
\=Chapter 216. TEMAN LAMA\=
\=
\=
Lun Yuan terus terbang mendekati aura yang ada di dimensi kesetaraan, namun aura itu juga mengarah ke dirinya dengan cepat.
"Sebenarnya, siapa yang memiliki aura ini?" ucap Lun Yuan dengan sangat penasaran.
Padahal tubuh dirinya masih belum pulih akibat dari tekanan ledakan gerbang alam bawah, namun karena di sini adalah alam kesetaraan dia tidak takut karena siapa pun lawannya akan setara. Hanya yang membedakan adalah teknik, pengalaman bertarung dan kelincahan saat bereaksi pada serangan maupun penyerangan.
Di sisi lain pun Li Yian merasakan aura yang dirinya rasakan bergerak menuju dirinya! Saat hampir berpapasan Li Yian langsung berhenti di kejauhan.
"Sepertinya, aku pernah mengenalnya saat di kehidupan pertama?" ucap Li Yian.
Dia tahu yang bisa datang ke dimensi kesetaraan hanyalah para dewa dari alam langit, sehingga dia langsung mengira-ngira siapa orang yang datang ke dimensi kesetaraan.
Saat sedang memandang ke arah depan, sesosok yang terbang menuju ke arah dirinya, langsung mendarat cukup jauh. Tapi penglihatan sudah sangat jelas sehingga Li Yian tahu siapa yang ada di hadapannya.
Melihat siapa yang datang kali ini, Li Yian langsung tertegun karena tidak begitu percaya! Di benaknya langsung terbayang penghianatan saat hidup di kehidupan lalu.
'Lun Yuan! Bagaimana dia bisa berada di dimensi kesetaraan, aku ingat betul saat aku di eksekusi, dia sangat bahagia bahkan langsung dekat dengan bedebah Kaisar Langit.' ucap Li Yian di benaknya.
Saat sedang memikirkan itu semua, dari arah sebrang sana suara bentakan sangat tinggi langsung terdengar.
*
"Manusia rendahan, bagaimana kau bisa masuk di dimensi kesetaraan?" bentak Lun Yuan setelah melihat Li Yian.
Dia tidak merasakan aura dewa pada tubuh Li Yian, sehingga dia langsung mengerti bahwa Li Yian adalah manusia penghuni alam bawah.
"Kau pasti dewa rendahan pastinya! Karena bisa masuk ke dimensi ini juga." jawab Li Yian dengan senyuman ejekan.
"Lancang, manusia rendahan seperti kau harusnya langsung sujud jika bertemu dengan ku!" bentak Lun Yuan.
Namun Li Yian tidak gentar sama sekali, karena dia tahu siapa Lun Yuan itu, karena mereka berdua adalah teman lama saat menjadi prajurit dewa di alam langit.
"Kenapa bukan kau yang seharusnya sujud saat bertemu dengan ku?" ucap Li Yian sambil menunjuk ke arah Lun Yuan.
"Lancang, mampus saja kau manusia hina."
Wooooosss..!
Lun Yuan langsung menyerang setelah membentak karena marah, dirinya bergerak ke arah Li Yian dengan cepat! Jarak mereka yang cukup jauh bukan halangan berarti untuk melakukan serangan mematikan.
Boooommmm..!
Dua pukulan langsung berbenturan di ruang dimensi kesetaraan! Gelombang kejut langsung terbentuk dan menghembuskan kebut tebal yang menghalangi pandangan di sana.
Kini di sekitar Li Yian dan Lun Yuan tidak memiliki kabut sedikit pun, pandangan di sana langsung cerah seketika.
Li Yian dan Lun Yuan, masing-masing dari mereka terdorong mundur tiga langkah karena benturan serangan barusan. Melihat ini Lun Yuan sangat kaget.
"Siapa kau sebenarnya, bagaimana bisa menghentikan serangan mematikan ku barusan?" ucap Lun Yuan sangat tidak percaya.
"Hanya teknik tangan kosong, penghancur raga kau bilang teknik mematikan? Benar-benar dewa rendahan." jawab Li Yian dengan cibiran.
Li Yian sedang sering melawan Lun Yuan saat di kehidupan pertamanya, dia sudah sangat mengetahui seberapa kehebatan Lun Yuan! Karena saat dirinya hidup di kehidupan yang lalu di alam langit, Lun Yuan tidak pernah menang sekalipun dengan Li Yian.
Inilah mengapa Lun Yuan sangat dendam terhadap Li Yian, sehingga hanya bisa menggunakan jebakan licik untuk menghasut Kaisar Langit dan akhirnya berhasil.
Li Yian di eksekusi oleh Kaisar Langit menggunakan metode kutukan langit, agar Li Yian tidak bangkit kembali dan membalas dendam terhadap dirinya.
Lun Yuan semakin penasaran dan meningkatkan kewaspadaan dirinya saat ini, dirinya takut jika orang yang di hadapi dirinya adalah salah satu dari dewa tinggi di Kekaisaran Langit yang tidak senang dengan dirinya.
Karena semenjak dirinya di anggap sebagai dewa tingkat tinggi, cukup sombong karena dekat dengan Kaisar Langit.
"Itu kau sudah tahu, bahwa aku manusia rendahan!" ucap Li Yian dia menjeda dengan senyuman misterius.
"Aku yakin, kau akan tahu jika aku menggunakan teknik ini!" lanjut Li Yian berucap.
Wooooosss..!
Gerakan Li Yian sangat cepat, meskipun dia berada di dimensi kesetaraan karena dimensi kesetaraan ini tidak berfungsi untuk tenaga dalam, sedang Li Yian bergerak dengan kecepatan tinggi menggunakan tenaga dalam.
"Pukulan cakar naga mengamuk..!" ucap Li Yian setelah tidak jauh dari Lun Yuan.
Boooommmm..!
Dua pukulan saling beradu! Li Yian tetap di tempatnya namun Lun Yuan terpental cukup jauh, sampai memuntahkan darah dari mulutnya.
Namun sebelum Lun Yuan terpental dia menyambar kantong yang di simpan di pinggang dirinya.
Li Yian menggunakan teknik pukulan cakar naga mengamuk, dengan menggunakan tenaga dalam! Dirinya sudah mencapai pendekar suci tahap puncak, pukulannya untuk membunuh ratusan orang sangat mudah di alam Daulu.
Li Yian ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih cepat dan lebih unggul sekarang, namun Li Yian tidak sengaja mengambil kantung yang berisi batu pemanggil.
Setelah memegang kantong itu, Li Yian terdiam sesaat namun tidak memikirkan terlalu banyak, apa isi dari kantong itu.
*
*
*
"Uhukk.. Uhukk..!" Lun Yuan terbatuk-batuk dia terbaring di lantai yang sangat putih, dengan hanya di topang satu lengan dirinya.
Lun Yuan langsung memuntahkan darah dari mulutnya, bahkan mukanya langsung pucat pasif. Terlihat begitu ketakutan.
"Tidak mungkin, itu dia kan? Bagaimana ini bisa terjadi, seharusnya dia sudah mati dan tidak akan bereinkarnasi!" ucap Lun Yuan dengan tidak percaya apa yang di lihatnya saat ini.
Li Yian melangkah dengan tenang ke hadapan Lun Yuan, setelah cukup dekat Li Yian berhenti di sana.
"Apa kau sekarang sudah mengenaliku?" ucap Li Yian.
Namun Lun Yuan tidak menjawabnya, hanya terbengong tidak percaya apa yang sedang dialaminya sekarang.
"Sebenarnya aku membunuh kau sangat mudah, namun aku tidak ingin hal itu terjadi! Karena membunuh dengan cara cepat adalah sesuatu yang sangat enak buat kau!" lanjut Li Yian berucap sambil menunjukkan kantong yang di gunakan untuk menyimpan batu pemanggil.
"Sial, kembalikan itu kepada ku Li Yian!" ucap Lun Yuan setelah melihat apa yang Li Yian ambil dari dirinya saat ini.
"Ha-ha-ha-ha...! Ternyata kau langsung mengenal siapa aku sebenarnya, tidak heran teman lama yang sangat aku kenal, rupanya sangat mengenalku juga!" Li Yian berucap sambil tertawa terbahak-bahak.
Saat ini Li Yian melihat ke arah Lun Yuan yang sedang tertekan cukup takut, dirinya sangat senang melihat momen seperti ini.
Bayangan masa lalu dirinya langsung terlintas, saat Li Yian di eksekusi kutukan langit dirinya sangat putus asa, lalu wajah yang terlihat begitu gembira adalah wajah Lun Yuan namun sekarang posisinya justru terbaik.
\=
\=
...