
\=Chapter 289. ISTANA KEKAISARAN MING GEMPAR\=
\=
\=
Pasukan Elit Kekaisaran Ming sudah sampai di istana Kekaisaran, mereka semua terlihat begitu mengenaskan! Meskipun tidak terlihat memiliki luka namun terlihat jelas mental mereka seperti sangat terguncang.
Orang-orang yang ada di istana Kekaisaran Ming gempar, karena kedatangan mereka cukup cepat dan tidak terlihat baik-baik saja, itu semua terlihat jelas oleh mereka.
Apa lagi ada berita beredar, bahwa pejabat tinggi Ming Yu yang ikut dengan mereka terluka dalam sangat parah, itu menjadi percakapan hangat di sana.
*
Di ruang pengobatan istana Kekaisaran Ming, pejabat tinggi Ming Yu sedang berbaring tidak sadarkan diri! Tabib istana sedang memeriksa keadaan pejabat tinggi Ming Yu, setelah memeriksa keadaannya! Tabib istana langsung tegang.
'Bagaiman ini bisa di sebut serang secara tidak terlibat! Sedangkan jelas penyerangan itu menyerang dan melumpuhkan semua jalur darah, ini seperti pukulan tingkat tinggi yang hanya bisa di lakukan oleh pendekar suci, bahak serangan langsung pendekar suci tidak akan separah ini akibatnya!' ucap tabib istana di benaknya.
Dia sudah banyak mengidentifikasi luka dalam akibat serangan langsung, namun ini lebih parah dari itu semua, sebagai wajar dia sangat terkejut.
Dia hampir tidak percaya, bahwa tidak ada orang yang menyerang pejabat tinggi Ming Yu di tempat kejadian, namun semua orang yang ikut dalam perjalanan itu mempersaksikan bahwa Ming Yu tidak di serang oleh orang dalam jarak dekat.
Akan tetapi di serang dari kejauhan dan ada peringatan misterius, yang di anggap dewa oleh mereka semua! Akhirnya tabib istana hanya bisa percaya.
Tabib istana Kekaisaran Ming memutuskan, agar pejabat tinggi Ming Yu di rawat di sana oleh tabib utama istana Kekaisaran Ming, dia akan berusaha dengan seluruh kemampuannya, karena luka itu sangat parah.
*
Sedangkan di tempat lain, di pertemuan Kaisar Ming dan beberapa pejabat tinggi maupun perwakilan keluarga bangsawan dari kota Kekaisaran Ming, mereka berkumpul untuk membicarakan sesuatu.
Komandan pasukan duduk di ujung meja, dia berhadapan langsung dengan Kaisar Ming.
"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi! Kenapa kau kembali dengan cepat dan dalam keadaan seperti ini?" ucap Kaisar Ming dengan tegas.
Aura mengintimidasi seperti langsung menguar keluar dari tubuh Kaisar Ming, tatapan matanya seperti menusuk ke mata semua orang yang menatapnya.
"Maaf Yang mulia Kaisar Ming, hamba terpaksa mundur karena serangan itu tidak tahu datang dari arah mana, bahkan suara menggelegar seperti dari segala arah menginginkan hamba dan semua pasukan untuk segera kembali ke istana Kekaisaran Ming, namun pejabat tinggi Ming Yu menolak dan seperti menantang ancaman itu, sehingga pejabat tinggi Ming Yu di serang secara mendadak! Sura itu memberikan peringatan kembali, jika hamba tidak kembali, maka semau orang akan di buat sama seperti pejabat tinggi Ming Yu." penjelasan komandan pasukan Kekaisaran Ming.
Deg..!
Orang-orang di sana sangat kaget, karena pejabat tinggi Ming Yu sudah berada di tingkat pendekar raja tahap puncak, begitu juga komandan pasukan Kekaisaran Ming.
Namun mereka di serang tanpa tahu siapa yang menyerang mereka semua, sehingga mereka menyimpulkan bahwa itu adalah peringatan dari dewa.
Begitu juga Kaisar Ming, dia tidak bisa berkata-kata lagi, sehingga dia akhirnya memutuskan untuk menunggu pejabat tinggi Ming Yu sadarkan diri.
Lalu dia berniat menanyakan kepada Ming Yu secara langsung kedepannya, karena jika orang yang di serang begitu parah pasti tahu serangan datang dari mana.
Akhirnya pertemuan itu di bubarkan, karena tidak akan menemukan jawaban yang memuaskan untuk sekarang.
*
*
*
Di kota anggrek putih.
Li Yian membuka matanya, dia melakukan kultivasi singkat untuk menyerap Energi Qi dan berusaha meningkatkan kekuatan dirinya.
Li Yian kali ini berada di kediaman walikota kota anggrek putih, dia berada di kediaman milik Lin Ma! Setelah selesai membereskan pasukan Kekaisaran Ming Li Yian memilih untuk berkultivasi di kediaman milik Lin Ma agar tidak perlu repot-repot.
"Aku akan menemui Baba Yaga kembali setelah menemui pak tua, siap tahu dia sudah selesai menyerap inti kristal serigala hitam! Aku ingin tahu cara masuk ke dalam alam Tanasilam." gumam Li Yian.
Li Yian merasakan bahwa Nam Lutu akan segera kembali cepat atau lambat, dia akan mengejar kemanapun Nam Lutu pergi.
"Sebaiknya aku keluar dan kembali ke kota Wuhan secepatnya!" ucap Li Yian.
Dia bangun dengan cepat, lalu keluar dan mencari keberadaan Lin Ma untuk izin pergi kembali ke kota Wuhan! Namun tidak menemukan di manapun.
Akhirnya dia hanya menyampaikan pesan kepada penjaga kediaman walikota kota anggrek putih, setelah itu dia langsung melakukan teknik teleportasi ke kota Wuhan.
......................
Li Yian muncul tidak jauh dari Xu Wuzao, seperti biasa dia mengagetkan Xu Wuzao dengan muncul secara tiba-tiba.
"Nak kau tidak melakukan hal berlebihan kan terhadap pasukan Kekaisaran Ming?" ucap Xu Wuzao dengan tatapan menelisik.
Li Yian tertegun, tidak percaya karena dia tidak menyangka pak tua akan mengetahui apa yang di lakukan dirinya terhadap pasukan Kekaisaran Ming.
"Tidak pak tua! Aku hanya memberikan pesan terhadap mereka agar kembali ke Kekaisaran Ming dengan aman!" jawab Li Yian dengan senyum kecil.
Dia mencoba menyembunyikan sedikit kebenaran perlakuan dirinya, yang telah memberikan pelajaran cukup berat pada pejabat tinggi Ming Yu.
Li Yian tidak ingin pak tua terlalu banyak memikirkan itu semua, sehingga dia lebih memilih menyembunyikan sedikit perbuatan dirinya yang berlebihan.
"Baguslah jika tidak!" ucap Xu Wuzao.
"Sepertinya hanya kurang dari 3 hari rumah pelelangan anggrek putih ini akan segera di buka, sebaiknya kau mempersiapkan barang apa yang ingin kau lelangan dengan sepesial!" lanjut Xu Wuzao berucap, dia langsung mengalihkan pembicaraan.
Dia ingin memberikan kesempatan barang utama yang akan di lelang terhadap Li Yian, karena menurut Xu Wuzao Li Yian pasti memiliki kejutan yang tinggi.
"Baiklah pak tua, aku akan mempersiapkan semuanya! Di mana tetua agung?" ucap Li Yian.
Karena dia tidak melihat Xu Zao Yi di ruangan yang sekarang mereka tempati.
"Oh, dia sedang melakukan pekerjaan yang mendesak!" jawab Xu Wuzao singkat.
Setelah itu Li Yian membicarakan tentang mundurnya pasukan Kekaisaran Ming, cerita Li Yian hampir sama persis seperti yang di ceritakan oleh mata-mata Xu Wuzao.
Namun Li Yian di sini memberitahukan kepada Xu Wuzao di mana posisi dirinya saat itu, bahwa dirinya terbang di ketinggian.
Lalu menceritakan bahwa mereka percaya bahwa ucapan dirinya adalah ucapan dewa, akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak atas cerita Li Yian.
'Hamm, sepertinya anggapan mereka tidak berlebihan! Aku pun beranggapan bahwa kau adalah titisan dewa nak Li Yian!' ucap Xu Wuzao di benaknya.
Dia tidak langsung memberitahukan atas kejanggalan dirinya terhadap Li Yian, karena meskipun Li Yian adalah dewa sekalipun Xu Wuzao akan menganggap tetap keluarganya, karena Li Yian adalah anak yang telah dia rawat sejak kecil.
Setelah Li Yian mejelaskan semuanya, dia memilih pamit terhadap Xu Wuzao untuk segera menemui temannya Baba Yaga, namu dia tidak memberitahukan kepada Xu Wuzao bahwa Baba Yaga ada di sekte Wuhan.
Akhirnya Li Yian pergi dari rumah pelelangan anggrek putih meninggalkan Xu Wuzao, dia segera menuju sekte Wuhan untuk melihat apakah Baba Yaga sudah selesai menyerap inti kristal serigala hitam ataupun belum.
\=
\=
..