
\=Chapter 109. MENUJU KE KEKAISARAN TANG\=
\=
\=
Kini Li Yian dan Baba Yaga sedang makan di kedai makan di kota kecil yang mereka singgahi, mereka menemukan kota terdekat setelah keluar dari hutan larangan.
Mereka berdua makan sangat banyak, apalagi Baba Yaga yang memang sudah mengeluarkan tenaga yang cukup banyak, sehingga porsi makannya sangat besar.
Baba Yaga sambil makan terus mengoceh kepada Li Yian karena Li Yian membohongi dirinya, yang katanya akan membebaskan wanita cantik, namun setelah di sana. Malah di hadapkan dengan sesuatu yang sangat berbahaya.
"Sial kau saudara Li Yian, aku hampir mati di hutan larangan itu! Kau harus bertanggung jawab, mana wanita yang kau janjikan itu!" ucap Baba Yaga sambil makan, meskipun mulut itu penuh dengan makanan tapi Baba Yaga terus saja nyerocos tidak ada hentinya.
Segala unek-unek Baba Yaga dia keluaran di saat makan seperti ini! Itu membuat nafsu makannya bertahan berlipat ganda.
"Sudahlah, jangan kau ributkan itu! Aku tidak tahu kalau di sana sangat berbahaya!" Li Yian mencoba menyangkal semua ucapan Baba Yaga.
"Untuk masalah wanita, kau tenang saja! Kita akan menuju ke Kekaisaran Tang. Di sana terkenal wanitanya yang sangat cantik-cantik, maka dari itu selesaikan dengan cepat urusan makan mu!" lanjut Li Yian berucap.
Dia mencoba membodohi Baba Yaga kembali, karena Baba Yaga tidak ingin di tipu lagi oleh Li Yian dia tidak percaya begitu saja.
"Aku tidak percaya ucapan mu kali ini! Jadi sabarlah menunggu. Tenaga ku sudah banyak terkuras sehingga aku harus banyak makan kali ini!" jawab Baba Yaga.
Meskipun Baba Yaga mempunyai tubuh manusia sempurna, namun sifat makan dirinya tidaklah berubah dari siluman babi asal dirinya.
Karena perubahan itu hanya merubah rupanya saja, dari kekuatan maupun sifat dan nafsu makan tidak di ubah sama sekali oleh teknik perubahan wujud, namun kekuatan dirinya seperti tersegel dan cepat lelah.
"Baiklah, tapi lebih cepat sedikit! Aku tidak bisa menunggu kau makan berjam-jam seperti ini!" jawab Li Yian cukup pasrah.
Mereka berdua melanjutkan makan terus menerus, bahkan kedai makan itu sampai kuwalahan karena setok makanan yang harusnya di jual untuk 100 tamu malah di habiskan oleh dua orang tamu.
Lebih tepatnya di habiskan oleh satu orang saja yaitu Baba Yaga.
Beberapa orang di sekitar tempat duduk mereka yang sedang makan di sana, cukup terganggu dengan Baba Yaga.
Mereka banyak yang mengecam gaya makan dan nafsu makan Baba Yaga yang seperti monster itu.
Akhirnya, sudah beberapa jam terlewat! Baba Yaga kenyang juga.
"Aaahhhhh, akhirnya aku kenyang juga!" dia sambil mengelus-elus perutnya yang membuncit besar.
Li Yian yang melihat itu hanya bisa mlongo saja, karena kehidupan tiga ras itu sangat berbanding terbalik.
Manusia yang hanya makan secukupnya, sedangkan siluman yang makan begitu banyak! Namun dewa yang makan sangat sedikit.
"Karena kau sudah kenyang mari kita lanjutkan perjalanan kita!" ajak Li Yian.
Baba Yaga yang sudah berjanji akhirnya hanya menurut saja.
"Ya baiklah, aku akan mengikuti mu!" jawab Baba Yaga dengan sedikit terpaksa.
Mereka berdua keluar, Li Yian langsung menghampiri pelayan untuk menanyakan berapa harga yang harus mereka bayarkan.
"Permisi nona, berapa yang harus kami bayar untuk makanan yang kita habiskan?" ucap Li Yian dengan tenang pada pelayan kedai makan itu.
Wanita itu menatap Li Yian dan Baba Yaga dengan sedikit ngeri dan kesal, dia menelan ludahnya sendiri dengan kasar mencoba tegar.
"Semua yang tuan habiskan harus membayar, 30 koin emas!" jawab wanita itu sedikit ragu-ragu.
"Baiklah, ini nona 30 koin emas! Terimakasih atas makanannya!" jawab Li Yian.
Lalu dia pergi untuk menyusul Baba Yaga yang sudah lebih dulu keluar!.
Sebenarnya haraga makan di sana cukup murah, 20 koin perak setiap porsi makanan yang di makan, karena Baba Yaga dan Li Yian menghabiskan 100 porsi, maka seharusnya 20 koin emas.
"Aku korupsi terlalu banyak!" ucap wanita pelayan itu dengan lirih.
Setelah dia melihat banyaknya koin emas di kantong yang Li Yian taruh, dia kemabli berucap.
"Biarkan saja lah, siapa suruh bikin aku kesal! Anggap saja sisanya kompensasi dari perasaan kesal ku!" lanjut pelayan cantik itu.
Li Yian yang masih mendengar itu tidak memperdulikan sama sekali, karena di cincin samudra miliknya sangat banyak koin emas yang di miliki.
*
*
*
Li Yian dan Baba Yaga berjalan santai di jalan kota kecil yang menuju ke arah Kekaisaran Tang.
"Saudara Li Yian, apa tujuan kita sebenarnya menuju ke Kekaisaran Tang?" Baba Yaga cukup penasaran dengan tujuan Li Yian.
"Aku ingin menyelidiki keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal, aku ingin memperhitungkan kekuatan mereka seberapa kuat. Tapi jika aku rasa yakin bisa melawan mereka, maka akan ku hancurkan semuanya! Namun jika mereka terlampau kuat maka. akan mundur sementara." jawab Li Yian dengan yakin.
"Aku yakin, kakuatan kau sangat hebat saudara Li Yian! Tapi untuk melawan lebih dari 2 orang pendekar tingkat suci! Maka kau akan kalah, begitu juga aku! Dengan tubuh manusia ku ini, maka kekuatan ku hanya terbatas!" jawab Baba Yaga dengan serius.
Baba Yaga sadar setelah sampai di hutan larangan, bahwa lawan kali ini bukan sembarang! Sehingga dia memberitahukan bahwa kekuatan Baba Yaga dengan tubuh manusia akan sangat terbatas di pendekar raja puncak saja.
Jika dirinya menggunakan sosok siluman miliknya, mungkin sangat membantu dan bisa memusnahkan mereka, namun konsekuensinya Baba Yaga akan menjadi incaran para manusia yang menginginkan cincin roh beladiri! Sehingga dirinya pasti akan di buru habis-habisan.
"Ya, ucapan kau benar teman!" jawab Li Yian singkat.
Li Yian langsung masuk ke pikirannya saat ini!.
"Jika saja, aku bisa berlatih sampai ke tingkat pendekar dewa lebih cepat! Pasti kekuatan dewa pada saat di kehidupan lalu bisa ku gunakan. Musuh seperti keluarga Bao maupun kelompok Sabit Tunggal tidaklah berarti bagi ku!" ucap Li Yian dalam pikirannya.
Karena Li Yian pernah mencoba menggunakan teknik kekuatan dewa miliknya, namun tidak berhasil malahan tubuh dirinya yang terluka.
Li Yian mengerti, saat mengingat kembali teknik pernafasan matahari dan melihat pohon kehidupan Eden, dia sangat yakin tiga alam itu saling berhubungan meskipun perbedaan di antara sangat jauh.
Dirinya yakin, jika dia mencapai tingkat pendekar dewa pasti bisa menggunakan kekuatan dewa miliknya saat dirinya menjadi dewa.
Dia banyak sekali berpikir, sampai akhirnya Baba Yaga memanggil Li Yian dengan suara kencang.
"Hai, saudara Li Yian, hai..!" ucap Baba Yaga.
"Iya, iya, aku dengar!" ucap Li Yian.
"Dengar di mana, kau sudah cukup lama diam! Sedangkan memikirkan apa kau sebenarnya?" Baba Yaga langsung penasaran.
"Tidak, itu hanya memikirkan bagaimana mengalahkan keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal!" Li Yian mengelak kebenaran yang dirinya pikirkan saat ini.
Dia tidak ingin Baba Yaga, tahu siapa dirinya yang sebenarnya! Karena jika tahu pasti akan di tertawaan, bagaimana mungkin renkarnasi dewa tapi sangat lemah.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju ke Kekaisaran Tang dengan berlari, karena mereka kini sudah keluar dari kota kecil itu.
\=
\=
...