Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
336 = MENUNTUT BALAS BERUJUNG MAUT


\=Chapter 335. MENUNTUT BALAS BERUJUNG MAUT\=


\=


\=


Di rumah pelelangan anggrek putih, Xu Wuzao sedang melihat jalannya pelelangan yang sudah berjalan setengah jalan, dia mencoba fokus dengan pelelangan kali ini namun hatinya tetap gelisah, entah karena apa dia sendiri tidak bisa menyadarinya.


Saat ini di dalam aula besar tempat pelelangan berlangsung keadaannya cukup ramai, karena terjadi hal sengit di karenakan orang-orang yang datang, seperti biasa menawar harga cukup mengejutkan pengunjung lainnya.


Setelahnya Xu Wuzao merasakan aura yang sangat dia kenal, sehingga langsung tersadar dari duduknya, padahal dia mencoba untuk fokus terhadap pelelangan yang berlangsung.


"Manager Hau Lin, aku permisi keluar terlebih dahulu! Tolong anda lanjutkan pelelangan ini hingga selesai, tangani jika ada masalah! Permisi." ucap Xu Wuzao.


Belum juga di jawab oleh Hau Lin, Xu Wuzao sudah bergegas pergi dari ruang belakang panggung besar yang ada di aula pelelangan.


"Apa yang terjadi dengan tuan Xu?" tanya Hau Lin dengan heran.


Setelah keluar, dia langsung menuju ke halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih.


Sesampainya di sana, Xu Wuzao langsung merasakan dengan persepsi miliknya untuk menemukan tempat yang akurat di mana Li Yian berada.


"Nak Li Yian ternyata kau ada di sana!" gumam Xu Wuzao.


Dia merasakan tekanan berat, saat di dalam! Xu Wuzao berpikir bahwa aura ini milik Li Yian, sehingga Xu Wuzao langsung bergegas keluar.


Dia melihat ke arah utara, lalu dengan cepat melesat terbang ke arah utara! Untung saja di sana sepi tidak ada orang, bahkan orang-orang di kota Wuhan sedikit sepi karena kebanyakan mereka sedang berada di aula pelelangan anggrek putih.


*


Di luar tembok besar kota Wuhan.


Li Yian baru saja menebas cukup banyak orang dari kelompok Sabit Kematian! Lalu dia bergerak mundur, akan tetapi dari titik buta Li Yian, datang dua orang dengan tebasan sabit besar di tangan keduanya.


Wuutt..!


Triiinnng..!


Tanpa melihat ke arah belakang, Li Yian menangkis dengan tepat kedua tebasan sabit besar di tangan musuh.


Lalu Li Yian membalikkan tubuhnya tanpa melepaskan kuncian pada sabit musuh, setelah itu Li Yian menendang keduanya hingga terpental dan terkapar.


Dengan gerakan cepat Li Yian langsung mundur, namun orang-orang dari kelompok Sabit Kematian yang masih tersisa begitu banyak, tidak tinggal diam! Mereka mengejar ke mana pergerakan Li Yian.


Wooooosss..!


Puluhan orang berlesatan ke segala arah untuk mengejar Li Yian, mereka pikir Li Yian akan kabur namun dengan senyum kecil Li Yian menerjang ke depan kembali.


Slaazz..!


Slaazz..!


Slaazz..!


Setiap tebasan Li Yian, pasti ada kematian dari kelompok Sabit Kematian.


"Terus serang, tidak mungkin dia akan bertahan dengan banyaknya serangan dari kita!" ucap salah satu dari kelompok Sabit Kematian.


Sura itu membangkitkan semangat masing-masing dari mereka, sehingga serangan yang ganas langsung terjadi.


Triinng..!


Slaazz..!


Sura pedang beradu dengan sabit besar, sabit musuh banyak yang berpatahan, setiap gerakan Li Yian pasti ada tubuh yang terpotong menjadi dua bagian.


Karena Li Yian melapisi pedang bayangan dengan Energi Qi, sehingga ketajaman pedang itu langsung berlipat ganda.


Wooooosss..!


Baaammm..!


Dari atas langit, pukulan sangat kuat mengenai beberapa orang yang sedang mengepung Li Yian.


"Nak, apa kau masih bisa bertahan?" ucap Xu Wuzao.


Dia melihat dan merasakan Li Yian sedang di serang ratusan pendekar banyaknya, membuat Xu Wuzao sangat geram. Sehingga sekaligus dia turun Xu Wuzao menggunakan pukulan terluka miliknya yang di alirkan Energi Qi yang tinggi.


"Pak tua, anda datang di waktu yang tepat!" ucap Li Yian.


Dia tidak menjawab pertanyaan Xu Wuzao, namun langsung memuji Xu Wuzao karena datang di waktu yang tepat.


Karena Li Yian tidak ingin menggunakan kekuatan penuh untuk menghancurkan musuh yang di anggap lemah, Li Yian hanya menganggap ini sebagai latihan saja.


*


*


*


Leng Peng yang sedari tadi mengawasi di kejauhan, agar luka dalam yang dirinya derita sedikit terobati, malah langsung terkejut.


Dia terkejut dengan kehebatan Li Yian, Leng Peng yakni meskipun dia kuat namun di keroyok oleh ratusan pendekar tingkat tinggi pasti dia akan mati juga, karena tidak memiliki kesempatan untuk melawan desakan berat.


Namun Li Yian dapat memukul undur, bahkan terlihat menguasai penuh medan pertempuran, membuat dia semakin resah.


Baaammm..!


Serangan itu begitu kuat, hingga banyak anggota kelompok Sabit Kematian mati di buatnya.


"Ketua, dia orangnya yang membantai kami kala itu!" ucap orang yang pernah ikut dalam penyerangan pertama.


Dia mundur ketakutan karena bayangan beberapa waktu lalu terlintas jelas di benaknya, apa lagi banyak teman-teman sekarang yang mati, membuat dia langsung bergetar hebat dan ketakutan.


Di saat Xu Wuzao datang dia lebih gila lagi, sehingga langsung berucap demikian terhadap Leng Peng.


"Apa kau benar tidak salah lihat?" ucap Leng Peng ingin meyakinkan.


'Sial, apakah benar tadi dia datang dari langit? Orang macam apa itu?' ucap Leng Peng di benaknya.


Dia juga terkejut dengan kedatangan Xu Wuzao yang sangat mencolok bagi dia, apa lagi datang dari langit yang mana itu baginya tidak mungkin.


*


Xu Wuzao mengambil pedang dari cincin penyimpanan, setelah itu dia bergerak mendekati Li Yian sambil membunuh beberapa orang yang menghalangi jalan.


"Hai nak Li Yian, kau menghilang entah kemana lalu datang dengan membawa masalah!" ucap Xu Wuzao.


Namun dia tahu bahwa orang-orang itu ada orang dari kelompok yang sama dengan kelompok yang kemarin.


"Pak tua, aku tidak tahu! Aku hanya sedang berjalan di sekitar sini namun mereka terlihat mencurigakan sehingga aku hadang!" ucap Li Yian membuat alasan.


Kini keduanya saling menempel berdampingan, Xu Wuzao melihat sekeliling dia hanya tersenyum karena sebelumnya dia datang sudah sangat banyak sekali orang yang mati, perkiraan Xu Wuzao sudah ratusan lebih orang yang mati oleh Li Yian.


"Apa kalian orang dari kelompok Sabit Kematian yang ingin menuntut balas?" ucap Xu Wuzao kepala mereka semua.


"Tapi sayang, kalian semua menuntut balas berujung maut!" lanjut Xu Wuzao berucap lalu terkekeh senang.


Kini dia semakin percaya diri, karena sekarang yang ada di sampingnya adalah Li Yian bukan Bai Li maupun yang lain, sehingga tidak perlu melindungi karena Li Yian sudah pasti bisa melindungi diri sendiri.


"Bajingan, serang mereka berdua!" ucap orang yang paling dekat dengan Xu Wuzao.


Puluhan orang bergerak ke arah mereka.


"Tebasan bayangan kegelapan..!" ucap Li Yian lirih.


Slaazz..!


Bayangan pedang yang sangat panjang dan besar berkibar ke depan, puluhan orang yang bergerak menyerang barusan langsung terpotong menjadi dua bagian.


Karena terkena tebasan bayangan kegelapan yang sangat mengerikan, Xu Wuzao saja yang di samping Li Yian sampai terkejut.


Karena dia juga bisa menggunakan jurus itu, namun jangkauan milik paling panjang berkisar 5 meter, rata-rata paling 3 meter.


Sedangkan Li Yian sangat jauh, sehingga Xu Wuzao sangat terkejut dia tidak bisa berkata-kata, meskipun dia tahu Li Yian hebat namun tidak begitu mengharapkan bahwa serangan Li Yian begitu mematikan.


Kini perkiraan hanya tersisa kurang dari seratus orang yang bertahan, itu juga mereka orang yang sedari tadi menyerangnya dengan setengah hati karena sudah sangat takut.


Bruuukk..!


Seseorang di belakang langsung jatuh berlutut dan membuang senjatanya, bermaksud ingin menyerah karena dia merasa melawan dewa kematian.


Beberapa orang yang ada di dekatnya melihat temannya sudah menyerah, dia ingin menyerah juga namun dari arah belakang datang seseorang dengan cepat.


Wooooosss..!


Slaazz..!


Takk..!


Kepala dan tubuh orang yang tadi menyerah langsung terpisah lalu akhirnya ambruk, dia tidak tahu siapa yang membunuh dirinya.


"Sampah seperti kau, pantas mati di tangan ku!" ucap Leng Peng dengan mengeram tajam.


Sabit besar tiga pisau di tangannya, langsung di acungkan kepada sisa anak buahnya.


"Jika kalian menyerah, akan ku bantai sendiri oleh tangan ku!" lanjut Leng Peng kembali.


Dia langsung mengancam bawahan miliknya karena mereka sudah hampir putus asa dan hendak menyerah.


Wooooosss..!


Trinnnng..!


Baaammm..!


Li Yian menghilang dari tempatnya, dia bergerak dengan kecepatan kilat dan menyerang Leng Peng.


Namun Leng Peng sedikit menyadari, hingga dia bisa menangkis dan akhirnya Li Yian menendang dada Leng Peng sangat keras.


Leng Peng terpental sangat jauh dan terkapar di sana, nafasnya naik turun! Dia tidak menyangka serangan itu begitu kuat dan cepat, meskipun dia sudah melapisi dengan tenang dalam yang murni tetap saja terluka berat.


"Jika kalian ingin menyerah sekarang lah waktunya! Akan ku membunuh dia!" ucap Li Yian kepada semua orang.


Li Yian ingin orang-orang kuat ini menjadi bawahan Xu Wuzao, untuk memperkuat sekte anggrek putih dan rumah pelelangan anggrek putih kedepannya.


\=


\=


...