Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
123 = KOTA JIAN JIIE (2)


\=Chapter 123. KOTA JIAN JIIE (2)\=


\=


\=


Setelah melihat orang yang di tanya Li Yian pergi, akhirnya laki-laki paruh baya yang di samping Li Yian berucap. Karena cukup penasaran.


"Tuan bagaimana informasi ini begitu cepat sampai ke kota Jian Jiie?"


"Entahlah, mungkin rombongan pedagang yang saat itu aku tumpangi dari Kekaisaran Ming menuju ke Kekaisaran Tang, yang memberikan informasi itu!" jawab Li Yian.


"Mungkin saja benar apa yang tuan muda pikiran!"


Lalu laki-laki paruh baya itu fokus menjalankan kereta kudanya, karena sudah mulai jalan antrian di gerbang itu.


Informasi yang di dapat oleh pasukan pemerintah kota memang dari rombongan pedagang yang Li Yian tumpangi sebelumnya, mereka masuk ke dalam kota Jian Jiie pada siang hari sehingga saat Li Yian dan yang lainya sampai. Pasukan kota Jian Jiie baru bergerak.


Akhirnya mereka sibuk saat di periksa oleh penjaga gerbang kota Jian Jiie, setelah itu mereka selesai di periksa dan masuk ke kota dengan cepat.


"Kita akan kemana paman?" ucap Li Yian yang kini hanya mengikuti arahan dari laki-laki paruh baya.


"Kita akan menuju ke rumah teman ku selama menjadi budak, aku sering membeli sesuatu darinya yang sulit untuk di dapatkan di kota ini!" ucap laki-laki paruh baya itu.


Mereka terus menelusuri jalan kota Jian Jiie menggunakan kereta kuda, karena tempat yang di tuju masih jauh di pinggiran kota tepatnya.


Berita terbantainya kelompok rampok singa padang savana sudah menyebar di kota Jian Jiie, karena ini berita besar sehingga berita itu sangat cepat meluas.


Bahkan di sepanjang jalan Li Yian sering sekali mendengar orang-orang kota membicarakan tentang pembantaian itu.


*


*


*


Kereta kuda yang di tumpangi oleh Li Yian berhenti di pinggiran kota, meskipun pinggiran di sana masih cukup ramai.


Banyak pedagang kaki lima di sana, kereta kuda itu berhenti di sebuah tempat seperti gudang untuk bahan makanan.


"Tunggu di sini sebentar tuan!" ucap laki-laki paruh baya itu.


"Baiklah..!" jawab Li Yian.


Dengan cepat dia langsung bergegas lari masuk ke dalam tempat itu, setelah tidak lama menunggu akhirnya dua orang muncul dari dalam.


"Tuan muda, ini teman ku dia yang akan menyewakan rumah untuk tempat kita tinggal sejenak!" laki-laki paruh baya itu langsung menjelaskan.


"Paman, aku akan langsung melanjutkan perjalanan besok! Hanya malam ini saja kami ikut menginap." jawab Li Yian.


Dia tidak ingin lama-lama melakukan hal seperti ini, sehingga dia langsung mengungkapkan saja keinginan dirinya yang akan segera melanjutkan perjalanan.


"Teman jadi ini tuan muda yang kau bicarakan tadi?" tanya temannya.


"Iya, cepat antarkan kami ke rumah milik mu itu!"


"Iya, cepat naik ikuti arahan ku!"


Lalu mereka segera berangkat kembali, tidak butuh waktu lama mereka sampai di tempat yang di maksud.


Rumah yang di maksud cukup besar, Li Yian dan Baba Yaga hanya duduk di teras depan saja! Sedangkan yang lain sibuk untuk mempersiapkan kamar mereka masing-masing.


Li Yian duduk di temani oleh pemilik rumah itu, yang di temui beberapa waktu lalu.


Dia sudah mendengar sekilas tentang Li Yian dan Baba Yaga yang menyelamatkan temannya dari cengkeraman rampok singa padang savana! Sehingga dia cukup kagum.


"Aku masuk ke Kekaisaran Tang ingin mencari informasi tentang keluarga Bao, apa paman tahu banyak tentang mereka?" tanya Li Yian ingin tahu.


Mendengar Keluarga Bao, laki-laki itu langsung terdiam! Dia sedikit ketakutan, karena dia bukanlah pendekar, sehingga mendengar keluarga pendekar. Seperti keluarga Bao dia menjadi takut.


"Hanya tahu sedikit saja tuan muda!" jawabannya sedikit takut.


"Apa itu?"


"Keluarga Bao, adalah keluarga pendekar dan termasuk 5 keluarga bangsawan terkuat di Kekaisaran Tang, di kota Jian Jiie mereka mendirikan sebuah penginapan yang mewah! Mereka sangat kuat dalam hal apapun, itu saja yang aku tahu tuan muda!" jawab laki-laki itu.


Dia lalu mengambil nafas pelan, untuk membuat dirinya lebih tenang! Karena menurut dia membicarakan keluarga Bao sangatlah mengerikan, bukan jangkauan untuk pedagang seperti dirinya.


"Apa nama penginapan itu paman?" kini Baba Yaga yang penasaran.


Laki-laki itu sejenak ragu untuk memberikan informasi, akhirnya dia membuka mulutnya.


"Penginapan Taring Macan Putih!" jawabannya.


Li Yian dan Baba Yaga saling pandang satu sama lain, lalu keduanya tersenyum.


"Kita ke sana!" ucap Li Yian setelah saling pandang dan tersenyum.


"Hamm..! Ha-ha-ha-ha." jawab Baba Yaga lalu tertawa terbahak-bahak.


Laki-laki pemilik rumah yang sekarang sedang di jadikan tempat ngobrol hanya bisa terbengong, karena tidak tahu maksud dari dua anak muda di depannya itu.


"Paman, aku masuk dulu ada keperluan!" ucap Li Yian kepada laki-laki itu.


Dia dengan cepat masuk ke dalam rumah itu, meninggalkan Baba Yaga dan laki-laki yang masih terbengong di sana.


Cukup lama Li Yian di dalam, sampai Baba Yaga bosan sendiri di teras rumah itu, saat dia hendak ingin masuk Li Yian keluar bersama dengan semua orang yang ada di dalam rumah.


"Teman ayo kita pergi!" ucap Li Yian.


"Ehh, secepat ini?" jawab Baba Yaga keheranan, karena dia pikir dirinya akan menginap di rumah itu dan akan tidur lagi dalam pelukan salah satu wanita cantik seperti saat di kereta kuda.


"Ya, kita tidak bisa di sini lama-lama." Jawa Li Yian.


Saat Baba Yaga hendak pergi, akhirnya salah satu dari perempuan cantik yang di selamatkan Baba Yaga langsung memeluk Baba Yaga dengan erat, dia menangis dan mengucapkan terimakasih kepada Baba Yaga! Begitu juga ke empat lainnya menundukkan kepalanya lalu berterimakasih kepada Baba Yaga dan Li Yian pastinya.


Setelah cukup lama rasa haru itu Li Yian dan Baba Yaga langsung pergi, melihat kepergian dua orang itu kedua laki-laki paruh baya di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Pendekar muda yang baik!" ucap salah satu wanita yang cukup berumur.


"Ya, aku juga tidak menyangka! Mereka memberikan kita banyak uang untuk memulai kehidupan yang baru!" jawab laki-laki paruh baya yang di selamatkan Li Yian.


"Eehh, kalian telah di tolong masih di berikan uang untuk memulai hidup baru. Orang macam apa mereka itu?" ucap laki-laki pemilik rumah tidak begitu percaya.


"Entahlah!" jawab mereka, lalu kembali masuk untuk membereskan rumah yang masih sedikit berantakan.


Memang Li Yian saat masuk ke dalam rumah, dia memberikan koin emas yang cukup banyak kepada mereka. Hasil dari rampasan dirinya yang di dapat dari gudang harta milik perampok singa padang savana.


Menurutnya, itu ada hak mereka karena sudah di perbudak oleh mereka cukup lama.


\=


\=


..