
\=Chapter 205. TETUA PERTAMA KELUARGA WEI\=
\=
\=
Li Yian melihat segerombolan orang yang cukup banyak mendatangi dirinya dan kepala keluarga Wei, dia langsung saja berdiri tidak jauh dari Li Yian dan kepala keluarga Wei.
Sedangkan, empat murid elit sekte anggrek putih tidak terasa langsung mundur beberapa langkah ke belakang, karena gentar.
Xu Wuzao menatap segerombolan orang itu dengan tatapan tajam, dia tahu bahwa orang-orang ini cukup berbahaya.
Tetua pertama Keluarga Wei datang bersama tetua ketiga, mereka sudah menganalisa kekuatan Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.
Namun yang tidak dia duga, ada lagi tambahan satu orang yaitu Li Yian.
"Nak, siapa kau? Dan apa yang ingin kau lakukan dengan kakak ku itu?" ucap tetua pertama.
Dia memandang Li Yian dan kepala keluarga Wei secara bergantian, melihat kepala keluarga Wei yang sudah tidak berdaya Wei Jun hampir tidak percaya.
Namun dia tetap tenang, karena dirinya membawa cukup banyak orang! Jika Li Yian benar-benar hebat maka dia bisa memberikan perintah kepada tetua ketiga dan anak buahnya, di tambah anak buah dirinya.
Maka akan cukup untuk meratakan Li Yian, Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.
Li Yian langsung menengok ke arah tetua pertama, dia langsung mengabaikan kepala keluarga Wei begitu saja, karena Li Yian tahu meskipun kepala keluarga Wei tidak di bunuh dirinya sekarang secara langsung, Li Yian yakin kepala keluarga Wei akan mati hanya dalam hitungan hari saja.
Karena organ tubuh bagian dalam maupun bagian luar kepala keluarga Wei sudah hancur parah.
Li Yian melihat ke tetua pertama lalu berganti arah ke tetua ketiga lalu ke gerombolan orang banyak yang ada di belakang, dia tersenyum tipis.
"Aku adalah Li Yian, bagian dari sekte anggrek putih!" jawab Li Yian dengan tenang.
"Ahh, kau tidak beruntung bocah kecil! Karena datang di waktu yang tidak tepat, seharusnya kau yang masih bocah seperti ini. Tidak perlu mati dengan cepat! Tapi kau datang untuk mengantar kematian itu." ucap tetua pertama dengan sinis.
Tetua pertama menganggap Li Yian, adalah bocah ingusan yang menyusul Xu Wuzao ke kediaman keluarga Wei dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Namun Wei Jun, tidak dapat menemukan alasan dan penyebabnya. Kenapa kepala keluarga Wei sampai terluka parah dan hampir mati.
Sedangkan lawan mereka tidak ada luka sama sekali, seperti Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.
"Mengantar kematian? Apa yang kau maksud orang itu!" ucap Li Yian lalu menunjuk ke arah kepala keluarga Wei.
Boooommmm..!
Dari ujung jari telunjuk Li Yian keluar sinar yang berwarna kuning keemasan, setelah mengenai batok kepala dari Wei Zan kepala Wei Zan itu langsung meledak.
Setelah ucapan Li Yian jatuh, lalu menunjuk ke arah kepala keluarga Wei! Tetua pertama dan orang-orang langsung melihat ke arah yang di tunjuk Li Yian.
Ledakan terjadi begitu saja, membuat orang-orang yang melihatnya langsung merinding ketakutan terutama orang-orang dari tentu ketiga, karena dia adalah orang-orang pengintai dan pencari informasi.
Kini kepala keluarga Wei langsung mati seketika, di hadapan tetua pertama, tetua ketiga dan orang-orang keluarga Wei.
"Bocah, kau sangat kurang ajar!" bentak tetua pertama Keluarga Wei.
Dia sangat marah, dengan di bunuhnya kakak kandung dirinya di depan mata kepala dirinya seperti itu.
"Bunuh mereka semua, terutama bocah itu demi keluarga Wei!" lanjut tetua pertama berucap.
Wooooosss..!
Tetua pertama, langsung menyerang Li Yian karena jaraknya yang sangat dekat! Dia tidak menggunakan senjata karena dirinya yakin dengan kekuatan dirinya saat ini.
Baaammm..!
"Apa, bagaimana mungkin?" ucap tetua pertama sangat heran.
Dia memukul ke arah Li Yian dengan kekuatan penuh dirinya, namun di tahan oleh Li Yian begitu saja!.
Tetua pertama sebenarnya tidak berniat meremehkan Li Yian di pertemuan pertama dirinya. Dia tahu Li Yian cukup hebat, bisa menggunakan senjata rahasia yang sangat mengerikan.
Namun dia tidak menyangka, pukulan penuh dirinya di tahan dengan sangat mudah!.
Baaammm..!
Li Yian menendang dengan kaki dirinya, tendangan itu sangat cepat! Hingga tetua pertama tidak bisa menghindari sama sekali.
"Uhukk..!" tertua pertama muntah darah.
Namun dirinya tidak terpental, karena tangan dirinya masih di genggam Li Yian dengan sangat erat.
Muntahan darah dari mulut tetua pertama, sedikit mengenai baju Li Yian! Melihat ini Li Yian cukup geram.
"Kau muntah tidak menggunakan aturan, pergi jauh kau dari ku!"
Baaammm..!
Li Yian kembali menendang namun kali ini genggaman tangan dirinya pada tangan tetua pertama di lepaskan, sehingga tetua pertama langsung terlempar sangat jauh ke belakang.
Bahkan menabrak beberapa orang-orang dari keluarga Wei yang sedang bertarung dengan Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.
*
*
*
Xu Wuzao langsung di serang oleh tetua ketiga, tetua ketiga menggunakan senjata pisau panjang.
Sedangkan Xu Wuzao sudah siap menggunakan pedangnya, pertarungan sengit mereka sudah beradu beberapa jurus. Namun Xu Wuzao sedikit terdesak.
Karena tingkatan pelatihan pendekar Xu Wuzao lebih rendah, daripada tetua ketiga keluarga Wei.
Empat murid elit sekte anggrek putih lebih terdesak lagi oleh orang-orang keluarga Wei bawahan dari tetua pertama dan tetua ketiga.
Li Yian melihat ke arah mereka semua, dia langsung melesatkan tekanan kuat kepada mereka semua.
Wuungg..!
Aura tekanan yang sangat berat langsung menyerang orang-orang keluarga Wei, Li Yian sekarang bisa menargetkan siapa yang akan terkena dampak dari tekanan itu dan siapa yang tidak.
Karena sekarang Li Yian sudah memiliki kembali kekuatan dirinya sebanyak 30% dari kekuatan saat hidup dia alam langit.
Wooss..!
Triinng..!
"Apa ini, sangat berat?" ucap tetua ketiga dengan sangat kaget.
Serangan tebasan Xu Wuzao terasa langsung meningkat tiga kali lipat, padahal yang sebenarnya serangan dari tetua ketiga yang melambat, karena tekan yang berat yang di akibatkan oleh Li Yian.
Begitu juga, orang-orang yang sedang melawan empat murid elit sekte anggrek putih, mereka juga merasakan tekanan yang berat juga.
Sehingga yang awalnya, empat murid elit sekte anggrek putih terdesak hebat, kini bisa membalikkan keadaan dan serangan mereka menjadi sedikit seimbang.
Li Yian langsung membantu murid elit sekte anggrek putih, karena dia yakin Xu Wuzao dapat menang dengan mudah jika dirinya terus mengirimkan tekanan berat kepada mereka semua.
Li Yian mengambil pedang dari cincin samudra, dengan kecepatan kilat setiap tebasan dua sampai tiga orang langsung mati.
Melihat kejadian ini, tetua ketiga langsung terkaget apalagi Li Yian telah mengalahkan tetua pertama dan kini entah bagaimana keadaan tetua pertama, karena masih tergeletak di tanah dengan kondisi perut dan tulang punggung yang setengah hancur.
"Siapa sebenarnya bocah itu, kenapa aku tidak mengetahui sama sekali siapa sosoknya?" keluh tetua ketiga.
Dia hanya tahu, Li Yian telah menang dalam kompetisi generasi muda di Kekaisaran Ming beberapa waktu lalu.
\=
\=
...