
\=Chapter 122. KOTA JIAN JIIE\=
\=
\=
Kini pagi hari tiba di Padang Savana! Kereta kuda yang cukup besar meluncur dari arah belakang bukit pinus, karena jalan masuk untuk kereta hanya bisa dari arah belakang, itu pun sangat berkelok! Sedangkan dari depan hanya bisa di lalui jalan setapak.
Karena laki-laki paruh baya itu sudah sangat terbiasa dengan jalan yang berkelok itu, membuat kereta kuda yang di kendarai tetap melaju dengan nyaman.
"Paman apa paman sudah terbiasa dengan kondisi jalan seperti ini?" ucap Li Yian yang duduk di depan bersama kusir yang sedang mengemudikan kereta kuda.
"Ya benar tuan muda, aku sering keluar masuk ke bukit ini. Sehingga cukup biasa dengan jalan seperti ini!" jawab laki-laki paruh baya itu.
"Hebat, aku tidak menyangka paman memiliki keahlian seperti ini!" jawab Li Yian dengan tersenyum senang.
"Ini hanya mengendarai kereta kuda tuan muda, aku terbiasa keluar masuk bukit ini karena terpaksa! Harus membawa bahan makanan dari kota terdekat untuk para rampok itu!" keluh laki-laki paruh baya itu.
Kini wajahnya sedikit suram kembali setelah mengingat kejadian selama kurang lebih tiga bulan hidup dalam tekanan perampok.
"Sudahlah, yang penting paman sekarang sudah bebas dari belenggu mereka! Jika dari sini kota mana yang terdekat paman?" ucap Li Yian.
Dia hanya sekedar ingin tahu, karena membawa kereta besar seperti ini cukup mencolok! Sehingga setelah sampai di kota terdekat dia ingin berpisah dengan mereka.
"'Kalu dari sini kota yang terdekat ada kota Jian Jiie, itu adalah kota yang cukup besar setelah keluar dari padang rumput ini tuan muda!" jawab laki-laki paruh baya itu sambil fokus mengendarai kereta kuda.
Kereta kuda sudah memasuki jalan yang lurus dan lajunya mulai sedikit lebih cepat, itu di karenakan laki-laki paruh baya itu ingin segera keluar dari area padang rumput! Karena perasaan dirinya yang masih was-was.
Sedangkan di dalam kereta kuda, Baba Yaga duduk di kelilingi oleh tujuh wanita! Yang lima adalah wanita muda sedangkan dua lainnya lebih tua.
Kini setelah masuk dalam kreta kuda, lima wanita muda itu mulai menujukan ekspresi wajahnya! Yang tadinya seperti mayat hidup kini sudah bisa di ajak bicara.
Baba Yaga mulai mengajak bicara mereka semua, agar tidak takut dengan dirinya! Karena sikap dan paras Baba Yaga yang terlihat baik mereka akhirnya mulai berbicara di sepanjang jalan.
Akhirnya mereka berlima mulai terbiasa dengan sikap dan tampang Baba Yaga yang tampan dan terlihat polos, akhirnya Baba Yaga memulai aksi genitnya.
Namun karena sikap pura-pura polosnya Baba Yaga, mereka berlima tidak sadar telah masuk dalam perangkap mesum yang sebenarnya.
*
*
*
Di pintu gerbang masuk kota Jian Jiie.
Rombongan pedagang yang Li Yian dan Baba Yaga pernah di tumpangi kini sudah mulai antri untuk masuk ke kota itu, itulah salah satu tujuan kota mereka! Setelah selesai berdagang dan berbisnis di sana mereka ada yang melanjutkan perjalanan ke kota lain juga untuk berbisnis lain.
Sedangkan Li Yian dan laki-laki paruh baya masih mengendarai kereta kuda, mereka masih cukup lama untuk sampai ke kota Jian Jiie.
"Apa masih jauh paman, kota yang akan kita tuju?" ucap Li Yian sambil memandang lurus.
Dari sejauh mata memandang masih padang rumput yang terlihat, pohon-pohon yang tumbuh cukup jarang di sana juga terlihat lebih banyak.
Entah memang banyak atau entah ilusi semata, karena luasnya padang rumput itu.
"Kita membutuhkan waktu beberapa jam lagi tuan muda, kita akan tiba di sana sore nanti sebelum malam tiba!" jawab laki-laki paruh baya itu.
"Ternyata masih cukup lama yah! Bolehkah aku untuk tidur sejenak paman?" ucap Li Yian yang matanya sudah mulai mengantuk.
"Baiklah paman terimakasih!" jawab Li Yian lalu dia bergeser sedikit ke tengah dan mulai memejamkan matanya.
Sedangkan di dalam kereta Baba Yaga sudah tertidur pulas di dalam pelukan tiga wanita cantik yang juga ikut tertidur pulas, karena mereka juga cukup kecapean akibat tekanan berat dari beberapa minggu yang lalu.
"Aku tidak menyangka kita akan terbebas dari cengkeraman rampok kejam!" ucap wanita yang cukup berumur.
Salah satu dari mereka memeluk masing-masing satu wanita yang tertidur karena kelelahan.
"Ya, tapi kita sedikit beruntung! Tidak seperti gadis muda-muda ini!" jawab satunya, lalu mengelus pipi yang halus salah satu gadis yang ada di pelukannya.
"Iya benar! Tapi yang aku heran dua anak muda ini, yang bisa menghabisi banyaknya anggota perampok singa padang savana. Siapa sebenarnya mereka itu?"
"Entahlah, yang penting mereka adalah pendekar muda yang baik!" jawab yang satunya.
Mereka mengobrol terus dengan suara yang kecil! Seperti saling berbisik agar tidak menggangu istirahat mereka semua.
Tak terasa, kereta kuda mereka sudah sampai di gerbang kota Jian Jiie! Li Yian juga sudah bangun saat merasakan kebisingan dari kota Jian Jiie.
Sedangkan Baba Yaga yang di dalam kereta masih saja tertidur pulas dan mengorok cukup keras! Sedangkan yang lainnya sudah terjaga setelah hendak memasuki kota itu.
"Paman ini kah kota Jian Jiie itu, cukup besar juga meskipun termasuk kota pinggiran dari Kekaisaran Tang!" Li Yian berucap sambil memandang sekeliling dari antrian pedagang maupun orang-orang biasa.
Saat mereka sedang mengantri di pintu masuk, dari dalam kota Jian Jiie datang puluhan pasukan kota Jian Jiie. Mereka dari dalam langsung keluar dengan terburu-buru dengan menyibak antrian orang yang hendak keluar kota Jian Jiie.
Li Yian langsung heran, dengan kejadian ini! Seperti sedang ada kerusakan besar yang terjadi di kota saja.
"Ada apa itu paman?" jawab Li Yian cukup kaget.
Dia lalu mencoba memusatkan pendengaran dirinya, namun karena terlalu banyak orang berbicara akhirnya Li Yian pusing sendiri.
"Entahlah tuan muda!" jawab laki-laki paruh baya itu.
Saat ada orang yang lewat di samping kereta yang Li Yian naiki saat ini, orang itu dari dalam kota Jian Jiie. Li Yian langsung menghentikan orang itu.
"Tunggu tuan! Aku ingin bertanya sesuatu!"
"Ingin bertanya apa tuan?" jawab orang itu.
"Ah itu, ada keributan apa sebenarnya? Bagaimana ada begitu banyak pasukan kota yang keluar dengan tergesa-gesa?" tanya Li Yian karena penasaran.
"Itu tuan, mereka mendapatkan berita. Bahwa di temukan sejumlah mayat besar di Padang Savana! Di kabarkan itu adalah mayat dari rampok yang selama ini di buru pemerintah Kekaisaran Tang!" ucap orang itu menjelaskan.
"Benarkah, itu bangus! Padang Savana akan aman dari rampok keji!" jawab Li Yian dengan santai.
"Iya benar apa yang tuan katakan! Permisi tuan aku sedang terburu-buru."
"Iya, terimakasih informasinya tuan!" jawab Li Yian sambil sedikit menundukkan kepalanya.
Laki-laki paruh baya itu hanya diam melihat Li Yian yang saling mengobrol, dia hanya kagum dengan Li Yian padahal dirinya yang sudah membantai perampok itu tapi seolah dia tidak tahu. Jika itu orang lain pasti akan pamer agar terkenal di Kekaisaran Tang.
\=
\=
...