
\=Chapter 115. PEMIMPIN LIMA BERSAUDARA\=
\=
\=
Orang yang di tendang tiba-tiba, langsung terpental cukup jauh! Dia mengerang kesakitan, namun langsung bangkit dari posisi terkapar lalu duduk berlutut.
"Pemimpin lima bersaudara! Maafkan aku, aku hanya ingin melapor, bahwa semua bawahan kita kelompok ke dua yang di kirim musnah semuanya!" ucap orang berpakaian serba hitam.
"Apa, kau bercanda yah di malam buta seperti ini?" ucap orang yang tadi membuka pintu dan langsung menendang.
Dia berjalan, lalu menjambak rambut pria berpakaian serba hitam! Lalu menengadahkan kepalanya dengan paksa.
"Coba ucapkan lagi dengan jelas bedebah!" bentak si kepala botak.
"Pemimpin lima bersaudara, kelompok ke dua yang kita kirim sore ini! Musnah di bantai semuanya, oleh dua orang!" ucapnya memperjelas kosakatanya.
"Apa..?" Dia sangat kaget.
Braaakk...!
"Bodoh, dasar sampah tidak berguna! Kenapa kau tidak mampus sekalian, hahhh?" bentak salah satu pemimpin kelompok singa padang savana itu.
Dia membanting anak buahnya ke lantai kayu teras rumah bambu itu dengan keras, hinggap kepalanya membentur papan di sana, sampai membuat papan itu hancur.
Setelah itu dia langsung berbalik pergi masuk ke dalam rumah bambu itu kemabli, karena menurutnya ini adalah berita gawat.
Setelah sampai di hadapan empat bersaudara lainnya dia langsung duduk di salah satu kursi di sana, dia sudah tidak lagi berselera menyentuh wanitanya kembali.
"Apa yang kau terima laporan dari mereka?" ucap orang yang berbadan besar.
Dia adalah pemimpin satu, pemimpin tertinggi di kelompok rampok singa padang savana! Dia tidak pernah keluar berhadapan langsung dengan mangsa incarannya, setelah kelompok mereka sudah berkembang pesat akhir-akhir ini.
Awalnya, kelompok rampok singa padang savana adalah berjumlah 5 orang, yang sekarang menjadi pemimpin 5 bersaudara.
Setelah merekrut banyak orang mereka hanya bekerja di balik layar saja, menyusun strategi setelah mendapatkan informasi dari anak buahnya maupun pemerintah provinsi di perbatasan Kekaisaran Tang yang sudah bekerja sama.
Mereka susah untuk di buru, karena memiliki informasi dari orang pemerintahan! Sehingga bila ada penyergapan, mereka selalu menghindar agar tidak bentrok dengan pasukan Kekaisaran Tang.
"Kelompok dua, yang kita kirim untuk merampok para pedagang yang datang dari Kekaisaran Ming semuanya tewas di bantai!" ucap dia dengan sedikit lesu.
"Apa..?" hampir tiga orang pemimpin lainnya kaget.
Termasuk pemimpin pertama, yang menerima laporan itu dari pemimpin kelima! Pemimpin ke lima ia yang paling muda di antara lainnya.
"Keparat, kelompok siapa yang begitu mempunyai kekuatan untuk melawan kami? Apa itu orang-orang pemerintahan? Tapi aku tidak mendapatkan informasi adanya penyerbuan!" ucap pemimpin pertama.
Dia langsung menganalisa apa yang tidak beres, karena beberapa hari ini dia tidak menerima laporan yang menunjukan hal gawat.
"Sepertinya bukan orang pemerintahan, aku mendapatkan laporan bahwa mereka semua di bantai oleh dua orang saja!" ucap pemimpin kelima.
"Apa..?" kini ke empat lainnya langsung terkaget semuanya.
"Hanya dua orang, 30 anak buah ku di bantai?" ucap pemimpin pertama langsung begitu kaget.
"Sial, hanya dua orang? Jika dua di antara kami para pemimpin, untuk membantai mereka aku yakin tidak akan mampu." ucap pemimpin pertama di benaknya.
"Semuanya, segera siap-siap! Aku sangat penasaran dengan tampang orang yang bisa membantai anak buah kita!"
Pemimpin pertama langsung memberikan perintah, dia bangun dari duduknya! Wanita yang ada di pelukannya langsung di lempar begitu saja seperti batang tidak berguna.
"Baik, Kakak!" ucap ke empat lain.
Setelah keluar, salah satu dari mereka langsung menyeret orang yang masih tergeletak karena menahan sakit! Semuanya langsung berkelebat di kegelapan malam.
*
*
*
Di sekte anggrek putih.
Setelah lebih dari satu minggu, sejak insiden penyerangan itu! Kini sekte anggrek putih kembali normal seperti biasa.
Para tetua sudah pulih kembali, terutama tetua agung. Dia kini sudah menjalankan tugas kembali di sekte itu seperti biasa.
Malah sekarang sekte anggrek putih sedang di banjiri tamu yang membawa murid baru yang datang dari berbagai wilayah, yang pastinya paling banyak dari wilayah kota provinsi Cao.
Setelah tersebarnya, sekte anggrek putih menjadi sekte menengah. Karena memunculkan bakat yang tidak terduga di kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming! Membuat nama sekte anggrek putih melambung tinggi.
Mereka berdatangan membawa anak mereka yang belum masuk sekte untuk mendaftar, ada juga murid dari sekte kecil maupun sekte menengah lainnya memilih pindah ke sekte anggrek putih.
Ini membuat, beberapa sekte kecil dan menengah lainnya sangat iri, bahkan menaruh dendam terhadap sekte anggrek putih.
Shu Yang He sedang membawa keponakan dirinya, yaitu Shu siie! Untuk belajar di sekte anggrek putih. Karena itu usulan dari Shu Yang He sendiri maupun Shu Yao ayahnya.
Kini dua orang paman dan ponakan sedang duduk di ruang tamu, karena Shu Yang He adalah tamu khusus melihat kedudukannya yang tinggi membuat Xu Wuzao menyambutnya secara pribadi.
"Ada keperluan apa tuan Shu Yang He, mengunjungi sekte kami yang terpencil ini?" ucap Xu Wuzao.
Dia cukup terkesan, karena keluarga Shu adalah keluarga bangsawan tinggi di kota provinsi Cao! Sehingga saat berhadapan seperti ini dia tidak begitu mengerti apa yang ingin di bahas.
"Tuan Xu Wuzao, kami ingin Shu siie belajar di sekte ini! Kami dengar Li Yian pemenang kompetisi generasi muda berasal dan belajar dari sekte anggrek putih. Sehingga kami cukup tertarik dan ingin mempercayakan generasi muda kami kepada anda tuan Xu!" jawab Shu Yang He.
Meskipun Xu Wuzao bukan dari keluarga bangsawan, tapi dia sudah cukup banyak menjalani kehidupan. Sehingga dia tahu seperti apa ambisi dari keluarga bangsawan itu.
"Baik, kami sungguh merasa tersanjung! Sebenarnya kami merasa, bahwa sekte kami adalah sekte kecil dan terpencil! Kami menjadi juara kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming, hanya sebuah keberuntungan!" jawab Xu Wuzao merendah.
Akan tetapi ucapan Xu Wuzao setengah benar, karena Li Yian tidak belajar banyak di sekte anggrek putih ini.
Sehingga Xu Wuzao berkata demikian ada benarnya! Tapi sebagai orang luar Shu Yang He tidak mengetahui itu.
"Tuan Xu Wuzao, terlalu merendah!" jawab Shu Yang He sedikit canggung dan tersenyum.
Obrolan mereka berlanjut, bahkan Shu Yang He sedikit seperti memaksa, akhirnya Xu Wuzao menerima Shu siie belajar di sekte anggrek putih.
Mereka mengobrol terus, sampai Shu Yang He juga menanyakan bagaimana Li Yian itu! Sampai bertanya apa Li Yian ada di sekte anggrek putih sekarang atau tidak.
Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Xu Wuzao, Shu Yang He dan Shu siie keluar dari tempat pertemuan tamu! Karena Shu siie akan di daftarkan masuk.
Jika melalui jalur umum biasa, akan memakan waktu lama. Karena sekte anggrek putih sedang di banjiri oleh pendaftar murid baru, akhirnya lewat jalur khusus.
Setelah selesai di daftarkan, Xu Wuzao maupun Shu Yang mulia ikut mengantarkan Shu siie ke asrama murid putri! Karena proses pendaftaran murid baru sudah selesai. Kini Shu siie resmi menjadi murid baru sekte anggrek putih.
Sekte anggrek putih sekte kecil, lalu beberapa hari belakangan ini di serbu oleh murid baru. Membuat asrama murid kekurangan kamar.
Akhirnya Shu siie, satu kamar dengan Rhu Ning!.
\=
\=
...