Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
171 = KEMARAHAN TETUA PERTAMA KELUARGA YIN


\=Chapter 171. KEMARAHAN TETUA PERTAMA KELUARGA YIN\=


\=


\=


Beberapa hari yang lalu di kota Kekaisaran Tang bagian pusat.


Tepatnya di toko senjata perkasa milik keluarga Yin, tetua pertama keluarga Yin sudah sampai di sana. Lalu dia masuk begitu saja dengan tenang.


"Selamat datang tetua pertama!" ucap salah satu pegawai toko senjata perkasa.


Dia menyapanya karena sudah kenal dengan tetua pertama, karena tetua pertama adalah orang terkuat kedua di keluarga Yin! Malahan tetua pertama seperti lebih di kenal dari pada kepala keluarga Yin sendiri.


"Apa Yin Zilan ada di ruangannya?" tanya tetua pertama Keluarga Yin.


"Tuan manager ada di dalam ruangannya!" jawab pelayan itu dengan cepat, sambil masih membungkuk hormat.


"Baiklah, terimakasih atas pemberitahuannya!" jawab tetua pertama.


Pelayan itu hanya mengiyakan karena tetua pertama langsung pergi dari hadapan dirinya dengan cepat.


Sedangkan manager toko senjata perkasa sedang duduk dengan tenang mengerjakan banyak dokumen di ruang kerjanya, karena hari-hari ini banyak sekali permintaan senjata dari pasukan Kekaisaran Tang maupun dua keluarga bangsawan lainnya yang ada di Kekaisaran Tang.


Tok..!


Tok..!


"Yin Zilan apa aku boleh masuk?" ucap tetua pertama Keluarga Yin.


"Ya, masuklah!" ucapnya manager toko senjata perkasa, yang di panggil langsung namanya.


Dia ingin menebak siapa yang datang namun dia cukup ragu, akhirnya hanya menunggu dengan melihat ke arah pintu masuk siapa orang yang ingin bertemu.


Setelah pintu dia buka, Yin Zilan langsung berdiri setelah tahu siapa orang yang datang bertamu, dia langsung memberikan salam hormat.


"Selamat datang paman Yin Ping, ada keperluan yang sangat penting kah sampai repot-repot datang ke toko ini, seorang diri?" ucap Yin Zilan, dengan cukup sopan.


"Ahh tidak, duduklah kembali!" jawab tertua pertama atau sering di panggil paman Yin Ping, langsung di sebut namanya oleh manager toko senjata perkasa.


"Baiklah paman Yin Ping, katakanlah apa yang bisa aku bantu?" ucap Yin Zilan setelah duduk kembali di kursinya.


Dia cukup heran dengan paman yang satu ini, karena jarang sekali mengunjungi toko senjata perkasa milik keluarga Yin jika tidak ada perayaan besar, sedang ini di hari biasa jadi cukup penasaran. Pastilah ada hal penting yang mendesak.


"Begini Yin Zilan, aku menerima laporkan dari Yin Zang bahwa dia di perlakukan dengan tidak baik oleh pemuda yang bernama. Li Yian di toko senjata perkasa ini beberapa waktu lalu!" ucap tetua pertama, sangat ingin mengetahui berita sebenarnya dari lain sisi.


"Masalah itu yah? Itu hanya salah paham saja, aku sudah mempertanyakan kepada semua pegawai di sini bahwa Yin Zang lah yang pertama memprovokasi tuan Li Yian dengan mengusir tuan Li Yian dari toko, karena di anggap tidak memiliki uang dan masyarakat kecil! Tapi semua sudah beres paman Ping karena tuan Li tidak mempermasalahkan itu." Yin Zilan langsung menjelaskan.


Karena dia langsung mencari tahu setelahnya, karena cukup banyak keributan di toko setelah Li Yian membeli pisau kubota.


Di tambah Yin Zilan juga penasaran dengan Li Yian kala itu, namun setelah tidak menemukan banyak tentang Li Yian dia fokus kembali kepada pekerjaan dirinya.


Braak..!


Tetua pertama langsung memukul meja dengan pelan, namun suaranya cukup nyaring bahkan ada sedikit tinta dan buku yang berjatuhan.


"Si bedebah Yin Zang membuat masalah dengan dia dan hampir mencelakai ku, pasukan ku dan semua keluarga Yin!" ucap Yin Ping cukup gusar.


Untunglah dia langsung sadar dan memahami, bahwa Li Yian sangat berbahaya dan tidak berniat melawan. Jika Li Yian berniat melawan, Yin Ping tahu bahwa Li Yian pada saat itu dapat membantai dengan mudah pasukannya dan dirinya.


"Ada masalah apa lagi yang di buat Yin Zang paman Yin Ping?" Yin Zilan sangat ingin tahu.


Dia marah karena, sudah cukup banyak Yin Zang membuat masalah dengan beberapa keluarga kecil, sampai pernah keluar Yin berseteru dengan keluarga Bao hanya gara-gara Yin Zang.


"Apa paman bertemu dengan tuan Li Yian?" Yin Zilan langsung mengerti arah pembicaraan pemannya ke arah mana.


"Ya aku ingin membuat perhitungan dengan Li Yian awalnya, tapi kami hanya di buat seperti mainan baginya. Anak muda itu sangat mengerikan!" jawab tetua pertama sambil memandang ke arah dinding di depannya.


Dia berbicara tidak menghadap ke arah Yin Zilan, sedangkan Yin Zilan menghadap ke pamanya dengan antusias tinggi.


"Apa, aku pikir dia adalah pendekar biasa dan dari masyarakat kecil, karena mengenakan pakaian khas masyarakat kecil dari Kekaisaran Ming! Karena hal itu aku membaringkan harga diskon untuk dia yang memborong pisau kubota!" Yin Zilan langsung memberitahukan kepada Yin Ping.


"Aku juga pertama berpikir seperti itu, dia hanya pendekar pengelana biasa!" jawab Yin Ping dengan santai.


Setelahnya dia langsung berubah raut mukanya, lalu langsung terkaget.


"Apa, dia memborong pisau kubota?" ucap tetua pertama langsung memandang ke arah Yin Zilan.


"Benar paman, karena ini aku sangat penasaran dengan tuan Li Yian! Dia tahu barang yang sangat berkualitas itu."


Mereka berdua akhirnya membicarakan Li Yian lebih lanjut lagi, di keluarkan Yin! Dua orang ini yang masih membantu dengan diam-diam kepada Yin Shen meskipun sudah di kucilkan dan di usir oleh kepala keluarga Yin.


Namun untuk membantu secara terbuka, mereka berdua tidak begitu berani karena akan di anggap memberontak.


Namun tanpa sepengetahuan mereka berdua Yin Shen mempunyai beberapa orang penyusup lainnya di keluarga Yin, sehingga dia sangat tahu keadaan keluarga Yin.


Karena tujuan Yin Shen akan menggulingkan kepemimpinan kepala keluarga sekarang, yang pastinya bersama beberapa orang yang ada di bawahnya termasuk Yin Zang.


Karena Yin Zang adalah anak yang sangat di banggakan oleh kepala keluarga Yin.


*


*


*


Kembali ke waktu sekarang.


Li Yian dan Baba Yaga sedang berlari kencang di hutan kecil, wilayah Kekaisaran Tang bagian utara.


"Teman, aku yakin kebakaran hutan ini akan mengundang perhatian dari Kekaisaran Tang! Sebaiknya setelah kita selesai mengurus sesuatu di sini, kita segera kembali ke Kekaisaran Ming!" ucap Li Yian kepada Baba Yaga yang berlari di sampingnya.


Sebenarnya untuk Li Yian, setelah sudah menyerap Energi Qi cukup banyak dia bisa terbang seperti saat dia menjadi prajurit dewa di alam langit.


Namun dia ingin merahasiakan kepada Baba Yaga terlebih dahulu dan tidak mengundang kehebohan lebih di wilayah Kekaisaran Tang ini.


"Apa secepat itu, aku kira setelah ini kita akan mengadakan pesta kemenangan dan tidur dengan banyak wanita cantik!" jawab Baba Yaga dengan keluhan.


"Tidak untuk sekarang, nanti saja jika kita kembali ke Kekaisaran Ming kau bisa pesat sepuas kau!" Li Yian langsung melarang.


"Kau keterlaluan saudara Li, karena kau belum pernah merasakan wanita cantik di kota Kekaisaran Tang. Sehingga langsung menolak usul ku, aku yakin! Jika kau pernah merasakan, pasti langsung setuju dengan usul yang sangat bagus ini!" Baba Yaga langsung mengejek Li Yian karena tidak pernah memikirkan kenikmatan.


Entahlah apa yang sedang di kejar saudaranya itu. Baba Yaga tidak tahu jalan pikirannya sama sekali.


\=


\=


..