
\=Chapter 189. PERTEMUAN ANTAR TETUA\=
\=
\=
Tetua agung dan tetua pelatihan masih mengobrol di ruangan pengobatan, sampai akhir mereka kedatangan tabib yang menangani tuan muda Wei.
"Bagaimana tabib, apakah keadaan lengan Wei Zue baik-baik saja?" ucap Xu Zao Yi.
Dia cukup khawatir jika Wei Zue mengalami cacat fisik, sehingga ketakutan dirinya akan terlaksana.
"Maafkan aku tetua agung, batas ku hanya seperti ini! Menurut ku lengan itu tetap akan cacat, meskipun bisa di gunakan kembali namun tidak normal setelah sembuh kelak!" ucap tabib sekte anggrek putih dengan berkata jujur.
Sebenarnya dia adalah tetua balai pil dan herbal, namun lebih suka di panggil tabib karena tabib adalah profesinya.
"Haahhh, sudah ku duga akan seperti ini! Karena dengan melihat luka yang di derita saja, aku yakin Li Yian menggunakan kekuatan yang sangat besar! Mungkin jika serangan ku tidak separah itu hasilnya." Xu Zao Yi langsung membenarkan perasaan dirinya yang di pikirkan selama ini.
"Ya, benar! Luka itu begitu parah, aku saja sebagai tabib baru pernah melihat luka yang begitu mengerikan!" tabib langsung membenarkan ucapan Xu Zao Yi.
"Tetua agung, apa anda tidak janggal? Jika luka itu begitu parah dan seperti di serang dengan kekuatan besar, apa Li Yian memiliki kekuatan sebesar itu? Bahkan anda sendiri tidak begitu yakin bisa melakukannya." ucap Wang Yao.
Dia tidak pernah menyangka, meskipun Li Yian adalah pemenang dari kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming namun jika bisa melebihi kekuatan dari tetua agung itu mustahil menurut pemikiran dirinya.
"Entahlah!" ungkap tetua agung sambil sedikit mengangkat bahunya karena cukup bingung.
Lalu dia kembali memandangi Wang Yao dan tabib sekte anggrek putih, lalu dia langsung berucap.
"Kita adakan pertemuan antar tetua, aku akan menjemputmu kepala sekte Xu! Anda tolong beritahu kepada tetua lainnya tetua Yao! Aku permisi lebih dulu untuk menjemput kepala sekte Xu." ucap Xu Zao Yi.
Setelah saling memberikan hormat untuk menghargai sesama tetua, Xu Zao Yi langsung berdiri dan segera pergi.
Lalu Wang Yao juga langsung pergi setelah berpamitan dengan tabib sekte, sedangkan tabib sekte hanya duduk di meja kerja dan segera menulis laporan hasil pemeriksaan dirinya.
*
*
*
Xu Wuzao sedang berjalan untuk kembali ke rumah belakang sekte anggrek putih karena sudah makan secukupnya, namun langkahnya terhenti setelah dari arah lain datang Xu Zao Yi langsung memanggil dirinya.
"Kepala sekte Xu, anda akhirnya keluar dari rumah belakang sekte!" ucap Xu Zao Yi masih di kejauhan.
Dia tidak ingin menunda lagi sehingga masih jauh seperti itu saja, langsung menunjukkan jika ingin membicarakan hal sangat penting.
Xu Wuzao langsung mengerutkan keningnya, dia cukup penasaran dengan ucapan Xu Zao Yi.
"Zao Yi, ada keperluan apa?" ucap Xu Wuzao.
Saat sedang berduaan seperti itu, Xu Wuzao lebih memilih memanggil namanya langsung karena umur dirinya cukup jauh dengan Xu Zao Yi.
Bahkan sebenarnya Xu Zao Yi harus memanggil paman terhadap Xu Wuzao karena mereka berdua adalah dua orang yang tersisa dari keluarga Xu, karena perang berkepanjangan beberapa puluh tahun lalu karena peninggalan leluhur yang di sebut pusaka dunia.
"Maaf kepala sekte Xu, aku menganggu anda di saat seperti ini! Karena ada masalah yang cukup serius!" ucap Xu Zao Yi setelah memberikan hormat kepada Xu Wuzao.
Xu Zao Yi sangat menghormati Xu Wuzao, karena berkat Xu Wuzao lah dirinya masih hidup sampai sekarang. Sehingga dia sangat menghormati pamannya itu.
"Masalah serius, apa itu?" ucap Xu Wuzao sangat penasaran.
"Kita akan membicarakan nanti di pertemuan para tetua sekte anggrek putih! Mari ikuti aku segera tetua sekte Xu." jawab Xu Zao Yi.
Dia langsung memberikan jalan agar, Xu Wuzao berjalan lebih dulu.
"Keadaan seperti apa ini? Sampai mengumpulkan semua tetua?" tanya Xu Wuzao cukup penasaran.
*
*
*
Xu Wuzao dan Xu Zao Yi sampai di aula pertemuan lebih awal.
Karena baru berdua saja Xu Zao Yi memberitahukan kepada Xu Wuzao masalahnya meskipun hanya intinya saja.
"Nak Li Yian yah, berarti dia keluar saat aku tidak sadarkan diri, atau saat aku sedang belajar semalaman dengan serius!" gumam Xu Wuzao.
Padahal kejadian sudah semalaman lewat, karena Wei Zue pingsan seharian dan baru selesai di tangani oleh tabib sekte baru-baru ini.
Apa lagi masalah ini timbul setelah Wei Zue ingin segera pulang setelah dirinya sudah sadarkan diri.
Di tambah Xu Wuzao sibuk dengan mempelajari teknik kultivasi, meskipun dirinya keluar yang dia pikirkan hanya untuk bertanya kepada Li Yian saja, setelah itu langsung kembali lagi ke rumah belakang.
"Sepertinya saat aku sedang belajar kultivasi, saat nak Li Yian berpamitan untuk jalan-jalan mengelilingi sekte!" Xu Wuzao bergumam sendiri.
Meskipun Xu Zao Yi mendengar itu, tapi dia tidak berani ikut campur! Karena Xu Wuzao sedang berpikir.
*
Setelah itu, para tetua datang satu persatu! Akhirnya mereka semua kumpul di aula pertemuan.
Karena sekte anggrek putih di kategorikan sekte kecil sehingga hanya memiliki tetua 6 orang, termasuk tetua agung.
Xu Zao Yi langsung membuka pertemuan itu, dia langsung menjelaskan secara rinci permasalahan yang sedang terjadi.
Sehingga semua tetua tahu bahaya apa yang akhirnya akan di hadapi, setelah mendengarkan masalah yang timbul dan prediksi masalah lain yang akan terjadi para tetua langsung serius.
Namun mereka semua memandang ke arah Xu Wuzao, karena masalah utama ada di Li Yian yang sudah di anggap Xu Wuzao sebagai anaknya.
"Bagaimana pendapat anda kepala sekte Xu tentang masalah ini!" ucap Wang Yao yang ingin segera dapat solusinya.
"Huufff..!" Xu Wuzao langsung membuang nafas terlebih dahulu sebelum berbicara.
"Baiklah, kembalikan saja anak itu kepada keluarga Wei, jika keluarga bangsawan tersembunyi itu berani menyerang sekte ini! Kita hadapi dengan kekuatan kita!" ucap Xu Wuzao dengan tenang.
Mendengar ucapan itu semua tetua langsung kaget, mereka tidak percaya dengan ucapan kepala sekte Xu! Karena menurutnya keputusan ini terlalu gegabah, namun cukup baik bagi beberapa tetua.
"Kepala sekte Xu, kenapa anda begitu memanjakan Li Yian? Ini masalah yang sangat gawat, bagaimana anda begitu meremehkan masalah ini?" ucap tetua balai murid.
Dia akhirnya mempunyai kesempatan untuk sedikit memojokkan Li Yian maupun Xu Wuzao, karena dia sudah memendam begitu lama amarah di hatinya.
"Tetua Ca Wen, jika anda ingin memutuskan apa yang yang tetua Wen pikirkan sekarang?" tanya Xu Wuzao.
"Hukum Li Yian di hadapan masyarakat, dengan luka yang sama yang di derita oleh Wei Zue, agar keluarga bangsawan Wei tahu, ini kesalahan kita!" ungkapan dengan senyum di hatinya dengan puas.
"Tidak, itu tidak akan bisa! Aku lebih memilih melawan keluarga Wei, jika seperti itu." Xu Wuzao langsung menolak.
Xu Wuzao memandangi Ca Wen dengan tatapan mengintimidasi, Xu Wuzao bukan tidak mendukung keinginan Ca Wen karena itu merupakan penghinaan untuk sekte anggrek putih kedepannya.
Di tambah, siapa yang bisa menghukum Li Yian setelah tahu dirinya di bikin terkapar hanya dengan aura milik Li Yian! Apa lagi Li Yian anak angkat dirinya.
\=
\=
..