lalu bagaimana dengan harganya tuan?" Li Yian bertanya kembali tentang harga.
Setelah di ingatkan tentang harga oleh Li Yian kembali, manager toko itu memandang Li Yian dari pakaian yang di kenakan saat ini.
"Sepertinya kalian dari kalangan masyarakat kecil di Kekaisaran Ming, maka dari itu aku akan berikan harga murah!" jawab manager toko senjata perkasa.
Dia sudah salah mengira terhadap Li Yian, sebenarnya senjata itu di pajang di sana sudah sangat lama, tapi tidak ada orang yang meliriknya sama sekali.
Setelah mendengar kabar bahwa pisau kubota ada yang berniat membelinya apa lagi memborong semuanya, membuat manager itu sangat penasaran ingin bertemu.
"Hah, maaf tuan! Bukan maksud saya menghina tuan, tapi pisau kubota ada yang tertarik saja saya sudah sangat senang! Mari tuan ikut aku ke dalam, kita bertransaksi di dalam saja."
Mereka bertiga akhirnya pergi dari ruangan tempat di pamerkannya semua jenis senjata milik keluarga Yin, dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.
Sedangkan yang paling tinggi, di masukkan dalam kotak kaca kristal yang sangat tebal! Sehingga tidak mudah untuk di pegang orang.
*
*
*
Bao An sudah kembali ke tempat kumuhnya kembali.
Dia sedang duduk dengan beberapa ketua kelompok organisasi miliknya, dia memiliki lima orang yang memimpin banyak anggota yang tersebar luas di kota Kekaisaran Tang.
Ketua kelompok itu termasuk salah satunya adalah Yin Shen, dia menjadi kelompok ke lima kelompok yang paling sedikit! Dan di ketuai oleh dirinya yang paling muda di antara semua ketua lainnya.
"Semuanya, maaf telah mengundang kalian dengan sangat mendadak! Tujuan ku selama ini tidak sengaja sudah terselesaikan dengan bantuan orang lain yang di kenalkan oleh Shen!" ucap Bao An sambil menunjuk kepada Yin Shen yang duduk di ujung cukup jauh.
Empat ketua lainnya langsung memandang ke arah Yin Shen, salah satu dari ketua langsung berucap.
"Ahh, apa orang itu yang kau bawa beberapa hari lalu Yin Shen?" ketua kelompok empat berucap ingin kepastian.
"Tutup mulut mu, sudah ku bilang jangan kau sebut marga ku lagi!" ucap Yin Shen dengan nada penekanan.
"Hua Lun kau hargailah teman seperjuangan kau, jika dia tidak ingin di sebut marganya dalam panggilannya, maka kau harus memenuhi keinginan Shen!" ucap ketua kelompok informasi bayaran Bao An.
"Baik ketua, maaf Shen! Aku hanya bergurau, agar kita lebih dekat saja." jawab Hua Lun.
Namun Yin Shen tidak menjawab, karena sudah terlanjur emosi atas ucapan Hua Lun! Karena dia cukup sering membuat onar seperti itu.
"Baiklah, dengarkan kembali ucapan ku!"
Setelah ketua mereka berucap demikian mereka berlima langsung kembali melihat ke arah Bao An dengan serius.
"Aku akan memindahkan markas kita ke kediaman keluarga Bao, karena sudah tidak ada lagi anggota keluarga Bao di sana! Sehingga itu semua milik kita atas nama ku, kita bangun lebih besar kelompok kita di sana! Aku akan mengundurkan diri dari keluarga bangsawan kepada keluarga Kekaisaran Tang esok pagi. Kita akan berkumpul di kediaman keluarga Bao dua hari dari sekarang, lalu menyambut aliansi kita di sana. Mulai dari ini kita akan mewujudkan keinginan kalian yang kalian pikir itu mustahil!"
Bao An berbicara sangat bersungguh-sungguh, setelah melihat celah yang sanggat besar atas tawaran dari Li Yian kala itu.
"Maaf ketua, apa kita harus memindahkan kelompok inti ke markas baru kita nantinya?" ucap ketua kelompok kedua.
"Itu sudah pasti, tapi seperti biasa kalian bebas kemana saja menggunakan identitas kalian maupun samaran!" jawab Bao An.
"Baik ketua kami mengerti!" ucap dua ketua lainnya.
Mereka melanjutkan pembahasan selanjutnya, apa yang akan kelompok mereka lakukan! Lalu seperti biasa para ketua membagikan informasi terbaru yang menurutnya penting dari semua penjuru kota Kekaisaran Tang.
\=
\=
...