Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
072 = PERINGATAN UNTUK XU WUZAO


\=Chapter 072. PERINGATAN UNTUK XU WUZAO\=


\=


\=


Wang Yao, langsung membantu tiga murid muda lainnya berdiri! Dia bersyukur karena setelah memeriksa mereka semua tidak ada yang terluka.


Pemilik rumah makan arak wangi meminta maaf kepada Xu Wuzao, lalu dia segera pergi untuk memerintahkan pelayan agar segera membersihkan tempat itu dengan cepat.


Xu Wuzao dan yang lainya tidak langsung pergi dari rumah makan arak wangi, namun memilih untuk menempati kembali meja itu setelah di bereskan oleh pelayan rumah makan arak wangi.


"Kepala sekte, apa dia benar-benar dari sekte Wuhan?" ucap Wang Yao.


Wang Yao tidak begitu mengenal Yan Jim! Karena dia adalah tetua agung sehingga jarang sekali keluar sekte, tapi sekte Wuhan adalah sekte besar dan naman Yan Jim cukup terkenal di daerah utara Kekaisaran Ming.


Sedangkan sekte anggrek putih berada di wilayah paling timur, bahkan kota provinsi Cao kota paling ujung timur sedikit selatan. Sehingga Wang Yao tidak mengetahui Yan Jim, itu cukup wajar tempat yang di tinggali dirinya adalah tempat terpencil.


"Ya dia adalah musuh masa muda ku, tapi entah mengapa sampai sekarang masih saja tidak berubah!" keluh Xu Wuzao, sebenarnya dirinya tidak ingin hal seperti ini.


Wang Yao cukup kaget dengan penjelasan kepala sekte Xu, dia tidak menyangka! Namun pikiran dirinya tertuju pada Li Yian.


Karena paras Li Yian tidak ada rasa takut sama sekali, tidak seperti Lan Zhuo, Ding Qiao dan Zhao Lu mereka bertiga parasnya cukup pucat dan merasa tertekan di dalam benaknya.


"Anak itu begitu santai, apa dia tahu bahwa kepala sekte Xu akan melindunginya? Kepala sekte Xu benar-benar menyayangi Li Yian!" ucap Wang Yao di benaknya.


Saat mereka masih mengobrol di mejanya, dari arah belakang Xu Wuzao duduk seseorang datang dengan tenang dan rasa iba parasnya.


"Maaf mengganggu tuan, Xu Wuzao!" ucap orang itu, setelah sampai di meja Xu Wuzao.


"Ya, tidak apa-apa! Apa ada yang bisa kami bantu?" Xu Wuzao menanyakan karena dirinya tidak merasa kenal dengan orang tersebut.


"Aku Wu Qixia, sama-sama dari daerah utara seperti Yan Jim! Kami merasa bahwa anda sedikit sial, karena memprovokasi Yan Jim! Dia adalah tipe orang pendendam. Aku harap anda hati-hati taun Xu Wuzao!"


Wu Qixia langsung memberi peringatan untuk Xu Wuzao! Karena dia cukup yakin dengan sifat Yan Jim maka Xu Wuzao yang hanya mempunyai sekte kecil akan sangat sulit melawan sekte Wuhan.


"Terimakasih atas perhatian anda tuan Wu Qixia, kami baik-baik saja!" Xu Wuzao memberikan hormat setelah berdiri dari tempat duduknya.


Wu Qixia adalah perwakilan salah satu sekte menengah dari daerah utara, bagi sektenya bisa ikut kompetisi generasi muda saja sudah sebuah prestasi! Namun ada sekte kecil yang ikut serta itu sangat luar biasa.


Dengan ini membuat Wu Qixia sangat melihat potensi sekte anggrek putih, hanya saja mereka baru hendak naik, tapi sudah tersandung masalah dengan sekte Wuhan! Sehingga dia memberikan peringatan untuk selalu hati-hati.


Wu Qixia tidak tahu bahwa Xu Wuzao sudah bermusuhan lama dengan Yan Jim, jika dia tahu maka dia akan langsung tercengang.


"Baiklah tuan Xu Wuzao, kami berangkat dulu! Aku sangat menantikan perwakilan generasi muda sekte anda tampil di kompetisi itu!"


"Ya, terimakasih! Kami akan tampil dengan cukup baik!" jawab Xu Wuzao.


Setelah memberikan hormat, Wu Qixia langsung pergi menghampiri meja rombongannya lalu pergi keluar rumah makan untuk melanjutkan perjalanan ke kota Kekaisaran Ming.


"Dia meremehkan pak tua itu! Merasa iba boleh saja tapi harus lihat-lihat orangnya dulu!" keluh Li Yian di benaknya.


Karena Li Yian yakin dengan kemampuan Xu Wuzao sekarang, Yan Jim bukan tandingannya lagi!.


*


*


*


Setelah cukup lama, kelompok Xu Wuzao beristirahat di sana mereka akhirnya berangkat ke kota Kekaisaran Ming.


Seperti biasa Xu Wuzao, Wang Yao, Lan Zhuo dan Ding Qiao satu kereta kuda! Sedangkan di kereta ke dua Li Yian, Baba Yaga dan Zhao Lu bersama barang-barang yang mereka bawa.


Setelah berjalan beberapa ribu meter, akhirnya kereta kuda itu terkejar! Mereka langsung di cegat dari arah samping.


"Tuan, ada yang mencegat kita!" ucap kusir kereta kuda yang ada di depan kepada Xu Wuzao.


Karena di cegat, dua kereta kuda itu terpaksa berhenti di jalan! Mereka berhenti di perbatasan luar kota persinggahan! Karena baru saja meninggalkan kota itu.


Xu Wuzao turun dari kereta kuda dengan Wang Yao, sedang Lan Zhuo dan Ding Qiao tetap di dalam kereta untuk keamanan mereka berdua.


Li Yian menengok ke jendela kereta kuda dan dia cukup tahu, jika bukan perampok maka orang yang sengaja mencari gara-gara.


"Teman, kau bantu lah pak tua! Agar mereka berdua tidak kerepotan!"


"Hai, saudara kenapa kau tidak turun tangan sendiri! Kenapa pula kau memerintah aku?" keluh Baba Yaga.


"Ya sudah, tidak perlu! Jika kau tidak mau membantu!" jawab Li Yian.


Zhao Lu sangat heran dengan Li Yian, dia sangat muda tapi berbicara dengan orang yang lebih tua seperti berbicara dengan temannya saja, bahkan memberikan perintah.


Zhao Lu tidak tahu sehingga sangat kaget, apa lagi Li Yian memanggil kepala sekte Xu dengan sebutan pak tau! Di sekte anggrek putih hanya dia yang berani berbicara demikian.


Lima orang itu memandang Xu Wuzao dan Wang Yao dengan tatapan mata yang ganas!.


"Siapa kalian? Apa mau kalian terhadap kami?" Wang Yao langsung ingin mengetahui mereka itu siapa dan apa tujuannya.


"Ada yang membayar sangat mahal untuk nyawa kalian semua!" salah satu dari mereka membuka suara.


"Ha-ha-ha-ha..!"


Lalu kelimanya langsung tertawa terbahak-bahak karena menurut informasi ada tiga orang kuat di kelompok mereka atau bisa jadi empat orang yang kuat, namun yang muncul hanya dua.


Sehingga pekerjaan mereka akan lebih mudah di tangani! Di tambah pekerjaan ini di bayar sangat tinggi ini membuat mereka sangat senang sampai tidak bisa berhenti tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Xu Wuzao langsung mengerti situasinya saat ini.


"Sial, kenapa dia tidak pernah berubah?" gumam Xu Wuzao.


"Mati saja kalian semua dengan tenang!" bentak salah satu dari lima orang berpakaian serba hitam itu.


Tangan tiga orang di depan langsung meraih pedang masing-masing dan bergerak menyerang.


Tring..


Traaak.. Traaak..


"Apa, siapa yang menyerang?" ucap salah salah satu orang yang paling depan.


Dia berhasil menangkis serangan pisau terbang yang sangat ganas, sampai pedang miliknya patah menjadi dua.


Itulah kenapa dia sangat kaget bukan main! Dua orang yang di samping sedikit ke belakang mereka bertiga juga sangat kaget sampai melompat mundur beberapa langkah.


"Apa yang terjadi?" gumam Wang Yao.


Dia tidak begitu mengerti, karena musuh yang baru bergerak hanya satu langkah dua di antaranya sudah mati dengan pisau terbang menancap di dahi mereka masing-masing.


Dengan seketika, kepala mereka membiru seperti terkena racun yang sangat ganas!.


\=


\=


...