
\=Chapter 291. PEMBUKAAN RUMAH PELELANGAN ANGGREK PUTIH\=
\=
\=
Satu minggu telah berlalu.
Pejabat tinggi Ming Yu sudah sadar beberapa hari yang lalu, setelah keadaannya sudah sedikit membaik Kaisar Ming dan anggota istana Kekaisaran lainnya, langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Kini Kaisar Ming telah tahu bahwa tidak ada yang menyerang mereka, Kaisar Ming tahu dari pejabat tinggi Ming Yu, begitu juga tabib istana! Yang tadinya sangat percaya bahwa pejabat tinggi Ming Yu di serang secara langsung, kini keyakinan itu di bantah karena pejabat tinggi Ming Yu juga tidak tahu bahwa siapa yang menyerangnya! Karena asal serangan datang dari atas dan begitu menakan hingga dirinya tidak tahan, lalu terkapar dan tidak sadarkan diri.
Kaisar Ming dan yang lainya banyak mengorek informasi, namun hanya di jawab tidak tahu.
Kaisar Ming akhirnya memutuskan untuk menuju ke wilayah selatan Kekaisaran Ming secara langsung, di tambah dirinya menerima undangan terbuka atas di bukanya rumah pelelangan anggrek putih.
Yang akan di buka besok, sehingga Kaisar Ming dan beberapa pejabat tinggi, langsung berangkat hari ini menuju kota Wuhan.
*
Kini Xu Wuzao dan Xu Zao Yi sudah tenang karena persiapan pembukaan rumah pelelangan anggrek putih sudah di siapkan secara menyeluruh.
Meskipun pembangunan dan persiapan sedikit lebih lama dari targetnya namun mereka memaklumi, karena ini pertama kali sekte anggrek putih. Utamanya Xu Wuzao dan Xu Zao Yi melakukan hal seperti itu.
Sehingga wajar jika tidak tepat waktu, namun hanya mundur beberapa hari itu di anggap tidak masalah oleh pemilik toko pil yang bekerja sama dengan Xu Wuzao.
Barang-barang utama yang akan di lelang pertama kali ini, Xu Wuzao dan Xu Zao Yi tidak pernah membayangkan! Karena itu semua di persiapkan oleh Li Yian.
Mendengar itu setara dengan pusaka dunia Xu Wuzao dan Xu Zao Yi, cukup terkejut sehingga mereka saja hampir tidak rela jika barang itu di lelang.
Namun setelah mendengar penjelasan Li Yian, Xu Wuzao langsung mengerti dengan tindakan Li Yian kali ini.
Namun Xu Zao Yi masih saja tidak begitu rela, karena takut sekte anggrek putih akan di ancam oleh sekte lain yang mendapatkan barang yang di lelang itu.
*
*
*
Kota Wuhan hari ini sangat ramai oleh pengunjung.
Yang awalnya memang sudah rami, kini kini semakin ramai lagi dan semakin padat oleh pengunjung dari berbagai kota dan wilayah, pasalnya sudah beberapa hari yang lalu kabar tentang di bukanya pelelangan anggrek putih yang akan melelang barang sangat langka dan berharga beredar di masyarakat.
Di kabarkan di kalangan masyarakat luas, bukan hanya bagi para pendekar tapi juga masyarakat biasa, bahwa akan ada pusaka yang menyerupai pusaka dunia bahkan lebih hebat lagi akan di lelang di sana.
Karena waktunya yang sangat singkat, yang datang ke kota Wuhan kali ini, hanya para pendekar dan sekte yang ada di Kekaisaran Ming, sedangkan dari Kekaisaran Tang hanya bisa pasrah karena waktu yang tidak akan cukup dalam perjalanan menuju ke kota Wuhan, meskipun berita sudah sampai di telinga mereka.
*
Penginapan di kota Wuhan kini penuh sesak, bahkan ada juga kediaman pribadi masyarakat di sana di jadikan penginapan dadakan karena sudah tidak adanya lagi penginapan yang mampu menampung orang-orang yang datang dari segala penjuru wilayah Kekaisaran Ming.
Hari sudah menjelang malam, di sebuah penginapan besar yang sangat banyak pengunjung, sehingga rumah makan yang tersedia di sana juga sangat ramai.
"Apa kau tahu barang apa yang bisa menyamai pusaka dunia bahkan bisa melebihinya, aku yakin ini hanyalah rumor yang sengaja di sebarkan oleh orang yang ingin mengambil keuntungan!" ucap salah seorang yang sedang makan.
Apalagi mereka juga ingin bersaing, siapa tahu mendapatkan barang yang paling langka, di pelelangan kali ini.
"Entahlah, tapi kita datang di waktu yang tepat sehingga masih mendapatkan penginapan seperti ini!" jawab temanya.
"Ya, aku tidak peduli ini rumor ataupun apa, tapi apa kalu lihat sekte-sekte besar saja dari wilayah utara datang untuk berpartisipasi! Aku yakin ini adalah kebenaran." jawab salah satu dari mereka.
Di meja samping mereka juga membicarakan hampir hal yang sama, mereka membicarakan tentang pembukaan rumah pelelangan anggrek putih yang di rasa sangat mengegerkan dunia persilatan.
Bahkan banyak perwakilan rumah pelelangan lain yang yang ada di Kekaisaran Ming iku datang ke kota Wuhan, meskipun mereka tidak menerima undangan.
Di muka ruangan tempat makan itu, kumpul seseorang yang sedari tadi di perhatikan oleh banyak orang yang ada di sana, mereka adalah rombongan dari sekte Pedang Emas sekte yang paling besar dan paling berpengaruh di Kekaisaran Ming.
Di meja itu terdiri hanya tiga orang, dua tetua dan satu kepala sekte Pedang Emas! Jika dalam acara pimpinan sekte Pedang Emas sudah datang saja, bisa di lihat bahwa pelelangan kali ini sangat besar, karena bisa memancing orang yang paling berpengaruh di antara sekte-sekte lainya.
Lalu di kabarkan, bahwa Kaisar Ming dan beberapa pejabat tinggi juga datang ke kota Wuhan ini, hanya untuk menghadiri pelelangan di rumah pelelangan anggrek putih, sehingga mereka semakin yakin bahwa pelelangan anggrek putih bukan menyebarkan rumor saja.
"Aku tidak menyangka, pelelangan kali ini sangat ramai sampai seperti ini keadaan di kota Wuhan, kepala sekte Lue." ucap tetua pertama.
"Ya, aku mendengar bahwa pelelangan kali ini bukan hanya akan melelang sesuatu yang sebanding dengan pusaka dunia bahkan melebihi pusaka dunia, lalu banyaknya herbal berkualitas tinggi yang akan meramaikan pelelangan kali ini, makanya aku mengajak tetua ketiga untuk membuktikannya!" ucap kepala sekte Lue.
Tetua ketiga adalah ahli herbal dan pil di sekte Pedang Emas! Dia di rumorkan adalah master pembuat pil dan pengamat herbal yang berkualitas tinggi.
"Terimakasih kepala sekte Lue, aku semakin tertarik dengan pelelangan yang akan datang ini!" ucap tetua ketiga dengan senyum cerah.
"Ya, jika ada yang benar-benar bagus! Maka dapatkan dengan harga berapapun!" ucap kepala sekte Lue.
"Dimengerti kepala sekte!" ucap keduanya.
Mereka bertiga berbicara seperti itu di perhatikan oleh banyak orang dari sekte kecil dan sekte menengah, karena sekte Pedang Emas itu di pandang tinggi oleh kebanyakan sekte lainnya yang ada di Kekaisaran Ming.
Mereka bertiga di lanjutkan menyantap hidangan yang sudah di pesan! Karena sudah cukup lama mereka mengobrol dengan serius.
*
Baaammm..!
"Hai, kau seenaknya menyenggol aku! Apa kau mau mati?" ucap salah seorang di pojok ruangan, sambil menggebrak meja di hadapannya.
"Apa kau bilang, ingin membunuh ku?" ucap orang yang tidak sengaja menyenggol.
"Apa kau menantang?" ucap orang yang di senggol sangat marah.
Para tetua sekte dan kepala sekte lainnya hanya melihat sesaat, lalu tidak memperdulikan perkelahian seperti itu! Mereka tidak ingin ikut campur urusan yang sepele, hanya karena perselisihan yang tidak berarti menjadi mala petaka.
Apa lagi untuk kepala sekte besar, mereka hanya melirik lalu kembali menyantap makanan yang ada di hadapannya itu.
Tempramen mereka sudah terlatih untuk tidak emosional, yang hanya terkena senggolan tidak sengaja di tempat padat seperti ini lalu marah, sudah terlihat mereka adalah pendekar yang baru memiliki ilmu yang dangkal.
\=
\=
...