
\=Chapter 224. NAM LUTU\=
\=
\=
Li Yian dan dewa Yon Sheol setelah selesai menyantap hidangan, langsung keluar kembali ke halaman belakang karena di halaman belakang inilah suasana yang paling nyaman untuk bersantai maupun meditasi.
Li Yian banyak bertanya seperti orang yang belum tahu banyak tentang alam langit, namun yang di tanyakan itu benar-benar yang Li Yian belum ketahui.
Seperti Li Yian bertanya tentang, gerbang alam bawah, lalu hutan yang di samping maupun belakang dirinya saat ini, bahkan urutan ketebalan dari Energi Qi di alam langit Li Yian tanyakan.
Namun dewa Yon Sheol menjawab dan menjelaskan sesuatu yang dia ketahui, karena dirinya juga tidak tahu semuanya tentang alam langit, hanya bagian-bagian yang dirinya jumpai dan pegang yang dia tahu.
Jika di presentasikan, maka pengetahuan dewa Yon Sheol adalah 55% dari alam langit, sedangkan Li Yian hanya 45% dari alam langit, namum untuk kekuatan bertarung Li Yian lebih unggul, karena Li Yian saat di kehidupan pertama dirinya hanya menjalankan tugas sebagai prajurit dewa dan membaca buku yang menurut dirinya penting saja.
Obrolan mereka semakin lama semakin melebar, hingga Li Yian bertanya.
"Maaf guru Yon, apa Kaisar Langit ada masa jabatannya?" ucap Li Yian ingin mengetahui.
"Tidak ada! Namun selagi ada yang lebih kuat dan mempunyai dukungan banyak dari dewa yang ada di alam langit, maka itu bisa di perebutkan!" ucap Yon Sheol mencoba menjelaskan.
Dirinya tahu ini dari ayahnya, saat ayahnya masih hidup dia sering mendapatkan cerita banyak dan salah satunya cerita saat pertarungan Kaisar Langit yang sekarang dengan Kaisar Langit yang terdahulu.
Lalu akhirnya Li Yian pun di ceritakan seperti yang biasa ayah dewa Yon Sheol menceritakan kepada dirinya, sehingga sekarang Li Yian paham.
Mendengar bahwa Kaisar Langit bisa di gantikan, Li Yian langsung tersenyum cerah! Berarti Kaisar Langit bukan penguasa yang absolute jadi bisa di singkirkan.
Mereka lanjut mengobrol kembali, Li Yian juga menceritakan tentang kekuatan tenaga dalam yang dirinya pelajari dari alam Daulu.
"Guru Yon, bagaimana jika kita melakukan latih tanding! Sepertinya ini sangat membantu untuk kekuatan kita di masa mendatang!" ucap Li Yian mencoba mengusulkan.
Karena dia sudah kehabisan bahan pembicaraan, sehingga Li Yian mengalihkan ke hal lain.
"Baiklah, aku menjadi lawan latih tanding kau Li Yian!" jawab Yon Sheol.
"Benarkah, kapan kita akan mulai latih tanding?" tanya Li Yian karena senang.
"Jika kau ingin melakukan sekarang tidak masalah! Aku akan menunjukkan tempat yang bagus untuk melakukan latih tanding."
Setelah berucap demikian, Yon Sheol langsung bangun dari duduknya karena berniat mengantar Li Yian ke tempat yang dirinya bicarakan barusan.
Li Yian tidak menyangka bahwa ucapan barusan dirinya, untuk mengalihkan topik pembicaraan malah di sambut dengan cepat dan akan di lakukan sekarang juga oleh dewa Yon Sheol.
"Ikuti aku, tempat itu tidak jauh dari kediaman ini!" ajak Yon Sheol kepada Li Yian.
Setelah itu dia langsung saja terbang, namun Li Yian tidak segera mengikuti, karena jika dirinya menggunakan Energi Qi untuk terbang maka dia akan segera ketahuan oleh Yon Sheol bahwa dia telah berbohong.
Bahkan bisa di ketahui oleh Kaisar Langit maupun para pengawas lainnya.
"Guru Yon!" ucap Li Yian mencoba memanggil.
Namun karena kecepatan terbang Yon Sheol cukup tinggi dalam terbang, sehingga dia tidak begitu tahu apa maksud dari Li Yian memanggil dirinya.
Saat sudah jauh, akhirnya dia kembali lagi ke halaman belakang Kediaman dirinya dia memandang heran terhadap Li Yian.
"Li Yian kenapa kau masih di situ, cepat ikuti aku!" ucap Yon Sheol masih terbang namun sudah cukup dekat dengan Li Yian.
"Apa, padahal itu hanya sebuah teknik dasar jika di alam langit?" tanya dewa Yon Sheol dengan sedikit bingung.
Lalu dia turun di samping Li Yian, dengan cepat segera memegang bahu Li Yian dan mengalirkan Energi Qi miliknya lalu mereka berdua terbang bersama.
*
*
*
Di istana Kekaisaran Langit.
Kaisar Langit sedang gusar karena dia belum mendapatkan kabar dari Lun Yuan, yang di tugaskan dirinya untuk membantai umat manusia yang ada di alam bawah.
Karena ini misi rahasia dirinya, sehingga dia hanya bisa mengandalkan Lun Yuan saja yang sudah tahu akan rencana itu.
Namun sudah beberapa hari lewat, Lun Yuan belum juga muncul kembali ke Kekaisaran Langit sehingga sangat menghawatirkan dirinya.
"Lun Yuan, apa kau tidak bisa di andalkan? Sial bagaimana aku begitu percaya kepadanya!" keluh Kaisar Langit.
Dia sedang duduk di ruangan yang sangat sepi, di sekeliling ruangan itu terlihat berbagai pemandangan dari alam langit agar dirinya bisa mengawasi dari kejauhan sebagian kecil daerah di alam langit, karena Kaisar Langit jarang sekali keluar dari Istana Kekaisaran Langit.
Kaisar langit terus memandangi satu persatu pemandangan yang memperlihatkan detai dari sosok tempat di alam langit itu.
Saat melihat di daerah pinggiran, dia dapat melihat dan merasakan aura dari dewa Yon Sheol! Namun tidak dapat merasakan aura dari orang yang bersamanya.
"Siapa dia? Aku tidak pernah melihat bahkan mendengar bahwa dewa Yon Sheol mempunyai seorang murid!" gumam Kaisar Langit.
"Dewa Yon Sheol, kau tidak akan bisa menyembunyikan sesuatu apa pun dari Nam Lutu, karena aku adalah Kaisar Langit!" ucap Kaisar Langit dengan cukup geram.
Bahkan dia menyebut namanya sendiri, bahwa dirinya Nam Lutu adalah Kaisar Langit yang tidak sesuatu hal sekecil apapun luput dari perhatian dirinya, jika itu masih dalam ruang lingkup istana Kekaisaran Langit dan alam langit.
Nam Lutu terus memperhatikan dewa Yon Sheol dan seseorang yang bersamanya! Kaisar Langit melihat Yon Sheol mendarat di pelataran yang luas.
"Apakah benar, dia adalah murid dari Yon Sheol? Aku akan menelisik lebih jauh, sebelum urusan ini semakin runyam!" keluh Kaisar Langit Nam Lutu.
Setelah itu dia langsung bangkit pergi dari ruangan itu untuk menemui orang yang dirinya akan utus memeriksa keadaan sebenarnya yang di sembunyikan oleh dewa Yon Sheol.
Kaisar Langit berjalan dengan tenang, dirinya menuju ke ruang kebesaran dirinya, baru saja masuk ke dalam ruangan kebesaran dirinya, sudah langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang sangat cantik bak bidadari.
Dengan cepat beberapa pelayan cantik itu langsung mengawal dan membatu Kaisar Langit berjalan, karena jubah yang di kenakan Kaisar Langit Nam Lutu sangat besar dan gemerlap akan kemewahan.
Hingga sampai di singgasana Kaisar Langit, para pelayan itu barulah mundur sedikit jauh namun tetap mendampingi, karena mereka di tugaskan untuk melayani kebutuhan Kaisar Langit saat ada di ruangan kebesaran.
"Panggilkan mentri penyelidikan alam langit! Ada keperluan mendesak yang ingin aku perintahkan." ucap Kaisar Langit Nam Lutu.
"Baik Yang mulia Kaisar Langit!" jawab ajudan di sana dengan cepat, lalu berbalik pergi untuk memanggil mentri penyelidikan segera.
Kaisar Langit masih banyak memikirkan sesuatu yang dirinya lihat, apa lagi Lun Yuan belum kembali membuat tempramen dirinya tidak stabil.
\=
\=
...