Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
343 = KEMARAHAN LUE XUAN


\=Chapter 343. KEMARAHAN LUE XUAN\=


\=


\=


Dua kapal kecil bergerak dengan perlahan menuju ke tengah laut saat matahari mulai tenggelam. Membawa puluhan bangkai manusia yang sudah kaku, luka mereka terlihat sama semua yang semuanya ada pada leher mereka.


Saat ini pelabuhan sudah sangat sepi, dikarenakan hari ini adalah akhir pekan. Sehingga tidak banyak kapal yang berlayar maupun berlabuh membawa para saudagar, apalagi hari sudah hampir malam jadi wajar saja sekarang sangat sepi.


Sehingga membuat 10 orang itu lebih tenang menjalankan tugasnya mereka memusnahkan sisa dari kelompok Sabit Kematian, karena keputusan mereka sendiri.


Kini dua kapal kecil yang berjalan perlahan menuju tengah laut, yang di operasikan oleh enam orang sudah menghilang di telan kegelapan dan juga gelombang yang naik turun tidak teratur.


Sedangkan empat orang sisanya yang masih di dalam kapal layar besar, sedangkan membersihkan sisa kekacauan yang di timbulkan oleh mereka semua.


*


Masih di wilayah utara.


Di sebuah kaki gunung, ada sebuah sekte besar, sekte itu adalah sekte pedang emas! Sekte yang beberapa puluh tahun lamanya telah jaya dengan membawa nama dan kehormatan yang bersinar terang.


Kini sekte itu sedikit terpuruk karena beberapa bulan lalu, nama sekte mereka yang awalnya bersinar jadi meredup dan sedikit di tinggalkan oleh masyarakat Kekaisaran Ming.


Akibat dari itu, cukup banyak masyarakat yang ingin generasi muda yang di milikinya tidak menginginkan masuk mendaftar ke dalam sekte pedang emas.


Karena menurut mereka, sekte pedang emas sudah tidak memiliki sinar lagi, dengan kejadian ini pendapat dari sekte pedang emas langsung anjlok parah.


Di kediaman besar tepatnya di halaman samping, ada anak muda sedang marah-marah tidak karuan.


Dia sedang mengamuk di halaman samping tempat dia sering berlatih bela diri sebelumnya, dengan pedang yang sangat tajam di tangannya di memotong beberapa balok kayu yang sudah mengering dan sangat keras hanya di tebas seperti menebas tahu.


"Dasar tidak berguna, aku sudah memimpikan untuk naik tingkat lagi, namun gagal total! Ini gara-gara pemuda itu, sial." bentak pemuda itu entah terhadap siapa.


Traaak..!


Tebasan ke 5 pedang di tangan pemuda itu tidak mempu memotong kayu balok yang keras, sehingga menimbulkan suara seperti dua logam yang beradu.


Dia adalah Lue Xuan, jenius generasi muda dari sekte pedang emas! Kemarahan Lue Xuan di sebabkan karena dia di usir dari ruang pelelangan kala itu.


Sebenarnya dia ingin memarahi ayahnya yang tidak menepati janji, namun dia tidak berani! Akhirnya kemarahan itu di lampiaskan oleh Lue Xuan ke benda-benda mati yang biasa di gunakan untuk latihan.


Sedangkan Patriak Lue sedang duduk di kursi yang ada di gazebo halaman samping, dia sedang memandang anaknya yang sedang marah-marah.


Patriak Lue tidak bisa berbuat banyak, itu juga karena dirinya yang kurang banyak memiliki dana saat itu, sehingga dia tidak bisa menyenangkan anaknya.


Sedangkan kesempatan itu hanya datang sekali, jika saja kesempatan itu datang kembali maka dia akan menebus kesalahannya yang telah berlalu.


Dari arah dalam kediaman besar, seorang pemuda yang terlihat seumuran dengan Lue Xuan mendatangi Patriak Lue lalu memberikan hormat.


"Salam Patriak Lue, apa yang sedang terjadi dengan saudara Lue Xuan?" ucap Hao Lung, dia adalah jenius kedua yang di miliki sekte pedang emas.


Sebenarnya kekuatan dia tidak hampir beda dengan Lue Xuan, namun karena Lue Xuan adalah anak dari Patriak sekte pedang emas, jadi namanya sedikit melambung tinggi.


"Ya..!" ucap Patriak Lue dengan mengangkat tangannya.


Lalu dia lanjut berkata, "Entahlah, sepertinya kare gagal mendapatkan herbal langka, yang dapat meningkatkan pelatihan dengan dua ranah!" ucap Patriak Lue.


"Maaf Patriak Lue, apakah aku boleh berbicara dengan saudara Lue Xuan?" ucap Hao Lung.


"Silahkan saja..!" jawab Patriak Lue dengan sedikit senyuman.


"Terimakasih..!" jawab Hao Lung lalu dengan cepat berlalu dari hadapan Patriak Lue, untuk menuju ke tempat Lue Xuan.


Wooss..


Setelah dekat, dia langsung bergegas dengan cepat dan mencabut senjatanya yang berada di pinggang kanan saat melompat di udara.


Triinng..!


"Sial, apa maksud kau Hao Lung? Pergi lah jangan menggangguku!" bentak Lue Xuan tidak terima, untung saja dia sigap menangkis serangan mendadak.


"Apa kau merasakannya, kau sekarang semakin lemah! Dulu sebelum bertemu dengan bocah yang bernama Li Yian, kau tidak selemah ini." ucap Hao Lung.


Dia ingin membuat mata dan pikiran dari Lue Xuan terbuka, karena dia berlatih keras hanya untuk mengalahkan Li Yian dan hanya mempertajam serangan saja tanpa mempertebal tenaga dalam.


Deegg..!


Lue Xuan terkejut, dia langsung tersadar dan bertanya kare ingin tahu.


"Apa maksudnya?" tanya Lue Xuan.


"Kau semenjak bertemu dan di kalahkan oleh bocah yang bernama Li Yian, fokus kau hanya mempertajam serangan! Karena kau di selimuti dendam, berbeda dengan ku! Aku berlatih dengan bertahap sehingga semuanya seimbang lalu hasilnya seperti sekarang, dengan seperti ini kau terlihat sangat lemah!" ucap Hao Lung.


Sriiing..!


Baaammm..!


Hao Lung langsung mendorong pedang Lue Xuan hingga terlepas dan terdorong ke belakang, dengan cepat Hao Lung langsung menendang Lue Xuan cukup kuat hingga Lue Xuan terpental jauh.


Setelah itu dia memandang ke depan di mana Hao Lung berada dengan berdiri tegap, sambil menodongkan pedang ke arahnya.


Melih ini akhirnya, Lue Xuan sedikit sadar bahwa dia menurunkan latihan yang selama ini dia kerjakan.


"Terimakasih saudara Hao Lung atas kepedulian mu!" ucap Lue Xuan dengan sedikit lemah.


"Ha-ha-ha, kau harus berlatih dari awal lagi! Mari aku bantu berlatih, agar kau bisa mengungguli aku seperti dulu!" ucap Hao Lung lalu membantu Lue Xuan berdiri.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berlatih bersama, karena semenjak dahulu mereka sering berlatih bersama hingga dapat di juluki genius muda dari sekte pedang emas.


Melihat keduanya langsung akur, Patriak Lue akhirnya tersenyum cerah. Meskipun dia pemimpin sekte namun untuk memberikan pencerahan yang masuk ke dalam benak anaknya dia sedikit lebih kesulitan.


*


Di kota Kekaisaran Ming.


Tepatnya istana Kekaisaran Ming, dua petinggi Kekaisaran Ming sudah sampai di istana namun tidak bersama Xu Wuzao.


Ini membuat Kaisar Ming langsung mengerutkan keningnya, karena tidak mungkin rakyat biasa bila di undang oleh pihak Kekaisaran, bahkan oleh Kaisar Ming sendiri namun mengabaikan.


"Di mana Xu Wuzao yang seharusnya bersama kalian?" ucap Kaisar Ming terhadap dua pejabat tinggi yang baru datang.


"Maafkan kami Yang mulai Kaisar, keberadaan Xu Wuzao setelah pelelangan selesai sangat sulit di temui! Sehingga kami memutuskan pulang tanpanya, kami pikir Xu Wuzao akan menyusul ke sini! Karena tidak mungkin mengabaikan perintah dari Yang mulia Kaisar!" jawab salah satu dari mereka.


Memang ucapannya cukup masuk akal, namun dia hanya membuat alasan saja dia juga tidak berusaha mencari Xu Wuzao melainkan langsung pulang.


Karena di pertemuan pertama mereka, ada kesan yang tidak enak antara mereka dengan Xu Wuzao, sehingga mereka langsung tidak suka.


Jadi mereka berdua ingin menjerumuskan Xu Wuzao untuk menjadi terget Kaisar Ming saja.


Karena hanya Kaisar Ming yang bisa membuat perhitungan dengan Xu Wuzao, itulah pikir mereka.


"Kurang ajar, dia begitu angkuh setelah memiliki sedikit kekuatan dan kekuasaan!" ucap Kaisar Ming dengan cukup murka.


Mendengar ucapan Kaisar Ming seperti itu, kedua pejabat tinggi langsung tersenyum menyeringai, karena rencana dirinya untuk membuat seolah-olah Xu Wuzao yang menyinggung Kaisar Ming, ternyata berhasil.


"Apakah Yang mulia Kaisar Ming baru menyadari itu sekarang? Sedangkan sejak dulu dia sudah begitu angkuh!" ucap salah satu dari mereka.


Dengan keadaan yang panas dan berkobar, malahan pejabat tinggi itu menyirami dengan minyak sehingga amarah Kaisar Ming langsung meledak tinggi.


"Mentri Penasehat, kirimkan surat peringatan terhadap Xu Wuzao! Jika tidak di hiraukan lagi kirim pasukan besar ke wilayah selatan, tunjukkan kepada mereka siapa itu Kekaisaran Ming!" ucap Kaisar Ming dengan tegas.


"Baik Yang mulia Kaisar! Akan aku lakukan tugas ini dengan cepat." jawab Mentri Penasehat Kekaisaran.


Lalu dia memberikan hormat dan berlalu dari kursi yang selalu dia duduki jika ada pertemuan besar seperti sekarang.


\=


\=


...