Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
173 = SALAH MENCARI MUSUH


\=Chapter 173. SALAH MENCARI MUSUH\=


\=


\=


Para rekan bandit gunung lainya yang tercengang kini sudah sadar, lalu mulai mendatangi meja yang di gunakan untuk Li Yian dan Baba Yaga makan.


Mereka hendak membantu temannya untuk berdiri, tentunya mereka berniat akan membantu temannya untuk melawan Li Yian dan Baba Yaga.


Li Yian kini melihat ke arah orang yang menampar seloki di tangannya, setelah terkena tumpah arak maupun pecahan seloki yang berbalik arah, Li Yian hanya bisa tersenyum saja! Karena itu Li Yian lakukan dengan sengaja, dengan menggunakan pelindung yang di buat dari Energi Qi.


Karena orang-orang di alam Daulu tidak tahu akan hal itu, mereka semua sangat heran dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi barusan.


"Siapa kalian, beraninya kalian melawan bandit gunung kecipir?" bentak salah satu dari mereka.


Saat dia yang membentak dan mulai hendak maju untuk melawan Li Yian, orang berkepala plontos langsung menghalangi dia dengan cepat.


"Jangan gegabah, mereka berdua sangat aneh!" dia langsung memberitahukan keanehan yang di alami dirinya pada temannya itu.


"Apa kau takut teman? Kita ini berlima dia hanya berdua sedangkan yang satunya hanya bisa makan saja!" ucap dia yang tadi hendak menyerang Li Yian kepada orang yang berkepala plontos.


*


*


Li Yian dan Baba Yaga seperti tidak peduli dengan mereka semua, terutama Baba Yaga dia masih saja terus makan seperti tidak ada gangguan sama sekali.


Li Yian dan Baba Yaga memang terlihat seperti manusia biasa dan masyarakat pada umumnya, karena mereka tidak membawa senjatanya masing-masing.


Mereka menyimpan senjata masing-masing di tempat penyimpanan sendiri-sendiri, karena pikir mereka sudah tidak perlu menunjukan identitas lagi sebagai pendekar.


Orang-orang yang ada di kedai makan itu sangat kaget dengan kejadian kali ini, di tambah mereka kaget dengan identitas dari lima orang yang sedang menghadapi Li Yian dan Baba Yaga.


Mendengar bahwa mereka bandit gunung kecipir, membuat nyali para pengunjung menjadi ciut dan ingin segera keluar dari kedai makan itu dengan cepat, namun tidak berani takut menyalahi kelompok bandit gunung kecipir.


"Anak-anak muda itu salah mencari musuh! Bisa-bisa tamat riwayat mereka di usia yang begitu muda." keluh salah seorang di sana.


"Benar, sungguh kasihan! Jika saja mereka mau berlutut dan meminta ampun, pasti mereka akan memberikan keringanan." jawab pengunjung lainnya.


Banyaknya pengunjung di sana terus saja saling berbisik satu sama lain, namun Li Yian mendengar itu semua! Setelah tahu bahwa bandi gunung kecipir itu di takuti dan sering membuat keonaran, Li Yian ingin sedikit memberikan pelajaran.


Li Yian kini berbalik arah memperhatikan kelima bandit gunung kecipir itu yang sedang saling berbicara, dia langsung berdiri dengan tenang dan mendekati kelima bandit gunung kecipir.


"Ahh, ternyata kalian adalah bandit gunung kecipir yah?" tanya Li Yian.


"Ha-ha-ha, benar! Ternyata kau akhirnya tahu siapa kami?" jawab salah satu dari mereka dengan bangga.


"Ya cepat berlutut dan meminta ampun, maka kami akan memberikan keringanan hukuman pada kau anak muda!" salah satu bandit gunung kecipir langsung maju satu langkah dan menunjuk ke arah Li Yian.


Dia berpikir bahwa Li Yian pasti sekarang sudah takut karena nama mereka sudah di takuti di beberapa kota di sekitar sini.


Dia adalah orang yang paling besar badannya, dan yang paling kuat di kelompok lima bandit gunung kecipir lainnya.


"Apa berlutut, bagaimana bisa berlutut dan meminta ampun? Sedangkan kami berdua datang ke sini untuk mencari kalian. Si bandit gunung kecipir." jawab Li Yian.


"Apa siapa kau sebenarnya? Kenapa mencari kami?" ucap orang yang memiliki kepala peleton.


Padahal dia sedang menahan sakit, namun karena rasa takutnya kepada Li Yian dan Baba Yaga, dia langsung waspada dan ingin tahu siapa Li Yian sebenarnya.


"Banyak bicara, ku musnahkan kalian berdua!" bentak orang yang paling kuat di kelompok mereka.


Dia langsung mencabut golok panjang dan menyerang Li Yian dengan tebasan dari atas ke bawah.


"Apa?" ucap orang yang berbadan besar dan yang paling kuat di antara kelompok bandit gunung.


Dia sangat kaget, karena tebasan yang sudah sering banyak memakan korban! Kini di hentikan oleh tangan kosong.


Bahkan suara benturan itu seperti sedang berbenturan dengan logam yang sangat keras! Padahal Li Yian hanya menahan dengan jepitan jari telunjuk dan ibu jari.


Traaak..!


Suara golok panjang yang di patahkan oleh Li Yian menggunakan tangan kosong.


Orang-orang dari bandit gunung kecipir langsung mundur dan sangat keget, karena tebasan dari orang terkuat di kelompoknya hanya di tahan oleh jepitan jari belaka.


Bahkan pedang panjang itu di patahkan dengan sangat mudah, membuat mereka langsung hilang nyali.


Li Yian menyalurkan Energi Qi pertahanan di tangannya, lalu setelah golok panjang itu di tangkap Li Yian langsung mematahkan ke arah samping.


"Kalian benar-benar ingin melawan kami ya?" ucap Li Yian, lalu melemparkan potongan dari ujung golok panjang itu ke lantai kedai makan hingga terbenam ke dalamnya.


Orang-orang pengunjung kedai makan itu yang tadinya sudah ketakutan dan memprediksi nasib Li Yian dan Baba Yaga, lalu melihat kehebatan Li Yian langsung bersemangat.


"Dia benar-benar sangat misterius!" ucap orang yang berkepala pelontos.


Dia langsung menjatuhkan dirinya ke lantai karena sudah sangat takut.


"Maaf, tuan besar! Kami meminta maaf, karena kami berbuat lancang." ucapnya setelah berlutut dan langsung membenturkan kepala ke lantai hingga berdarah.


Dia seperti sedang menyembah, karena saking takutnya terhadap Li Yian! Tapi kelompok bandit gunung kecipir lainya masih saja terbengong.


"Hore bandit gunung kecipir di taklukkan, kita tidak lagi hidup dalam tekanan! Kita bebas dari kekacauan yang di buat oleh mereka." sorak salah satu pengunjung kedai makan itu.


Setelah mendengar teriakkan itu, orang-orang yang di sana akhirnya tahu maksudnya kebebasan itu langsung ikut gembira juga.


Li Yian langsung menusuk dengan cepat beberapa bagian di tubuh kelima bandit gunung kecipir, mereka langsung lemes akibat tusukan Li Yian.


"Kalian semuanya, jika orang-orang ini sangat berbahaya bawalah kepada pihak yang berwajib di kota ini!" ucap Li Yian kepada para pengunjung kedai makan itu.


"Baik tuan, terimakasih atas bantuannya!" jawab salah satu dari mereka.


"Tunggu, apa dia tidak berbahaya nantinya?" tanya salah satu orang di sana, karena takut jika kelompok bandit gunung kecipir tanpa Li Yian akan melawan.


"Tenang saja, dia tidak akan bisa bergerak dalam satu hari penuh!" jawab Li Yian.


"Benarkah, sungguh jurus yang menakjubkan!" puji orang lain yang ada di sana.


Lalu mereka semua bergegas, membawa kelima bandit gunung kecipir ke pada pasukan Kekaisaran Tang yang ada di kota kecil itu.


Setelah mereka pergi Li Yian kembali ke tempat duduknya, namun Baba Yaga masih saja enak makan tidak memperdulikan keributan itu semua.


"Hai teman, apa kau tidak terganggu dengan keributan barusan?" tanya Li Yian yang cukup heran.


"Tidak, justru aku terganggu atas ucapan yang kau lontarkan barusan!" ucap Baba Yaga cukup susah payah karena masih mengunyah daging.


"Hadeh, terserah kau saja lah!" jawab Li Yian, lalu mengambil arak di cawan yang ada di meja itu lalu menenggaknya.


\=


\=


...