Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
355 = PENGARUH BURUK


\=Chapter 355. PENGARUH BURUK\=


\=


\=


Di Istana Kekaisaran Ming.


Kelompok api datang setelah mendapatkan informasi dari Li Yian bahwa istana Kekaisaran Ming sudah berada di bawah kendali pasukan bayangan kelompok air.


Mereka datang lalu masuk ke istana Kekaisaran Ming dengan cukup mudah, meskipun penjaga keamanan tampak banyak di sana, karena sekarang sudah malam hari sehingga kelompok api tidak perlu menggunakan adat istiadat bertamu.


Mereka tahu bahwa yang ada di balik tembok besar adalah pasukan bayangan, sehingga mereka langsung masuk dengan cara menyelinap.


Ini juga membuktikan bahwa pengamanan istana Kekaisaran Ming sekarang sangat lemah, namun itu semua tidak luput dari pengawasan 18 orang pasukan bayangan kelompok air yang ada di dalam istana.


Di aula besar, singgasana di sana benar-benar kosong, karena kematian dari Kaisar Ming dan pasukan terkuat mereka.


Hanya ada beberapa dari petinggi Kekaisaran Ming yang masih hidup, mereka juga terlihat ketakutan dan seperti sedang menderita luka dalam.


Yang terlihat sehat hanya penasehat Kekaisaran Ming, namun mukanya sedikit mengalami ketakutan terhadap 18 orang yang sedang ikut duduk di aula itu.


18 orang dari kelompok api masuk ke dalam aula, salah satu dari mereka yang ternyata adalah pemimpin dari kelompok api berjalan ke depan ke arah pemimpin kelompok air.


Dia langsung memberikan salah pertemuan.


"Maaf, tuan Li Yian memanggil kami ke istana Kekaisaran Ming untuk membantu sesuatu hal!" ucap pemimpin kelompok api.


"Selamat bergabung, aku sudah tahu karena tuan Li Yian memberikan kabar!" jawab kelompok air sambil menjawab salam hormat.


Dahulu mereka berdua tidak terlalu dekat di dalam kelompok Sabit Kematian, namun di sini mereka melupakan, itu semua karena perintah dari Li Yian semat, sehingga mereka saling berinteraksi satu sama lain.


Mereka berdua saling lirik, lalu menganggukkan kepalanya sedikit.


Wooooosss..!


Tappp..!


Pemimpin dari kelompok api bergerak dengan sangat cepat, dia langsung memegang kepala dari salah satu orang yang bersembunyi di balik pintu besar.


Pemimpin kelompok api memegang kepal dan tangan di plintir ke belakang agar tidak bisa bergerak.


Kelompok api yang baru saja datang langsung menangkap seseorang, karena dia merasa ada hal yang curiga, setelah saling melirik dengan pemimpin kelompok air dia akhirnya bergerak.


Salah satu dari kasim di istana Kekaisaran Ming sedang di bawa ke hadapan semua orang setelah tertangkap oleh pemimpin kelompok api.


Wajah kasim itu langsung ketakutan karena dia ketahuan oleh pihak Kekaisaran Ming yang baru, di tambah aura sekitar mereka semua terasa sangat mengerikan.


Baammm!


"Berlutut..!" ucap pemimpin kelompok api.


Karena di tendang di bagian sambungan lututnya, dia akhirnya berlututnya dengan wajah sangat ketakutan.


"Katakan siapa kau sebenarnya?" ucap pemimpin kelompok api.


Wajah dia cukup seram jika sedang marah seperti sekarang, dengan tatapan yang jatam di tambah aura di sekitar tubuhnya yang cukup kuat membuat dia ingin menangis.


Pemimpin kelompok air berjalan ke kasim itu dengan senyum, namun wajahnya terlihat sadis untuk sekarang! Pasukan bayangan milik Li Yian memang banyak yang memiliki wajah seram, karena mereka semua mantan pembunuhan yang melakukan berbagai macam cara.


Dia langsung jongkok di hadapan kasim itu lalu memegang muka kasim itu dengan tangan kirinya, lalu berkata dengan halus.


"Katakan jangan membuat kami menunggu, siapa kau sebenarnya?" ucap pemimpin kelompok air.


Orang-orang pejabat tinggi dari Kekaisaran Ming yang tersisa sedikit takut, dia tidak tahu sama sekali ada penyusup.


Kasim itu masih saja bungkam dan diam, dia tidak berbicara apapun karena di organisasi di larang membocorkan informasi apapun.


Baaammm..!


Pemimpin kelompok air tidak mengatakan apapun lagi dia langsung menghajar hingga kasim itu mati tanpa terasa.


Dia tahu meskipun di siksa seperti apapun dia tidak akan menjawab, karena pemimpin kelompok air sudah sering bertemu dengan orang-orang seperti kasim yang saat ini di depannya. Sehingga dia langsung membunuh setelah melihat sorot matanya yang ketakutan namun teguh itu.


"Kalian, untuk sekarang perketat penjagaan! Mungkin salah satu dari kelompok lain ingin menyerang istana Kekaisaran Ming ini!" ucap pemimpin kelompok air setelah selesai membunuh.


"Baik pemimpin!" ucap anggota kelompok air.


"Kita ikuti instruksi dari pemimpin kelompok air!" ucap pemimpin kelompok api, lalu dia menengok ke belakang di mana anggota kelompoknya berada.


"Baik pemimpin..!" jawab mereka serempak.


Kini kelompok air dan kelompok api dari pasukan bayangan milik Li Yian bekerja sama untuk menjalankan Kekaisaran Ming mulai sekarang.


*


*


*


Di dimensi jiwa Li Yian.


Li Yian dan Baba Yaga muncul di sana, Baba Yaga muncul masih memegangi kepalanya karena merasa sedikit sakit.


Padahal dia yakin seharusnya tidak sakit seperti sekarang yang dia rasakan, karena tubuhnya sudah memiliki banyak kekuatan jauh di luar dugaan.


"Apa sekarang kamu masih menganggap tampan dan tahan lama?" ucap Li Yian dengan suara yang serius, dia berbicara seperti itu karena dia melihat Baba Yaga kesakitan.


"Tidak-tidak..Ya aku tidak akan becanda lagi jika dalam keadaan serius!" jawab Baba Yaga dengan senyuman canggung.


"Aku akan tanya sekali lagi, apakah kau merasa sesuatu yang aneh di dirimu saat ini teman?" ucap Li Yian.


Dia masih sangat yakin, bahwa Baba Yaga mendapatkan pengaruh buruk setelah menyerap energi hitam milik Long Chu.


"Sebenarnya apa yang kau katakan saudara Li Yian, aku masih belum bisa memahami?" tanya Baba Yaga.


Karena dia memang tidak merasakan apa-apa pada tubuhnya maupun pikirannya, hanya saja mang dia merasa tampan dan tahan lama, namun Li Yian tidak percaya.


"Tidak, aku merasa kau ada yang aneh!" jawab Li Yian tegas.


"Kau yang aneh saudara Li Yian!" Baba bukan langsung menuduh Li Yian.


Baba Yaga berucap demikian karena dia cukup kesal di bilang dirinya aneh, sehingga dia juga langsung membalas pernyataan Li Yian.


"Tunggu, biarkan aku memeriksa!" ucap Li Yian.


"Apa yang akan kau periksa, aku baik-baik saja!" jawab Baba Yaga masih saja yakni dengan pendiriannya.


Cukup lama mereka berdua saling berbicara tentang Baba Yaga yang mengalami perubahan, hingga akhirnya Li Yian menceritakan bahwa seseorang bisa saja terkena pengaruh buruk namun mereka semua tidak merasakan.


Li Yian ingat bahwa dia pernah menggunakan seruling giok hitam, lalu aura hitam bisa di tarik keluar dari kepala seseorang.


Dengan cepat Li Yian mengeluarkan seruling giok hitam yang ada di cincin samudra, Li Yian saat ini memegang suling itu di tangan kanannya.


Aura kematian yang ada di seruling giok hitam langsung menyeruak ke pada Li Yian maupun Baba Yaga.


"Teman jika kau bisa bertahan dari alunan seruling ini, maka kau benar-benar tidak mengalami keanehan!" ucap Li Yian sambil menunjukkan seruling hitam di tangan kanannya.


"Tidak masalah, aku memang tidak mengalami gangguan apapun!" Baba Yaga berucap dengan sangat yakin, karena memang dia tidak merasakan apapun.


Setelah mendapatkan persetujuan, Li Yian dengan senyum cerah di wajahnya langsung mengalirkan Energi Qi ke dalam mulutnya dan mulai meniup seruling hitam di tangannya.


Pertama alunan suara yang sangat lembut keluar dari seruling giok hitam, setelah itu Li Yian lebih menaikan suaranya dengan meniup lebih kuat.


Alunan suara semakin tinggi, Baba Yaga merasakan seperti telinganya tertusuk seribu jarum dia langsung memegangi kepalanya, mencoba menutupi telinga miliknya namun tetap saja aura kuat di dalam kepala seperti hendak meledak.


Braakk..!


Baba Yaga langsung ambruk ke tanah dengan jeritan yang sangat mengerikan, dari hidung Baba Yaga keluar darah hitam kental.


Dia tidak ingat memanggil Li Yian untuk berhenti, namun yang dia teriaki hanya kutuk serapah yang tiada henti dari mulut Baba Yaga.


\=


\=


...