
\=Chapter 325. KELOMPOK SABIT KEMATIAN\=
\=
\=
Di bentak dengan sangat keras orang-orang yang ada di pelabuhan hanya bisa terdiam, mereka tidak berani menjawab dengan asal saja karena mereka cukup ketakutan.
Karena suara orang yang membentak seperti sambaran petir yang menggelegar di telinga orang-orang yang ada di pelabuhan.
Saat bentakan itu tidak di gubris, salah satu orang dari beberapa yang turun dari kapal layar dengan cara melompat. Dia membentak kembali dengan lebih keras, bahkan lebih keras dari bentakan pertama.
"Apa kalian tuli, Haahh? Di mana tempat rumah pelelangan anggrek putih berada?" bentak dia dengan di barengi aura ganas, karena suaranya di susupi tenaga dalam.
Dari arah selatan beberapa penjaga keamanan dari Kekaisaran Ming datang menemui orang-orang yang baru datang.
5 Petugas dari pelabuhan mendatangi dua orang yang berteriak barusan.
"Siapa kalian sebenarnya, kenapa membuat keributan di wilayah Kekaisaran Ming?" ucap penjaga keamanan pelabuhan, segera ining tahu siapa mereka semua.
Dua orang itu melirik ke arah penjaga keamanan dengan tatapan mata yang tajam, lalu menyeringai.
"Apa kalian tidak pernah dengar, dengan sebutan kelompok sabit kematian?" ucap orang yang tadi membentak yang turun dari kapal layar.
Mendengar kelompok sabit kematian, dua orang dari penjaga keamanan yang senior langsung mundur dua langkah.
Karena rasanya mereka berdua pernah dengar kelompok seperti itu, yang memiliki dua kelompok lainnya yang sama-sama ganas, namun kelompok Sabit Kematian adalah pemimpin dari dua kelompok lainnya. Karena lebih tua dan dua kelompok lainnya adalah pecahan dari kelompok ini dikarenakan sudah begitu besar.
"Ya kami pernah dengar tuan!" ucap salah satu penjaga keamanan menjadi lunak.
"Apa itu kelompok yang mengerikan teman?" ucap salah satu teman penjaga keamanan pelabuhan, dia berucap sangat lirih seperti sedang berbisik pada temannya.
"Apa kau bodoh, sabit kematian adalah kelompok pertama dari tiga kelompok lainnya! Seperti Kelompok Sabit Tunggal dan Kelompok Sabit Ganda, mereka adalah kelompok yang sangat sadis!" jawab penjaga pelabuhan yang sedikit tahu tentang kelompok itu.
"Sial, aku tidak begitu tahu, untung lah kita belum membentaknya!" jawab temanya sambil mengelus dadanya.
"Apa yang kalian bisikan, apa kalian ingin mati?" bentak orang dari kelompok Sabit Kematian yang tadi berbicara.
"Tidak maaf tuan, namun kami ingin memberitahukan bahwa rumah pelelangan anggrek putih ada di wilayah bagian selatan kota Kekaisaran Ming. Tepatnya di kota Wuhan!" ucap penjaga keamanan pelabuhan itu dengan sedikit ketakutan.
"Jelaskan dari awal sehingga kami tidak perlu mengancam seperti barusan!" orang dari kelompok Sabit Kematian saling mengangguk.
Lalu mereka berbalik dan pergi ke kapal kembali, kali ini mereka ingin memberitahukan kepada ketua, bahwa tempat yang di cari sudah di temukan petunjuknya.
Orang-orang yang ada di pelabuhan itu melihat ke arah kapal dan orang-orang yang turun, setelah merasakan tidak ada masalah mereka kembali melakukan pekerjaan masing-masing.
Beberapa petugas pelabuhan langsung mendekati temannya yang memberitahukan letak dari rumah pelelangan anggrek putih.
"Kawan kenapa kau beritahu mereka letak dari rumah pelelangan anggrek putih?" tanya temannya dengan yang tidak begitu tahu.
"Sebaiknya kita tinggalkan pelabuhan ini untuk sementara, aku tidak ingin mengambil resiko lebih tinggi!" ucap dia dengan tidak menjawab pertanyaan temannya.
Setelah itu dia langsung berbalik pergi dari pelabuhan wilayah Utara Kekaisaran Ming, karena tidak ingin tersandung masalah dengan kelompok sabit kematian. Karena dia cukup tahu dengan keganasan dari kelompok itu.
Akhirnya beberapa teman lainnya mengikuti saran darinya, karena dia di kenal cukup banyak pengetahuan yang mereka tidak ketahui.
Tidak lama setelah orang yang tadi turun dari kapal layar dan bertanya kepada petugas pelabuhan, lalu dia kembali ke kapal karena mendapatkan informasi yang penting.
Setelah itu puluhan orang keluar dari kapal kembali, bahkan jumlahnya hampir mendekati 100 orang banyaknya langsung pergi dari kapal begitu saja, lalu dengan cepat menuju ke selatan dengan gerakan lari masing-masing orang yang sangat cepat.
*
*
*
Di dalam kapal.
"Ketua apa anda yakin dengan jumlah 100 orang cukup untuk menghadapi rumah pelelangan anggrek putih?" ucap seseorang yang ada di hadapannya.
"Apa kau meremehkan tindakan ku Xuan?" ucap seseorang yang di panggil ketua.
"Tidak berani ketua!" akhirnya dia diam saja setelah pendapat dirinya langsung di tolak.
"Aku rasa cukup, hanya Kekaisaran kecil dan lemah seperti ini. Cukup hanya 100 orang-orang dari kelompok Sabit Kematian bisa rata dengan tanah, hanya serangan dalam satu malam saja! Apa lagi organisasi di dalamnya seperti rumah pelelangan anggrek putih, itu pasti sangat mudah seperti membalikkan telapak tangan." ucap dia akhirnya membagikan pemikirannya, kenapa dia hanya mengeluarkan pasukan 100 orang saja.
Ini juga alasan dia tidak berminat dengan Kekaisaran Ming, karena terkenal dengan kelemahan dan lebih miskin dari Kekaisaran lain yang ada di daratan lain.
"Aku percaya apa yang ketua yakin!" jawab seseorang di sampingnya yang di panggil dengan sebutan Xuan.
Orang yang di sebut ketua datang ke daratan matahari terbit karena dia di kejutkan dengan rumah pelelangan anggrek putih yang memiliki banyak sumber daya herbal, bahkan ada yang bisa meningkatkan pelatihan dengan cepat.
Sedangkan dirinya membutuhkan pendekar suci yang lebih banyak, agar dapat menguasai daratan Daren Timur dengan secepatnya.
Karena di kelompok Sabit Kematian hanya memiliki 10 pendekar suci, sedangkan untuk pendekar raja tahap puncak cukup banyak lebih dari 20 anggota, sehingga jika mendapatkan herbal dari rumah pelelangan anggrek putih. Maka sudah dipastikan, kelompok mereka yang paling kuat di daratan Daren Timur kedepannya.
"Bagus, kita akan tinggal di kapal ini 10 hari, jika 5 hari orang-orang yang pergi belum kembali. Maka kita harus menyusul mereka dengan cepat, sebaiknya untuk sekarang kau siapkan makanan yang cukup di kapal ini Xuan!" ucap orang yang di sebut ketua.
"Baik ketua izin pamit!" jawab Xuan dengan cepat.
Lalu dia bergegas keluar untuk membeli setok makanan untuk kapal mereka, karena setok yang di bawa sudah habis di dalam perjalanan ketika berangkat dari daratan Daren Timur.
...****************...
Kembali ke masa sekarang.
Xu Wuzao yang masuk ke dalam gedung rumah pelelangan anggrek putih, langsung menemui Hau Lin karena Xu Zao Yi tidak datang maka Xu Wuzao yakin bahwa dirinya akan sibuk saat pelelangan berjalan.
Sedangkan pelelangan akan di adakan satu hari lagi dan Hau Lin sedang sibuk bersama pegawai lainnya.
Xu Wuzao masuk ke dalam ruang manager rumah pelelangan anggrek putih, dia melihat seseorang yang tua namun masih sangat sehat dialah Hau Lin.
Setelah mengetuk pintu dan masuk, Hau Lin langsung berdiri dan memberikan hormat.
"Tuan pemilik, selamat datang! Apakah tuan sudah menemukan keberadaan tuan muda Li?" ucap Hau Lin ingin tahu.
Karena terakhir kali Xu Wuzao mencari keberadaan Li Yian di mana, dirinya juga yang menyarankan agar Xu Wuzao mencari Li Yian di halaman belakang karena dia pernah melihat Li Yian di sekitar sana.
"Tidak, lupakan saja! Sebaiknya kita fokuskan untuk mengerjakan pekerjaan kita untuk besok, karena tidak ada Li Yian dan Xu Zao Yi kita akan sibuk." ucap Xu Wuzao memperingati.
"Baik tuan pemilik, kami mengerti!" jawab Hau Lin lalu duduk kembali di kursinya.
Setelah Xu Wuzao duduk, dia memberikan lembaran laporan yang harus dia lihat. Namun baru mereka akan membahas itu dari luar ada ketukak pintu yang keras.
Tok..Tok..Tok..!
"Tuan Hau Lin, ada hal mendesak..!" ucap orang di luar.
Hau Lin dan Xu Wuzao saling pandang, mereka tidak mengerti maksud ada hal mendesak itu apa.
Akhirnya, Hau Lin membuka pintunya! Di luar ada dua orang penjaga keamanan rumah pelelangan mukanya cukup panik.
"Katakan ada apa?" ucap Hau Lin.
"Tuan, kami mendapatkan informasi! Bahwa di luar kota Wuhan ada penyerangan yang sangat berutal!" ucap seseorang yang tadi baru datang.
Xu Wuzao mengerutkan keningnya, pantas saja saat dia meditasi untuk melacak Li Yian seperti ada tekanan energi yang tidak teratur. Setelah mendengar ini dia langsung paham.
\=
\=
...