
\=Chapter 238. KEMURKAAN\=
\=
\=
Kota kecil di wilayah selatan Kekaisaran Ming ini terlihat sangat ketat, meskipun hanya kota persinggahan dan kota petani! Namun karena sering terjadi perampokan dan kejahatan di mana-mana, membuat pengurus kota memperketat pengawasan dan penjagaan.
Xu Wuzao berjalan di sepanjang jalan utama, dia cukup lelah setelah melakukan pertarungan hidup dan mati, di tambah pemeriksaan di gerbang kota cukup ketat membuat kelelahan Xu Wuzao semakin bertambah.
Karena malam hari baru tiba beberapa saat yang lalu, sehingga keramaian kota masih cukup padat! Xu Wuzao dengan terpaksa harus berjalan pelan di kerumunan massa di kota kecil itu.
"Kota ini sangat padat, sebenarnya apa yang orang-orang itu cari?" keluh Xu Wuzao bertanya entah kepada siapa.
Saat sedang mencari penginapan, ternyata penginapan besar di sana sudah banyak yang penuh! Dengan terpaksa Xu Wuzao mencari penginapan lain lebih ke dalam kota lagi.
Saat melawati perempatan jalan Xu Wuzao berbelok ke kiri, di jalan sekitar sini suasana sedikit sepi, namun Xu Wuzao mengarah ke sini karena di berikan petunjuk bahwa di sini terdapat penginapan yang selalu kosong, karena jarang sekali pengunjung di sana.
Saat sampai di pintu masuk penginapan, di sana tidak ada penyambutan tamu! Xu Wuzao hanya tertegun saja. Lalu dia maju menghampiri penjaga penginapan yang sedang duduk termenung di meja penerima tamu penginapan.
"Permisi, apa masih ada kamar kosong?" ucap Xu Wuzao, kepada penjaga penginapan.
Penjaga penginapan yang sedang mengantuk langsung terbangun dan segera memberikan hormat kepada Xu Wuzao, karena sudah seminggu berlalu, baru ini mereka menerima tamu lagi.
"Maaf tuan, aku tidak sadar jika ada tamu! Kamar kosong kami tersedia banyak tuan!" ucap penjaga penginapan itu dengan gugup.
Karena tamu pertama pasca kejadian pembunuhan dan perampokan kala itu, malah tidak di sambut dengan benar, sehingga dia tidak ingin pelanggan pertama ini kecewa dan kabur.
"Bagus lah, aku ingin menyewa satu kamar!" jawab Xu Wuzao, sambil memandang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian tradisional dari masyarakat kecil di Kekaisaran Ming.
"Karena tuan pelanggan pertama dalam satu minggu ini, makan akan kami berikan diskon 50%!" jawab wanita paruh baya itu dengan senyum ramah, dia ingin sedikit menebus kesalahannya barusan.
Sehingga berinisiatif memberikan diskon terhadap harga sewa penginapan itu.
"Tidak perlu diskon, sediakan saja kamar yang besar!" jawab Xu Wuzao.
"Baiklah tuan, mari ikuti aku untuk menuju kamar penginapan kami." ucap penjaga penginapan itu, dia di benaknya bersyukur bahwa tamu pertama penginapan itu tidak marah.
Xu Wuzao langsung melangkah mengikuti ke mana perginya pelayanan penginapan itu.
*
*
*
Pagi hari tiba di wilayah Kekaisaran Ming, tepatnya di bagian selatan wilayah Kekaisaran Ming.
Kini berada di sekte Wuhan, sekte ini sangat besar. Bangunan di sana sangat banyak! Karena memiliki murid paling banyak di wilayahnya selatan Kekaisaran Ming.
Sekte Wuhan juga sekte besar satu-satunya, di daerah selatan! Sehingga jika mereka merasa hebat di bagian selatan, itu tidaklah berlebihan.
Namun jika meres hebat di wilayah seluruh Kekaisaran Ming, itu salah besar! Karena dari wilayah utara dan barat masih banyak sekte besar lainnya.
*
Pertemuan mendadak langsung di umumkan oleh kepala sekte Wuhan, dia langsung mengumpulkan semua tetua yang sekte Wuhan miliki, meskipun suasana masih sangat pagi namun ini pertemuan mendesak.
Di dalam ruang pertemuan sekte Wuhan, kepal sekte Yan! Sangat murka. Yan Yin adalah kepala sekte Wuhan yang menjabat sekarang, mendengar banyak pasukan keamanan dari sekte Wuhan di bunuh oleh Xu Wuzao! Bahkan yang paling parah, kepala sekte Yan tidak terima, karena Yan Jim yang termasuk keluarga baginya ikut di bunuh oleh Xu Wuzao.
Di tambah selama ini, dirinya hanya tahu bahwa Yan Jim hanya bersaing atas prestasi dan pencapaian yang mereka torehan selama ini di dunia persilatan dan di Kekaisaran Ming.
Namun mendengar adanya perseteruan yang mengakibatkan hingga banyaknya pembunuhan terhadap orang-orangnya, membuat kemurkaan kepala sekte Yan meningkat.
Yang tadinya dia tidak ingin mengumumkan secara terbuka peperangan mereka, akhirnya kepala sekte Yan mengumumkan bahwa sekte Wuhan akan bermusuhan dengan sekte anggrek putih. Bahkan akan melakukan perang terbuka.
"Apa kalian dengar, semuanya yang aku perintahkan?" ucap Yan Yin dengan bentakan.
"Dengar kepala sekte Yan!" ucap para tetua di sana.
Padahal dirinya sudah sangat tua, seharusnya sudah waktunya untuk pensiun dari dunia persilatan! Namun karena menunggu Yan Jim menerobos tingkat pendekar suci membuat dia menunda sebentar.
Tapi setelah Yan Jim menerobos tingkat itu dirinya malah mendengar kematian Yan Jim! Ini membuat keinginan dari kepala sekte Yan, bahwa Yan Jim adalah calon penggantinya akhirnya kandas, ini lah penyebab kemarahan dari kepala sekte Yan itu.
"Tetua agung, sudah memulai pertarungan dengan sekte anggrek putih beberapa minggu lalu, dengan menyerang kediaman keluarga Wei! Sebaiknya kita lanjutkan rencana itu, kita kuasa keluarga Wei, seperti cita-cita kepala sekte Wuhan terdahulu!" lanjut Yan Yin berucap.
Dia menatap lurus kepada para tetua yang sedang berkumpul di sana, karena mereka sedang mengadakan rapat dadakan, setelah mendengar kematian dari pasukan elit sekte Wuhan dan tetua agung sekte Wuhan.
"Baiklah, kepala sekte Yan, kami mengikuti perintah anda!" jawab tetua keamanan sekte.
Dia yang paling geram, karena orang-orang dirinya yang paling banyak menjadi korban! Karena tetua agung, boleh menggunakan pasukan manapun untuk keperluan sekte.
Melihat semua tetua setuju, kepala sekte Yan cukup senang! Akhirnya pertemuan mendadak itu di terusan untuk menyusun rencana, untuk melakukan penyerangan besar terhadap sekte anggrek putih yang sedang mendiami wilayah kekuasaan keluarga Wei.
Setelah pertemuan itu selesai, para tetua langsung keluar dari ruang pertemuan! Kini hanya tersisa dari kepala sekte Wuhan saja di sana.
Dia masih memandang lurus kedepan, amarah dirinya tidak akan pernah turun jika sekte anggrek putih tidak tunduk di bawah kaki dirinya.
"Hanya sekte kecil, begitu sombong dan membuat kerugian besar pada sekte Wuhan ini! Kau akan menerimanya Xu Wuzao!" gumam kepala sekte Yan.
Karena rencana yang besar sudah di susun, akhirnya dia juga keluar untuk mempersiapkan rencana yang telah dirinya atur barusan.
*
*
*
Kembali ke malam hari saat menjelang pagi.
Di penginapan yang selalu sepi, ada beberapa orang yang sedang berdiri di penginapan itu, beberapa orang itu mengenakan pakaian serba hitam, bahkan kepalanya saja ikut diselubungi kain hitam, hanya menunjukkan dua bola matanya saja yang terlihat.
Tiga orang itu saling memberikan kode agar mereka bergerak secara teratur, untuk menyergap orang yang ada di kamar penginapan yang sedang di kepung.
Sedangkan Xu Wuzao tersadar dari tidurnya, meskipun cukup kelelahan setelah bertarung, namun perasaan dirinya masih tetap tajam.
Apa lagi setelah, dia menguasai kultivasi! Indra dalam tubuhnya lebih sensitif sehingga ada beberapa orang yang bergerak di dekatnya dia tahu.
'Hemmm, sepertinya ini masalahnya kenapa penginapan ini selalu sepi!' Ucap Xu Wuzao di benaknya.
Xu Wuzao masih rebahan di kasur penginapan yang sangat empuk, dia sudah siap kapanpun jika di sergap oleh musuh.
\=
\=
....