
\=Chapter 128. PELANGGAN ANEH\=
\=
\=
Li Yian dan Baba Yaga kini sudah berhenti di desa kecil, karena desa itu yang di temui saat menempuh jalur menuju kota Kekaisaran Tang.
Li Yian dan Baba Yaga sudah berada di kedai makan sederhana! Kedai itu kecil dan sepi, hanya ada Baba Yaga dan Li Yian pengunjung hari ini.
"Kedai makan kecil pun tak masalah asal setok makanan banyak!" ucap Baba Yaga sambil memandang sekeliling setelah duduk di kursi yang ada di sekitar meja makan yang tersedia.
Li Yian sudah mengambil pisang yang ada di meja itu lalu memakan satu, sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan! Jika menyerang secara terbuka. Li Yian belum begitu yakin bisa menang, meskipun ada Baba Yaga yang membantunya kelak.
Setelah Li Yian dan Baba Yaga datang, wanita sekitar umur 30 tahun datang dengan segera menghampiri mereka berdua.
"Tuan-tuan hendak memesan makanan apa?" ucap wanita itu.
Baba Yaga langsung semangat, dia langsung memajukan badannya lebih dekat dengan meja makan sambil sedikit mencondongkan tubuhnya.
"Nona cantik, aku pesan semua menu makanan di sini! Ingat porsi besar!" ucap Baba Yaga.
"Semua menu makanan di kedai makan ini? Porsi besar?" ucap wanita itu cukup kaget.
"Iya kau benar nona cantik! Tolong yah sajikan dengan cepat!" desak Baba Yaga, dengan di dukung suara perut keroncongan.
Wanita itu lalu menengok ke arah Li Yian, namun Li Yian langsung mengangkat tangannya dan berucap.
"Tidak perlu, layani dia saja nona!" setelah itu dia kembali memakan pisang yang ada di tangannya.
Mendengar ucapan Li Yian, wanita itu langsung bergegas kembali ke belakang untuk menyiapkan pesanan Baba Yaga.
Beberapa menit kemudian, pesanan Baba Yaga berdatangan satu demi satu. Saat makan baru datang saat itu pula di santap Baba Yaga hingga habis.
Li Yian masih terus merenung, dia cukup lama sedang memikirkan cara yang lebih pasti! Akhirnya dia memiliki sebuah ide.
"Aahh, Aku akan mengikuti pelelangan bulan sabit!" gumam Li Yian.
Saat Li Yian sudah sadar, di meja makan itu sudah menumpuk banyak piring kotor! Sedangkan pemilik kedai itu terus saja bolak-balik membawakan makanan terus menerus, karena Baba Yaga terus meminta tambah makanan selalu.
"Nona, hentikan! Jika terus seperti ini, kedai makan ini juga akan di makan oleh dia!" ucap Li Yian menghentikan wanita yang sekitar umur 30 tahun.
"Baik tuan!" ucap wanita itu sudah kelelahan.
Lalu dia segera duduk di kursi lain yang ada di ruangan itu, segera meminum air yang di sediakan di meja.
Sedangkan di dapur, pria yang berumur sekitar 35 tahun juga sudah kelelahan! Karena masak sedari tadi, karena istrinya tidak kunjung kembali lagi ke dapur dia langsung menuju ke depan untuk melihat keadaan.
Baba Yaga baru sadar setelah makanan di mejanya sudah tidak ada, dia langsung berucap lagi.
"Nona cantik tambah lagi!"
Plataakk..!
"Aduh..!"
"Cukup, kita tidak punya banyak waktu hanya untuk menunggu kau makan teman!" ucap Li Yian setelah menjitak kepala Baba Yaga terlebih dahulu.
Baba Yaga yang kesakitan, langsung mengeluh! Dia lalu bertanya. "Masalah apa lagi? Kita masih punya banyak waktu, ayolah saudara Li Yian! Cobalah makan makanan di sini sangat enak. He-he-he!"
Baba Yaga sangat santai, dia langsung tertawa cengengesan! Padahal pemilik kedai itu sudah hampir tumbang karena kelelahan.
"Nona, tuan! Berapa tagihan yang harus kita bayarkan?" tanya Li Yian kepada pasangan pemilik kedai makan itu.
"Sebentar tuan, kami hitung dulu!" jawabannya, karena tidak tahu sudah berapa ratus porsi yang di lahap habis Baba Yaga.
Setelah itu dia menyeret Baba Yaga dan tak lupa mengatakan terimakasih kepada keduanya, mereka langsung saja berlari dengan cepat! Meninggalkan kereta barang yang berisi sayuran di depan kedai makan itu.
Kedua pasangan pemilik kedai makan itu tidak sadar apa yang Li Yian dan Baba Yaga lakukan, karena Li Yian dan Baba Yaga bergerak begitu cepat di tambah keduanya kelelahan.
Setelah sadar, mereka langsung membuka isi dari kantong yang di berikan Li Yian barusan.
"Lihat, mereka membayar dengan begitu banyak koin emas! Kita untung besar hari ini!" ucap laki-laki pemilik kedai.
"Mereka juga meninggalkan kuda dan kereta barang miliknya! Apa itu tidak mereka butuhkan?" tanya wanita pemilik kedai.
Akhirnya mereka berdua heboh sendiri, karena menemukan pelanggan aneh hari ini.
*
*
*
Li Yian dan Baba Yaga kini berlari di kebun pedesaan menuju hutan kecil yang sudah terlihat oleh mata, mereka berlari dengan cukup cepat.
"Saudara Li Yian, kenapa kita tidak naik kereta kuda saja! Aku habis makan lari seperti ini membuat perut ku sakit!" keluh Baba Yaga.
"Makanya jangan kau besarkan nafsu makan kau itu, sehingga hanya lari seperti ini perut kau yang buncit sudah hendak pecah!" jawab Li Yian.
"Kita akan menuju ke kota Kekaisaran Tang, terlalu mencolok dan lama jika menggunakan kereta kuda, kita harus cepat! Sebelum orang-orang keluar Bao menyadari pergerakan kita teman!" lanjut Li Yian menjelaskan.
Li Yian tidak tahu, bahwa keluarga Bao sedang di landa masalah karena sedang berselisih dengan kelompok Sabit Tunggal, organisasi pembunuhan dari negeri seberang yang sangat terkenal.
"Baiklah, aku cukup mengikuti pengaturan kau saja saudara Li Yian! Aku siap membatu apapun itu." jawab Baba Yaga sambil terus berlari.
"Ha-ha-ha..! Itu baru namanya teman." jawab Li Yian.
*
Karena lari mereka berdua yang sangat kencang, kini keduanya sudah sampai di kota Kekaisaran Tang hanya dalam dua hari perjalanan.
Sebenarnya Li Yian bisa lebih cepat sampai ke kota Kekaisaran Tang jika saja tidak banyak waktu yang di buang oleh Baba Yaga untuk makan.
Mereka berdua sedang berjalan di pinggiran kota Kekaisaran Tang bagi utara karena di sanalah tujuan mereka pergi ke kota Kekaisaran Tang.
"Kenapa kita haru berpakaian seperti ini saudara Li Yian?" ucap Baba Yaga.
Dia tidak begitu nyaman dengan pakaian yang di kenakan saat ini, yang baru saja di beli dari toko pakaian! Mereka menggunakan pakaian seperti bangsawan.
"Diam lah, kau akan tahu setelah sampai di tempat yang akan kita tuju kali ini!" ucap Li Yian.
Dia sedikit tertekan dengan sikap Baba Yaga yang terlalu menghambat dirinya untuk bergerak cepat.
"Memangnya kita mau menuju ke mana?" Baba Yaga masih cukup penasaran.
"Kita akan menuju ke tempat di mana, banyak wanita cantik kau akan puas. Maka dari itu ikuti saja aku, ingat wanita di tempat itu suka laki-laki berpenampilan seperti yang kau kenakan itu!" Li Yian akhirnya mencoba mengelabui Baba Yaga dengan wanita.
Karena kelemahan Baba Yaga, wanita dan makanan!.
Mendengar itu Baba Yaga langsung semangat, dia kini berjalan dengan tenang meskipun tadi dirinya bilang tidak nyaman dengan pakaian yang di kenakan saat ini.
"Baiklah saudara Li Yian, cepat kita bergegas ke tempat yang kau akan tuju!"
\=
\=
...