
\=Chapter 279. KOTA RAMPOK DALAM MASALAH\=
\=
\=
Dua hari telah berlalu.
Setelah kepergian pejabat Kekaisaran Ming wilayah luar, Ming Su! Dari kediaman dirinya yang berada di kotak Kekaisaran Ming.
Kini mereka sudah memasuki wilayah selatan Kekaisaran Ming setelah perjalanan dua hari kurang! Dua kereta kuda yang di tumpangi mereka melaju di hutan kecil yang menghubungkan antar wilayah tengah dan wilayah selatan.
"Apa masih lama untuk kita sampai di kota Wuhan?" ucap Ming Su.
"Tuan jika kota Wuhan masih sangat jauh, mungkin perjalanan satu hari penuh dengan kereta kuda, baru sampai di sana! Kita sekarang akan menuju ke kota kecil, kota pemberhentian sementara para pedagang dan saudagar!" ucap Luo Mu.
"Ahh, iya aku ingat dengan kota itu! Dulu kita juga sempat menekan dia untuk membayar upeti beberapa kali lipat lebih tinggi kan? Apa dia kali ini tidak membayar upeti?" ucap Ming Su kepada tangan kanannya.
"Tidak tuan, makanya sekalian kita tanyakan apa masalahnya kenapa tidak membayar upeti itu!" jawab Luo Mu.
"Kau sangat bagus bisa memiliki ide seperti itu Luo Mu!" Ming Su langsung memuji anak buahnya yang paling di percaya, karena dia memiliki ide yang sangat bagus.
Sebenarnya sering kali ide gila dan mengerikan untuk menindas masyarakat datang dari Luo Mu, sedang Ming Su hanya sebagai alat untuk mencapai keinginan dari Luo Mu! Dia lah otak sesungguhnya di balik semua kejahatan dan keserakahan Ming Su.
Karena hanya Luo Mu yang sedari dulu memperhatikan Ming Su yang di kucilkan oleh keluarga Ming, karena begitu bodoh dan tidak memiliki bakat apapun! Sehingga dapat dengan mudah Luo Mu memperalat Ming Su.
*
Akhirnya dua kereta kuda yang di tumpangi oleh Ming Su, Luo Mu dan yang lainya sampai di wilayah selatan Kekaisaran Ming! Kini mereka langsung masuk dan sudah melewati gerbang kota peristirahatan. Yang sering di kenal baru-baru ini adalah kota rampok.
Dua kereta kuda terus meluncur dengan stabil di jalan utama kota rampok! Setelah sampai di kediaman walikota kota itu, semuanya langsung turun untuk mengawal pejabat wilayah luar.
"Cukup bagus juga kediaman walikota kota ini, dari pada sebelumnya sangat bobrok!" ucap Ming Su sambil memegang tongkat sebagai aksesoris dirinya.
"Tuan Su, ini topi kebesaran anda silahkan kenakan!" ucap Luo Mu.
Dia menyerahkan topi berwarna emas, dengan di atasnya di hiasi dengan kristal yang bening dan cerah dengan benang berwarna merah yang mengikatnya menjulur ke bawah cukup panjang.
"Terimakasih, Luo Mu!" ucap Ming Su.
Luo Mu tersenyum kecil, sebenarnya dia enggan untuk melayani orang bodoh! Namun karena kebodohannya itu Luo Mu memanfaatkan dia agar bisa meraih kekuasaan seperti sekarang.
Mereka berenam langsung berjalan ke halaman depan kediaman walikota kota rampok, karena kedatangan mereka tidak di rencanakan sehingga tidak ada penyambutan di sana.
Baaammm..!
Luo Mu langsung menendang pintu depan kediaman, hingga jebol dan hancur berkeping-keping, lalu dia langsung berteriak.
"Lin Ma di mana kau?" bentak Luo Mu.
Bentakan itu menggelegar ke seantero kediaman, karena kediaman itu sangat sedikit penjaga dan kebanyakan mereka sibuk pengawasan di kota, akhirnya beberapa penjaga yang sedang ada di sekitar itu langsung menuju ke depan.
"Siapa kalian?" ucap salah satu penjaga itu ingin mengetahui.
Wooooosss..!
Baammm..
Salah satu penjaga yang tadi menayangkan langsung terkapar di lantai dan muntah darah lalu tidak sadarkan diri karena di hantam di bagian kepalanya.
"Apa kau buta, kita pejabat dari Kekaisaran Ming!" jawab Luo Mu dengan arogan setelah memukul salah satu dari mereka.
Sedangkan yang satunya langsung mundur, karena cukup ketakutan dengan kehebatan Luo Mu.
"Maaf tuan, kami tidak mengetahuinya! Sehingga kami kira penyusup!" jawab penjaga yang satunya.
"Cepat panggilkan Lin Ma untuk menghadap kami dengan segera!" ucap Luo Mu.
Sedangkan Ming Su hanya senyum-senyum saja, merasa bahwa dirinya hebat karena memiliki tangan kanan yang begitu cakap dan sangat bisa di andalkan.
*
*
*
Penjaga kediaman walikota kota rampok sangat tergesa-gesa menuju ke halaman belakang, karena kediaman itu cukup besar membuat dia cukup lama berlari.
Penjaga gerbang berpikir bahwa keadaan kota rampok dalam masalah, karena dari kedatangan tamu sekarang terlihat begitu arogan dan tidak terdeteksi oleh pengawasan kota rampok.
Sebenarnya bukan luput dari pengawasan, mereka tidak ada yang berani, karena mereka sudah di gertak duluan di beberapa gerbang masuk oleh Luo Mu.
Sehingga mereka lebih memilih diam, karena jika tidak nyawa mereka langsung melayangkan saat itu juga.
Lin Ma sedang duduk tenang di belakang kediaman walikota, karena sedang menunggu kabar baik dari matan gurunya yaitu pak tua Xu Wuzao.
Beberapa hari yang lalu dia sudah mengirim surat dengan utusan, bahwa gurunya harus datang hari ini! Namun yang di tunggu belum kunjung juga muncul.
"Sebenarnya pak tua Xu sudah sampai mana untuk menuju kemari? Kenapa beliau belum kunjung datang?" gumam Lin Ma.
"Walikota Ma! Walikota Ma! Gawat, orang-orang dari Kekaisaran Ming datang dengan mengacau di ruang depan!" ucap penjaga kediaman walikota kota rampok.
Setelah sampai di halaman belakang yang terdapat kolam ikan dan kebun bunga, dia menemukan Lin Ma yang sedang duduk termenung.
Setelah sampai dia langsung menjalankan situasi di depan kediaman walikota saat ini.
"Siapa dia?" ucap Lin Ma cukup terkejut.
Sebenarnya dirinya cukup tahu, pasti orang-orang dari Kekaisaran Ming yang di bawahi oleh Ming Su dan Luo Mu pasti datang, namun dia tidak menyangka bahwa mereka akan datang secepat ini.
"Baiklah, cepat kita keluar sekarang!" ucap Lin Ma dengan cepat.
Lalu dia langsung bangkit dari duduknya dan segera bergegas menuju ke ruangan depan kediaman walikota kota rampok.
Setelah dia sampai di sana, dia langsung melihat enam orang sudah ada di ruangan itu! Ruangan yang sekarang hancur pintunya dan ada satu penjaga kediaman yang terkapar entah sudah mati ataupun belum.
Lun Ma melihat salah satu dari mereka terlihat paling rapi dan paling mencolok karena memiliki badan yang buntal dan muka sedikit berminyak.
Sesekali dia mengelapkan kain ke mukanya untuk menghilangkan minyak yang terus keluar dari mukanya itu.
Sedangkan salah satu tampak cukup kuat, Lim Ma sangat mengenal orang itu adalah Luo Mu sedangkan empat lainnya Lin Ma tidak tahu siapa.
'Hemm, Luo Mu dan Ming Su! Mereka membawa cukup banyak orang, pantas saja sangat terlihat arogan!' ucap Lin Ma di benaknya.
Dia melirik mereka semua lalu langsung tersenyum, seakan tidak ada masalah sebelumnya.
"Ternyata yang datang adalah petinggi dari Kekaisaran Ming! Ada apakah tuan Luo Mu report-repot berkunjung ke mari?" ucap Lin Ma.
Dia cukup lihai dalam hal ini, karena sudah cukup lama menjadi rampok hingga tahu kapan dia haru bermain curang dan kapan dia harus bersandiwara.
Baaammm..!
"Tidak perlu basa-basi, cepat katakan apa maksudnya kenapa kau tidak mengirimkan utusan untuk membawa upeti ke Kekaisaran Ming?" bentak Luo Mu setelah menggebrak meja hingga meja itu terbelah menjadi dua.
Lin Ma hanya dia saja untuk sesaat, melihat Luo Mu yang begitu arogan! Rasa sabarnya habis hingga dia tersenyum sinis kepada mereka semua.
Melihat Lin Ma tidak takut, Luo Mu terutama Ming Su cukup marah! Namun Ming Su hanya menatap jengkel pada Lin Ma lalu melirik pada Luo Mu.
\=
\=
...