
\=Chapter 360. PERGI KE ALAM TANASILAM\=
\=
\=
Li Yian menjelaskan semuanya ke Xu Wuzao, bahak menyerahkan semua pasukan bayangan kepada Xu Wuzao. Sepertinya dia akan pergi selamanya, sehingga membuat Xu Wuzao ingin meneteskan air mata.
Bahan Li Yian memberikan saran, agar semua pendekar di pihak Xu Wuzao maupun pihaknya agar semuanya bisa menggunakan Energi Qi yang akan terus melimpah sampai kapanpun.
Karena Li Yian memastikan, bahwa alam langit akan terus membuka Portal alam bawah agar alam Daulu terus memiliki Energi Qi selamanya.
Setelah memberikan semuanya terhadap Xu Wuzao yang akan di butuhkan di alam Daulu kedepannya, Li Yian dan Baba Yaga kini berniat pergi ke sekte anggrek putih.
"Nak Li Yian, apakah kau akan pergi selamanya?" ucap Xu Wuzao sedikit tercekat di tenggorokan.
Suaranya seperti akan menangis, meskipun dia laki-laki dan sudah cukup umur namun Xu Wuzao tidak bisa menahan perasaan seperti sekarang, sehingga dia tidak bisa membendung air matanya.
"Pak tua, saya akan berusaha kembali ke alam langit setelah urusan ini selesai! Mungkin akan memakan waktu sangat lama, aku berharap setelah kembali ke alam langit lalu kembali ke alam Daulu ini anda masih bertahan hidup." ucap Li Yian.
Meskipun kata-kata Li Yian sangat menusuk hati Xu Wuzao, karena dia seperti di kutuk bahwa dia akan segera mati, namun Xu Wuzao tidak marah.
Melainkan dia malah tidak bisa membendung air matanya, Xu Wuzao akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Li Yian yang duduk di kursi yang terhalang meja kerjanya.
Dia mendekati Li Yian, lalu memeluknya dengan sangat erat. Ini pertama kali memeluk Li Yian dengan sangat erat, setelah Li Yian sudah bisa berbicara dan sudah cukup lincah untuk bergerak sendiri setelah dilahirkan.
"Kembalilah dengan cepat, aku akan berusaha menunggu kau nak Li Yian! Meskipun itu akan memakan beberapa dekade lagi, aku akan berusaha menunggu." ucap Xu Wuzao dengan berlinang air mata.
"Bagus lah, aku harap anda baik-baik saja." jawab Li Yian.
Sebenarnya dia cukup sedih, namun karena dia harus melakukannya sehingga Li Yian cukup tegar.
Sedangkan Baba Yaga menyeka air matanya yang hampir jatuh di sudut matanya, dia langsung menggelengkan kepalanya.
Xu Wuzao melepaskan pelukannya dari Li Yian, lalu memandang Baba Yaga dengan sangat serius.
"Nak, Baba Yaga! Tolong jaga nak Li Yian karena kau satu-satunya teman yang aku tahu." ucap Xu Wuzao.
"Baik kepala sekte Xu, aku akan berusaha saling mendukung!" jawab Baba Yaga dengan langsung.
Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga berpisah dengan Xu Wuzao, sedangkan Xu Wuzao masih memegangi cincin penyimpanan yang di berikan oleh Li Yian.
Tatapan matanya begitu sayu, seakan dia menderita seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
'Jaga diri kalian baik-baik..!' ucap Xu Wuzao di benaknya untuk Li Yian maupun Baba Yaga.
Dia tidak tahu bahaya apa yang akan di hadapi Li Yian maupun Baba Yaga di alam lain.
Xu Wuzao akhirnya hanya bisa melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, dia sekarang bertekad untuk membesarkan pelelangan anggrek putih dan membesarkan sekte anggrek putih tentunya.
Karena itu adalah pesan dari Li Yian untuk membuat kuat orang-orang yang ada di pihaknya, entah apa yang di maksud Li Yian Xu Wuzao tidak begitu mengerti, namun dia akan melakukan itu.
*
*
*
Li Yian dan Baba Yaga kini muncul di halaman belakang sekte anggrek putih, baru saja kedua muncul dari berbagai arah 18 orang muncul seketika.
"Tuan, selamat datang di sekte anggrek putih!" ucap pemimpin dari kelompok bayangan.
"Ya..! Kembalilah berlatih dan terus berkultivasi, lindungi terus sekte anggrek putih dan patuh perintah kepala sekte Xu, bubar..!" ucap Li Yian sambil sedikit menganggukkan kepalanya, lalu melambaikan tangan untuk membubarkan kelompok pasukan bayangan.
Wooooosss..!
Tanpa menjawab, mereka semua langsung bubur karena itu adalah perintah dari Li Yian.
Kelompok ini adalah kelompok yang di tugaskan Li untuk menjaga sekte anggrek putih dari segala kemungkinan serangan dari musuh, namun untuk sekarang siapa yang berani melawan sekte anggrek putih.
Akan tetapi entah di masa yang mendatang, karena waktu terus berputar dan jaman terus berubah.
Baba Yaga hanya diam saja, dia sedang berpikir keras di kepalanya.
'Mempunyai bawahan sangat mengagumkan, aku harus mencarinya juga..!' ucap Baba Yaga di benaknya.
Setelah itu Li Yian mengajak Baba Yaga pergi ke asrama putri, Li Yian ingin memberitahu kepada Rhuo Ning bahwa dia akan pergi cukup lama.
Setelah sampai di asrama putri, Li Yian bertanya kepada beberapa orang di mana tempat Rhuo Ning tinggal, karena dia belum pernah menemuinya seperti ini secara langsung.
Salah satu dari mereka menunjukkan di mana tempat Rhuo Ning tinggal, Li Yian bergegas ke sana sesuai petunjuk! Karena sekarang siang hari sehingga seseorang boleh mengunjungi tempat tinggal antar murid.
Li Yian dan Baba Yaga berdiri di depan sebuah kamar kecil, hanya cukup di huni oleh 2-3 orang saja.
Tok..Tok..Tok..!
"Rhuo Ning, apa kau ada di dalam?" ucap Li Yian.
"Siapa di luar?" ucap seseorang di dalam.
"Aku Li Yian..!" jawab Li Yian.
Braakk..!
Pintu kamar di buka dengan sangat cepat dan keras, itu menandakan bahwa seseorang di dalam kamar buru-buru untuk membuka pintu tersebut, saat mendengar nama Li Yian.
"Kakak Li Yian, kenapa kamu sangat lama sekali menemui ku?" ucap Rhuo Ning dengan senang, namun ada sedikit nada kesedihan.
"Ahh, maaf! Aku ke sini untuk memberitahu mu, bahwa aku akan pergi cukup lama, lalu entah kapan aku akan kembali!" ucap Li Yian tanpa basa-basi.
Deg...
Rhuo Ning langsung menegang, dia ingin menangis namun tidak bisa! Sehingga hanya matanya saja yang memerah.
Rhuo Ning juga tidak tahu, bagaimana dia bisa merasakan hal sesakit itu! Padahal tidak ada pedang maupun anak panah yang menusuk pada hatinya, namun dia lebih merasakan sakit yang luar biasa.
"Kakak Li Yian, Shu Siie dengan ayahnya pergi ke kota Wuhan untuk menemui mu, lalu jika kakak ada di sini, bagaimana dengan Shu Siie di sana?" ucap Rhuo Ning dengan linglung.
"Sudahlah, tidak perlu di pikirkan tentang Shu Siie di sana! Kamu bisa memberitahukan kepadanya di lain waktu jika dia kembali, aku di sini hanya akan memberitahukan mu tentang kepergian ku. Selamat tinggal semoga kamu menjadi pendekar yang hebat!" ucap Li Yian.
Setelah itu dia menatap Baba Yaga yang ada di sampingnya, dia mengangguk kecil lalu bergegas langsung menjauhi Rhuo Ning yang masih terdiam karena tertegun.
Dia tidak memberi kesempatan bagi Rhuo Ning bertanya, kenapa pergi secara tiba-tiba dan akan kemana.
Wooooosss..!
Tap..Tap..!
Li Yian melompat dan menghilang di kejauhan, sedangkan Rhuo Ning masih terus berdiri di sana dengan mata yang sudah memerah karena ingin segera mengais, namun air matanya hanya bisa menggantung di sudut matanya tanpa jatuh.
"Kakak Li Yian, kenapa kamu mengucapkan selamat tinggal? Sedangkan aku tidak ingin berpisah seperti ini!" ucap Rhuo Ning dengan lirih.
Dia akhirnya hanya bisa duduk di depan pintu kamar yang masih terbuka lebar, dia duduk dengan memeluk lututnya dengan sangat kencang, hatinya seakan hancur oleh tekanan yang tidak terlihat dan tidak nyata.
*
Li Yian dan Baba Yaga kini sampai di pinggiran sekte anggrek putih, dia berhenti karena tidak begitu mengerti akan menuju kemana.
"Teman, arah mana menuju ke alam Tanasilam itu?" ucap Li Yian setelah berhenti berlari, lalu dia menengok ke arah Baba Yaga.
"Ke tempat di mana energi siluman sangat kuat, aku rasa di sini yang dekat hanya ada di hutan larangan!" ucap Baba Yaga.
"Baiklah kita ke sana..!" jawab Li Yian tanpa basa-basi.
Wooooosss..!
Li Yian memegang Baba Yaga, lalu dia langsung mengaktifkan teleportasi menunju ke hutan larangan.
...****************...
Di pohon Eden yang ada di tengah-tengah hutan larangan sangat sepi.
Di salah satu cabang paling rendah dan besar muncul portal dimensi, setelah itu dua orang langsung muncul dari kekosongan.
Li Yian dan Baba Yaga saling pandang, setelah itu Li Yian tersenyum karena tujuannya tepat sasaran! Tidak sia-sia Li Yian pernah ke sini dan memberikan tanda di salah satu cabang pohon Eden.
"Apakah di sini?" ucap Li Yian.
"Ya, tunggu aku akan membuka portalnya!" jawab Baba Yaga, dia langsung mengeluarkan batu yang mirip dengan taring utama siluman babi buas.
Baba Yaga memegang dengan erat, dia langsung mengambil posisi bersila dan bermeditasi untuk mengumpulkan energi siluman yang sangat besar.
Li Yian hanya menunggu saja.
Beberapa jam terlewatkan...
Li Yian masih menunggu tanpa bergerak.
Beberapa hari terlewatkan...
Waktu terus bergulir, sehingga Li Yian sangat bosan terus terjaga! Jika bukan karena ingin menuju ke alam Tanasilam, sudah di tendang Baba Yaga hingga terjungkal karena bermeditasi sangat lama, hanya untuk membuka portal antar alam saja.
Hingga, satu minggu terlewatkan....
Setelah satu minggu, Li Yian sudah tidak sabar lagi, namun setelah merasakan ada tekanan energi siluman yang sangat besar muncul di bawah pohon Eden.
Li Yian menajamkan matanya, dia menatap Baba Yaga dengan seksama.
Baba dan membuka matanya, langsung memegang bahu Li Yian tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Saudara Li Yian, sekarang saatnya..!" ucap Baba Yaga setelah itu terjun ke bawah.
Di bawah sana muncul portal yang sangat besar dengan aura hitam yang begitu mengerikan melahap Li Yian dan Baba Yaga.
Slaaaapppp..!
Portal itu menutup kembali, mereka berdua akhirnya pergi ke alam Tanasilam.
Setelah itu hutan larangan kembali sunyi dan mencekam seperti biasanya, bahkan suara burung dan binatang buas seakan di telan oleh kesunyian sekarang.
\=
\=
...
...TAMAT ...
Book pertama tamat.
Akan di lanjutkan di book ke dua.
Maaf, author sudah beberapa minggu tidak up, karena sedang sibuk.
Nantinya book keduanya yah😁
Setelah book kedua di buat author akan bagikan pengumuman di novel ini.
Terimakasih para pembaca sudah mau menunggu dan membaca karya receh ini🙏☺️.
Sampai jumpa di book ke 2.
....