Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
062 = BENTROK SEKTE MACAN PUTIH DENGAN KELOMPOK SABIT TUNGGAL


\=Chapter 062. BENTROK SEKTE MACAN PUTIH DENGAN KELOMPOK SABIT TUNGGAL\=


\=


\=


Setelah Li Yian mandi dan mengkonsumsi herbal yang cukup banyak di ladang itu, dia langsung memberikan solusi dalam hal pelatihan Baba Yaga.


Mendengar solusinya benar-benar bisa berguna, Baba Yaga langsung begitu senang! Namun mendengar syarat yang di ajukan Li Yian membuat Baba Yaga cukup muram.


"Sial, jika tahu saran yang di minta itu, sudah aku tolak dari awal! Dasar kau sial, sahabat macam apa sebenarnya dia!" gumam Baba Yaga.


Dia kehilangan kesenangan di akhir, dirinya mendengar sebuah syarat yang paling dirinya jauhi, apalagi dia hampir sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak melakukan itu.


Tapi dirinya sudah termakan bujuk rayunya Li Yian, sehingga tidak bisa mengelak lagi! Meskipun tidak sekarang tapi itu cukup mengguncang pikiran dan kejiwaan dirinya saat ini.


"Haaahh..! Sudahlah itu urusan nanti, yang penting akan ku coba dulu saran dari saudara Li Yian!"


Setelah berpikir demikian Baba Yaga langsung mengambil posisi bersila dan mulai meditasi, dengan cara yang Li Yian sarankan! Dia cukup antusias dalam hal teknik baru apalagi bisa mempersingkat waktu itu akan sangat membantu.


Sedangkan di pondok kecil yang ada di sana, Li Yian sedang memilih bahan yang baik untuk campuran herbal dari hutan kabut ilusi, dia ingin mencampurkan herbal itu dengan herbal yang umurnya ribuan tahun dari cincin samudra.


"Sangat membantu, aku berharap untuk dua bulan ke depan aku sudah bisa mencapai tingkat pendekar raja! Jika seperti itu tidak lagi aku perlu bersembunyi seperti maling!" keluh Li Yian.


Dia sebenarnya paling tidak suka bersembunyi seperti ini, dirinya lebih memilih menghadapi semuanya dengan berani.


Namun demi balas dendam yang belum tercapai dirinya tidak rela jika harus mati di alam Daulu ini.


Dia terus meracik herbal sendiri dari pengetahuan yang di memiliki diri, meskipun dia bukan alkemis handal tapi untuk meningkatkan kekuatan dia tidaklah sebodoh itu.


Karena pernah berada dia puncak yang lebih tinggi, bahkan kaisar dewa saja sangat iri terhadapnya hingga berujung memfitnah dirinya berbuat kejahatan, lalu menjatuhkan kutukan.


*


*


*


Di kota provinsi Cao.


Orang-orang sekte macan putih sudah menemukan kelompok Sabit Tunggal, mereka sedang menelusuri dan mengawasi orang yang telah melakukan transaksi dengan rumah pelelangan.


Yang tidak lain adalah Li Yian, saat dirinya menjual herbal langka pada pelelangan kala itu.


Setelah menemui keluarga cabang Cao di kota ini, sekte macan putih menemukan informasi dengan mudah orang-orang dari kelompok Sabit Tunggal itu.


Mereka baru datang satu hari lalu dan menginap di penginapan yang cukup besar, sambil mengintai dan menelusuri jejak Li Yian.


"Apa kau yakin, ini tempat yang mereka gunakan untuk menginap?" ucap Cu Yao pada Cao Meng.


"Ya benar pemimpin, tidak salah lagi ini tempatnya! Apa kita akan langsung menerobos masuk?" ucap Cao Meng yang memang sedang duduk di bangku yang sama.


Mereka berlima mengintai di sebrang jalan penginapan, tempat kelompok Sabit Tunggal menginap.


"Ya kita akan masuk lewat jalur depan, lalu kalian tunggu di luar! Jangan biarkan satupun dari mereka keluar dan lolos!" ucap Cu Yao terhadap Cao Meng dan menuju pengikutnya yang lain untuk berjaga di luar penginapan.


"Baiklah kami mengerti!" salah satu tetua sekte macan putih menjawab.


Yang lain mengangguk mengerti, dengan perintah yang di berikan Cu Yao terhadap dirinya.


Cu Yao berdiri dan melangkah dengan tenang menuju ke penginapan itu, di ikuti dari belakang oleh Cao Meng! Mereka masuk ke penginapan dengan tenang tanpa menimbulkan curiga sedikitpun terhadap penjaga.


Sedangkan di dalam kamar penginapan, kini lima orang termasuk tetua dari sekte lembah tengkorak sedang membahas penyelidikan selanjutnya bagaimana.


Karena mereka di kota provinsi Cao menemukan kebuntuan tentang jejak dari Li Yian yang di anggap mereka sebagai pendekar misterius.


"Hemm, kau semakin baik saja! Ya aku merasakan semenjak tadi, namun aku lebih memilih diam! Karena aku ingin tahu orang seperti apa yang berani mengincar kita!" jawab pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Karena dia sudah berada di tingkat pendekar raja puncak dia dapat dengan mudah merasakan keberadaan orang yang menyembunyikan dirinya.


Baru juga mereka berbicara demikian, pintu dari luar di buka dengan cara paksa.


Braaakk..


Dari luar masuk dua orang yang tidak lain adalah Cu Yao dan Cao Meng, mereka masuk dan menemukan keberadaan mereka dengan cepat karena kemampuan dari Cu Yao yang tinggi.


"Oh ternyata yang datang bukan orang biasa, orang berkemampuan tinggi!" ucap pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Dia dalam sekali pandang langsung mengerti bahwa Cu Yao bukanlah orang sembarangan, di lihat dari gerakannya yang lincah dan cepat.


"Apa kau kelompok Sabit Tunggal?" Cu Yao langsung menelisik empat orang di depannya yang sudah berdiri dengan sigap.


"Penglihatan kau memang tajam, ya kami dari Sabit Tunggal!"


Pemimpin kelompok Sabit Tunggal berbicara namun kewaspadaan dirinya tidaklah menurun, dia tepat berhati-hati dengan keadaan di depan dirinya saat ini.


"Tak perlu banyak bicara lagi, kalian yang aku cari!" jawab Cu Yao.


Dia menoleh pada Cao Meng lalu mengangguk perlahan, memberikan tanda bahwa sudah waktunya menyerang.


Dengan gerakan sangat cepat, dia langsung menyergap pada pemimpin kelompok Sabit Tunggal dengan tinjunya yang mengepal.


Wooss..


Braaakk.. Braak.


Dua pukulan beradu dengan sangat keras, gelombang kejut langsung menyebar akibat dua pukulan itu bertemu.


"Gawat dia benar-benar kuat!" keluh pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Setelah bentrok beberapa pukulan, dia tidak ingin menangkis pukulan yang ketiga sehingga menghindari dengan cepat lalu mencabut pedang pendek di pinggangnya dan menebas ke arah leher Cu Yao.


Cu Yao langsung menghindar dengan gerakan kepala mendorong ke belakang, namun kaki dirinya lengsung menendang dada milik pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Baammm..


Tendangan itu mendarat dengan tepat di dada itu akibat serangan mendadak, pemimpin kelompok Sabit Tunggal langsung terpental beberapa meter dan menabrak dinding kamar.


Di sebelahnya, Cao Meng melawan dua dari mereka! Dia terdesak dan terpukul mundur dalam beberapa serangan musuhnya.


"Sial mereka ternyata hampir mendekati pendekar raja puncak! Aku hanya bisa melawan salah satu darinya saja!" keluh Cao Meng dia memegangi pergelangan tangannya sayang sakit akibat bentrokan tadi.


"Apa kau tidak apa-apa, tetua Cao?" tanya Cu Yao setelah berhasil memukul mundur lawannya.


"Tidak apa-apa pemimpin Cu!" jawab Cao Meng.


"Pantas saja kau begitu kuat, ternyata kau Cu Yao pemimpin sekte macan putih!" ucap pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Dia cukup tertegun, sampai memancing orang hebat keluar! Namun tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun.


Jika orang-orang luar tahu bahwa sedang terjadi bentrok sekte macan putih dengan kelompok Sabit Tunggal pasti akan sangat menggemparkan dunia persilatan maupun kota provinsi Cao.


Apalagi menimbulkan korban di kedua belah pihak, pasti akan mengalami kerugian besar di masing-masing kekuatan besar itu.


\=


\=


...