
\=Chapter 127. MENUJU KOTA KEKAISARAN TANG\=
\=
\=
Baba Yaga akhirnya pulih dari penyerapan cincin roh beladiri, sebenarnya itu sangat berbahaya. Karena dua inti dari jiwa siluman di jadikan satu, bisa bergabung saja itu merupakan sebuah keberuntungan yang besar.
"Teman, jangan kau lakukan itu lagi!" ucap Li Yian setelah temannya sadar dan pulih.
"He-he-he, aku melakukan itu untuk mengancam dia agar takut lalu buka mulut!" jawab Baba Yaga.
"Kenapa kau tidak langsung lumpuhkan saja pelatihan pendekar miliknya, kenapa harus susah-susah menyerap cincin roh beladiri segera?" tanya Li Yian tidak mengerti.
"Eehh, sebenarnya aku tidak bisa melakukan itu! Aku hanya mengancam saja!" jawab Baba Yaga sambil cengengesan.
"Haaahh..!" Li Yian melongo tidak mengerti mau berbicara apa.
"Lihat saja saudara Li, jika dia sadar pasti akan buka mulut!" ucap Baba Yaga dengan semangat.
"Kenapa kau melakukan hal yang mengancam dirimu? Jika kau berbicara dulu dari awal aku akan melakukan itu padanya!" ucap Li Yian.
"Eh, maksud mu melumpuhkan pelatihan pendekar?" tanya Baba Yaga.
"Ya aku bisa melakukan itu, itu cukup mudah!" jawab Li Yian.
Peletak..!
Baba Yaga langsung menepuk keningnya sendiri, dia merasa perbuatan dirinya mengancam nyawa tidak berarti lagi setelah Li Yian berucap demikian.
"Kenapa, kenapa kau tidak berbicara saat aku belum melakukan itu saudara Li Yian?" ucap Baba Yaga dengan badan langsung merasa lesu.
"Kau yang terlalu gegabah, aku kira kau juga bisa! Ternyata hanya untuk menggertak saja yah! ha-ha-ha." ucap Li Yian lalu tertawa.
Mereka berdua terus mengobrol tentang rencana apa yang akan di lakukan selanjutnya, karena dia ingin melakukan rencana ini dengan cepat dan tepat.
Sampai beberapa jam lagi berlalu dan hari sudah menjelang sore hari, Baba Yaga langsung merasakan lapar yang melanda! Karena dirinya menggunakan energi siluman miliknya sangat lama sehingga cepat lapar.
Akhirnya Baba Yaga langsung memacu kudanya lebih cepat untuk mencari kota terdekat, setelah berjalan tidak begitu jauh. Tetua ke lima dari Keluarga Bao akhirnya sadarkan diri.
"Uuhhh..!" keluh tetua ke lima Keluarga Bao.
Dia langsung membuka matanya, tubuhnya terasa sangat lelah! Dia merasakan bahwa kekuatan dirinya langsung merosot sangat jauh.
"Aahh, kau sudah bangun orang tua?" ucap Baba Yaga dengan sangat santai.
Lalu dia langsung menghampiri tetua ke lima dari Keluarga Bao itu ke belakang, seperti biasa tali kekang kuda di berikan kepada Li Yian.
"Bagaimana, apa kau tidak ingin buka mulut? Coba kau rasakan kekuatan dirimu, kau sangat lemah sekarang! Hanya tinggal satu sentuhan lagi kau akan cacat total." ucap Baba Yaga dengan muka sangat puas.
Dirinya melakukan taruhan nyawa seperti itu, meskipun tidak terlalu berguna untuk membatu Li Yian tapi untuk dirinya sangat berpengaruh. Karena kekuatan siluman dirinya meningkatkan tajam.
Tetua ke lima Keluarga Bao langsung mencoba mengeluarkan cincin roh beladiri miliknya! Namun tidak ada yang keluar sama sekali, setelah merasakan tenaga dalam miliknya. Dirinya kini hanya berada di tingkat pendekar menengah tahap puncak.
Berarti tenaga dalam dirinya turun satu tingkat penuh, membuat dia takut setengah mati! Jika benar-benar menjadi cacat lebih baik dirinya memilih mati saja.
"Bagaimana, jika kau tidak membuka mulut sekarang, kami akan benar-benar membuat kau cacat selamanya!" ucap Baba Yaga sangat mengerikan bagi tetua ke lima keluarga Bao.
"Baiklah, akan aku beritahu letak kediaman keluarga inti. Keluarga Bao!" ucap tetua ke lima itu.
"Jelaskan kepada kami!" ucap Baba Yaga.
"Semua orang dari Kekaisaran Tang sudah tahu Keluarga Bao menguasai daerah utara! Keluarga Bao bisa di bilang keluarga terkuat ke dua di Kekaisaran Tang setelah Keluarga Tang tentunya! Kalian datangi saja daerah utara. Kediaman kami paling besar di sana!" ucap tetua ke lima.
Dia sedikit berbohong, karena di kediaman besar itu berkumpul penuh pasukan tempur keluarga Bao, jika musuh yang hanya berdua seperti Baba Yaga dan Li Yian masuk ke sana! Di pastikan akan sulit untuk keluar, jika pun keluar maka akan terluka sangat parah.
"Tapi, salah satu dari kami akan memeriksa keadaan dulu, sebelum masuk ke kota Kekaisaran Tang dan mengecek kediaman itu dengan cermat! Jika kau berbohong, maka di luar kota Kekaisaran Tang kau akan di lumpuhkan di sana!" ancam kembali Baba Yaga.
Tetua ke lima Keluarga Bao cukup takut dirinya berbohong, akhirnya dia berucap ulang.
"Baiklah, aku akan mengucapkan sebenarnya! Tapi kalian bebaskan aku sekarang!" ucap tetua kelima dengan memohon.
"Baiklah?" jawab Li Yian yang ada di depan.
"Katakanlah!" ucap Baba Yaga.
"Sebenarnya, para petinggi keluarga Bao ada di rumah besar pelelangan bulan sabit! Di sana kami memerintahkan semuanya." jawab tetua ke lima akhirnya memilih jujur.
"Hemm, jadi seperti itu?" gumam Baba Yaga.
"Saudara Li Yian, bagaimana menurut kau?" langsung bertanya apa rencana selanjutnya kepada Li Yian.
"Aku mengerti, lemparan dia keluar!" ucap Li Yian kepada Baba Yaga.
"He-he-he, selamat bertemu lagi orang tua!" ucap Baba Yaga sambil tersenyum jahat.
Tangan dirinya langsung bergerak begitu cepat, lalu memukul tengkuk tetua ke lima dengan sangat keras. Tetua ke lima langsung tidak sadarkan diri kembali.
Dengan cepat Baba Yaga melemparkan tubuh tetua ke lima ke jalanan! Masih dalam kondisi terikat sangat kuat. Dia juga melemparkan satu karung sayuran bersama tetua itu ke jalan.
"Makan itu agar kau selamat orang tua!" ucap Baba Yaga lalu dia langsung pindah ke depan lagi.
Setelah duduk di depan bersebelahan dengan Li Yian, Baba Yaga bertanya kembali.
"Kita akan kemana sekarang?"
"Menuju kota Kekaisaran Tang!" ucap Li Yian, lalu dia langsung mempercepat laju kereta kuda itu.
"Tapi saudara Li Yian, kita mampir dulu ke kota terdekat! Perut ku sangka kelaparan." keluh Baba Yaga.
"Baiklah, jangan sampai kau mati di jalan karena kelaparan!" ejek Li Yian lalu mereka berdua tertawa karena tujuan mereka ke Kekaisaran Tang akan terlaksana.
*
Kondisi tetua ke lima, sangat mengenaskan.
Dia terjatuh di tengah-tengah jalan, sudah terjatuh seperti itu di tambah dengan kondisi terikat kuat! Apalagi dia tertimpa karung yang berisi sayuran yang di lempar Baba Yaga setelahnya.
Setelah beberapa jam berlalu, dari kejauhan ada kereta barang melaju dengan cukup pelan! Seperti sedang membawa muatan yang sangat berat.
Kereta itu berisi laki-laki paruh baya dan gadis kecil yang periang, di setiap perjalanan ayahnya! Yang berprofesi sebagai pedagang. Dia menghibur dirinya dengan terus saja bernyanyi sepanjang jalan.
Saat berjalan mulus dan sambil tertawa-tawa bersama, gadis kecil melihat karung berada di tengah jalan.
"Ayah, ada karung di tengah jalan! Apa kita akan mengambilnya?" ucap gadis itu.
Laki-laki paruh baya itu langsung menghentikan laju kereta barang miliknya cukup jauh dari karung itu.
"Tunggu di sini nak, ayah akan melihat apa itu! Ayah khawatir itu seperti jebakan!" laki-laki itu memberikan peringatan kepada putri kecilnya.
Lalu dia langsung pergi untuk memeriksa apa itu.
\=
\=
...