
\=Chapter 302. RAMPOK DADAKAN\=
\=
\=
Hau Lin dan dua orang lainnya duduk saling berhadapan mengitari meja bundar di ruang tamu toko pil dan herbal anggrek putih.
Pelayan langsung menyediakan minuman teh hangat dengan segera, setelah itu Hau Lin langsung bertanya.
"Jika tuan dan tuan muda berkenan, bolehkah kami tahu siapa nama anda sekalian dan dari keluarga mana?" ucap Hau Lin dengan sangat sopan.
"Terimakasih sudah mengajak kami mengobrol secara pribadi di ruang tamu ini tuan manager! Saya adalah pelayanan dari keluarga Wui, ini tuan muda Wui Lan! Anak bungsu dari tuan Wui!" ucap pelayan setia keluarga Wui.
Deg..!
Hau Lin cukup terkejut dengan ucapan pria paruh baya itu, karena dia mengatakan bahwa mereka berasal dari keluarga Wui! Meskipun reputasi Keluarga Wui sangat tertutup namun mereka di setarakan dengan keluarga Wei.
Meskipun sama-sama keluarga tersembunyi, namun keluarga Wui lebih rapat lagi! Mereka di katakan sebagai keluarga tersembunyi, karena menutup diri mereka setelah pertempuran panjang memperebutkan kekuasaan dengan tiga keluarga lainnya! Setelah itu di menangkan oleh keluarga Ming.
Sehingga dua keluarga lainnya langsung menutup diri dari dunia luar! Akan tetapi setelah pertempuran itu, Kekaisaran Ming lebih waspada terhadap keluarga Wui, daripada keluarga Wei karena keluarga Wei setelah ribuan tahun lamanya semakin melunak terhadap kekuasaan dari keluarga Ming dan akhirnya memilih bekerja sama.
Sedangkan Keluarga Wui malah lebih menajam dan lebih tersembunyi lagi keberadaan mereka.
"Tuan muda Wui Lan berasal dari keluarga Wui dan anak bungsu dari kepala keluarga Wui?" ucap Hau Lin tanpa sadar.
"Ya, tapi tuan tidak perlu terkejut, kita lanjutkan saja transaksi pembelian herbal jamur embun malam! Karena menurut tuan manager harus menyertakan nama dan asal keluarga." ucap pelayanan setia dari keluarga Wui.
"Baiklah, kami mengerti! Prosedur ini untuk memudahkan kami jika herbal ini nantinya di salah gunakan, sehingga jika terjadi sesuatu kami bisa memintai pertanggungjawaban terhadap sang pembeli!" ucap Hau Lin.
"Baiklah, tuan manager kami siap! Karena itu benar-benar untuk melakukan pengobatan!" jawab Wui Lan dengan yakin.
Mereka melanjutkan obrolan di ruang tamu dan di lanjutkan membuat surat serah terima pemberian herbal jamur embun malam.
*
*
*
Beberapa jam kemudian, kini hari sudah hampir menjelang sore hari.
Orang-orang yang sudah beres melakukan pembayaran barang yang telah di lelang oleh rumah pelelangan anggrek putih, akhirnya mereka semuanya pulang menuju ke sekte maupun kediaman mereka masingmasing.
Satu kereta kuda sudah melaju kencang di jalan utama kota Wuhan, mereka adalah rombongan dari sekte pedang api.
Ling Sa telah memenangkan pedang emas membara, karena uang miliknya tidak mencukupi! Xu Wuzao yang selaku pemilik dan pendiri ruang lelang anggrek putih memberikan tangguhan pembayaran penuh.
"Lihatlah, Ling Su! Apa yang aku bilang, Xu Wuzao memberikan kita tangguhan untuk membayar pedang emas membara ini!" ucap Ling Sa sambil memegang pedang emas membara yang terlihat berkilau meskipun di dalam kereta kuda.
"Apakah kepala sekte Ling, hanya membayar sepertiga dari total harga sebenarnya? Jika bukan karena kakak Xu Wuzao yang memiliki rumah pelelangan itu, aku yakin pedang itu tidak akan berada di tangan kepala sekte Ling sekarang!" ucap Ling Sa.
"Ya, aku kadang cukup heran! Darimana Xu Wuzao mendapatkan semua barang-barang itu! Jika saja Xu Wuzao masih bergabung dengan sekte pedang api, pastinya sekte pedang api akan sangat besar." ucap Ling Sa sedikit kecewa.
"Ya, sepertinya memang itu jalanya!" jawab Ling Su.
Mereka terus saja membicarakan tentang Xu Wuzao di dalam perjalanan, sampai kereta kuda masuk ke dalam perbatasan wilayah luar dari kota Wuhan.
Mereka memasuki perbatasan luar kota Wuhan yang di sana adalah tanah kosong yang lapang dengan di tumbuhi pepohonan yang cukup jarang dengan rumput ilalang yang tinggi.
Hingga akhirnya, kusir kuda mengehentikan laju dari kereta kuda yang di kendarai itu.
Di dalam kereta kepala sekte Ling Sa langsung merasakan ada beberapa pendekar langsung mengelilingi kereta kuda.
Braaakk..!
Braaakk..!
Pitu kereta kuda di tusuk menggunakan tombak panjang hingga tembus sampai ke samping kiri ke kana, atap kereta kuda langsung di jebol dua orang melompat keluar dan menjejakkan kakinya di tanah terlebih dahulu.
Dua orang itu tidak lain adalah, Ling Sa kepala sekte pedang api dan Ling Su salah satu tetua dan masih bagian Keluarga Ling.
Setelah mereka keluar dari kereta kuda dan menjejakkan kakinya di tanah, lima orang langsung mengepung mereka dengan menggunakan penutup kepala untuk menutupi identitasnya asli mereka.
"Siapa kalian?" ucap Ling Su dengan waspada.
"Kalian tidak perlu tahu siapa kami! Serahkan saja pedang emas membara yang ada di tangan kalian, jika masih sayang nyawa!" bentak salah satu dari mereka.
Mendengar ancaman itu, Ling Sa hanya tersenyum menyeringai! Dengan adanya insiden ini dia ingin menguji kehebatan dari pedagang emas membara.
Sedangkan kusir kereta kuda, langsung meringkuk di bawah kereta kuda karena ketakutan setengah mati, aura kelima orang itu begitu mengerikan baginya.
"Haahh, rampok tengik! Apa kalian pikir aku bodoh, hanya karena ancaman tidak berguna itu kami akan menyerahkan pedang ini dengan suka rela?" ucap Ling Sa.
Dia sangat tahu kekejaman dari dunia persilatan, ucapan yang dusta dan banyak tipu daya di dalamnya sudah dia arungi cukup lama di sekte pedang api.
Sehingga hanya karena gertakan itu dia akan menurut saja, itu tidak mungkin! Bagi pendekar tidak ada kata menyerah sebelum melawan, jika memang tidak sanggup maka pilihlah menyerah adalah yang paling akhir.
"Kurang ajar, kalian berdua ingin mampus dengan cepat ternyata!" bentak salah satu dari mereka.
Wuut..!
Tombak besar langsung mengarah ke arah Ling Sa dengan kecepatan tinggi, Ling Sa langsung menghindar begitu tahu ada serangan datang.
"Ling Su, kau hadapi satu! Sisanya serahkan kepada ku!" ucap Ling Sa dengan tenang.
"Baiklah kepala sekte Ling!" jawab Ling Su dengan cepat.
"Ha-ha-ha-ha, kepala sekte! Pantas saja begitu sombong, segera bunuh kedudukan tanpa ampun!" bentak seseorang yang masih di belakang sejak tadi.
Sepertinya dia adalah pimpinan dari keempat orang lainnya yang sekarang sedang menghadang dirinya, pikir Ling Sa.
Wooooosss..!
Ling Sa langsung mencabut pedang emas membara, dia ingin menguji kehebatan pedang itu! Sehingga pedang yang biasa di gunakan dirinya di biarkan tergantung di pinggang dirinya saat ini.
Sedangkan di sisi lain, Ling Su sudah menyerang salah satu dari mereka! Karena dia tidak ingin menunggu terlalu lama.
Ling Sa menghadapi empat orang sekaligus termasuk pemimpin dari kelompok rampok dadakan itu.
Triinng..!
Pedang dan tombak saling berbenturan, percikan bunga api memercik di sana! Tombak yang di gunakan oleh rampok langsung tergores cukup dalam hampir terputus di bagian ujung yang lancip dan tajam.
Sedangkan pedang emas membara, malah berwarna kuning berliku seperti mengeluarkan energi panas di pedang itu.
"Sial ternyata rumor tentang pedang emas membara sungguh bukan isapan jempol belaka!" ucap salah satu dari empat penyerang itu.
Dia merasakan kesemutan dan tangan dirinya tidak dapat di rasakan sekejap! Karena efek benturan dan getaran saat benturan serangan barusan.
Yang dia paling kaget adalah, tombak dirinya yang selalu di banggakan malah tergores hampir terputus, sehingga dia langsung mengakui kengerian pedang emas membara.
'Tidak heran, pendekar yang memiliki pedang ini bisa berada di puncak kala itu, ternyata seperti ini kekuatan pedang ini!' ucap Ling Sa di benaknya.
Dia cukup terkejut karena hanya menggunakan sedikit tenaga dalam miliknya, namun bisa menggores senjata lawan seperti menggores logam yang lunak.
Wooooosss..!
Triiinnng..!
Slaaaz..!
Baaammm..!
Ling Sa kembali menyerang dengan kecepatan tinggi, lalu menebas tombak mereka yang menyilang untuk melindungi dirinya, namun tombak itu patah menjadi dua dan langsung menebas ke dada si pengguna tombak itu.
Lalu Ling Sa, menendang orang itu untuk mengakhiri riwayat musuhnya.
\=
\=
...