
\=Chapter 215. DIMENSI KESETARAAN \=
\=
\=
Li Yian terus terbang ke atas, mengikuti pohon Eden yang sangat tinggi! Setelah sampai di awan tingkat ke empat, Li Yian langsung menjebol portal dimensi searah dengan mudah, karena dia sudah memiliki kekuatan yang cukup tinggi.
Setelah itu dia langsung terbang kembali hingga menembus beberapa awan lagi, hingga sampai di portal dimensi searah yang pernah Li Yian terjebak di sana.
"Baiklah, akan ku coba untuk menjebol portal dimensi ini! Beberapa waktu lalu aku gagal, untuk sekarang harus berhasil!" gumam Li Yian.
Tangan Li Yian langsung membentuk cakar naga di tangan sebelah kana, lalu mengalirkan seluruh Energi Qi yang di miliki saat ini. Bahkan tangan kanan Li Yian seperti mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
"Pukulan cakar naga mengamuk!" ucap Li Yian.
Wooooosss..!
Boooommmm..!
Ledakan besar terjadi di sana, Li Yian terpental ke bawah sangat jauh namun tangannya langsung menggapai cabang pohon Eden yang ada di sampingnya saat ini, agar terhenti dari jatuhnya.
Energi Qi milik Li Yian langsung terkuras hampir habis dan Energi Qi di dantian miliknya sedikit terganggu sehingga sementara untuk terbang sedikit susah.
Setelah Energi Qi di dantian dirinya normal kembali, dengan cepat dia langsung bisa mengimbangi tubuhnya.
Dengan cepat dia kembali terbang dan masuk ke dalam portal dimensi searah dengan cepat.
Wooooosss..!
Li Yian langsung tertelan portal dimensi.
*
*
*
Tanpa di ketahui oleh Li Yian, dirinya masuk ke portal dimensi dengan bersamaan meledaknya gerbang alam bawah, karena tertutup secara paksa akibat di terobosan Lun Yuan.
Li Yian menginjakkan kakinya di daratan yang putih, luas pandangan sangat terbatas. Akhirnya dia terpental ke dimensi lain, yang hanya memiliki daratan yang putih, di penuhi awan berkabut yang tebal dan jarak pandang sangat pendek.
Bahkan yang seharusnya ada pohon Eden di dimensi selanjutnya, akan tetapi sekarang pohon Eden itu tidak ada di dimensi yang Li Yian tempati sekarang.
Li Yian merasakan tingkat kultivasi miliknya langsung di tekan, yang tadinya dia sudah memiliki Energi Qi 30% saat menjadi prajurit dewa, kini hanya tersisa 10% saja.
"Bagaimana bisa aku mengalami penurunan sangat drastis? Apa ini dimensi kesetaraan?" ucap Li Yian pada diri sendiri.
Dia masih terbengong di tempat berdirinya saat ini, dia masih tidak mempercayainya! Dari sekian banyak dimensi dirinya terlempar di dimensi kesetaraan.
"Aku harus bagaimana? Jika di dimensi ini tanpa adanya batu pemanggil tidak akan bisa keluar." keluh Li Yian.
Li Yian sangat kesal, karena dia tidak menyangka akan sampai di dimensi kesetaraan! Karena di tempat ini Li Yian pernah melakukan pertarungan untuk memperebutkan posisi dalam tingkatan prajurit dewa di alam langit.
Pada saat banyak memikirkan apa yang akan terjadi dengan dirinya, Li Yian merasakan ada aura lain yang sama dengan dirinya masuk ke dalam dimensi kesetaraan.
"Bagaimana bisa, apa akan ada dewa yang melakukan pertarungan memperebutkan posisi prajurit dewa?" ucap Li Yian.
Wooooosss..!
Setelah merasakan itu, Li Yian langsung terbang menuju ke aura itu! Meskipun penekanan terhadap kultivasi sangat jauh namum kecepatan terbang Li Yian tidak menurun begitu jauh.
"Sepertinya aku pernah kenal dengan aura ini, tapi siapa?" gumam Li Yian sambil terbang.
Setelah itu dirinya langsung teringat masa lalu, masa saat kehidupan pertama dirinya saat dia masih menjadi prajurit dewa.
Meskipun di kenal jenius tiada tara, namun banyak dewa yang tidak menyukai karena bakatnya yang sangat tinggi, namun Li Yian tidak memikirkan itu semua karena masih banyak yang mendukung dan mempercayai dirinya bahwa suatu saat akan mejadi dewa bersetatus tinggi.
Namun semua itu cukup di sayangkan! Karena saat dirinya beranjak naik, akhirnya terkena tuduhan tidak berdasar dan di hukum kutukan langit.
*
*
*
Di tempat lain.
Dewa Lun Yuan, baru saja berhasil masuk ke dalam gerbang alam bawah! Namun baru saja dirinya melompat masuk, di belakang dirinya langsung terjadi ledakan Energi yang sangat kuat.
Membuat dia tidak bisa mengimbangi dirinya, lalu terpental ke lorong yang sangat jauh dan memiliki tekankan aura begitu kuat.
Bahkan Lun Yuan tidak bisa menahannya, dari beberapa lubang di kepala dirinya langsung mengeluarkan darah akibat tekanan besar itu! Dari mulut, hidung, mata dan telinga mengeluarkan sedikit darah.
"Aaakkkhh..!" Lun Yuan berteriak karena kesaktian.
Dia memegangi kepalanya yang hampir pecah karena tekanan energi yang sangat besar itu, Lun Yuan tidak pernah merasakan tekanan yang sangat menyakitkan seperti itu.
Lun Yuan hampir kehilangan kesadaran dirinya saat ini, setelah merasakan kesakitan yang amat sangat, dirinya baru menyadari bahwa peringatan dari dewa Yon Sheol ada benarnya.
"Si-sial, sampai kapan aku akan terjebak di lorong yang memiliki tekankan sangat kuat ini!" keluh Lun Yuan.
Baaammm..!
Saat dirinya hampir kehilangan kesadaran akibat tekanan kuat sampai seperti di himpitan oleh dua gunung kembar yang sangat besar, Lun Yuan akhirnya menghantam sesuatu.
Dia tiba di daratan yang sangat luas, memiliki lantai yang sangat putih dengan di penuhi oleh kabur yang tebal, untuk membuka matanya Lun Yuan sedikit kesulitan karena adanya genangan darah di sudut matanya.
Bahkan warna putih di matanya saja sudah tidak ada, di gantikan dengan warna merah semerah darah.
Setelahnya Lun Yuan merasakan tingkat kultivasi miliknya seperti di tekan sangat jauh, Lun Yuan langsung tersadar dan bergegas bangun untuk duduk.
"Ahhhkk..! Sial sakit sekali!" ucap Lun Yuan dengan menghardik.
Dia menghapus darah yang ada di hidung, mata, telinga dan mulutnya menggunakan ujung pakaian yang di kenakan saat ini! Dirinya masih duduk untuk sekarang, setelah membersihkan matanya, akhirnya dia bisa melihat ke sekelilingnya.
Dia memandang sekeliling lagi, setelah lebih sadar dia lalu ingat.
"Ini seperti di dimensi kesetaraan!" ucap Lun Yuan setelah sadar.
Karena dia merasakan kultivasi miliknya di tekan sangat jauh, sehingga langsung sadar bahwa dia berada di dimensi kesetaraan saat ini.
Baru juga ingin marah karena bukanya sampai di alam bawah melainkan ke dimensi kesetaraan, dia malah merasakan ada aura lain, Lun Yuan merasakan ada Energi lain yang ada di sana dan sedang mendekat ke arah dirinya dengan kecepatan yang tinggi.
"Bagiamana bisa ada aura lain di sini?" ucap Lun Yuan.
Karena cukup penasaran, Lun Yuan juga segera terbang ke arah sumber aura yang dia rasakan, namun kecepatan terbang dirinya tidak secepat dirinya saat berada di alam langit.
\=
________________________________
TINGKAT KULTIVASI ALAM LANGIT
DEWA MURID.
-tahap.
#Pemula.
#Mahir.
#Master.
DEWA PRAJURIT.
-tahap.
#Pemula.
#Mahir.
#Master.
DEWA GURU.
-tahap.
#Pemula.
#Mahir.
#Master.
DEWA RAJA.
-tahap.
#Pemula.
#Mahir.
#Master.
DEWA KAISAR.
-tahap.
#Pemula.
#Mahir.
#Master.
____________________________
\=
Terimakasih sudah membaca sejauh ini, maaf jika masih sering terjadi Typo.
Dukung terus novel ini, dengan like dan komentar 😁.
\=
...