Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
046 = TIGA PUSAKA DUNIA BERKUMPUL


\=Chapter 046. TIGA PUSAKA DUNIA BERKUMPUL\=


\=


\=


Li Yian memeriksa isi dari cincin samudra, karena semenjak mengambil dari makam kuno dirinya belum pernah memiliki waktu untuk melihat ke dalam cincin samudra yang di milikinya.


Li Yian melihat harta yang ada di cincin samudra itu sangat kaget, karena dua kali lipat lebih banyak dari harta yang di taruh di ruang harta pada makam kuno.


Dan benar saja tulisan pesan di kotak hitam penyimpanan cincin samudra bahwa sekte pedang bayangan menyimpan harta terbaik di dalam cincin samudra ini tidaklah lah bualan belaka.


Pikiran Li Yian menjelajahi ruangan yang luas itu, berbagai barang tersimpan rapi di sana! Setelah cukup lama berkeliling Li Yian sampai di ujung ruangan yang kecil.


Di dinding emas itu bertuliskan.


Pusaka dunia adalah sebutan orang-orang dunia persilatan saja, sebenarnya senjata itu adalah senjata yang sudah di kutuk berabad-abad yang lalu karena selalu menimbulkan kekacauan dunia.


Li Yian membaca pesan itu masih cukup bingung, di sana terdapat 5 tempat dan dua tempat dari lainya masih kosong.


"Apa itu tempat pusaka dunia di simpan?" Li Yian mendekati tempat itu.


Di sana terdapat pedang hitam yang sangat mencekam, aura kematian dari pedang itu begitu terasa di sebelahnya tidak kalah jauh berbeda ada seruling giok hitam dan memiliki aura kematian tidak beda jauh dengan pedang hitam yang gelap itu.


Di sana, ada buku yang mendampingi seruling giok hitam! Tertuliskan buku teknik seruling kematian.


"Apa itu yang di sampingnya bernama seruling kematian?" karena cukup penasaran Li Yian mengangkat seruling giok hitam itu.


"Hemmm, aura ini mengerikan! Berapa ribu kematian yang di terima oleh seruling giok hitam ini?" ucap Li Yian.


Dia secara tidak sengaja menyentuh buku teknik seruling kematian dan aura itu saling terhubung satu sama lain, dengan pancaran yang hitam di keduanya.


Kemudian Li Yian menaruh kembali keduanya di tempat masing-masing, Li Yian tertarik dengan pedang dan menyentuh pedang hitam yang mencekam itu.


Secara tidak sengaja pedang itu memancarkan aura hitam yang begitu kuat bahkan ada yang menyerukan merespon dari balik tubuh Li Yian! Karena penasaran Li Yian mengeluarkan buku teknik pedang tebasan 100 bayangan.


Keduanya langsung saling berhubungan, Li Yian langsung mengerti.


"Pantas saja, pak tua itu tidak bisa menguasai 10 jurus dari teknik ini karena tidak menggunakan senjata yang sesuai!" gumam Li Yian.


Akhirnya dia meletakkan pedang kembali ke tempatnya dan menaruh buku teknik pedang tebasan 100 bayangan di sampingnya.


Li Yian beralih melihat buku yang bersampul emas dan di sana tercatat, manual penggunaan pusaka dunia cincin samudra alam langit.


"Apa harus ada manualnya? Itu kan hanya cincin penyimpanan biasa!" ucap Li Yian meremehkan.


Karena ini hal baru Li Yian membuka buku itu, saat menyentuh buku manual itu tangan Li Yian langsung bercahaya emas dan cincin samudra di tangan sebelah kiri menghilang fisiknya dan menjadi tato berwarna emas di jari manisnya, melekat dengan sempurna.


Li Yian sangat kaget dengan ini!.


"Apa bisa seperti ini, aku baru tahu?" ucap Li Yian sangat kaget.


Dia akhirnya membaca manual itu karena sangat penasaran, setelah membaca sampai habis barulah diri mendesah.


"Ooohh, ada hal seperti ini! Ternyata manusia dahulu sangat berbakat dari alam langit sekalipun, yang mengaku dewa!"


Li Yian cukup senang dengan pengalaman barunya ini, jika tidak mengalami sendiri maka dirinya tidak akan tahu.


"Berarti cincin penyimpanan ini di sebut cincin samudra, karena bisa merespon dengan tenaga dalam setelah di ubah oleh pemilik pertama dari cincin ini, agar bisa di gunakan turun temurun nantinya! Jika yang menemukan cincin ini bukan aku, aku yakin orang itu akan sangat kesulitan tanpa bantuan buku manual penggunaan cincin samudra ini!" ucap Li Yian sambil tersenyum.


Dan yang membuat menarik dari kedua slot yang kosong.


"Mungkin kah ini tempat dua dari pusaka dunia lainnya?" gumam Li Yian sambil memperhatikan petunjuk itu.


"Teknik pernafasan matahari! Apa itu juga pusaka dunia ini?" ucap Li Yian setelah sadar.


Jika orang dunia persilatan tahu, bahwa teknik pernafasan matahari sudah di hancurkan oleh dirinya pasti orang-orang itu akan gila dan mengutuk dirinya saat itu.


"Sudahlah, yang penting tiga dari pusaka dunia berkumpul di tangan ku saat ini!" ucap Li Yian setelah tenang.


Padahal yang benar empat pusaka dunia berkumpul di dirinya saat ini.


Karena sudah puas berkeliling di sana dan sudah tahu letak harta apa saja di dalam cincin samudra, akhirnya Li Yian keluar dari kesadaran dirinya dan kembali lagi ke tubuhnya saat ini.


Li Yian membuka matanya, kini kembali lagi di penginapan tempat dirinya menginap bersama Xu Wuzao saat ini.


"Aku harus merahasiakan tiga pusaka dunia itu dari orang-orang dunia persilatan, jika tidak maka mereka semua akan mengejar ku sampai kapanpun!"


Li Yian memikirkan kemungkinan terburuknya, karena dirinya belum cukup kuat untuk melindungi itu semua, sehingga yang dirinya bisa hanya menyembunyikan serapat mungkin dari dunia luar.


Bahkan untuk pedang dirinya tidak akan memakai sampai dirinya berada di tingkat pendekar suci atau dewa! Dan itu entah kapan karena melampaui setiap tingkatan itu butuh perjuangan dan waktu.


"Apa yang akan aku lakukan untuk lima hari ke depan yah? Sebelum aku mengambil pakaian yang telah aku pesan!" Li Yian berpikir keras untuk melakukan apa.


Apa dirinya akan berjalan-jalan mengelilingi kota Kekaisaran Ming atau melakukan hal yang bermanfaat lainnya, tapi dia benar-benar bingung untuk sekarang.


"Baiklah mumpung masih siang, aku akan berkeliling sebentar! Mencari hal yang menarik!" ucap Li Yian sambil melihat tangan kiri dirinya yang kini memiliki tato di jari manisnya yang berwarna emas.


"Orang pertama yang membuat cincin ini melekat sangat hebat, bahkan orang-orang dari alam langit pun tidak berpikir demikian!" Li Yian bergumam.


Dia bangkit dari duduknya lalu pergi keluar dengan cepat karena ingin menikmati sore hari di kota yang sangat ramai dan begitu besar ini.


*


Siang menjelang sore Li Yian berjalan dengan santai di jalan yang sangat ramai pengunjung itu dirinya menyelipkan pedang hitam panjang miliknya di ikat pinggang yang di kenakan, lalu memberikan rambut panjangnya berkibar tertipu angin perkotaan.


Sambil berjalan perlahan Li Yian mengamati pertokoan di sebelah kanan dan kiri jalan yang begitu sesak dan ramai itu.


Sampai ketika anak kecil menarik baju yang di kenakan Li Yian saat ini.


"Kakak tolong bantu beli dagangan ku ini! Aku membutuhkan uang untuk berobat ibu!" ucap gadis kecil berusia 9 tahun.


Li Yian langsung menengok ke bawah karena gadis kecil itu tingginya hanya sebatas pinggang lebih sedikit dari Li Yian, di tambah kurus dan tidak terawat sama sekali.


"Apa yang kau jual adek manis?" Li Yian berbicara dan sedikit membungkuk untuk mensejajarkan pandangan mereka.


"Aku menjual roti isi daging, ini dari rumah produksi roti terkenal kakak! Kakak pasti suka karena enak!" jawab gadis itu mencoba merayu Li Yian agar membelinya.


"Benarkah, mari kakak coba!" Li Yian mengambil satu dan mengambil sebagian lalu di makanya dengan lahap.


"Benar ini enak!" Li Yian berucap sambil memakan roti isi itu dengan lahap.


"Itu pasti, karena ini adalah roti terkenal yang di produksi di rumah dekat dengan rumah ku!" gadis itu berbicara sambil sedikit menjilat bibirnya sendiri.


Sampai akhirnya, bunyi perut keroncongan anak perempuan itu terdengar nyaring, Li Yian yang sedang mengunyah langsung berhenti dan memandangi gadi kecil itu dengan teliti! Lalu senyum di wajah Li Yian terlihat.


\=


\=


Bantu LIKE'👍 Kaka.


Terimakasih.


...