Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
105 = KELUARGA BAO MULAI MENYERANG


\=Chapter 105. KELUARGA BAO MULAI MENYERANG\=


\=


\=


Li Yian dan Baba Yaga masih memandangi area luas dengan pusat pohon yang sangat besar di tengah-tengah area itu.


Namun yang membuat heran Li Yian dan Baba Yaga, di tengah-tengah hutan ini malah tidak ada hewan buas yang mendekati, entah kenapa hewan buas hanya berani berlalu lalang di belakang mereka saja saat ini.


Li Yian, turun dari pohon di sana lalu mulai berjalan perlahan! Baba Yaga mengikuti Li Yian berjalan.


"Apa kau tidak merasa perasaan aneh saudara Li Yian?" ucap Bao Huo memandang sekeliling.


Entah kenapa hati dan jiwa Baba Yaga sangat tertekan untuk maju ke depan, bahkan semakin lama berjalan masuk ke dalam semakin tertekan.


"Perasaan aneh apa, aku hanya merasa di sini tidak ada hewan buas!" ucap Li Yian mengungkapkan perasaannya saat ini.


"Bukan itu? Tapi aku merasakan pohon besar itu sangat mengintimidasi jiwa ku?" ucap Baba Yaga sambil menunjuk ke arah pohon besar di depan.


Seketika Li Yian baru menyadari apa yang Baba Yaga rasakan, dia lalu memandang sekeliling lagi lalu mencocokkan apa yang di pikirkan.


"Jangan-jangan?" ucap Li Yian terpotong.


*


*


*


Beberapa waktu sebelumnya Li Yian dan Baba Yaga sampai di pusat hutan larangan.


Di ruangan yang cukup besar, di rumah satu-satunya yang ada di pusat hutan larangan! Terlihat seorang duduk dengan kepala tertunduk, karena dari kemarin dirinya menerima banyak laporan yang tidak menyenangkan.


Dia adalah Bao Huo, dia sedang memikirkan dampak terburuk yang terjadi! Karena kelompok Sabit Tunggal mengetahui tentang kelicikan dirinya yang menjadikan kelompok yang di kirim oleh kelompok Sabit Tunggal di jadikan korban.


"Sial, kenapa berantakan seperti ini?" ucap Baba Yaga dengan sangat geram.


Suara bergesekan gigi geraham Bao Huo terdengar jelas, dia sedang menahan amarahnya.


Saat sedang menahan amarah dirinya, pintu itu di buka dengan sangat kasar.


Barak..!


Salah satu anak buah dari keluarga Bao Huo langsung berlari dari arah luar pintu, dengan suara kencang dan tergesa-gesa langsung berucap.


"Ketua Huo, ada dua anak muda yang datang ke mari!" ucapnya cukup keras.


"Berengsek! Suruh siap kau berteriak?" bentak Bao Huo sangat marah.


Anak buah itu cukup ketakutan, tadinya dia tidak berpikir bahwa Bao Huo akan marah besar seperti ini, karena laporan dirinya cukup mendesak dia langsung saja membuka pintu secara kasar dan masuk dengan terburu-buru.


"Maaf, kepala Huo! Tapi di area ini ada dua pemuda yang kala itu mengalahkan kelompok Sabit Tunggal!" ucap selanjutnya anak buah itu.


Bao Huo langsung memandang dengan tatapan tajam.


"Apa jangan-jangan Li Yian!" gumam Bao Huo.


"Bagaimana dia tahu aku di sini, bagaimana dia bisa masuk sedangkan jalan rahasia sangat aman dan di jaga ketat?" ucap Bao Huo dengan lirih.


"Apa jalan rahasia di jebol masuk?" Bao Huo langsung bertanya.


"Tidak kepala Huo, sepertinya mereka masuk lewat jalur hutan yang paling tebal!" jawab anak buah itu masih cukup takut.


"Sial, kumpulkan semua pasukan yang kita miliki!" perintah Bao Huo pada anak buah itu.


"Baiklah kepala Huo!" jawabannya lalu langsung pergi dengan cepat.


Bao Huo langsung duduk kembali ke kursi miliknya, dia langsung termenung seperti tidak berdaya.


Braaakk..!


Meja itu langsung hancur berkeping-keping, dia langsung mengusap mukanya dengan kasar lalu berdiri.


Dia langsung keluar begitu saja dari ruangan miliknya itu, dengan perasaan campur aduk.


*


Kembali kepada Li Yian dan Baba Yaga.


Baba Yaga mundur seketika lalu dirinya terjatuh begitu saja, dia langsung memegangi dadanya yang mulai begitu sangat gelisah dan sesak.


"Teman apa kau tidak apa-apa? ooy, oy." ucap Li Yian cukup kaget.


"Sial padahal tadi di hutan baik-baik saja, bahkan sebelum turun dari pohon hutan dan menginjakkan kaki di sini juga baik-baik saja! Tapi sekarang?" gumam Li Yian sambil memegangi Baba Yaga di tangannya.


Li Yian memandang ke arah pohon yang sangat besar itu, lalu dia menggeleng tidak percaya akan hal yang dirinya ketahui sejak masih menjadi dewa di alam langit.


Karena instingnya yang tajam, Li Yian langsung menggendong Baba Yaga dengan cepat berlari kembali ke hutan larangan yang memiliki pohon yang sangat rimbun.


Karena lari dari Li Yian sangat cepat, Li Yian sudah sampai di hutan lebat itu dengan singkat.


Lalu dengan gerakan ringan dia memanjat ke salah satu pohon yang cukup tinggi di sana, agar aman dari serangan hewan buas yang ada di sana.


Dia meletakkan Baba Yaga di cabang pohon yang besar, seketika Baba Yaga bangun dari depresinya.


"Eehhhk..!" Baba Yaga bersuara.


"Teman apa kau tidak apa-apa?" ucap Li Yian pada Baba Yaga.


Baba Yaga langsung sadar dan kini pulih kembali, aliran darah dalam dirinya kembali lancar.


"Saudara Li Yian, aku sekarang baik-baik saja! Entahlah aku seperti masuk ke dalam suasana yang begitu putus asa dan sangat gelap! Aura pohon itu sangat mengerikan." ucap Baba Yaga menunjuk ke arah pohon yang sangat besar di pusat hutan larangan.


Li Yian melihat ke pohon itu dengan tatapan curiga, lalu merasakan ada banyak manusia yang datang dari arah berlawanan menuju ke arah dirinya saat ini.


"Baiklah, aku mengerti teman!" ucap Li Yian tidak memberitahukan apa penyebabnya.


Li Yian melirik ke arah bawah yang kini banyak hewan buas dengan kekuatan tidak terduga, mereka cukup banyak berkeliaran.


Sedangkan di tengah-tengah hutan itu tidak ada sama sekali hewan buas, maupun hewan setengah siluman.


Baba Yaga masih saja bingung, yang dia rasakan saat ini lebih tenang.


"Kau di sini saja saudara, aku akan masuk sendirian. Tetap awasi sekitar!" ucap Li Yian pada Baba Yaga.


"Baiklah aku mengerti!" jawab Baba Yaga.


Li Yian maju, karena dari jauh orang-orang dari keluarga Bao mulai hendak menyerang dirinya, sepertinya dirinya sudah di awasi sejah tadi.


"Keluarga Bao mulai menyerang yah?" gumam Li Yian.


Lalu dia langsung melompat dari dahan pohon ke dahan pohon lain, setelah sampai di ujung pohon dia langsung melompat turun.


Setelah kakinya menginjak tanah dan rumput di sana Li Yian mulai jalan dengan tenang, dia merasakan dengan panca indera dirinya yang sudah di aliri tenaga dalam.


Dia merasakan berapa banyak musuh yang di hadapi kali ini, meskipun dirinya kuat jika melawan lebih dari 100 orang lebih, dirinya juga akan kalah.


Dari arah depan, Bao Huo melihat Li Yian yang sendirian hanya bisa memasang senyum licik di wajahnya.


"Kau masuk ke kandang macan Li Yian!" ucap Bao Huo yang berjalan memimpin banyak anak buahnya.


\=


\=


..