Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
244 = ROH AIR DI TUNDUKKAN


\=Chapter 244. ROH AIR DI TUNDUKKAN\=


\=


\=


Aura yang berbentuk tangan yang muncul dari tubuh Li Yian, langsung memegang inti dari roh air. Setelah inti dari roh air di pegang oleh aura yang berbentuk tangan, air yang membentuk naga tidak bergerak bebas lagi! Pergerakan itu seperti di kekang oleh sesuatu yang sangat kuat.


"Ha-ha-ha, apa kau sudah tidak bisa bergerak hanya karena serangan seperti ini?" ucap roh api, sambil tertawa gembira.


Dia sangat senang melihat roh air begitu tertekan seperti itu, padahal sebelum-sebelumnya setiap mereka bertarung, pasti selalu berimbang karena mereka adalah musuh alami dalam urutan elemen alam langit.


Bahkan mereka adalah unsur roh elemen yang sama-sama kuatnya, sehingga melihat salah satu dari mereka mudah di tekanan seperti itu, membuat roh api merasakan kesenangan yang amat sangat.


"Aku tidak akan kalah semudah ini, meskipun kau di bantu oleh bocah ingusan seperti dia!" ucap roh air.


Wooooosss..!


Roh air, mencoba memberontak sekuat tenaga! Dia belum pernah merasakan tekanan yang sangat kuat seperti ini, meskipun dia berusaha sekuat tenaga, namun kakuatan dirinya seperti tersegel oleh cengkraman yang begitu kuat.


"Mana kesombongan yang kau biasanya tunjukkan roh air?" ejek roh api, kini dia merasa di atas angin.


Karena mendapatkan dukungan kuat dari Energi Qi milik Li Yian, kekuatan elemen dirinya langsung meningkat drastis.


Roh api langsung menyemburkan api yang sangat besar kembali.


Wuuusss..!


"Aaakkkhh..!" suara dari roh air seperti tertekan hebat oleh tekanan dari semburan api yang besar dari roh api.


Dengan cepat, tubuh naga dari roh air tertelan habis oleh api yang di semburkan oleh roh api, sedikit demi sedikit tubuh naga air langsung menguap dengan cepat menjadi kabur tipis.


Setelah tubuh naga itu menguap habis, inti roh air sebening kristal dengan warna semu keemasan melayang di dalam genggaman tangan dari energi yang keluar dari tubuh Li Yian.


Li Yian membuka matanya, dia langsung menarik perlahan inti dari roh air itu ke dalam tubuhnya! Dengan perlahan inti roh air masuk ke dalam tubuh Li Yian dan berpusat di dalam dantian Li Yian saat ini.


Lalu dantian Li Yian membentuk dua bagian, sebagian berwarna merah kehitaman dan sebagainya berwarna bening keemasan dengan membantuk seperti lingkaran yang selaras.


Seketika zirah dari energi berwarna merah di tubuh Li Yian langsung hilang dan energi api yang membentuk seekor naga juga menghilang dari sana, Li Yian kembali bermeditasi untuk menyelaraskan energi yang baru di dapatkan itu.


Setelah roh air di tundukan oleh Li Yian, roh api juga ikut menghilang dari dimensi yang tercipta itu.


Wooooosss..!


Saat bermeditasi kembali, sosok Li Yian juga ikut tertelan dan jiwa dirinya ikut menghilang dari dimensi sementara itu.


*


*


*


Di daratan rendah, alam langit.


Air telaga yang tadinya bergejolak dan mulai naik permukaannya bahkan hendak menelan tubuh Li Yian kini mulai tenang kembali.


Aura yang berwarna keemasan dari kandungan air telaga itu langsung terserap habis masuk ke dalam tubuh Li Yian saat ini, sehingga air telaga yang tadinya berwarna keemasan kini langsung berwarna jernih seperti air pada umumnya. Karena Energi Qi dalam air telaga langsung terserap habis oleh Li Yian.


Suhu yang tadinya turun drastis lebih dingin langsung kembali normal, lalu tubuh Li Yian mengeluarkan ledakan energi dari dalam tubuh Li Yian langsung menerobos keluar.


Baaaammm...!


Gelombang kejut langsung menyebar luas! Hingga air dalam telaga itu membentuk ombak yang cukup tinggi menghantam dinding di sebrang sana.


Sehingga menciptakan getaran cukup kuat di daratan rendah, dengan adanya gelombang energi yang kuat, lalu di susul dengan getaran cukup besar dan perubahan suhu yang kembali normal.


Lalu ketebalan Energi Qi di daratan rendah di sana kembali normal, membuat Yon Sheol menyelesaikan meditasinya untuk menyembuhkan diri.


Dia membuka matanya, menghirup udara dalam-dalam! Mencoba merasakan ada apa lagi yang terjadi di daratan rendah itu.


"Li Yian, apa lagi yang terjadi dengan mu?" ucap Yon Sheol.


Yon Sheol kembali terkaget, karena merasa tingkat kultivasi Li Yian langsung melonjak bertambah tinggi.


Bahkan lonjakan itu membuat dia tidak bisa memikirkan, apa yang telah Li Yian perbuat karena saking tidak normalnya.


"Ba-bagaimana bisa?" ucap Yon Sheol saking tidak percayanya.


Merasakan itu saja dia sampai bergetar cukup hebat tubuhnya! Sedangkan Li Yian di bawah sana belum membuka matanya dan belum mengubah posisinya.


*


*


*


Di Alam Daulu.


Satu hari telah berlalu, semenjak Xu Wuzao mendengarkan cerita dari murid pertamanya! Kini dia langsung memberikan arahan kepada murid pertamanya, walikota Lin Ma! Untuk menghentikan aktivitas perampokan terhadap para pedagang, pendekar pengelana dan saudagar yang berlalu lalang untuk menjalankan bisnis mereka melintasi daerah selatan kota Kekaisaran Ming.


Karena kota yang di tempati oleh Lin Ma, adalah kota kecil yang strategis untuk jalur perdagangan dari wilayah pusat Kekaisaran Ming dan juga wilayah bagian timur maupun barat untuk menuju wilayah selatan yang di kuasai oleh sekte Wuhan dan keluarga bangsawan tersembunyi Wei dulunya.


Xu Wuzao menghentikan pergerakan itu agar pejabat korup dari Kekaisaran Ming, maupun kepala sekte Wuhan menunjukkan dirinya di kota kecil itu.


Karena mereka tidak mendapatkan upeti dari kota yang Lin Ma pimpin, di tambah waktunya sangat tepat dua hari kedepan waktunya pembayaran upeti tersebut.


Xu Wuzao yakni, dengan tidak di bayarnya uang upeti yang besar itu! Maka orang-orang itu akan segera keluar dari persembunyiannya, di Kekaisaran Ming.


Setelah rencana itu beres semua, kini Xu Wuzao sudah melanjutkan kembali perjalanan dirinya untuk menuju ke bekas kediaman keluarga Wei, karena jarak antara kediaman keluarga Wei dan kota itu sudah cukup dekat, Xu Wuzao sudah berada di sana.


*


Di tempat lain, tepatnya di sekte Wuhan.


Kepala sekte Wuhan, Yan Yin! Dia telah mempersiapkan banyak pasukan! Terutama pasukan elit dari sekte Wuhan.


Bahkan kepala sekte Yan, mempersiapkan dua tetua untuk memimpin penyerbuan terhadap orang-orang dari sekte anggrek putih.


Di halaman samping sekte Wuhan, ratusan pasukan elit dan murid elit yang di pimpin oleh dua tetua berkumpul di sana.


"Dengar kalian semua!" bentak Yan Yin dengan sangat kuat, karena suaranya di sertakan tenaga dalam yang tinggi.


Mendengar bentakan yang begitu menggelar dari kepala sekte Yan, orang-orang di sana langsung memerhatikan dengan sungguh-sungguh.


Yan Yin, berdiri di tempat yang lebih tinggi agar orang-orang di sana dapat melihat semuanya! Dia berdiri dengan begitu gagah seperti orang yang paling hebat saja.


"Berangkatlah kalian ke kediaman milik keluarga Wei yang sekarang sudah di kuasai sekte anggrek putih! Mereka telah mencoreng sekte Wuhan, sekte yang besar ini! Tunjukkan kehebatan kita, rebut kembali kebanggaan kita dengan cara menghancurkan mereka hingga ke akarnya!" lanjut kepala sekte Yan berucap.


"Haaaaahhh...!" jawab pasukan yang berkumpul di sana.


Suara sorakan itu begitu menggema, hampir terdengar ke seluruh sekte Wuhan yang sangat besar! Bahkan orang-orang dan murid baru yang tidak tahu apa-apa akhirnya membicarakan tentang penyerangan itu.


Suara menggelegar itu, berhasil membuat semangat para pasukan sekte Wuhan meluap-luap untuk berperang dengan sekte anggrek putih.


"Baiklah, berangkat kalian semua! Bawa kemenangan untuk kita!" lanjut kepala sekte Yan berucap.


Setelah ucapan itu selesai, para pasukan itu langsung berangkat dengan api berkobar di dada mereka masing-masing.


Mereka sangat optimis untuk memenangkan pertarungan itu, karena mereka memandang lawan yang di serang adalah sekte kecil, yang memiliki pasukan tidak seberapa! Bahkan yang membuat mereka sangat percaya diri, pasukan itu sudah di bagi lagi menjadi bagian kecil karena jauh dari sekte mereka.


Melihat kepergian dari pasukan utama sekte Wuhan, Yan Yin tersenyum menyeringai.


"Sekte anggrek putih, kau berani mengusik sekte sebesar sekte Wuhan! Berarti kalian membangunkan naga yang sedang tidur!" gumam Yan Yin.


Lalu dia langsung berbalik dan masuk kedalam bangunan utama dari sekte Wuhan.


\=


\=


...