
\=Chapter 348. PENGAKUAN LI YIAN \=
\=
\=
Li Yian sampai ke hadapan Xu Wuzao dan Baba Yaga kembali, dengan membawa 18 orang yang tidak lain adalah pasukan bayangan Li Yian dari kelompok air.
Li Yian kembali duduk di kursi yang sedari awal sudah di duduki saat bersantai bersama Xu Wuzao dan Baba Yaga sebelumnya.
"Baiklah pak tua, mereka akan mengikuti anda ke kota Kekaisaran Ming!" ucap Li Yian kepada Xu Wuzao.
Xu Wuzao tidak menjawab ucapan Li Yian, melainkan dia melirik ke arah 18 orang dari pasukan bayangan.
"Sebaiknya, kau ikut juga nak Li Yian! Itu akan lebih baik menurut ku!" jawab Xu Wuzao setelah melirik ke arah Li Yian.
"Aku ikut? Baiklah itu terserah anda pak tua, aku cukup mengikuti saja." jawab Li Yian.
Dia langsung memutuskan karena dia melihat ada sedikit kekhawatiran di wajah Xu Wuzao, sehingga dia langsung menyetujui tanpa berpikir lebih jauh.
"Apakah aku boleh ikut? Aku sudah lama merindukan kota Kekaisaran Ming!" ucap Baba Yaga.
Setelah itu dia langsung terbayang masa-masa yang lalu saat dia merasakan kenikmatan di kelilingi oleh wanita cantik, sayangnya saat itu belum merasakan menjebol sesuatu malah sudah di tarik pergi oleh Li Yian dengan cepat.
Sehingga untuk kunjungan kali ini dia tidak boleh gagal seperti saat dulu.
"Hei teman, kenapa wajahmu begitu terlihat tidak bagus. Apa kau ingin merencanakan sesuatu?" ucap Li Yian yang sedikit curiga.
Baba Yaga langsung merubah sikapnya kembali, sikap yang tadi cabul kini kembali normal! Tidak lupa dia langsung menyeka air liur yang akan jatuh karena membayangkan sesuatu.
"Apa yang kau katakan saudara Li, tentunya aku akan membantu jika ada terjadi sesuatu dengan kepala sekte Xu!" jawab Baba Yaga langsung mengelak.
"Baiklah, terserah kau saja tapi keputusan akhir ada di tangan pak tua." ucap Li Yian.
Membuat Baba Yaga langsung menengok ke arah Xu Wuzao dengan muka melasnya, agar dia di izinkan ikut ke kota Kekaisaran Ming.
"Baiklah, kau boleh ikut!" jawab Xu Wuzao singkat.
Xu Wuzao tidak akan melarang terhadap Baba Yaga, lagian adanya Baba Yaga juga tidak terlalu menggangu apalagi dia telah mengenal Baba Yaga lebih lama daripada pasukan bayangan yang ada di belakang Li Yian saat ini.
Akhirnya mereka semua langsung berjalan keluar, karena akan pergi ke kota Kekaisaran Ming sekarang juga.
*
Di kota Kekaisaran Ming.
Seperti biasa sebelum menjelang malam kota Kekaisaran Ming sangat ramai, apalagi jika sudah malam tiba maka semakin ramai! Xu Wuzao, Li Yian, Baba Yaga dan pasukan bayangan tiba di kota itu.
Mereka menggunakan teleportasi milik Li Yian, namun Li Yian tidak langsung ke dalam kota Kekaisaran Ming melainkan muncul di hutan dekat perbatasan kota Kekaisaran Ming.
Itu di lakukan agar tidak terlalu menimbulkan kecurigaan terhadap masyarakat umum lainnya, sehingga untuk mencapai pintu gerbang kota Kekaisaran Ming mereka cukup berlari.
Semua orang masuk ke dalam kota dengan lancar tanpa hambatan, karena hari sudah hampir menjelang malah mereka menyewa penginapan kecil, bahkan penginapan itu di sewa oleh Li Yian dan yang lainya, bahkan penginapan itu langsung penuh tanpa bisa menerima tamu lain untuk menginap di sana, dikarenakan hanya memiliki sedikit kamar saja.
Penginapan itu terletak cukup jauh dari pusat kota, mereka sengaja menyewa di sana karena tidak ingin mendengar hiruk pikuk kota Kekaisaran Ming.
Setelah malam tiba, Baba Yaga melenggang keluar dari penginapan dengan santai. Saat baru akan mencapai pintu utama penginapan Baba Yaga berpapasan dengan Li Yian.
"Saudara Li Yian, aku akan keluar cukup lama! Jika kau ingin mengerjakan urusan lakukanlah tidak perlu menghiraukan ku!" ucap Baba Yaga dengan cepat.
Tanpa menunggu jawaban Li Yian, Baba Yaga sudah berlalu dari sana.
Karena Baba Yaga sudah berlalu, sehingga Li Yian tidak mengatakan apa-apa lagi! Dia juga tidak terlalu memikirkan Baba Yaga seperti apa, karena Li Yian tahu Baba Yaga begitu kuat sekarang.
Li Yian keluar dari kamar penginapan ingin menuju ke tempat makan yang ada di penginapan, karena dia ingin bersantai sejenak dengan minum arak yang tersedia di sana.
Saat sampai di tempat makan Li Yian bertemu dengan Xu Wuzao yang sudah duduk santai dengan di temani arak yang semerbak wanginya.
"Ya, aku ingin bersantai sambil menikmati suasana malam di kota Kekaisaran Ming!" jawab Xu Wuzao singkat.
"Baiklah, akan aku temani!" ucap Li Yian.
Setelah itu dia duduk di samping Xu Wuzao, dengan menghadap ke arah luar karena pemandangan malam cukup mengesankan saat berada di sana.
*
*
*
Li Yian dan Xu Wuzao sudah minum banyak, hingga minuman di kendi porselin di hadapan mereka tinggal sedikit lagi.
"Nak Li Yian, apakah aku boleh tahu sesuatu?" ucap Xu Wuzao.
"Ya katakan saja pak tua." jawab Li Yian.
"Aku sebenarnya sudah lama sangat penasaran, sebenarnya kau ini siapa? Katakanlah dengan jujur." tanya Xu Wuzao sangat penasaran dengan Li Yian.
Padahal niatnya sudah tidak ingin menanyakan siapa Li Yian sebenarnya, namun rasa penasaran itu sudah begitu menggelitik di relung pikirannya.
Di tambah dia sekarang sedikit terpengaruh oleh arak yang sedikit menenangkan, sehingga rasa penasaran muncul begitu saja.
"Huufff..! Baiklah akan aku katakan..!" Li Yian menjeda ucapannya karena menurutnya ini sangat berat.
Karena Li Yian tidak ingin nantinya Xu Wuzao memandang dia dengan pandangan berbeda tidak seperti sekarang, yang masih menganggapnya anak kecil.
"Sebenarnya, aku berasal dari Alam Langit! Aku adalah salah satu prajurit dewa di istana Kekaisaran Langit......!" Li Yian terus bercerita tentang siapa dia sebenarnya.
Pengakuan Li Yian kali ini sedikit membuat Xu Wuzao terkejut, namun dia terus mendengarkan cerita dari Li Yian.
Li Yian menceritakan semuanya, dari mana asalnya sampai mengapa dia bisa berada di alam Daulu, bahkan Xu Wuzao bertanya tentang Baba Yaga lalu Li Yian juga menjelaskan siapa itu Baba Yaga dan dari mana asalnya.
Meskipun masih banyak misteri namun Li Yian menjelaskan apa yang dia tahu sebelumnya, mulia dari dia di hukum kutukan langit hingga dia bereinkarnasi di tubuh manusia yang baru lahir.
Di ceritakan seperti itu, Xu Wuzao membayangkan saat dia menolong perempuan yang sedang hamil besar lalu melahirkan seorang anak laki-laki, setelah melahirkan dia meninggal begitu saja hanya menitipkan nama.
"Huuff, pantas saja kau sedari kecil tidak begitu tertarik dengan pendidikan di sekte! Malah lebih memilih belajar dengan mandiri." ucap Xu Wuzao memecahkan keheningan setelah Li Yian selesai bercerita.
"Ya, karena aku sudah menguasai itu semua! Untuk apa di pelajar lagi?" ucap Li Yian lalu tertawa dengan lirih.
"Aku juga sering mengawasi kau sejak dahulu, dan itu mengesankan bagi ku." Xu Wuzao ingin mengakui bahwa dia sering mengawasi Li Yian sejak kecil sejak dia sering menyendiri.
"Aku tahu itu, karena aku bisa merasakan aura anda saat itu pak tua! Namun aku tidak ingin memperlihatkan kepada anda karena takut anda akan terkejut." jawab Li Yian dengan senyum cerah.
"Karena sekarang anda sudah tahu tentang aku, nantinya jika aku menghilang dari alam Daulu anda harus bisa memaklumi itu!" lanjut Li Yian namun dengan nada lirih.
Seakan dia tidak ingin mengatakan itu kepada Xu Wuzao, entah apa alasannya Li Yian tidak begitu tahu.
"Ya, aku mengerti nak! Setelah tahu tentang ini aku tidak terlalu khawatir apa yang akan menerpa kau kedepannya." ucap Xu Wuzao sambil tersenyum getir.
Dia seakan mengucapkan selamat tinggal terhadap anak yang di rawat sejak kecil, setelah tahu kebenaran itu akhirnya Xu Wuzao bisa menerima ini.
Akhirnya dia langsung paham bahwa kekuatan Li Yian yang tidak masuk akal manusia berasa dari mana sudah jelas, lalu mereka melanjutkan mengobrol ringan.
Tidak lupa mereka membicarakan bagaimana menyikapi Kaisar Ming jika bersikap terlalu berlebih-lebihan saat mereka bertemu nanti.
\=
\=
....