
\=Chapter 181. MANUAL KULTIVASI\=
\=
\=
Li Yian akhirnya menjelaskan semua yang ingin dia katakan kepada Xu Wuzao, karena menurut pemikiran Li Yian dia saat ini sedang berpacu dengan waktu.
Xu Wuzao masih saja belum bisa percaya dengan kenyataan ini. Karena menurutnya sangat mustahil bagi Xu Wuzao bahwa Li Yian memiliki begitu banyak sumberdaya herbal yang begitu langka dan sangat bagus kualitasnya.
"Sudahlah pak tua! Anda tidak perlu menelisik ku seperti itu, aku tahu anda pasti kaget. Tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkan semua ini berasal dari mana." keluh Li Yian.
Karena sedari awal di jelaskan oleh Li Yian maksud dirinya memberikan tugas kepada Xu Wuzao, namun Xu Wuzao selalu bertanya dari mana asalnya Li Yian mendapatkan herbal itu semua.
Karena menurut Xu Wuzao barang seperti itu tidak dapat di miliki oleh anak kecil, apa lagi Xu Wuzao sangat tahu bahwa Li Yian adalah anak yang di rawat dirinya. Meskipun sangat jarang dia memberikan perhatian khusus, namun pikir Xu Wuzao dia sangat tahu siapa itu Li Yian.
Dia sudah di buat terkejut di pemberian Li Yian yang pertama, sekarang dia lebih terkejut lagi! Sehingga dia terus saja mempertanyakan kepada Li Yian.
"Ya baiklah, aku mengalah saja!" jawab Xu Wuzao akhirnya mau mengalah dengan Li Yian.
Li Yian maju ke hadapan Xu Wuzao lalu memegang lengan bagian atas milik Xu Wuzao, bahkan Xu Wuzao saja saat ini tidak mengerti apa yang di lakukan Li Yian.
"Nak apa yang kau lakukan?" ucap Xu Wuzao.
Li Yian masih saja memegang lengan bagian atas milik Xu Wuzao, dia tidak menghiraukan ucapan Xu Wuzao. Li Yian memejamkan matanya sambil merasakan tingkat pelatihan Xu Wuzao.
"Pak tua, anda masih saja berada di tingkat pendekar raja puncak? Tingkatkan lagi sampai ke pendekar suci, aku akan memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk anda kedepannya!" ucap Li Yian setelah membuka mata dan mundur dua langkah.
Li Yian merasakan pelatihan Xu Wuzao sedikit lagi menerobos ke pendekar suci, tapi jika di lakukan tanpa bantuan dirinya dia yakin Xu Wuzao akan melakukan itu beberapa bulan lagi bahkan bisa lebih dari satu tahun baru akan menerobos tinggi pendekar suci, jika tidak menggunakan herbal yang tinggi kualitasnya.
"Nak, kau hanya beberapa bulan dan belum genap setahun pergi dari sekte ini, namun sudah begitu merasa hebat! Meningkatkan pelatihan dari pendekatan raja puncak ke pendekar suci itu tidak semudah yang kau bayangkan nak! Nanti kau akan merasakan sendiri setelah sampai di fase itu!" ucap Xu Wuzao tidak ingin marah terhadap anak kecil seperti Li Yian yang sudah biasa sedikit melawan dirinya.
Dia yakin, bahwa Li Yian sedang berbicara ngelantur dan asal saja seperti sebelum-sebelumnya. Sehingga dia tidak ingin menanggapi itu dengan serius.
"Pak tua, bukan maksud ku seperti itu! Tapi ini demi kebaikan anda kedepannya!" jawab Li Yian.
Li Yian tidak ingin mengungkapkan identitas dirinya untuk sekarang, meskipun itu terhadap orang tua yang di anggap orang yang paling dekat dengan dirinya saat ini.
"Sudahlah nak aku mengerti, baiklah aku akan mengurus permintaan mu itu!"
Xu Wuzao akhirnya menyetujui keinginan Li Yian bahwa dirinya harus menjadi perantara dengan beberapa toko herbal besar di Kekaisaran Ming dan kelompok informasi bayaran dari Kekaisaran Tang.
"Tunggu dulu pak tua, apa anda di dalam sini memilih kertas dan pena? Aku akan memberikan sesuatu yang bagus setelah anda menembus tingkat pendekar suci." ucap Li Yian.
"Pena dan kertas, untuk apa itu? Jika kau ingin akan ku ambilkan." jawab Xu Wuzao.
Dia langsung melangkah pergi dari hadapan Li Yian, dirinya melangkah menuju ke sudut ruangan bawah tanah di sana ada lemari kayu yang cukup usang.
Li Yian ikut menghampiri ke mana arah Xu Wuzao berjalan, setelah sampai di sana Xu Wuzao sudah memegang kertas dan pena.
"Ini yang kau butuhkan nak, sebenarnya untuk apa?" tanya Xu Wuzao.
Li Yian menerimanya dengan cepat, dia tidak menjawabnya melainkan duduk di kursi dan menaruh kertas di meja kecil yang tersedia di sudut ruangan itu.
Lampu minyak di sana cukup terang, Li Yian langsung menuliskan langkah-langkah manual kultivasi ke dalam kertas itu. Cukup lama Li Yian menulis itu, hingga dua lembar kertas yang tersedia sudah penuh dengan tuliskan dirinya saat ini.
Setelah selesai menulis itu semua, Li Yian menyerahkan tulisan itu kepada Xu Wuzao.
Sebenarnya Li Yian ingin membantu Xu Wuzao meningkatkan pelatihan hingga ke tingkat pendekar suci, namun sepertinya Xu Wuzao tidak mempercayai dirinya.
Sehingga Li Yian lebih memilih menyerah, dari pada membuat Xu Wuzao lebih tersinggung lagi.
"Apa ini?" ucap Xu Wuzao.
Li Yian tidak menjawabnya.
Lalu Xu Wuzao membacanya, baru juga membaca beberapa bait kata Xu Wuzao langsung terkejut.
"Kau belajar dari mana ini nak, lalu kau pernah membaca ini di mana? Ini seperti??" ucapan Xu Wuzao terhenti dia tidak bisa berbicara lagi, pikiran dirinya terus bekerja.
Karena cukup penasaran Xu Wuzao terus membacanya hingga habis, setelah habis dia langsung memandangi Li Yian lebih dalam.
"Nak dari mana kau mengetahui semua ini, aku ingat betul dan pernah mempelajarinya namun belum mengetahui kegunaan ini untuk apa!" ucap Xu Wuzao.
"Itu adalah Manual Kultivasi, apa benar anda pernah mempelajarinya?" kali ini Li Yian yang menjadi penasaran dengan ucapan Xu Wuzao.
"Ya!" jawab Xu Wuzao dengan sangat mantap.
"Di mana itu?" ucap Li Yian masih tidak percaya.
Pikir Li Yian, seharusnya manual kultivasi belum ada yang mengetahui di alam Daulu! Karena di alam ini tidak memiliki Energi Qi sebelumnya.
"Sebentar akan ku tunjukkan kepada kau nak Li Yian!" jawab Xu Wuzao.
Dia lalu berjalan kembali menuju ke lemari usang di pojok ruangan itu, setelah sampai dia tidak berdiri di hadapannya melainkan berdiri di samping lemari kayu usang itu.
Xu Wuzao langsung mendorongnya, ke arah samping! Suara berderik terdengar menggema di seluruh ruangan bawah tanah itu.
Setelah Xu Wuzao mendorong lemari kayu yang sudah usang di sana ada cekungan yang di tutupi lemari itu.
Li Yian masih tidak mengerti, dia melihat itu hanya diam saja memerhatikan apa yang sedang di perbuat oleh Xu Wuzao saat ini.
Xu Wuzao mengambil peti yang terbuat dari besi yang sangat tebal, bisa di lihat Xu Wuzao membawa peti itu seperti sangat kesulitan padahal dirinya pendekar raja puncak.
"Apa itu pak tua?" ucap Li Yian karena sudah semakin penasaran.
"Kau lihat saja nanti, harusnya aku yang sedang penasaran dengan kau nak Li Yian!" ucap Xu Wuzao dengan tatapan yang begitu tajam.
"Ahh, baiklah aku tunggu!" jawab Li Yian.
Xu Wuzao membuka dengan cepat peti besi yang cukup besar itu, dia membuka dengan kunci yang selalu dia bawa di tubuhnya sejak beberapa puluh tahun lalu.
Setelah di buka Xu Wuzao langsung menujukan buku yang memiliki beberapa lembar saka.
Li Yian menjadi semakin bingung.
"Buku jelak apa itu?" gumam Li Yian.
\=
\=
...