
\=Chapter 317. PEDANG BAYANGAN YANG TERHUBUNG\=
\=
\=
Li Yian memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, di mulutnya terasa akan memuntahkan darah namun tidak jadi. Li Yian memandang ke Baba Yaga yang sedang muntah darah namun tetap berdiri kokoh tidak tergoyahkan.
Li Yian menggelengkan kepalanya pelan, lalu bergumam lirih.
"Kekuatan Baba Yaga semakin meningkat saja! Apa masih bisa lebih tinggi lagi?"
Li Yian tidak menggunakan kekuatan penuh! Hanya menyeimbangi kekuatan Baba Yaga saja, sehingga Li Yian merasakan kekuatan Baba Yaga semakin berat dan begitu kuat dia cukup kaget. Sampai dia merasakan bahwa dia mengalami luka dalam.
Li Yian tidak ingin membunuh Baba Yaga sehingga dia hanya membendung saja serangan dari kekuatan yang Baba Yaga lancarkan, sedangkan Baba Yaga berniat membunuh Li Yian.
Pertarungan seperti ini sangat sulit, karena sejatinya teknik bertarung itu untuk membunuh jadi jika Li Yian tidak berniat untuk membunuh, maka dia cukup menahannya setipis mungkin, sehingga kemungkinan kalah cukup besar jika lawannya sepadan atau lebih kuat dari dirinya.
Di sebrang sana, makhluk yang bersemayam di tubuh Baba Yaga terlihat mengeluh, karena tubuh Baba Yaga yang belum terlalu kuat untuk menahan semua kekuatan miliknya.
Itu sangat wajar, karena kehebatan Baba Yaga sangat jauh dengan Li Yian sebelumnya! Namun untuk sekarang kekuatan itu bisa menahan serangan Li Yian yang hampir mencapai puncak kekuatannya.
"Aaakkkhh...!" teriak Baba Yaga.
Teriak itu mengeluarkan aura yang mengakibatkan petir menyambar, padahal elemen dari makhluk yang mengendalikan tubuh Baba Yaga bukanlah petir tetapi kegelapan mutlak.
Setelah berteriak dengan sangat kerasa, Baba Yaga memandang Li Yian kembali, mata itu sangat tajam! Dengan warna merah seperti darah dengan pupil hitam yang mengkilat, membuat orang yang memandangnya sangat ngeri.
"Bocah kau harus mati sekarang, jika tidak akan menghalangiku di masa depan!" bentak Baba Yaga kepada Li Yian.
Wuuusss..!
Pedang panjang yang sangat padat terbentuk dari elemen kegelapan milik Baba Yaga, bentuk pedang itu besar dan panjang dengan motif guratan petir yang menghiasi badan pedang.
Li Yian tidak tahu kenapa tiba-tiba mundur dua langkah, mungkin hati kecilnya merasakan getaran takut dan pikiran dirinya langsung merespon sehingga dia bergerak untuk menghindari Baba Yaga, yang memegang pedang hitam itu.
Karena lawan menggunakan pedang, Li Yian juga mengeluarkan pedang bayangan miliknya dari cincin samudra, lalu Li Yian menggenggam pedang itu menggunakan dua tangan.
Baru saja pedang itu di genggam, seperti di tarik sesuatu! Begitu juga Baba Yaga, dia seperti di tarik sesuatu.
Deeess..!
Sura benda seperti menyatu dengan sangat kuat.
Hingga akhirnya Li Yian dan Baba Yaga saling berhadapan satu sama lain.
Pedang bayangan milik Li Yian menempel dengan sangat kuat bersama pedang hitam yang di bentuk oleh makhluk yang ada di dalam tubuh Baba Yaga, dua pedang saling berhubungan.
"Bagiamana bisa pedang ini menempel begitu kuatnya dengan pedang itu?" ucap Li Yian sangat terkejut.
"Bocah kau memiliki pedang yang sangat berbahaya? Seharusnya pedang itu sudah musnah ribuan tahun yang lalu!" ucap makhluk yang ada di dalam tubuh Baba Yaga cukup ketakutan.
Selaaaapp..!
Pedang yang di bentuk oleh Baba Yaga yang besar dan mengerikan terhisap habis oleh pedang milik Li Yian, hingga Baba Yaga mundur sangat jauh dan langsung terengah-engah.
"Apa yang terjadi?" ucap Li Yian tidak begitu mengerti, namun beban di dalam pedang itu bertambah berat.
Karena kejadian itu begitu cepat, sehingga pandangan dan pikiran Li Yian tidak bisa terhubung dengan baik, terhadap kejadian barusan. Dia akhirnya hanya memandang nanar ke pedang di tangannya.
"Haaahhh... Haaahhh... Haaahhh..!" nafas Baba Yaga langsung terengah-engah setelah aura hitam miliknya terhisap oleh pedang bayangan yang di pegang oleh Li Yian.
"Sial, pedang bayangan! Bagaimana bisa berada di tangan bocah itu?" ucap Baba Yaga terlihat sangat ketakutan.
Matanya melotot dengan peluh tertata rapi di jidatnya yang tumbuh bulu kecil, gelombang nafas besar keluar dari lubang hidung besar Baba Yaga.
Baru saja dia sadar, Li Yian sudah berada di samping Baba Yaga yang sedang ketakutan! Li Yian menebas dengan kecepatan tinggi.
Baaammm..!
Namun tidak ada yang terpotong, karena Li Yian menebas menggunakan bagian punggung pedangnya.
Setelah pedang itu menempel pada tubuh Baba Yaga, mata yang tadinya sudah melotot kini tambah melotot bahkan hampir keluar dari rongganya.
"Aku lengah!" ucap Baba Yaga dengan lirih.
Pupil matanya langsung berubah, yang tadinya hitam mengkilat dan area mata lainnya yang berwarna merah darah kini kembali putih, ke bentuk semula.
Li Yian membuang nafasnya dengan kasar, apa yang dia pikirkan akhirnya benar, bahwa pedang hitam panjang itu bisa membuat aura Baba Yaga netral. Karena semenjak dia mengeluarkan pedang bayangan, Li Yian merasakan aura pedang itu terhubung dengan aura hitam milik Baba Yaga.
Li Yian menengok ke arah Baba Yaga lalu memanggilnya, masih dengan menempelkan pedang hitam bayangan pada tubuh Baba Yaga.
"Teman, apa kau dengar suara ku?" ucap Li Yian.
*
*
*
Di dalam kesadaran jiwa Baba Yaga.
Baba Yaga yang awalnya terkekang dan tidak bisa bergerak, di tambah merasakan sakit yang amat sangat! Kini di benaknya merasakan tekanan berat kembali.
Karena tubuhnya yang di ambil alih oleh makhluk hitam yang tadi menemuinya, dengan tubuhnya yang di kendalikan, Baba Yaga menanggung beban berat dan cukup sakit di kepalanya.
"Aaakkkhh..!" keluh Baba Yaga.
Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga dia hanya bisa menjerit dan kesaktian.
Kejadian itu hanya beberapa saat saja, lalu Baba Yaga merasakan aura yang menekan langsung mengendur dan perlahan melepas kekangan pada Baba Yaga.
"Keadaan ku semakin ringan!" ucap Baba Yaga mulai gembira.
Baba Yaga mendengar suara yang di kenal, dia langsung berteriak.
"Saudara Li Yian, apakah itu kau? Aku di sini!" ucap Baba Yaga berucap dengan sekeras-kerasnya.
"Saudara Li, aku di sini!" ucap Baba Yaga kembali.
Wooss..!
Kesadaran Baba Yaga akhirnya kembali ke tubuh dan pikiran dirinya sekarang, dia langsung mengeluh dan memegangi kepalanya karena mendenyut sakit, berusaha membuka matanya, karena ada cahaya yang menyeruak masuk ke dalam matanya.
"Aaakkkhh..! Kepala ku sakit sekali!" ucap Baba Yaga.
Baba Yaga ingin bangkit namun langkah dia ambruk kembali, dia akhirnya hanya bisa mengerang kesakitan.
"Tenangkan dirimu teman! Tubuh kau sekarang sudah mencapai batasnya." ucap Li Yian yang ada di sampingnya.
Dia langsung paham bahwa itu adalah Baba Yaga, karena Li Yian sangat kenal dengan aura Baba Yaga! Sedangkan tadi aura yang keluar bukan milik Baba Yaga.
Mendengar ucapan Li Yian yang begitu jelas dan dekat, Baba Yaga membuka matanya lebar-lebar lalu dapat melihat Li Yian yang sedang jongkok di sampingnya.
"Saudara Li Yian, benarkah kau ini? Kita di mana?" ucap Baba Yaga ingin segera tahu.
"Sudah tenangkan dirimu, kau telanlah pil pemulihan ini! Agar tubuh kau pilih dengan cepat." ucap Li Yian.
Dia menyodorkan kepada Baba Yaga, membantu menaruh ke mulut Baba Yaga! Setelah di dalam mulut Baba Yaga, pil itu langsung pecah dan larut, mengalir ke tubuh Baba Yaga.
"Kerahkan energi kau ke setiap pembuluh darah yang kau miliki teman!" ucap Li Yian memeringati.
Li Yian tidak membantu menyebarkan menggunakan Energi Qi miliknya, karena Baba Yaga masih sadar.
Setelah sudah mulai lama, Li Yian membantu Baba Yaga duduk! Namun baru juga Baba Yaga duduk! Li Yian merasakan banyak binatang siluman yang dari kejauhan mulai mendatangi tempatnya. Karen tempat itu sangat terbuka akibat dampak dari pertarungan Li Yian dan Baba Yaga, binatang siluman datang dengan cepat.
"Ada saja pengganggu, lebih baik aku pergi dari sini!" ucap Li Yian.
Wooooosss..!
Li Yian langsung menggunakan teknik teleportasi untuk kembali ke kota Wuhan, karena tubuh Baba Yaga yang sekarat di tambah banyak pengganggu, dia juga tidak ingin bertarung kembali.
Tubuh Li Yian dan Baba Yaga menghilang dari daratan paling barat di alam Daulu, setelah Li Yian dan Baba Yaga masuk ke sobekan ruang dimensi, barulah para binatang siluman datang.
Mereka memangsa hewan siluman yang sudah mati dengan begitu lahapnya.
\=
\=
...