
\=Chapter 082. TEBASAN PEDANG API MELINGKAR\=
\=
\=
"Sial orang-orang aneh, kenapa begitu terburu-buru ingin sampai ke tujuan! Lebih baik sedikit santai agar orang tampan seperti ku ini tidak terkena dampak dari ketidak warasan kalian itu!" keluh Baba Yaga.
Orang yang tadi di tabrak Bao Huo dan dua rekannya adalah Baba Yaga yang baru saja keluar dari kedai minum, karena dia baru bangun dari tidur panjangnya yang sungguh nikmat! Dia tidak memperhatikan sekeliling sehingga menghalangi jalan dari mereka bertiga.
Baba Yaga sungguh lega karena dia tidak kehilangan kantung koin emasnya lagi, karena dia sudah menyimpan di tempat yang paling rahasia.
Sehingga tiga wanita itu tidak berani mengambilnya, jika mereka nekat mengambilnya maka harus melewati sesuatu yang berbahaya.
"Ternyata itu tempat yang paling aman, jika tetap di terobos aku pasti merasakan nikmatnya! Tak apa kehilangan sedikit uang, toh tinggal minta sama saudara Li Yian! Ha-ha-ha." gumam Baba Yaga lalu tertawa.
Orang-orang di jalan sana melihat Baba Yaga yang acak-acakan tidak berani berkomentar, mereka lebih memilih mengabaikan.
"Sial aku mau kemana ini, masa melihat pertarungan sampah itu lagi! Aku heran kenapa saudara Li Yian mengikutinya padahal itu hanya permainan anak kecil!" keluh Baba Yaga.
Akhirnya dia tetap saja berjalan menuju ke tempat pertandingan kompetisi generasi muda, karena dia ingin memastikan bahwa Li Yian tetap aman.
*
*
*
Di arena pertarungan, Lue Xuan dan Ling Badao bertarung cukup lama! Namun tidak ada tanda-tanda siapa yang bakal kalah dalam pertarungan itu.
"Kau ternyata benar-benar kuat, Ling Badao!" ucap Lue Xuan setelah mundur mengambil jarak agar aman dari serangan tiba-tiba.
"Haahhh..! Kau terlalu memuji, aku tahu kau lebih unggul dari ku! Hanya saja kau menahan diri! Apa kau menyimpan kekuatan besar dirimu untuk melawan seseorang?" ucap Ling Badao.
Dia sangat paham, bahwa Lue Xuan sengaja melawan dirinya dengan menahan cukup banyak kekuatannya, entah apa yang di rencanakan oleh Lue Xuan! Ling Badao tidak mengetahui.
"Pengamatan yang sangat bagus!" ucap Lue Xuan dengan suara yang sangat lirih dan senyum misterius.
"Baiklah, jika kau tidak melawan dengan jurus pamungkas yang kau miliki maka terimalah ini!" bentak Ling Badao.
Lue Xuan melawan Ling Badao memang sangat serius dari awal, namun dia bukan orang yang Lue Xuan targetkan untuk menerima serangan terkuat dirinya! Sehingga dia menahan kekuatan untuk melawan Ling Badao.
Namun menurut Lue Xuan, Ling Badao cukup tangguh! Tapi dia yakin bisa mengalahkan dengan mengulur waktu sedikit lebih lama.
"Jurus tebasan pedang api melingkar!" ucap Ling Badao.
Ling Badao, memutarkan pedang miliknya menggunakan dua tangan! Pedang itu kini berputar di hadapan Ling Badao, semakin lama putaran pedang itu semakin tinggi.
Kini ujung pedang milik Ling Badao mengeluarkan api, karena pedang itu berputar begitu cepat api itu langsung membantuk lingkaran.
Setelah api itu sudah cukup membesar dan suhu di sana langsung meningkat pesat, Ling Badao langsung menebaskan beberapa kali ke arah Lue Xuan.
Kini tebasan pedang api melingkar langsung mengarah ke arah Lue Xuan dengan sangat ganas, hanya tiga tebasan yang sanggup Ling Badao lakukan.
Wosss..!
Tebasan itu meluncur dengan sangat kuat ke arah Lue Xuan, dia langsung mundur cukup jauh lalu mengambil ancang-ancang.
"Tebasan pedang emas kesucian!" ucap Lue Xuan.
"Trang..Trang..!"
Suara dentingan beradunya senjata dua kali berturut-turut terjadi, karena tebasan mereka saling beradu satu sama lain.
Lue Xuan yang sudah mendarat di kejutkan dengan tebasan terakhir Ling Badao membalikkan arah dan menyerang dirinya dari arah buta.
"Sial serangan macam apa ini?" ucap Lue Xuan yang sudah menyadari.
Dia langsung menebas dengan kekuatan besar milik, Lue Xuan langsung mengalirkan tenaga dalam pada pedang emas miliknya lebih banyak karena dia sudah terdesak saat ini.
"Trang..!"
Dentingan dua senjata beradu terdengar kembali, karena Lue Xuan berhasil menebas serangan ke tiga.
Setelah menebas serangan terakhir dia langsung mengambil langkah menyerang balik dengan kecepatan tinggi.
Ling Badao yang sudah kehilangan cukup banyak tenaga dalam akhirnya melemah, setelah datangnya tebasan kilat milik Lue Xuan dia tidak bisa menghindar lagi.
Bila menahan itu maka dia akan terluka dan tumbang, akhirnya dia hanya bisa menahan serangan itu.
Trang..!
Suara dentingan terjadi setelah dua serangan besar mereka saling berbenturan.
"Uhukk..!"
Ling Badao langsung jatuh berlutut dan melelehkan darah di sudut bibirnya, setelah itu dia mengangkat tangan! Untuk menyerah.
"Aku mengaku kalah!" ucap Ling Badao, sedikit terbata-bata.
Karena Ling Badao sudah menyerah, akhirnya wasit pertandingan mengumumkan bahwa Lue Xuan yang memenangkan pertarungan itu.
Ling Su hanya bisa tertunduk lesu, namun dia tidak memarahi Ling Badao! Karena dia tahu bahwa Ling Badao sudah terluka di dalam organ tubuhnya.
Li Yian, hanya tersenyum melihat pertarungan mereka! Menurutnya karena sangat lama, sedangkan dirinya sudah cukup bosan mengikuti pertandingan kompetisi generasi muda ini.
Setelah di umumkan Lue Xuan menang, sorak gembira penonton langsung meletus di sekeliling arena pertandingan.
Dari mereka cukup banyak yang memuji Lue Xuan, meskipun kata mereka jika sekte pedang emas lagi yang menjadi pemenang kompetisi ini maka tidak seru.
Tapi nyatanya mereka tetap menikmati itu semua, meskipun di awal mereka berkomentar akan membosankan.
Ling Badao langsung di bantu menuju ke ruang pengobatan, sedangkan Lue Xuan kembali ke bangku peserta menunggu giliran bertanding.
"Tetua Ling Su, Lue Xuan memang dari awal bukan lawan sebanding Ling Badao! Sehingga Ling Badao menyerah adalah keputusan yang bijak!" ucap Xu Wuzao, setelah mengamati pertarungan barusan.
Ling Su hanya menengok ke arah Xu Wuzao lalu tersenyum masam, setelah itu dia kembali menunduk lagi dan memijat keningnya.
"Ya aku tau, tuan Xu Wuzao! Itu keputusan yang bagus, lebih baik menyerah daripada cidera lebih parah!" jawab Ling Su dengan lesu.
"Jurus tadi sangat bagus dan kuat, namun sepertinya memiliki efek yang melemahkan tenaga dalam pengguna! Apa itu jurus baru keluar Ling?" ucap Xu Wuzao.
"Ya itu ada batasan maksimal pengguna, itu jurus leluhur keluarga Ling! Tapi hanya anak berbakat dan akan menjadi penerus keluarga Ling saja yang mempelajarinya. Sehingga itu jarang di perlihatkan!" jawab Ling Su sedikit menjelaskan.
"Oh pantas saja, aku baru melihatnya! Jadi dia calon penerus keluarga Ling?" ucap Xu Wuzao.
Namun kali ini Ling Su tidak menjawabnya, melainkan langsung berdiri dan melangkah pergi untuk menuju ke ruang pengobatan.
Karena tidak di jawab oleh Ling Su, Xu Wuzao mengalihkan pandangannya ke arah Li Yian di bangku peserta.
\=
\=
..