
\=Chapter 274. PENGHINAAN LANGSUNG\=
\=
\=
Api masih berkobar sangat ganas di hutan yang terbakar itu, kini kawanan serigala hitam sudah pergi entah kemana, mereka seperti tertelan bumi setelah adanya pemusnahan masal oleh Li Yian dan Baba Yaga.
Mereka terlihat lari ke segala arah, lalu menghilang di kerapatan hutan yang sangat luas di sana.
Li Yian masih cukup penasaran dengan kelakuan Baba Yaga yang tiba-tiba menghilang setelah kemunculan Shui Ling dan setelah dirinya membuka matanya.
Sedangkan di atas hutan yang terbakar hebat, Shui Ling terbang di atasnya! Dia seperti tidak merasakan panas sedikitpun, itu sangat terlihat karena raut wajahnya begitu tenang.
Setelah sampai di titik tengah hutan yang terbakar, Shui Ling membentangkan kedua tangannya ke kanan dan ka kiri!.
Wooooosss..!
Tumpahan air yang sangat besar dan begitu dingin langsung menyembur keluar dari kedua tangan Shui Ling, lalu dia memutarkan tubuhnya agar air langsung menyebar ke segala penjuru.
Dengan cepat api yang tadinya sangat besar dan begitu panas, langsung padam seketika! Kepulauan kabut asap membumbung tinggi, terbentuk kare air yang bertemu langsung dengan api ganas, kepulauan asap tertiup ke segala arah karena terpaan angin.
Li Yian yang melihat dari kejauhan terus memperhatikan dengan teliti, teknik yang di keluarkan oleh Shui Ling cukup bangus menurutnya, karena hanya dengan satu gerakan saja api yang sangat besar bisa langsung padam.
Sebenarnya Li Yian bisa saja langsung menyerap semua kehendak dari roh elemen air, namun Li Yian lebih memilih belajar dengan perlahan.
Karena jika menyerap kehendak dari roh elemen air, maka roh itu akan hilang dari bentuknya karena menyatu dengan Li Yian! Li Yian tidak ingin itu terjadi, dia tahu seperti itu semenjak memiliki roh elemen api di alam langit pada kehidupan pertamanya.
Kala itu kehendak roh api hampir menghilang, karena Li Yian serap dengan paksa! Setelah tahu seperti itu, Li Yian membatu memperbaiki bentuknya kembali dan akhirnya mereka saling mendukung.
Setelah saling menyatu terbentuklah dimensi jiwa roh elemen! Pada saat itu Li Yian dan roh elemen api saling mendukung.
"Hemmm, jadi seperti itu!" gumam Li Yian.
Dia tahu cara menggunakan teknik tersebut, karena jiwa dan pikiran mereka saling menyatu sehingga Li Yian dapat dengan mudah tahu, jika kehendak dari roh elemen api menggunakan teknik barusan.
Dari belakang tubuh Li Yian saat ini, muncul Baba Yaga. Dia langsung berdiri di samping Li Yian sambil melihat ke arah di mana Li Yian melihat.
"Dari mana kau teman kenapa tadi menghindar tiba-tiba?" ucap Li Yian tanpa menengok ke arah Baba Yaga.
"Saudara Li Yian, kau kenal dengan keindahan seperti itu di mana?" ucap Baba Yaga.
Mata Baba Yaga tidak berkedip saat melihat Shui Ling selesai memadamkan api yang sangat besar, Baba Yaga tidak menjawab pertanyaan Li Yian melainkan bertanya kembali dengan perkataan yang aneh menurut Li Yian.
Setelah mendengar pertanyaan yang aneh, Li Yian langsung menengok ke arah Baba Yaga.
"Apa maksudnya keindahan?" tanya Li Yian dengan polosnya.
Baba Yaga menengok ke arah Li Yian, karena heran Li Yian tidak mengetahui perkataan dirinya barusan.
"Apa kau tidak tahu apa yang kau maksud barusan?" tanya Baba Yaga.
"Tidak, memangnya apa yang kau maksud dengan keindahan?" tanya balik Li Yian, dia tidak tahu dengan perkataan keindahan dari ucapan Baba Yaga barusan.
"Sial, maksudnya kau kenal di mana wanita cantik itu?" ucap Baba Yaga sambil menunjuk ke arah Shui Ling.
"Oh, maksud kau aku kenal Shui Ling di mana?" kali ini Li Yian mengerti pertanyaan Baba Yaga.
Wooooosss..!
"Turunkan tangan kotor mu dari hadapan ku!" ucap Shui Ling dengan nada datar namun seperti menekan Baba Yaga.
Seketika aura di sana langsung turun drastis, suhu yang tadinya panas langsung berubah dingin .
Saat Baba Yaga menunjuk ke arah Shui Ling dia sambil menengok ke arah Li Yian, sehingga dia tidak begitu menyadari Shui Ling sudah bergerak ke arah mereka.
Karena gerakan Shui Ling sangat cepat dan tidak terdeteksi oleh persepsi Baba Yaga.
Sehingga tangan Baba Yaga menunjuk ke arah Shui Ling, hampir menempel di bagian dadanya yang menonjol sempurna, menurut Shui Ling itu adalah penghinaan langsung.
Sehingga membuat dia cukup marah, namun tidak berani berbuat lebih banyak di hadapan Li Yian! Jika saja tidak ada Li Yian, maka Baba Yaga sudah habis kena amukan Shui Ling, dirinya tidak berani karena Shui Ling sudah menganggap Li Yian sebagai tuannya.
Mendengar ucapan yang datar dan penuh tekanan dari Shui Ling, Baba Yaga langsung menurunkan tangannya karena canggung dan takut.
"Nona cantik boleh aku kenal anda?" ucap Baba Yaga dengan senyum genit.
Kini dirinya sudah percaya diri karena sudah kembali menjadi bentuk manusia yang tampan dan gagah, sehingga dia berani meminta kenalan dengan Shui Ling.
"Tidak perlu, kau siluman babi yang tadi kan? Aku tahu itu." ucap Shui Ling masih dengan wajah datar dan penekanan tidak suka.
"Ha-ha-ha, benar dia adalah siluman Babi yang tadi! Namanya Baba Yaga, Shui Ling!" ucap Li Yian sambil tertawa, karena Shui Ling seperti itu. Setiap kenal dengan orang lain selalu dengan gaya jutek dan tidak peduli.
Mungkin ini alasan Shui Ling selalu bermusuhan dengan Huo Ling yang sedikit tempramen, karena dia selalu merasa tinggi di setiap segala hal.
Baba Yaga langsung merasakan tekanan dingin seketika, karena baru kali ini dirinya di tolak oleh wanita saat menggunakan wujud manusia dirinya.
Samping saat ini dia tidak berbicara setelah di sangkal oleh Shui Ling barusan, apa lagi mendengar pembenaran dari sahabatnya itu membuat Baba Yaga lebih murung lagi.
"Tuan Li Yian, perintah sudah Shui Ling laksanakan! Shui Ling undur diri kembali." ucap Shui Ling dengan senyum cerah dan suara lembut.
"Baiklah, terimakasih atas bantuannya Shui Ling! Kau boleh kembali sekarang." jawab Li Yian.
Shui Ling memberikan hormat, lalu langsung menghilang dengan memudar seperti di terpa oleh angin yang bertiup cukup kencang di atas pohon besar itu.
Baba Yaga sangat iri melihat Li Yian di berikan senyum cerah semerbak dan suara yang lembut dan anggun dari Shui Ling! Sedangkan bila berbicara dengan diri selalu menggunakan intonasi yang datar dan penekanan tidak suka.
"Saudara Li Yian, aku sangat iri dengan kau! Bagiamana bisa kau mendapatkan wanita cantik yang begitu hormat seperti itu?" tanya Baba Yaga dengan nada sedih.
"Entahlah, mungkin ini takdir yang baik untuk ku!" ucap Li Yian.
"Kau ini, lalu kau pikir aku tidak memiliki takdir yang baik?" tanya Baba Yaga kembali.
"Sudahlah, tidak perlu di pikirkan aku ada perlu dengan kau! Sebaiknya kita pergi dari sini, sebelum binatang setengah siluman kembali datang dengan jumlah lebih banyak!" usul Li Yian.
"Tunggu sebentar, aku ingin mengumpulkan inti kristal serigala hitam yang telah mati!" ucap Baba Yaga.
Wooooosss..!
Tap..Tap..!
Baba Yaga langsung bergerak ke arah hutan yang sekarang menghitam hancur lebur karena terbakar ulah Li Yian dan dirinya.
Baba Yaga ingin mengumpulkan inti kristal serigala hitam yang sudah memiliki energi siluman cukup tinggi, karena menurut Baba Yaga dirinya masih lemah setelah melihat Li Yian sekarang.
Sehingga ingin meningkatkan lagi kekuatan dirinya dengan cara menyerap inti kristal dari siluman.
\=
\=
....