
\=Chapter 359. BERGEGAS PERGI\=
\=
\=
Li Yian masih membeku di ambang pintu, karena dia melihat beberapa wanita polos tanpa mengenakan pakaian, sedang bergoyang ria.
Sedangkan beberapa wanita lainnya sudah terkapar karena kelelahan setelah beraksi semalaman, hanya ada satu wanita yang masih sangat semangat.
Padahal Baba Yaga sudah setengah tertidur, karena begitu menikmati perjuangan semalam dengan wanita-wanita yang ada di kamarnya sekarang.
Setelah pintu terbuka lebar wanita itu menjerit, namun tidak menutup apa yang jadi miliknya. Dia malah merapatkan tubuh montoknya ke arah Baba Yaga.
"Tuan muda ada yang mendobrak pintu..!" ucap wanita itu tidak berdaya.
Baba Yaga yang di panggil tuan muda, melirik dengan sangat malas dia akhirnya membuka matanya sedikit lalu menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas.
"Ahh, saudara Li Yian..!" gumam Baba Yaga masih setengah sadar dan malas.
Setelah otaknya memutar apa yang dia lihat sekarang, dia langsung bangun dan melompat dari tempat tidur.
"Saudara Li Yian, kenapa kau di sini?" ucap Baba Yaga cukup terkejut.
Wanita di belakangnya hanya bisa menjerit kaget karena Baba Yaga melompat dengan tiba-tiba, sehingga dia terpental ke samping dengan keras.
Li Yian masih di ambang pintu kamar hendak menutup mata namun untuk apa, akhirnya dia hanya bisa mengintimidasi Baba Yaga dengan tatapan mata tajam.
"Baba Yaga, sebaiknya kau harus bertanggung jawab penuh dengan apa yang kau lakukan ini!" ucap Li Yian dengan suara berat.
Dia sangat kesal, karena akan pergi ke alam Tanasilam dengan mengandalkan Baba Yaga yang tahu caranya, namun penghinaan ini cukup membuatnya sangat kesal.
Wooooosss..!
Boooommmm..!
Li Yian langsung bergerak cepat dan memukul Baba Yaga dengan sangat kuat, hingga lantai atas taman hiburan itu berlubang besar dan mereka berdua ambruk ke bawah.
Debu di sana sangat pekat, namun Baba Yaga masih berdiri dengan tegak. Dia menyilang tangannya di atas kepalanya.
Lengan Li Yian dan Baba Yaga saling menempel, keduanya seperti terpaku di lantai pertama.
Keributan di sana langsung terjadi, suasana di sana gempar! Orang-orang berlarian ke tempat kejadian termasuk manager taman hiburan itu, karena suara yang sangat keras.
Baba Yaga masih belum mengenakan apa-apa, namun dia tidak peduli karena serangan Li Yian barusan sangat besar dan berbahaya sehingga dia tidak ingin tinggal diam.
Saat dia hendak ingin melawan, Li Yian langsung mengeram.
"Cepat bergeser pergi dari sini!" ucap Li Yian dengan sangat tegang.
Menurut Li Yian ini sangat memalukan, namun dia tidak ingin mengatakan dengan jelas kepada Baba Yaga.
"Baiklah, kau yang mempunyai wewenang di sini!" keluh Baba Yaga dengan wajah yang datar, dia mengakuinya karena dia sudah kalah taruhan.
Sebelum ada yang mencapai di tempat kejadian, Baba Yaga melemparkan sekantor besar koin emas ke lantai atas melewati lubang yang di buat akibat pukulan Li Yian.
Kantong koin itu mendarat di tepi lantai yang berlubang, setelah itu Li Yian langsung mengaktifkan teleportasi, keduanya langsung menghilang tanpa jejak.
Akhirnya orang-orang yang ada di sana sampai ke tempat tujuan, setelah debu yang mengepul menghilang sepenuhnya mereka tidak menemukan apa-apa di sana.
Hanya puing-puing bangunan yang hancur, sehingga kegemparan kembali terjadi.
*
*
*
Kembali ke sekte Wuhan.
Kamar pribadi yang awalnya di gunakan Li Yian bermeditasi masih sepi.
Namun setelah ada portal dimensi terbuka, dan dua orang muncul dari kekosongan kini membuat kesunyian itu terpecahkan.
"Apa setiap aku mencari kau, harus berada di tempat seperti itu?" ucap Li Yian masih kesal.
"Saudara Li Yian, maaf jika kau terganggu dengan ini! Tapi seharusnya kau menghubungi ku terlebih dahulu melalui utusan atau dengan cara lain, agar kau tidak meras malu atau sejenisnya." jawab Baba Yaga.
Mendengar jawaban Baba Yaga, Li Yian ingin menghajar lagi namun itu tidak akan berguna untuk kedepannya.
Karena otak Baba Yaga seperti sudah rusak, meskipun sudah di tegur berkali-kali namun masih saja melakukan hal yang sama.
Li Yian memikirkan, untuk menyambungkan jiwa miliknya dengan jiwa Baba Yaga agar bisa berkomunikasi dengan mudah kedepannya, namun langsung menarik ulang pikiran itu.
Li Yian masih cukup tertekan dengan kemunculan jiwa yang menghuni jiwa Baba Yaga sebelumnya, sehingga dia masih bisa tertekan karena jiwa itu.
"Sudahlah, itu urusan nanti! Sebaiknya kau kenapa pakaian lagi. Kita akan menemui pak tua dan yang lainnya, karena kita akan melakukan perjalanan jauh." ucap Li Yian.
"Ya, aku mengerti..!" jawab Baba Yaga singkat.
Sebenarnya dia tidak marah terhadap Li Yian meskipun Li Yian bersikap seperti mengatur dirinya, namun ada rasa sedikit ragu di benaknya bahwa dia akan mengantarkan Li Yian ke alam Tanasilam.
Baba Yaga mengenakan pakaian yang tersedia di dimensi penyimpanan miliknya, dia mengenakan dengan cepat.
Li Yian dan Baba Yaga segera pergi ke rumah pelelangan anggrek putih, untuk menemui Xu Wuzao sesuai dengan apa yang di inginkan Li Yian.
*
Keduanya sampai di rumah pelelangan anggrek putih, Li Yian dan Baba Yaga menuju ke ruang kerja pemilik rumah pelelangan anggrek putih.
Saat masuk di sana, mereka berdua melihat Xu Wuzao masih cukup sibuk dengan laporan dari hasil penjualan toko pil dan herbal, maupun hasil pelelangan beberapa waktu yang lalu.
"Kalian berdua, masih ada keperluan kah menemui aku di sini?" ucap Xu Wuzao.
Dia melihat kedua dengan senyum cerah, Xu Wuzao langsung meninggalkan pekerjaan yang di pegang sebelumnya. Kini dia fokus untuk bertanya kepada Li Yian dan Baba Yaga.
Setelah mengetahui siapa Li Yian dan Baba Yaga, Xu Wuzao semakin penasaran di buatnya kenapa orang hebat seperti mereka berdua bisa terdampar di alam Daulu ini dan apa tujuan mereka kedepannya.
"Benar pak tua, kami berdua ingin berpamitan terhadap anda!" ucap Li Yian kepada Xu Wuzao.
Deg...!
Xu Wuzao mendengar ini seperti di sambar petir, dia langsung paham dengan kata berpamitan yang di ucapkan Li Yian kali ini.
Namun dia masih sangat penasaran, akhirnya bertanya demikian, karena rasa khawatir.
"Kalian berdua akan pergi kemana?" ucap Xu Wuzao dengan raut wajah yang sangat serius.
"Tenang lah pak tua!" ucap Li Yian dengan sabar, dia tidak menjelaskan detailnya.
"Kami hanya akan menyelesaikan tugas kita, karena ini sangat menggangu pikiran! Sehingga kita harus secepatnya pergi." ucap Li Yian, dia mencoba menjalankan terhadap Xu Wuzao sejelas-jelasnya, namun berbeda arti.
Xu Wuzao masih menatap dengan khawatir, setelah dia tahu bahwa Li Yian adalah reinkarnasi dari prajurit dewa dan Baba Yaga adalah pangeran dari alam lain, Xu Wuzao ingin lebih memahami mereka.
Sehingga dia akan menjadi lebih kuat, karena memahami kekuatan dari alam lain pastinya.
"Kami akan pergi sementara, mungkin memakan waktu cukup lama...!" Li Yian terus menjelaskan apa yang akan dia lakukan.
Dia juga menjelaskan kepada Xu Wuzao, bahwa di bagian paling timur wilayah Kekaisaran Ming, adalah tempat Li Yian dan Baba Yaga memanen herbal langka.
Li Yian memberitahukan ini agar Xu Wuzao memanen sendiri herbal di sana, karena untuk keperluan rumah pelelangan anggrek putih yang cukup banyak.
Li Yian juga menyerahkan beberapa cincin penyimpanan lagi kepada Xu Wuzao, dan Li Yian memberitahukan di dalam cinta itu banyak senjata dan teknik petarung yang sudah lama hilang dari alam Daulu yang cocok dengan orang-orang maupun Energi Qi di alam Daulu.
Karena ini adalah peninggalan sekte yang sudah hilang beberapa abad yang lalu, Li Yian menyarankan agar orang-orang di alam Daulu bisa berkultivasi.
Xu Wuzao hanya bisa tersenyum pasrah, ada rasa terkejut dan rasa tidak ingin Li Yian pergi dengan cepat.
Baba Yaga juga terkejut, karena Li Yian bisa di bilang sangat kaya dari dulu! Namun dia sangat pelit, sehingga baru-baru ini dia hanya bisa merasakan kesenangan di kelilingi wanita, jika saja dia tahu Li Yian sangat kaya dari dulu mungkin dia sudah memintanya untuk bersenang-senang, sehingga tidak terlambat seperti sekarang.
\=
\=
...