
\=Chapter 261. BENIH BALAS DENDAM MUNCUL\=
\=
\=
Kini Xu Wuzao dan Li Yian keluar dari ruang bawah tanah kediaman belakang sekte anggrek putih, mereka berdua kini sedang berada di dekat pondok yang ada di luar sekte anggrek putih, yang dulunya Li Yian bangun sendiri.
Mereka berdua sudah siap untuk melakukan adu tanding, karena Li Yian ingin sedikit melatih Xu Wuzao dengan kekuatan sekarang.
Bahkan sambil menguji kekuatan dari kultivator di alam Daulu untuk sekarang.
"Apa anda sudah siap pak tua, tahan serangan ku kali ini dengan semua kekuatan yang anda punya!" ucap Li Yian.
"Nak, apa kau yakin dengan berlatih menggunakan cara seperti ini?" ucap Xu Wuzao dengan sedikit gugup.
"Ya, aku yakin pak tua! Anda pasti bisa menahan serangan ku!" jawab Li Yian.
"Baiklah, aku akan siap!" jawab Xu Wuzao dengan sangat yakin juga.
Karena dia juga ingin membuktikan aliran yang terasa begitu kuat di tubuhnya saat ini, bisa bertahan sampai seberapa jauh.
Li Yian langsung menyalurkan Energi Qi di tangan kanannya sangat sedikit! Menurut Li Yian pak tua masih bisa menahan serangan yang akan dirinya lancarkan.
Wooooosss..!
Li Yian bergerak dengan kecepatan kilat, dia langsung menghilang dari tempatnya berdirinya seketika.
Xu Wuzao langsung terkaget, dengan gerakan Li Yian kali ini! Karena dia baru menyadari bahwa Li Yian sudah hilang dari tempatnya semula.
"Di samping kiri anda pak tua!" ucap Li Yian.
Xu Wuzao langsung menangkis ke arah kiri, sesuai dengan petunjuk Li Yian! Padahal dia sudah merasakan aura Li Yian dari arah sana, sebelum Li Yian ingatkan.
Boooommmm..!
"Uhukk..!"
Xu Wuzao menahan dengan semua kekuatan yang dirinya miliki, namun tetap saja Xu Wuzao langsung terpental sangat jauh, bahkan menghantam salah satu pohon yang ada di hutan kecil luar sekte anggrek putih.
Hingga Xu Wuzao jatuh berlutut dan terbatuk-batuk, lalu di sudut bibirnya langsung meneteskan darah segar.
Taap..!
Li Yian langsung bergerak kembali, dirinya menghampiri Xu Wuzao yang sudah terluka.
"Pak tua, apa anda tidak apa-apa?" ucap Li Yian setelah menghampiri Xu Wuzao lalu langsung berhenti di samping Xu Wuzao yang sedang berlutut.
"Tidak apa-apa!" jawab Xu Wuzao, dia bangun dari posisi berlututnya dengan cepat.
"Segera telan ini pak tua!" Li Yian menyerahkan pil penyembuhan kepada Xu Wuzao.
Xu Wuzao menerima itu tanpa ragu, langsung menelan pil penyembuh dengan cepat, lalu mulai duduk bersila untuk memperbaiki jalan darah miliknya yang berantakan.
Setelah selesai Xu Wuzao langsung membuang nafas lega.
"Huufff..!"
'Ternyata ini kekuatan nak Li Yian yang sesungguhnya? Pantas saja dia sejak kecil tidak membutuhkan pelajaran di sekte!' ucap Xu Wuzao di benaknya.
Setelah sekian banyak kejadian yang di luar nalar dirinya, akhirnya dengan adu tanding kali ini Xu Wuzao menyadari bawah Li Yian jauh lebih kuat daripada dirinya.
Padahal dirinya sudah berada di puncak kekuatan yang bisa di capai oleh orang di alam Daulu, namun masih di kalahkan dengan mudah oleh Li Yian.
Bahkan tanpa menggunakan senjata apapun, lebih parahnya hanya dengan satu pukulan kecil saja.
*
Shu Siie dan Rhuo Ning sering bolak balik ke kamar milik Li Yian, mereka berdua mengawasi kamar itu sudah beberapa hari ini. Semenjak mereka mendapatkan informasi bahwa Li Yian telah kembali pulang ke sekte anggrek putih.
Namun sudah beberapa kali mereka berdua berkunjung ke sana, sampai sekarang belum bertemu dengan Li Yian sama sekali.
"Rhuo Ning, apa kau yakin kak Li Yian sudah pulang ke sekte anggrek putih ini?" ucap Shu Siie dengan sangat penasaran.
"Kalau rumor itu benar, aku yakin kak Li Yian pasti tinggal di kamar ini! Karena kak Li Yian tidak memiliki tempat tinggal lain selain kamar ini jika kembali ke sekte!" ucap Rhuo Ning dengan polosnya.
Dia sebenarnya memikirkan kemana perginya Li Yian kali ini, karena setiap Li Yian pulang ke sekte anggrek putih dia pasti menemui dirinya.
Namun sekarang jangankan menemui dirinya, menampakkan batang hidungnya di muka umum saja Rhuo Ning tidak mengetahui sama sekali.
"Lalu di mana kak Li Yian sekarang?" ucap Shu Siie masih cukup penasaran.
Sedangkan Shu Siie, setelah bertemu pertama kali dengan Li Yian merasakan nyaman berbicara dengan Li Yian. Sehingga ingin mengenal Li Yian lebih dalam.
Namun belum pernah menemukan momentum yang pas, untuk membicarakan tentang itu semua.
"Entahlah, sebaiknya kita cari kak Li Yian lain kali lagi!" usul Rhuo Ning.
Dua gadis muda itu seperti pencuri pandang seseorang, berduaan sambil berbisik ria bersembunyi di balik dinding kamar yang tidak jauh dari kamar milik Li Yian.
Sedangkan di kejauhan, banyak para anak murid muda sekte anggrek putih yang sedang melihat tingkah menggemaskan dua wanita paling anggun dan cantik di sekte anggrek putih untuk sekarang.
Namun mereka berdua tidak menyadari itu, sehingga tetap saja asik mengobrol berduaan di balik dinding membicarakan Li Yian.
*
*
*
Di tempat lain.
Di wilayah selatan, sekte Wuhan. Xu Zao Yi sudah datang ke sana dengan puluhan pasukan elit sekte anggrek putih! Mereka di sana di sambut baik oleh tetua keempat dan beberapa tetua lainnya.
Sedangkan di sudut lain tempat itu ada sepasang mata yang mengawasi, dia adalah Yan Xiong, murid kebanggaan dari Yan Jim! Melihat sekte Wuhan tunduk terhadap sekte anggrek putih dia tidak terima sama sekali, sedang dirinya sanggat membenci Li Yian.
Bahkan ingin menghancurkan sekte itu. Karena adanya Li Yian di sana, meskipun yang mengalahkan kepala sekte Yan Yin adalah Li Yian, dirinya melihat sendiri namun tetap tidak terima.
"Sekte anggrek putih, akan ku hancurkan dari orang-orang ini!" gumam Yan Xiong yang sedang bersembunyi di sudut ruangan lainnya.
Dirinya langsung ingin menyusun rencana yang menurutnya dapat menghancurkan sekte anggrek putih.
"Kapan tetua pertama kembali, semoga saja setelah tetua pertama kembali akan ada perubahan yang besar!" lanjut Yan Xiong bergumam.
Dirinya berharap bahwa tetua pertama masih mendukung penuh sekte Wuhan berdiri sendiri tanpa di kekang oleh kekuatan lain seperti sekarang.
Dia akhirnya langsung menyelinap pergi dari sana dengan cepat!.
Benih balas dendam muncul atas pemikiran Yan Xiong, dikarenakan dirinya yang masih tidak terima saat kekalahan dahulu saat berada di kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming.
Kejadian ini sama persis seperti saat Yan Jim gurunya di kalahkan oleh Xu Wuzao, di kejadian pertandingan yang sama hingga berbuntut panjang.
Yan Xiong berharap, bahwa setelah kedatangan tetua pertama dari perjalanan kali ini, tetua pertama bersedia akan memihak dirinya! Sambil menunggu kedatangan tetua pertama, Yan Xiong ingin memprovokasi beberapa murid elit maupun murid dalam untuk memberontak terhadap kekangan sekte anggrek putih dan mengikuti rencana dirinya.
\=
\=
...