Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
314 = SEGEL DARAH TERKUAT


\=Chapter 314. SEGEL DARAH TERKUAT\=


\=


\=


Di sekte Wuhan.


Kamar khusus yang sangat luas, terletak di salah satu bangunan cukup besar milik sekte Wuhan, Baba Yaga sedang sibuk menyerap inti kristal siluman! Dia sekarang sedang menyerap inti kristal siluman terakhir yang paling besar dan begitu kuat auranya, karena pemilik inti kristal siluman itu adalah siluman yang sudah hidup ratusan ribu tahun, hingga dia bisa menjadi raja di dalam kelompoknya.


Aura gelap masuk ke dalam setiap maridian dan jalur darah milik Baba Yaga, hingga Baba Yaga langsung mengerutkan keningnya dia tidak kuat menahan aura itu karena saking besarnya luapan aura yang keluar.


"Ternyata sangat berat menyerap inti kristal siluman begitu banyak!" keluh Baba Yaga, dia langsung memfokuskan kembali teknik penyerapan yang dia gunakan.


Saat proses penyerapan hampir selesai, dari dalam tubuh Baba Yaga keluar aura yang sangat mengerikan.


Baaammm..!


Ledakan besar di tubuh Baba Yaga terjadi hingga menghancurkan semua pakaian atas yang di kenakan Baba Yaga.


Karena ledakan itu berpusat di antara pusar dan dadanya! Hingga menuju ke bagian bahu maupun lengan Baba Yaga yang sedang di satukan.


Sisa aura dari inti kristal siluman langsung terserap dengan kecepatan tinggi, entah apa penyebabnya.


Uhukk..!


Baba Yaga batuk dan menyemburkan seteguk darah kental hingga meleleh di tubuhnya, dari semua aura yang di serap beberapa saat lalu oleh Baba Yaga merangsang aura lain dari tubuh Baba Yaga yang memaksa bangkit.


Di bagian perutnya keluar tulisan kuno yang melingkar hingga ke bagian punggung Baba Yaga! Setelah tulisan itu bergabung menjadi lingkaran utuh.


Tulisan kuno pecah berantakan, setelah itu jiwa Baba Yaga langsung di lahap oleh kekuatan besar yang baru saja keluar dari dalam tubuhnya.


Baba Yaga yang tidak kuat menahan kekuatan yang sangat mengerikan itu langsung terkapar dengan mata semua berwarna hitam, dia langsung tidak sadarkan diri di ruangan tertutup itu.


Tanpa sepengetahuan Baba Yaga, aura hitam dan sangat pekat menyebar keluar terus menerus dari tubuh Baba Yaga dan mulai melahap semua aura milik Baba Yaga yang sebenarnya.


...****************...


Di alam Tanasilam.


Nam Lutu yang telah membantai salah satu klan siluman yang ada di alam Tanasilam dia langsung mendongak ke atas.


Dia merasa kekuatan yang sudah lama hilang dari dirinya! Dia menuju ke alam Tanasilam karena ingin membangkitkan kekuatan itu kekuatan dari segel darah terkuat.


"Siapa yang bisa membangkitkan kekuatan ini? Tidak mungkin ini pasti salah, karena hanya aku yang bisa memiliki kekuatan ini! Orang lain tidak ada yang bisa mencapainya." ucap Nam Lutu mengeluh tidak percaya.


Dia sebenarnya terkejut setelah merasakan kekuatan itu, karena bukan hanya dia yang nantinya akan menjadi raja dari siluman, karena setiap siluman yang memiliki segel darah terkuat di takdirkan menjadi raja dari kegelapan.


Kenapa bisa menjadi raja dari kegelapan, karena unsur dari segel darah terkuat adalah kegelapan yang mutlak yang bisa melahap aura siluman apa saja, meskipun aura itu sebesar apapun pasti tidak akan bisa melawan aura kegelapan mutlak itu.


Nam Lutu langsung kembali membantai para siluman yang berusaha lari, karena mereka sangat ketakutan dengan Nam Lutu yang begitu ganas.


*


*


*


Kembali Ke sekte Wuhan, alam Daulu.


Baba Yaga yang sudah tidak sadarkan diri, kini membuka matanya dengan nyalang tatapan itu begitu kosong, seperti tidak mengenal siapapun.


Sudah lebih dari dua perempat aura dan kesadaran milik Baba Yaga di lahap okeh aura pekat itu, bahkan sekarang aura yang mengerikan sudah menyebar di udara dan langit sekte Wuhan begitu cepat.


Keributan di sekte Wuhan langsung meledak, karena orang-orang yang memiliki cincin roh beladiri langsung terkapar dan aura dari cincin itu langsung terhisap oleh aura yang di keluarkan Baba Yaga.


Di kamar yang tertutup, Baba Yaga bangkit berdiri dia memandang ke segala arah.


Buuuummmm..!


Entah kapan dia bergerak, tembok ruangan itu yang sangat tebal langsung runtuh! Baba Yaga yang sudah tidak ingat apa-apa lagi terbang ke atap kediaman yang ada di salah satu sekte Wuhan.


Wooooosss..!


Saat Baba Yaga hendak bergerak menyerang orang-orang yang sedang kalang kabut di sana, Li Yian langsung muncul di belakang Baba Yaga dan memegang pundak Baba Yaga.


"Teman apa yang terjadi dengan dirimu?" ucap Li Yian.


Baaammm..!


Li Yian terpental ke bawah dan menghantam bangunan yang ada di bawahnya dengan sangat kuat, hingga bangunan itu hancur berkeping-keping.


"Sial, serangan dia begitu kuat! Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Baba Yaga?" ucap Li Yian masih berbaring di reruntuhan bangunan yang di tabrak dirinya.


Cekungan yang di hasilkan oleh tabrakan Li Yian begitu besar, hingga hancurnya bangunan menimpa Li Yian dari atas.


Li Yian keluar dari reruntuhan itu dengan tanpa luka sedikitpun, hanya beberapa bagian bajunya saja yang terlihat robek kecil.


Baru saja dia terbang dan ingin melihat Baba Yaga ada di mana, Baba Yaga nongol di hadapan Li Yian dengan hantaman pukulan yang sangat cepat dan keras.


Wooooosss..!


Boooommmm..!


Li Yian dengan penglihatan yang jelih dan pergerakan dirinya yang seperti kilat, dia langsung menangkis serangan Baba Yaga! Tubuh keduanya tidak terhempas sama sekali, namun antar tangan Li Yian dan tangan Baba Yaga menempel satu sama lain.


Seperti magnet yang tidak bisa di lepaskan, hingga Li Yian langsung batuk kecil dan darah di sudut mulutnya keluar.


Gelombang kejut menyebar ke segala arah, hingga menghancurkan beberapa bangunan di sekitar sana.


Tanah kiri Li Yian langsung mengusap di bagian mulut itu.


"Darah, tidak buruk! Padahal aku sudah menggunakan setengah dari kekuatan ku!" ucap Li Yian.


Dia tidak tahu, padahal darah itu akibat aura hitam milik Baba Yaga menghisap energi siluman yang di miliki Li Yian.


Li Yian memilih energi siluman karena dia pernah menghisap inti kristal siluman kalajengking, di tambah kehidupan yang lalu dia adalah keturunan darah campuran antara manusia dan siluman.


Li Yian mau beraksi kembali, untuk memukul mundur Baba Yaga! Namun melihat banyak orang yang terkapar dan tidak berdaya di tambah banyak orang-orang yang melihat pertarungan mereka berdua, Li Yian berpikir di sini sangat berbahaya, jika di lanjutkan bertarung.


Mumpung Li Yian dan Baba Yaga masih berhadap-hadapan, dia langsung mengaktifkan teknik teleportasi.


Untuk memindahkan pertarungan mereka berdua, setelah aktif teknik teleportasi milik Li Yian, tubuh Baba Yaga dan Li Yian menghilang dari sekte Wuhan.


Wooooosss..!


Suasana di sana langsung sunyi, orang-orang hanya bisa terbengong pasrah karena tidak tahu apa yang terjadi.


Mereka melihat pertarungan itu hanya seperti sebuah ledakan dan semua meledak dengan sendirinya dan hancur seketika, seperti tidak ada orang yang bertarung.


Aura kuat di sana juga langsung hilang entah kemana setelah kepergian Baba Yaga dan Li Yian, orang-orang yang tadi terkapar karena seperti sedang di hisap dan tertekan sesuatu kekuatan yang kuat, kini kembali normal.


"Apa yang anda rasakan pembimbing? Kenapa anda langsung terkapar seperti tadi?" ucap salah satu anak murid bagian luar sekte Wuhan.


"Uhukk..!" seseorang yang cukup tua batuk.


Dia adalah guru pembimbing murid luar, dia memiliki cincin roh beladiri hijau! Karena cincin beladiri itu terlemah dia yang paling menderita.


"Entahlah, setelah aku rasakan seperti sedang di hisap jiwa ini!" ucap guru pembimbing itu dengan ketakutan.


"Benarkah, itu sangat mengerikan! Lihat beberapa bangunan langsung hancur entah kenapa!" ucap orang yang tadi cukup penasaran.


Di sana langsung terjadi keributan, karena mereka tidak tahu apa yang terjadi! Karena mereka tidak melihat dengan pasti pertarungan Li Yian maupun Baba Yaga.


Bahkan rata-rata dari mereka tidak tahu bahwa itu perbuatan Li Yian dan Baba Yaga.


\=


\=


...