
\=Chapter 276. PENGAKUAN LI YIAN\=
\=
\=
Li Yian terus mendengarkan apa yang Baba Yaga ceritakan tentang orang tuanya, Li Yian sering terkejut dengan apa yang di sampaikan Baba Yaga.
Karena Baba Yaga tidak berbakat, hingga tidak di akui sebagai putranya! Bahkan setelah melahirkan ibu dari Baba Yaga mengalami kebutaan di matanya yang di anggap adalah kutukan, karena melahirkan Baba Yaga.
Hingga akhirnya Baba Yaga di kucilkan oleh masyarakat, hingga marga Baba Yaga mengikuti ke marga ibunya, karena tidak di terima sama sekali oleh Nam Lutu! Bahkan nam Lutu beberapa kali berusaha membunuh Baba Yaga.
"Teman, aku sekarang yakin! Bahwa Nam Lutu di alam langit adalah orang yang sama dengan yang kau bicarakan." ucap Li Yian.
Dirinya sudah menyimpulkan kejadian penyerangan klan siluman di alam Tanasilam, dengan kematian ayahnya dan kematian kaisar Langit kala itu.
"Ternyata Nam Lutu menghilang dari alam Tanasilam kala itu, demi menjadi kaisar langit yang berkuasa di alam langit?" gumam Baba Yaga seperti bertanya kepada dirinya sendiri.
"Saudara Li Yian, bagaimana kau bisa tahu alam langit? Apa kau buka manusia?" ucap Baba Yaga yang mulai curiga.
"Baiklah, aku akan berbicara jujur! Aku dahulunya adalah salah satu prajurit dewa di Kekaisaran Langit! Yang ada di alam langit, namun aku di eksekusi oleh Kaisar Langit Nam Lutu kala itu! Entah karena kesalahan atau keberuntungan, aku akhirnya bangkit kembali di tubuh manusia ini!" jawab Li Yian mencoba menjelaskan.
Pengakuan Li Yian kali ini sebenarnya berat, namun dia ingin membicarakan kepada Baba Yaga bahwa dirinya menanamkan dendam terhadap Nam Lutu! Dia berniat ingin menghabisi Nam Lutu namun setelah tahu Baba Yaga adalah anaknya, dia cukup berat. Sehingga dia lebih memilih terbuka dengan Baba Yaga tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
Agar Baba Yaga tidak meras bahwa Li Yian ingin membunuh ayahnya tanpa alasan, sehingga dia mengutarakan seperti itu terhadap Baba Yaga.
Baba Yaga melihat ke arah Li Yian dengan tatapan lurus, lalu dia tersenyum karena tahu bahwa Li Yian bukanlah manusia dari alam Daulu.
"Saudara Li Yian, berarti kau bukan manusia dari alam Daulu?" tanya Baba Yaga.
"Ya bukan, aku berasal dari alam langit! Namun karena aku selamat dari kutukan langit, entah kenapa sampai di alam ini!" jawab Li Yian.
"Pantas saja kau sangat hebat, ternyata kau bukan dari alam Daulu ini! Hanya beberapa bulan kau sudah sangat kuat seperti sekarang. Ternyata kau pernah menjadi prajurit dewa di alam langit."
Kali ini Baba Yaga mengakui Li Yian kuat dan hebat tanpa malu lagi, karena tahu bahwa Li Yian bukan berasal dari alam Daulu melainkan dari alam langit, bahkan sudah memiliki pengalaman hidup sebagai prajurit dewa di alam langit. Di tambah dia sampai bisa mengetahui raja siluman.
"Benar, lalu bagaimana pendapat kau teman tentang aku yang akan memusnahkan raja siluman? Sedangkan dia adalah orang tua kau sendiri!" tanya Li Yian langsung ke inti masalahnya.
"Hemmm tidak masalah, bagaimana jika kita bekerja sama untuk memusnahkan dia, saudara Li! Aku sedari dulu ingin membuktikan bahwa aku juga bisa membunuhnya, bukan hanya dia saja yang bisa membunuh ku kapan saja." ungkap Baba Yaga dengan tiba-tiba.
Li Yian mendengar itu hanya bisa melongo, karena dirinya pikir Baba Yaga akan marah dengan dirinya karena memiliki dendam terhadap raja siluman, yang tidak lain adalah orang tua Baba Yaga sendiri. Namun yang Li Yian tidak sangka, ternyata Baba Yaga saja ingin membunuh ayahnya.
"Apa kau benar-benar ingin membunuh ayah mu sendiri?" tanya Li Yian cukup kaget.
"Ya, kenapa tidak! Sedari aku kecil, dia sudah tidak menerima ku, bahkan ingin membunuh ku! Kenapa aku tidak bisa membalaskan seperti apa yang dia rencanakan?" ucap Baba Yaga terhadap Li Yian.
Seakan Baba Yaga sangat membenci ayahnya itu yang dulu di akui sebagai raja siluman, namun karena sifat Nam Lutu sangat arogan dan seenaknya sendiri. Bahkan tidak terima Baba Yaga sebagai anaknya dan di anggap aib baginya, membuat Baba Yaga sangat membencinya.
"Baiklah, jika kau tidak masalah dengan itu!" jawab Li Yian.
Mendengar ucapan itu dari Baba Yaga, Li Yian cukup senang! Karena jika dia berhasil membunuh Nam Lutu, Baba Yaga yang sebagi anaknya tidak mempersoalkan itu.
"Baiklah, saudara Li! Kau harus bantu aku untuk jadi lebih kuat lagi." ucap Baba Yaga.
"Sebaiknya kau serap dulu inti kristal serigala hitam terlebih dahulu di sini, gunakan saja ruangan ini untuk bermeditasi." jawab Li Yian.
"Baiklah saudara Li!"
Setelah berucap demikian, Baba Yaga langsung mengeluarkan inti kristal serigala hitam cukup banyak, laku menaruhnya di lantai ruangan itu.
"Aku akan keluar dulu teman, untuk mengerjakan keperluan lainnya!" ucap Li Yian.
Dia langsung keluar, sebelum Baba Yaga menjawabnya! Sehingga Baba Yaga juga tidak menjawab ucapan Li Yian barusan, dia memilih langsung serius dengan menyerap inti kristal serigala hitam.
*
*
*
Di luar sekte Wuhan, sudah sangat sibuk dalam beberapa hari lalu! Karena tetua pertama sudah mengumpulkan orang-orang di pihak tetua ketiga, tetua agung dan kepala sekte Yan, yang dulunya berseberangan dengan dirinya lalu tentu pertama menekan mereka dengan rasa takut, sehingga mereka memilih untuk tunduk terhadap tetua pertama.
Tetua pertama juga sudah mengumpulkan para tetua yang tersisa dari sekte Wuhan, mereka akhirnya setuju dengan pemikiran tetua pertama bahwa harus tunduk dengan Xu Wuzao.
*
Sedangkan Xu Wuzao sedang melakukan keperluan untuk membangun rumah pelelangan di sekitar kota Wuhan.
Di siang hari di kepadatan kota Wuhan, Xu Wuzao dan Xu Zao Yi sedang berjalan di jalan utama kota itu.
"Kepala sekte Xu, sepertinya di sini tempat yang paling cocok untuk di dirikan pelelangan milik sekte anggrek putih!" ucap Xu Zao Yi.
Dia menunjuk ke bangunan yang sudah cukup tua, bangunan itu cukup besar! Dari dulu di sana adalah bangunan toko pil dan masih tetap bertahan sampai sekarang, namun sekarang sudah kalah saing dengan toko pil yang di dirikan oleh orang-orang dari Kekaisaran Ming.
Xu Wuzao melihat ke arah bangunan tua, dia juga cukup tertarik karena bangunan itu cukup besar dan tempatnya di jalan utama, sehingga mudah untuk di jangkau oleh semua orang.
"Baiklah sebaiknya kita masuk Zao Yi! Barang kali pemilik toko ini mau menjual kepada kita!" ucap Xu Wuzao, diri langsung masuk sebelum terdengar jawaban dari Xu Zao Yi.
Xu Wuzao dan Xu Zao Yi masuk ke dalam bangunan tua itu, mereka masuk di sambut oleh gadis muda yang cukup periang.
"Selamat datang tuan-tuan, selamat datang di toko pil kami! Ada yang bisa kami bantu?" ucap gadi pelayan itu dengan senyum manisnya dan membungkuk hormat.
Xu Wuzao tersenyum lebar melihat gadis cantik yang masih muda itu, begitu juga Xu Zao Yi.
Namun Xu Zao Yi lebih tertarik melihat sekeliling bangunan itu dengan seksama, karena bangunan itu besar dan klasik namun toko pil di sana hanya menyediakan pil dan ramuan dengan stok sangat sedikit, sehingga tidak begitu terlihat menarik.
\=
\=
...