Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
077 = LAN ZHUO DI PECUNDANGI


\=Chapter 077. LAN ZHUO DI PECUNDANGI\=


\=


\=


Setelah sambutan dari Kaisar Ming selesai dan pembawa acara kompetisi itu mengumumkan kompetisi generasi muda resmi di mulai, mereka memanggil peserta yang akan bertanding pertama kali.


Karena sudah di undi secara acar lawan mereka masing-masing, sehingga siapapun lawannya haru terima.


"Pertarungan pertama, peserta dari sekte anggrek putih! Lan Zhuo melawan Lue Xuan dari sekte pedang emas!." ucap pembawa acara dari tempatnya.


Setelah itu wasit pertandingan masuk ke arena pertarungan, dia berdiri dengan tenang di tengah-tengah arena.


"Aku kah yang di panggil tadi?" ucap Lan Zhuo sedikit bingung karena tidak fokus mendengar.


"Ya itu kau yang tadi di panggil, cepat bergegas!" Ding Qiao mengiyakan ucapan Lan Zhuo.


Lan Zhuo berjalan memasuki area dengan senyum di wajahnya, dia cukup bangga karena akan bertanding pertama kali.


Lue Xuan sama-sama langsung berdiri dari kursinya lalu berjalan memasuki arena pertarungan, dia memandang Lan Zhuo dengan tatapan merendahkan.


"Ini kah yang di kabarkan jenius muda paling berbakat di sekte pedang emas?" ucap salah satu penonton.


"Sangat sial bocah dari sekte kecil itu, baru pertarungan pembuka sudah melawan orang yang sangat berbakat!" keluh beberapa penonton.


Diskusi ringan di sana terjadi, bahkan diskusi di bangku para pendamping peserta juga cukup panas.


"Xu Wuzao, anak didik mu akan di permalukan langsung oleh Lue Xuan!" gumam Yan Jim.


Dia sangat paham dengan kemampuan dari generasi muda di sekte-sekte besar, sehingga dia sangat senang setelah anak didik Xu Wuzao di lawan oleh jenius dari sekte pedang emas karena anak didik Xu Wuzao pasti akan kalah dengan mudah.


Dua peserta kini berhadapan satu sama lain di arena pertarungan yang luas itu, di antara mereka berdua berdiri wasit pertandingan.


"Apa kalian berdua sudah siap?" ucap wasit pertandingan itu.


"Ya aku siap!" Lan Zhuo menjawab dengan mantap.


Wasit pertandingan kini beralih memandang Lue Xuan, dia seakan meminta jawaban dengan cepat.


"Aku sudah siap sejak awal!" jawab Lue Xuan lirih.


"Baiklah untuk pertarungan kali ini, boleh menggunakan semua kekuatan kalian masing-masing! Gunakan senjata yang kalian miliki, tapi ingat jangan sampai membunuh satu sama lain!"


Wasit pertandingan menjelaskan aturan pertarungan kali ini, karena sejak awal mereka berdua sudah cukup mengerti sehingga hanya menganggukkan kepalanya masing-masing.


"Pertarungan di mulai!" wasit pertandingan langsung mundur cukup jauh untuk menjaga jarak antara mereka.


Lan Zhuo dan Lue Xuan saling memandang, mereka memasang kuda-kuda siapa untuk menyerang! Lan Zhuo langsung mencabut pedang yang di bawa di pinggangnya.


Sedangkan Lue Xuan hanya mengandalkan tangan kosong belaka, kesombongan dirinya sangat tinggi karena banyak orang mengakui bahwa dirinya sangat jenius.


Apalagi hanya melawan murid dari sekte kecil, jika bukan karena pertandingan dari kompetisi ini saja, Lue Xuan enggan melawan sampah seperti Lan Zhuo itu.


"Lihat, Lue Xuan tidak menggunakan senjatanya! Jenius dari sekte besar memang mengerikan!" ucap salah satu dari penonton.


"Ya kau benar, jika Lan Zhuo kalah dia benar-benar di pecundangi oleh Lue Xuan!" jawab temanya.


"Aku ingin lihat, kekuatan dari yang katanya jenius! Sampai di mana kemampuan yang dia miliki!" ucap Li Yian dengan lirih.


Meskipun dirinya mau melihat kemampuan dari jenius sekte besar, namun melihat pertarungan itu seperti acuh tak acuh.


Di atas arena pertarungan, Lan Zhuo berjalan pelan mengitari tubuh Lue Xuan dia mengamati celah mana yang harus dirinya serang, karena meskipun kuda-kuda dari Lue Xuan sangat sederhana bagi para ahli beladiri! Menurut penglihatan dari Lan Zhuo sangat sulit di tembus! Kuda-kuda itu sangat sempurna baginya.


Setelah beberapa saat mengamati, Lan Zhuo langsung berlari cepat ke arah Lue Xuan! Dengan pedang terhunus di depan dadanya.


Lue Xuan menghindari serangan itu cukup mudah, dia hanya memundurkan badannya sambil sedikit mencondongkan tubuhnya ke belakang.


Setelah menghindari tebasan itu, Lue Xuan langsung menendang bagian pinggang kiri dari Lan Zhuo dengan cukup keras dan cepat dia mengalirkan tenaga dalam miliknya sebanyak tiga perempat.


Lan Zhuo tidak begitu siap di serang secara tiba-tiba, akhirnya dia hanya bisa menahan dengan tangan kirinya dengan sekuat tenaga.


Kraakk..!!


"Aaakkkh..!" jerit Lan Zhuo karena pergelangan tangan dan jari tengah dirinya patah.


Dia terpental mundur beberapa langkah, hingga pedang yang di tangan kanannya ikut terlepas dan jatuh di lantai arena.


Lue Xuan langsung mengarahkan pukulan dirinya ke arah paras Lan Zhuo dengan sangat ganas.


Setelah tinggal dua inci di depan muka hidungnya, pukulan Lue Xuan langsung berhenti! Meskipun berhenti dua inci di depan mukanya namun tekan angin yang di timbulkan membuat pelapis mata Lan Zhuo sedikit membengkak.


"Sial, dia sudah berada di tingkat pendekar menengah rendah!" keluh Lan Zhuo di dalam hatinya.


"Pemenangnya adalah Lue Xuan dari sekte pedang emas!" ucap wasit pertandingan.


Setelah itu wasit pertandingan langsung memisahkan mereka dan membantu Lan Zhuo berdiri.


Tabib langsung naik ke atas arena dan memeriksa keadaan Lan Zhuo, setelah di periksa sebentar, dia di bawa ke ruang pengobatan oleh tabib yang sudah di siapkan.


Para penonton sudah heboh di saat Lue Xuan menyerang dengan tendangan keras, sorak-sorai pendukung Lue Xuan begitu meriah di barisan penonton.


Setelah di nyatakan menang oleh pembawa acara, Lue Xuan langsung kembali ke tempat duduknya semula.


Para peserta lainnya banyak yang memandang Lue Xuan sangat mengerikan, mengalahkan peserta lain hanya dengan tangan kosong dan satu serangan mematikan.


Meskipun lawannya hanya dari sekte kecil, namun peserta itu juga tidak lemah! Sehingga membuat peserta lainnya sedikit tertekan.


Li Yian melihat itu hanya bisa melongo.


"Apa itu tadi pertarungan?" gumam Li Yian.


Dia merasa itu hanya sebuah lelucon yang di pertontonkan di atas panggung!.


"Lalu apa gunanya aku di sini? Jika tadi itu pertarungan." keluh Li Yian merasa di permalukan oleh Xu Wuzao.


Bagaimana bisa tidak di permalukan, dia adalah jenius dari alam langit! Pertarungan demi pertarungan sudah ia lewati ratusan tahun membunuh adalah hal mudah tanpa mengedit mata, lalu mengikuti pertarungan anak kecil yang hanya memiliki pengetahuan sebesar batu krikil namun begitu sombong! Sungguh memalukan.


Ini membuat Li Yian frustasi.


"Li Yian, Lue Xuan itu sangat hebat! Jika kau berhadapan dengan dirinya nanti berhati-hati lah!" Zhao Lu memperingati.


"Ehh..??" Li Yian tambah bingung.


Dia merasa melihat pertarungan lelucon, malah di peringatkan hati-hati oleh Zhao Lu!.


Akhirnya Li Yian hanya bisa tersenyum canggung pada Zhao Lu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah, Zhao Lu!" jawab Li Yian.


Meskipun pertarungan Lue Xuan dan Lan Zhuo sudah selesai sejak tadi tapi para penonton masih saja memuji Lue Xuan dan merendahkan Lan Zhuo.


\=


\=


...