
\=Chapter 160. BENTROKAN KECIL\=
\=
\=
Li Yian dan Baba Yaga berjalan santai di jalan utama kota, mereka sambil menengok ke samping kanan dan kiri jalan mencari penginapan yang masih kosong.
Meskipun kota kecil ini jauh dari semua kota besar, namun kota ini jalur utama arus perdagangan oleh para bangsawan dan pedagang lainnya. Sehingga cukup padat.
Alhasil jika sudah malam seperti ini mencari penginapan cukup sulit, Li Yian melihat ada penginapan besar di perempatan jalan.
Dengan cepat Li Yian mendatangi penginapan itu, Baba Yaga juga sama dia langsung mengikuti Li Yian! Akhirnya mereka berdua sampai di penginapan.
Baru masuk ke dalam penginapan itu saja, Baba Yaga langsung tahu bahwa penginapan ini di lengkapi dengan rumah makan, karena hidung dirinya mencium bau yang enak-enak.
Li Yian dan Baba Yaga langsung menghampiri resepsionis penginapan.
"Nona, apa kamar kosong masih tersedia?" tanya Li Yian kepada pelayan penerima tamu.
"Masih tersedia tuan, apa tuan ingin mengambil kamer VIP apa kamar biasa! Kebetulan kamar VIP kami masih tersedia dua kamar.!" jawab pelayan wanita itu dengan ramah.
"Kam..!" ucapan Li Yian terpotong karena dari belakang dirinya ada 5 orang langsung menyerobot Li Yian dan Baba Yaga.
"Saya ambil dua kamar VIP itu dan kamar lainnya!" ucap orang yang baru datang.
Dia langsung menjatuhkan satu kantong penyimpanan koin emas di atas meja resepsionis penginapan itu.
"Tuan, tapi..!" ucap resepsionis itu sampai tidak bisa berbicara.
"Hai, kau siapa? Antri lah, jika di sini tidak ada kamar yang tersedia cari penginapan lain!" ucap Li Yian kepada orang yang paling depan di antara kelima orang itu.
"Saya siapa?" jawabannya sambil menunjuk kepada dirinya.
"Ya kau siapa, datang terakhir harus antri!" ucap Baba Yaga sambil menunjuk mereka semua.
"Benar apa yang di katakan teman ku, kau harus mengantri!" Li Yian menimpali ucapan Baba Yaga.
Padahal Baba Yaga berbicara seperti itu karena ingin cepat-cepat pergi ke tempat makan yang tersedia di penginapan ini.
"Kami siapa? Ha-ha-ha-ha-ha..!" tanya orang itu lalu tertawa terbahak-bahak, di ikuti oleh ke empat anak buahnya.
Sedangkan pelayan penerima tamu tidak bisa berbuat apa-apa, hanya terdiam mulai ketakutan. Karena suara itu sungguh mengerikan.
Li Yian berdiri tenang di sana sambil memandangi orang itu dengan serius!.
"Hai bocah, lebih baik kau mengalah lah dengan kemi, karena aku adalah ketua kelompok Sabit Tunggal! Jika tidak jangan salahkan kami." ucap orang yang di hadapan Li Yian dengan sangat lirih di samping telinga Li Yian.
Deg..!
Li Yian di hatinya langsung bergetar, senyum di wajahnya terlukis dengan anggun.
"Ohh, kalian ternyata kelompok Sabit Tunggal! Sungguh kebetulan." jawab Li Yian, juga tidak begitu keras.
Crash..!
"Aaakkkhh..!" jerit kesakitan dari pemimpin kedua kelompok Sabit Tunggal.
Dia langsung memegangi lehernya yang sudah hampir putus, darah langsung menyembur sangat deras dari lehernya. Anak buahnya tidak tahu apa yang terjadi di sana karena itu terjadi begitu tiba-tiba. Mereka juga tidak mengetahui ada gerakan tiba-tiba dari di mana dan siapa pelakunya.
"Pemimpin kedua anda kenapa?" ucap salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal.
Baba Yaga hanya diam membeku melihat gerakan Li Yian yang tidak bisa di ikuti oleh mata dirinya, dia sangat tidak percaya dengan kejadian ini. Sehingga dia berpikir bahwa ini ada yang salah.
"Hemm, ternyata bertarung menggunakan Energi Qi sangat nyaman untuk ku!" ucap Li Yian di benaknya.
Setelah fenomena alam beberapa waktu lalu dan dia merasakan Energi Qi! Li Yian langsung meresapnya tanpa bermeditasi, meskipun sangat sedikit tapi Li Yian berhasil mendapatkannya.
"Apa yang kalian lakukan dengan pemimpin kami?" bentak salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal, mereka langsung menuduh Li Yian pelakunya.
Dia langsung mencabut senjata sabit yang di bawa dirinya saat ini, lalu langsung menyerang Li Yian.
Trinng..!
Li Yian dengan cepat menangkis dengan pedang miliknya yang selalu di bawa di pinggangnya.
"Aaahhh..!" pelayan penerima tamu berteriak.
Karena adanya bentrokan kecil di hadapan dirinya, sehingga dia cukup takut untuk bertindak sehingga hanya bisa menjerit ketakutan.
*
*
*
Orang-orang yang ada di penginapan itu langsung bergegas dan melihat ke arah depan karena terdengar keributan di sana.
Dari dalam dan luar penginapan datang penjaga keamanan, namun setelah melihat pertarungan Li Yian dan Baba Yaga di sana! Mereka langsung mundur.
Karena menurut mereka pertarungan itu bukan kelas mereka, sedangkan kekuatan dirinya berada di tingkat pendekar dasar tahap puncak.
Memang cukup kuat di kota kecil septi ini, tapi di hadapan kekuatan Li Yian, Baba Yaga dan kelompok Sabit Tunggal itu hanya semut.
Li Yian kali ini bertarung kembali menggunakan tenaga dalam miliknya, karena Energi Qi miliknya yang sudah berhasil di serap sangat sedikit.
Trinng..!
Slaazz..!
"Aaahhhkk..!" jerit orang yang melawan Li Yian.
Karena Li Yian berhasil menebas ke bagian leher dan dada hingga memanjang ke bawah.
Dia langsung terjatuh terkapar dan mati, begitu juga pemimpin kedua kelompok Sabit Tunggal dia juga mati karena lehernya hampir putus dan mengeluarkan darah sangat banyak.
Baba Yaga berhasil membunuh satu dari dua lawannya, sedang yang satunya masih terus bertarung dengan Baba Yaga dengan kondisi sudah mengenaskan.
"Kalian siapa sebenarnya, menyerang orang secara tiba-tiba?" ucap anak buah kelompok Sabit Tunggal yang tadi membantu pemimpin kedua kelompok Sabit Tunggal yang jatuh tiba-tiba.
Setelah tahu pemimpin kelompok mereka sudah mati, dia langsung menaruhnya begitu saja dan berdiri lalu bertanya ke Li Yian.
Li Yian yang sudah tidak bertarung, akhirnya mendekati orang itu lalu menjawab dengan santai.
"Kalian yang menyerang terlebih dahulu, kenapa menuduh kami!"
Mendengar ucapan itu membuat amarah anggota kelompok Sabit Tunggal langsung meluap, dia lupa bawah Li Yian dan Baba Yaga sudah membunuh tiga lainnya.
"Bocah kau mencari mampus!" bentaknya kepada Li Yian.
Dia langsung menyerang Li Yian dengan tebasan sabit, tapi Li Yian langsung menghindar dengan mudah tangan kirinya langsung menusuk beberapa kali di tubuh lawan.
Setelah tusukan tangan kiri Li Yian selesai, dia langsung ambruk tidak sadarkan diri, bersamaan dengan itu Baba Yaga berhasil membunuh lawannya.
"Hai saudara Li Yian, kenapa kau tidak membunuh dia langsung saja!" ucap Baba Yaga keheranan.
"Apa kau lupa, kita ke sini untuk mereka! Jika kita bunuh samua, maka kita tidak akan tahu di mana kelompok besar mereka berada!" jawab Li Yian kepada Baba Yaga cukup lirih, agar orang tidak dengar.
Wanita pelayan penerima tamu penginapan itu bergetar hebat tubuhnya, keringat dingin langsung keluar cukup banyak di dahi dan tengkuknya! Karena baru pertama kali melihat pembunuhan langsung di depan matanya.
Penjaga keamanan itu juga sama-sama bergetar, melihat pertarungan yang sangat mengerikan.
"Mereka berdua adalah monster!" ucap salah satu penjaga keamanan penginapan.
Li Yian menengok ke arah penjaga keamanan yang ada di ujung ruangan itu.
"Kau, ikat dia yang masih hidup! Setelah pagi tiba, aku ada keperluan dengan dia." ucap Li Yian, sambil menunjuk dia dan kelompok Sabit Tunggal yang tidak sadarkan diri.
"Nona, uang itu untuk kompensasi atas keributan kecil ini, sepertinya mereka habis merampok!" lanjut Li Yian.
Lalu menyerahkan dua kantong besar yang di bawa oleh mereka dan segera minta kunci kamar penginapan yang VIP, yang tadi sempat di ributkan.
Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga langsung masuk seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya, Baba Yaga yang menuju ke tempat makan yang ada di penginapan itu.
\=
\=
...