Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
308 = BERBURU BINATANG SILUMAN 2


\=Chapter 308. BERBURU BINATANG SILUMAN 2 \=


\=


\=


Li Yian sudah sampai di bagian barat terlebih dahulu, karena dia berangkat lebih awal dari Baba Yaga. Saat sampai di sana Li Yian langsung tersenyum karena merasakan berbagai macam binatang siluman, bahkan bertingkat-tingkat aura mereka! Ada yang tinggi dan ada yang rendah.


Mereka yang rendah di lindungi oleh yang tinggi, karena mereka masih satu kawanan! Hidup mereka berkelompok-kelompok.


"Aku heran, kenapa kalian saat menjadi binatang siluman hidup saling melindungi dan berkelompok. Namun setelah sepenuhnya menjadi siluman tidak ada satupun yang akur, malah saling menindas demi merebutkan posisi puncak!" gumam Li Yian.


Ucapan Li Yian seperti itu dia tidak menyadari, padahal di kehidupan manusia dan dewa juga sama saja, mereka mementingkan diri sendiri agar berdiri di puncak kejayaannya.


"Apa stelah mempunyai pemikiran mereka lebih mementingkan dirinya?" lanjut Li Yian bergumam.


Dia berdiri di tanah yang lapang di tumbuhi rerumputan yang sangat tebal, bisa di bilang itu adalah padang rumput, di sana terdapat pepohonan yang tinggi dan rindang namun pepohonan yang besar dan tinggi itu sangat jarang tumbuhnya jarak tumbuh pohon itu berjauhan.


Li Yian masih memandangi, di depan dirinya begitu banyak banteng yang tinggi besar aura siluman di sana langsung menguat setelah kedatangan Li Yian.


Meskipun banyak bintang lain, Li Yian lebih tertarik dengan gerombolan banteng.


Gerombolan banteng seperti merasa ada ancaman dari pemangsa yang akan memburu mereka kapanpun, karena yang biasa memburu mereka adalah siluman serigala dari berbagai jenis maupun siluman lainnya.


Padahal Li Yian masih menyembunyikan aura miliknya dalam-dalam, namun mereka seperti sangat peka.


Para banteng langsung berhamburan menuju ke arah lembah yang tidak jauh dari sana, mereka mengikuti alur untuk turun menuju ke lembah itu.


Wooooosss..!


Li Yian langsung mengejar ke arah sana, dia tidak ingin kalah oleh Baba Yaga! Karena jika dirinya kalah maka Baba Yaga akan langsung sombong dan melupakan latihan kembali untuk menjadi kuat.


Li Yian sambil bergerak mengejar mereka sambil mengambil pedang yang dulu pertama kali di dapatkan saat berada di kota provinsi Cao.


Setelah pedang keluar dari cincin samudra miliknya, Li Yian memegang dengan cepat pedang panjang berwarna kehitaman sudah di pegang Li Yian.


Slaazz..!


Dengan kecepatan yang sangat cepat, Li Yian menebas ke arah beberapa banteng siluman yang sedang berlari ketakutan.


Tidak terlihat kapan Li Yian mengeluarkan pedang itu dari sarungnya kini setelah menebas lima banteng sekaligus Li Yian menentang pedang di tangannya, darah segar menetes dari ujung pedang Li Yian.


Li Yian tidak memilih banteng mana yang kuat, yang dia perlukan bahwa banteng itu sudah mejadi siluman karena memiliki energi siluman yang kental.


Lima banteng langsung terkapar tanpa kepala, karena sudah di tebas dengan begitu sempurna oleh Li Yian.


Li Yian meninggalkan banteng yang sudah mati begitu saja, karena akan mengurus mereka belakangan untuk di ambil inti kristalnya. Sehingga dia terus maju menebas kesan kemarin.


Saking banyaknya banteng yang di bunuh Li Yian, jumlahnya hampir mencapai ribuan. Dia terus berjalan maju ke arah barat sambil membunuh banteng yang ada di jangkauannya hingga akhirnya dia seperti di halangi oleh sesuatu.


Li Yian terus berjalan, sampai dia di tepi lembah yang sangat subur dan begitu tenang, di sana hanya terdengar suara gemericik angin yang menggoyang dedaunan dan di tambah suara air mengalir bergemericik saja.


Li Yian berhenti di tepi lembah, dirinya cukup heran.


"Kemana perginya kawanan banteng siluman itu?" ucap Li Yian menatap ke depan.


Pasalnya sebelum dia sampai di lembah subur itu, Li Yian masih melihat ribuan banteng yang berlarian menuju ke arah lembah ini, namun setelah Li Yian sampai di sana nyatanya kawanan siluman banteng itu sudah menghilang entah kemana.


*


*


*


Di dimensi buatan, yang di halangi oleh teknik penghalang.


Empat orang dengan perubahan wujud yang tidak begitu sempurna, mereka meniru seperti tubuh manusia namun lebih banyak bentuk binatangnya. Terlihat mereka sedangkan berlutut di hadapan seseorang yang duduk di singgasananya.


"Yang mulai, maafkan kami! Kami terpaksa menggunakan teknik dimensi ilusi milik tuan! Karena kawanan kita di serang oleh seseorang yang mengerikan!" ucap salah satu dari mereka.


"Apa maksudmu mengerikan?" ucap orang yang duduk dengan tenang di singgasana.


"Apakah dia salah satu petinggi dari penguasa wilayah Utara?" ucap dia kembali.


"Maafkan kami yang mulai, dia tidak memiliki aura dari klan serigala namun aura itu sangat tenang dan mengerikan!" jawab yang lain dari salah satu empat orang yang berlutut.


"Dia menyerang sendirian ke dala wilayah kekuasaan ku?" jawab dia dengan cukup terkejut.


"Bagaimana bisa, bawa aku ke sana secepatnya!" ucap seseorang yang di panggil Yang mulia.


Wooooosss..!


Wooooosss..!


Mereka langsung bergerak dengan kecepatan tinggi, empat orang itu langsung menunjukkan jalan menuju ke pintu sebelah timur.


*


Li Yian masih berdiri di tebing lembah yang sangat subur, dia sedikit merasa bahwa di hadapannya hanya sebuah teknik penghalang dimensi. Li Yian langsung bergumam.


"Hemmm, kalian ingin mempermainkan ku! Jangan harap bisa lolos jika sudah menjadi terget ku untuk di buru!"


Li Yian mengeluarkan aura miliknya, dia mencoba menembus dimensi penghalang yang Li Yian rasakan di depannya.


"Ternyata ini teknik ilusi penghalang, cukup menarik juga! Sepertinya ada sesosok yang hebat di dalam sana." ucap Li Yian, sambil menyentuh penghalang itu dengan hati-hati.


Namun baru menyentuh sedikit saja penghalang ilusi itu, dari dalam sana keluar aura yang sangat kuat.


Baaammm..!


Aura itu langsung menyerang Li Yian, dengan sigap Li Yian menghindari dengan cara mundur cukup jauh sekaligus menahan dengan aura miliknya.


Dimensi ilusi langsung terbelah muncul lima orang yang berbadan sangat besar dengan tanduk di kepala masing-masing berwarna hitam pekat.


Salah satu dari mereka membawa gada yang besar berwarna hitam, berdiri dengan memegangi gada itu hawa buas dan membunuh merembes keluar dari mereka berlima, namun yang paling terlihat begitu pekat adalah yang di tengah yang membawa gada besar.


"Bocah, kau berani membunuh begitu banyak kamu ku! Terima kematian mu bocah!' bentak orang yang membawa gada penghancur.


Dia sangat kaget karena melihat hampir ribuan dari banteng siluman, yang di anggap sebagai kaumnya sudah mati terkapar di seantero tempat yang di tumbuhi rumput segar.


Saat melihat itu semua dia langsung marah dan menatap Li Yian dengan tatapan membunuh.


Dia tahu Li Yian yang membunuh mereka semua, karena Li Yian masih memegangi pedang yang masih memiliki darah segar dan menetes di ujung pedangnya.


Di tambah dia tahu dari empat bawahan terkuatnya, bahwa tempat mereka di datangi oleh seseorang yang mengerikan.


Dia juga merasakan sendiri, saat dia menyerang Li Yian saat sedang menyentuh penghalang miliknya, serangan yang besar hanya di hindari dan di tahan begitu saja. Dia tahu jika bocah di hadapannya bukan dari klan siluman di empat penjuru daratan itu.


Jika dari sana, maka bentuk perubahan manusia padanya tidak sempurna seperti Li Yian, melainkan ada saja yang memiliki bentuk binatang.


Li Yian yang mendengar bentakan itu hanya tersenyum, lalu mencibir kelimanya terutama yang memegang gada hitam.


"Kenapa hanya membentak saja, cepat lakukan bagaimana kau memberikan kematian pada bocah ini!" jawab Li Yian.


Mendengar provokasi itu, kelimanya langsung marah terutama yang memegang senjata gada hitam.


Hoooossss...!


Aura hitam keluar dari hidung besarnya, mata langsung memerah karena menahan marah yang amat sangat.


"Mati lah kau bocah!" bentakannya kembali.


Wooooosss..!


Wuuutt..!


Dia tiba-tiba berada di depan Li Yian dengan sekejap, meskipun badan dia sangat besar namun dia dapat bergerak begitu cepat seperti berpindah tempat.


Gada hitam yang besar langsung melayang turun untuk memukul Li Yian, saat di hadapan Li Yian gada itu bener-benar terlihat besar.


Boooommmm..!


Ledakan besar terjadi karena beradunya dua aura tekanan yang sangat kuat, debu berterbangan ke segala arah.


"Apakah Yang mulia berhasil?" ucap salah satu dari bawahannya.


"Kau bodoh, itu adalah kekuatan penuh Yang mulia yang di alirkan ke senjata kesayangannya! Bocah itu pasti mati." jawab temanya langsung menghardik temannya karena tidak percaya dengan kekuatan raja sendiri.


\=


\=


...