Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
255 = TEKANAN MENTAL


\=Chapter 255. TEKANAN MENTAL\=


\=


\=


Xu Wuzao menatap kearah Li Yian dengan cepat, saat mendengar ucapan Li Yian barusan! Xu Wuzao yakin Li Yian tidak hanya asal berbicara, karena dirinya pernah melihat secara langsung apa yang di lakukan Li Yian saat menyerang keluarga Wei dahulu.


Sedangkan tatapan mata dua mata-mata yang di utus Xu Wuzao, seperti memberikan jejak penghinaan terhadap Xu Wuzao.


'Sial, anak ingusan ini apa tidak tahu situasi?' ucap salah satu dari mereka di benaknya.


'Sepertinya aku pernah dengar dia adalah Li Yian! Anak angkat dari kepala sekte Xu, apa maksudnya ucapan hanya sebuah jumlah?' ucap yang lainya di benaknya.


Li Yian seraya menatap Xu Wuzao, Xu Zao Yi dan dua lainnya dengan bergantian! Karena mereka semua diam setelah ucapan dirinya tadi.


"Ada yang salah dengan ucapan ku barusan?" tanya Li Yian akhirnya.


"Apa maksudnya nak Li Yian, itu hanya sebuah jumlah?" ucap Xu Wuzao ingin tahu maksud Li Yian.


"Apa kepala sekte Xu kebingungan, untuk menghadapi mereka semua?" tanya balik Li Yian.


"Ya, itu pasti! Karena itu ribuan jumlahnya, jika ratusan pendekar mungkin masih sedikit peluang untuk kita melawan!" ucap Xu Wuzao.


Xu Zao Yi dan dua lainnya tidak berani menyela ucapan kepala sekte Xu dan Li Yian! Karena Xu Zao Yi sekarang penasaran apa yang akan di lakukan Li Yian untuk mengatasi masalah ini.


Sedangkan dua orang lainnya, hanya canggung berdiri di antara dua pemimpin besar sekte anggrek putih! Di tambah keduanya tidak mempunyai solusi sama sekali.


"Apa perlu aku yang menghalau mereka semua?" tanya Li Yian.


"Nak, apa kau ada rencana?" ucap Xu Wuzao dengan sangat penasaran.


Begitu juga Xu Zao Yi, dia penasaran apa yang akan Li Yian kali ini ambil! Dirinya masih sangat tertekan gara-gara beberapa waktu lalu tentang tantangan adu kecepatan.


Sedangkan dua mata-mata yang membawa berita itu, hanya bisa menghardik dengan sumpah serapah yang banyak kepada Li Yian! Karena terkesan begitu sombong padahal masih bocah, pikir mereka.


"Ya, ada! Kita tekan mereka dengan tekanan mental!" ucap Li Yian.


"Bagaimana caranya?" cecar Xu Wuzao ingin segera tahu detailnya.


"Itu urusan nanti di medan perang! Yang penting sekarang, kumpulkan semua orang sekte anggrek putih yang ada di kediaman ini!" ucap Li Yian.


Xu Wuzao sedikit kecewa karena tidak mendapat penjelasan yang detai apa rencana Li Yian nantinya, akhirnya dia hanya membuang nafas berat.


"Huuufff..! Baiklah, Zao Yi kumpulan pasukan kita sekarang juga!" ucap Xu Wuzao, setelah melihat ke arah Xu Zao Yi.


"Kalian, bantu awasi pergerakan sekte Wuhan!" ucap Xu Wuzao selanjutnya.


"Tidak perlu kepala sekte Xu!" Li Yian langsung melarang dua orang itu mengawasi kembali.


"Kalian, istirahatlah sebentar! Pulihkan tenaga kalian terlebih dahulu, lalu setelah itu bergabunglah bersama kami!" ucap Li Yian.


Dua orang itu langsung memandang Xu Wuzao ingin meminta kejelasan perintah mana yang harus dirinya jalankan.


"Ikuti saja, apa kata Li Yian!" jawab Xu Wuzao.


"Baiklah kepala sekte Xu!" ucap keduanya lalu langsung pergi dari sana.


Xu Zao Yi, juga berpamitan untuk segera pergi dan mengurus apa yang tadi di perintahkan oleh Xu Wuzao.


Sedangkan Li Yian duduk kembali di kursi yang tadi dirinya duduki! Melihat ini Xu Wuzao berpikir Li Yian begitu sanggat berbeda dari Li Yian yang dirinya kenal selama ini.


Akhirnya dia juga ikut duduk di sama kembali, sambil menunggu semua persiapan selesai.


*


"Sial, ternyata benar bocah ingusan tadi adalah Li Yian?" ucap salah satu mata-mata Xu Wuzao.


"Bener, bahwa dia begitu sombong dan arogan!" jawab orang yang satunya, dia sering mendengar hal negatif tentang Li Yian sebelumnya.


"Benar sih, aku pernah mendengar bahwa dia jenius sekte kita! Aku jadi penasaran dengan dia!"


"Cih, meskipun jenius! Yang pernah jadi juara kompetisi generasi muda, tapi jika menghadapi ribuan orang sangat mustahil, siapa dia?"


"Ucapan kau benar juga, tapi mungkin dia punya cara tertentu!"


"Alah, paling kabur saat melihat lawan ribuan! Sudahlah jangan bicarakan bocah sombong itu lagi!"


Salah satu dari mereka langsung males membicarakan Li Yian, akhirnya mereka langsung memilih kembali ke kamar mereka dan istirahat sementara.


*


*


*


Setelah menjelang sore hari, ribuan pasukan dari sekte Wuhan sudah hampir mendekati hutan kecil yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei.


Ribuan pasukan itu bergerak seperti badai di gurun yang membuat pasir berterbangan ke belakang, membuat kengerian orang yang melihatnya semakin bertambah.


Sedangkan Li Yian, Xu Wuzao, Xu Zao Yi dan puluhan pasukan dari sekte anggrek putih sudah menunggu kedatangan mereka di gerbang paling luar Kediaman Keluarga Wei.


"Sial, mereka benar-benar ribuan banyaknya!" ucap salah satu dari pasukan elit sekte anggrek putih.


"Jumlah kita berbanding terbalik dengan musuh, tamat riwayat kita!" keluh yang lainya.


Masih banyak keluhan lainnya yang lebih parah, bahkan sudah ada yang pasrah akan kematian dirinya


Li Yian mendengar itu cukup geram, namun dia juga sadar! Kelemahan membuat orang itu takut, sehingga dia ingin memicu keberanian mereka semua.


"Apa kalian semua takut?" ucap Li Yian, suara itu tidak seperti membentak namun suara Li Yian seperti di ucapkan di samping telinga mereka.


"Jika kalian takut, maka larilah! Lalu jangan kembali lagi ke sekte anggrek putih! Biarkan musuh di depan aku dan kepala sekte Xu yang akan menghalaunya." ucap Li Yian.


"Benar, ucapan nak Li Yian!" Xu Wuzao menimpali.


Deg.


Mereka semua langsung takut, mereka seperti berada di tepi jurang yang curam! Salah mengambil keputusan maka akan celaka.


Li Yian dan Xu Wuzao diam membiarkan mereka mengambil keputusan, karena mereka terlalu banyak berpikir tidak terasa pasukan ribuan banyaknya sudah 500 meter jaraknya.


pasukan ribuan sekte Wuhan berhenti di sana! Dengan di depan pasukan di pimpin oleh lima tetua dan kepala sekte Yan.


"Ha-ha-ha-ha-ha, Hanya puluhan orang saja! Aku terlalu memandang tinggi sekte anggrek putih!" ucap Yan Yin dengan suara keras dan menggelegar.


Xu Wuzao melihat ini bergetar hatinya, tubuhnya sedikit bergetar juga karena merasakan sedikit takut! Sedangkan pasukan yang lainya sudah seperti berdiri di ambang jurang kematian.


"Kau boleh sombong di awal! Apa kau mau menerima tantangan ku?" ucap Li Yian.


Semua orang di sebrang sana langsung tertegun karena merasakan kejutan akibat gelombang suara dari Li Yian.


Bahkan Yan Yin, langsung terbengong tidak percaya apa yang dirinya rasakan! Di antara ribuan orang Yan Yin yang paling berpengaruh karena dia pendekar suci, ditambah sudah bisa merasakan gelombang kecil Energi Qi, apa lagi yang di lakukan Li Yian barusan adalah gelombang tekanan cukup kuat akibat pantulan energi dari suara Li Yian.


"Tekanan barusan, apa itu?" gumam Yan Yin.


Dia terdiam sejenak, untuk berpikir apa yang telah terjadi barusan! Lalu dia memandang tajam ke arah Li Yian.


\=


\=


...