Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
218 = LUN YUAN TERBUNUH


\=Chapter 218. LUN YUAN TERBUNUH\=


\=


\=


Li Yian, menunggu Lun Yuan terbangun dari pingsannya! Setelah memberikan sedikit kesadaran terhadap Lun Yuan dengan menyalurkan Energi Qi ke dalam kepala Lun Yuan.


Baaammm..!


Li Yian langsung menendang dengan keras, di bagian perut Lun Yuan! Padahal di sana darah akibat tusukan masih terus mengalir.


"Aaakkkhh..!" erangan Lun Yuan langsung terdengar di telinga Li Yian.


"Bangun kau jika tidak ingin mati!" ucap Li Yian sambil menendang kepala Lun Yuan dengan keras.


"Uhukk..!" Lun Yuan terbatuk.


Dia langsung mengalirkan Energi Qi terhadap yang sakit, seketika tubuh yang sakit langsung tidak terasa sakitnya untuk sementara.


Darah yang keluar dari perutnya langsung berhenti mengalir keluar, Li Yian sengaja mundur cukup jauh untuk menjaga jarak dengan Lun Yuan.


"Heemm, ternyata kau masih ingin hidup!" ucap Li Yian.


Dia tersenyum tipis melihat Lun Yuan menggunakan Energi Qi untuk menyembuhkan sementara luka yang parah agar tidak terasa sakit lagi.


"Li Yian, dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu!" ucap Lun Yuan masih berusaha ingin menjelaskan terhadap Li Yian.


Wooooosss..!


Slaazz..!


"Aaakkkhh..!" Lun Yuan langsung mundur dan menepuk-nepuk api hitam yang ada di bekas sayatan pedang Li Yian.


"Aku tidak ingin mendengar ucapan apapun dari penghianat!"


Melihat Lun Yuan berguling-guling kesakitan, Li Yian tidak memiliki simpati sama sekali! Tidak seperti dahulu, dia pasti akan percaya dengan Lun Yuan.


Tap.. tap..!


Slaazz..!


"Aaakkkhh..!" jerit Lun Yuan terdengar kembali, karena tangan kana yang tersisa satu-satunya dan berusaha di gunakan untuk memadamkan api dengan cara menepuk-nepuk.


Kini dia buat buntung kembali, karena Li Yian menggunakan teknik yang sama! Api hitam langsung melahap lengan kana yang putus itu dan membakar habis kutunggu tangan kana Lun Yuan, hingga terbakar habis menjadi debu.


"Aaahhhhh... Aaahhhkk..!" jeritan sakit dari Lun Yuan terdengar pilu.


Meskipun api di tubuh Lun Yuan tidak membesar secara tiba-tiba karena di bendung oleh Energi Qi milik Lun Yuan, namun panas api itu sangat menyiksanya.


Karena sudah tidak memiliki tangan, hanya kedua kaki dari Lun Yuan yang tersisa sehingga dia hanya bisa menggelepar-gelepar di lantai yang putih itu.


Li Yian menatapnya dengan tatapan getir, dia tidak menyangka pembalasan dendam ini akan berjalan begitu cepat, dirinya pikir akan membutuhkan ribuan tahun lamanya.


"Li Yian bunuh saja aku sekarang! Aaakkkhh..!" ucap Lun Yuan sangat pilu.


Karena dia sudah sangat tersiksa akibat serangan dari api hitam yang tidak enggan padam itu.


"Tidak semudah itu Lun Yuan, jika perlu saat kau akan mati! Aku saluran sedikit esensi kehidupan ku untuk kau, agar kau tahu rasanya sakit sebelum kematian!" ucap Li Yian.


Meskipun terdengar begitu kejam, namun kematian di altar eksekusi 100 kali lipat mengerikan, bahkan menguras mental dan sakit hati.


"Kurang ajar kau Li Yian, tunggu pembalasan ku di kehidupan selanjutnya!" bentak Lun Yuan dengan sangat marah.


Lun Yuan, tidak bisa membunuh dirinya karena kedua tangan dirinya sudah putus! Hanya bisa membenturkan kepalanya ke lantai putih yang ada di dimensi kesetaraan.


Baaammm..!


Baaammm..!


Suara kepala di benturan dengan sangat keras, namun Lun Yuan tidak kunjung mati! Karena Li Yian menyalurkan Energi Qi dan sedikit esensi kehidupan yang di milikinya agar Lun Yuan tetap bertahan hidup.


*


*


*


Slaazz..!


"Matilah dan renkarnasi lah, lalu balas kematian yang menyakitkan ini aku akan siap menunggu mu sampai kapanpun!" ucap Li Yian setelah melihat Lun Yuan mati.


Melihat Lun Yuan terbunuh olehnya akhirnya Li Yian hanya menunduk kepala, api hitam yang tadi kecil sekarang langsung membesar dan melahap habis tubuh dan kepala Lun Yuan.


Li Yian memasukkan kembali pedang hitam miliknya ke dalam cincin samudra, lalu dia membalikkan badan agar tidak melihat tubuh Lun Yuan yang terbakar habis.


Tapi dia melihat lengan kiri Lun Yuan, yang tergeletak cukup jauh dari dirinya saat ini! Li Yian menghampiri lengan itu dengan cepat.


Saat sampai di lengan kiri milik Lun Yuan dan Li Yian siap ingin membakarnya dia melihat ada cincin penyimpanan yang melingkar di jadi manis lengan itu.


"Cincin penyimpanan, kenapa aku tidak berpikir ini akan bermanfaat untuk pak tua!" keluh Li Yian sambil menepuk dahinya sendiri.


Li Yian dengan cepat mengambil cincin penyimpanan dan melihat di dalam isinya ada apa saja! Setelah melihatnya Li Yian langsung terkaget-kaget.


"Sial, Lun Yuan kau ternyata sangat kaya di alam langit!" keluh Li Yian.


Li Yian langsung memasukkan cincin penyimpanan itu ke dalam cincin samudra miliknya, lalu dia membakar lengan kiri Lun Yuan dengan elemen api miliknya.


Setelah dendam terhadap Lun Yuan telah terbayarkan, Li Yian sedikit bimbang jika dia melanjutkan perjalanan ke alam langit sekarang dan dia langsung membalaskan dendam terhadap Kaisar Langit dia hanya akan mati kembali, bahkan ini bisa di bilang misi bunuh diri bukan misi balas dendam.


"Bagaimana caranya aku kembali ke alam Daulu?" ucap Li Yian sambil berpikir.


"Sial, jalan satu-satunya hanya menggunakan batu pemanggil untuk kembali ke alam langit!" kalah Li Yian.


Dia berharap batu pemanggil ini tidak tiba di istana Kekaisaran Langit, jika tiba di sana maka akan sangat mengerikan akibatnya.


Li Yian langsung mengambil batu pemanggil itu dari kantong yang dia ambil dari Lun Yuan, setelah batu di genggaman di tangannya dia langsung duduk bersila, lalu berkonsentrasi menyalurkan Energi Qi pada batu pemanggil.


Setelah penyaluran Energi Qi ke dalam batu pemanggil sempurna, dari dalam batu pemanggil itu langsung terbentuk portal dimensi yang kecil tapi serapan auranya sangat kuat.


Wuungg..!


Tubuh Li Yian langsung terserap oleh portal dimensi yang terbentuk mengitari dirinya, portal dimensi itu terhisap langsung oleh alam langit yang memanggil batu itu kembali ke asalnya.


Karena jalan satu-satunya menuju ke alam langit hanya dengan batu pemanggil, kecuali bila gerbang alam bawah terbuka maka bisa lewat gerbang alam bawah, namun gerbang itu terbuka ratusan ribu tahun dari hitungan alam bawah, sehingga akses ke alam langit tertutup total.


*


*


*


Li Yian langsung muncul di halaman belakang kediaman cukup besar, dari kediaman itu terlihat gerbang yang sangat besar.


Li Yian membuka matanya, dia melihat ke sekeliling dan melihat kediaman cukup bear lalu di kejauhan dia melihat gerbang yang begitu besar.


"Ternyata aku tidak tiba di istana Kekaisaran Langit! Beruntungnya aku." ucap Li Yian.


Kedatangannya Li Yian ke alam langit tidak ada yang mengetahuinya, karena orang yang menjaga di sana sedang menyembuhkan dirinya.


Li Yian bangun dan melangkah mendekati Kediaman yang cukup besar itu.


"Sebenarnya aku dimana ini, aku belum pernah ke sini sebelumnya!" ucap Li Yian.


Alam Langit sangat luas, meskipun Li Yian pernah tinggal di alam langit namun dia dulu tinggal di istana Kekaisaran Langit! Dan menjadi prajurit dewa di sana, sehingga hanya menjalankan misi.


Wajar saja dirinya tidak pergi ke daerah pinggiran seperti ini sebelumnya.


\=


\=


...