Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
048 = BERITA MAKAM KUNO SUDAH DI TEMBUS PENDEKAR MISTERIUS


\=Chapter 048. BERITA MAKAM KUNO SUDAH DI TEMBUS PENDEKAR MISTERIUS\=


\=


\=


"Berita apa itu pak tua?" Li Yian mencoba ingin tahu secara langsung dari ucapan Xu Wuzao berita apa yang menyebar begitu luas itu.


Padahal Li Yian sudah bisa menebak bahwa berita itu mengenai makam kuno beberapa waktu lalu, tapi Li Yian juga ingin mendengar rumor apa yang beredar di masyarakat umum maupun di dunia persilatan.


"Nak, apa kau pernah dengar kabar di temukan makam kuno di bagian paling selatan? Tepatnya di pantai selatan berbatasan antara Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang!"


Xu Wuzao ingin memastikan bahwa Li Yian tahu dulu asal usul berita yang akan dirinya sampaikan, jika Li Yian tidak tahu maka akan percuma menceritakan berita yang sedang heboh.


"Ya aku pernah dengar!"


Li Yian menjawab seperti itu sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak, tapi hanya dia tahan dalam benaknya saja.


"Dua hari ini sudah beredar tentang berita makam kuno sudah di tembus oleh pendekar misterius! Di beritakan bahwa orang ini satu-satunya yang tidak terkena luka maupun racun yang menyebar di makam kuno!"


Xu Wuzao mengambil jeda sebentar untuk mengambil nafas dan juga agar Li Yian bisa mencerna ucapan dirinya.


"Hanya ada empat orang Pendekar yang selama dari insiden berdarah makam kuno, tiga di antaranya adalah tetua ke 7 sekte lembah tengkorak, komandan pasukan Kekaisaran Tang dan tetua muda dari sekte macan putih! Tapi mereka semua terluka hanya satu yang berhasil lolos dari maut, identitas dia belum di ketahui dari mana sehingga orang-orang menyebutnya pendekar misterius."


Xu Wuzao berharap Li Yian mengerti ucapan dirinya! Meskipun orang-orang hebat ini Li Yian tidak paham, tapi dengan menyebutkan sekte besar itu pasti Li Yian sedikit mengerti.


"Banyaknya orang di sana, bahkan ribuan! Hanya pendekar itu yang keluar dengan selamat tanpa luka! Apa dia sehebat itu?" tanya Li Yian.


Padahal dirinya tahu betul yang di bicarakan orang-orang dunia persilatan maupun rakyat biasa dan bangsawan adalah dirinya tapi Li Yian lebih baik pura-pura tidak tahu.


"Sebaiknya aku tidak menggunakan cadar dan topi besar lagi, jika orang-orang hebat tahu maka akan menimbulkan masalah besar!" ucap Li Yian dalam benaknya.


Dia ingin menghindari masalah saat dirinya belum kuat, bila saja dia kuat maka lebih baik terang-terangan menghadapi musuh, karena dirinya tidak ingin di bilang pengecut.


"Menurut berita beredar, orang ini sudah masuk ke dalam tingkat pendekar suci! Tapi berita itu belum benar hanya asumsi dan rumor belaka! Paling nanti jika orang-orang yang selamat sudah sembuh dari luka, cepat atau lambat pendekar misterius ini akan terungkap." Xu Wuzao menjelaskan dan sekaligus menganalisis apa yang akan terjadi.


Li Yian hanya mengangguk saja atas ucapan dari Xu Wuzao itu dan mendengarkan dengan cermat.


Mereka terus membicarakan berita yang menyebar luas di kota Kekaisaran Ming bahkan mungkin sudah sampai di Kekaisaran Tang.


Mereka berdua mengobrol menjelang siang, akhirnya Li Yian berpamitan untuk keluar karena ada keperluan.


Xu Wuzao mengijinkan, dia juga belum berkemas barang-barang miliknya karena berniat besok pagi, sehingga dia memilih untuk berkemas sekarang.


*


*


*


Li Yian kini sudah berada di depan toko yang dirinya memesan pakaian empat hari lalu, sebenarnya besok jadwal untuk mengambilnya tapi Li Yian lebih memilih sekarang, jika masih belum ada yang jadi dirinya akan membawa yang sudah siap saja.


Li Yian masuk dengan tenang ke dalam toko itu, segera pelayan toko pakaian itu menyambut Li Yian dengan sangat ramah.


"Selamat datang tuan, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin mengambil pesanan milik ku, ini bukti pemesanannya!" jawab Li Yian sambil menyerahkan token pengambilan pesanan yang sudah di janjikan oleh toko itu.


"Mari ikuti aku tuan!" wanita pelayan itu langsung menuntun Li Yian ke ruang tunggu tamu.


"Tunggu sebentar tuan!" ucap wanita pelayan itu lalu pergi ke arah pintu lain.


Li Yian hanya mengangguk perlahan, setelah itu dia duduk dengan tenang!.


Menunggu hanya sebentar akhirnya ada seorang wanita paruh baya mendatangi Li Yian di ruang tamu.


"Selamat datang kembali tuan, dalam perjanjian kan harusnya besok! Apa tuan sedang terburu-buru?"


Wanita itu langsung duduk setelah menyapanya dan melanjutkan basa-basi dirinya.


"Ya benar sekali, aku berniat berangkat besok pagi-pagi sekali takut toko ini belum buka sehingga aku mendatangi sekarang!" jawab Li Yian menceritakan masalahnya.


"Ya aku mengerti tuan, untungnya baru saja selesai pesanan tuan! Sehingga bisa di bawa untuk sekarang!" ucap wanita paruh baya itu.


"Terimakasih jika seperti itu!" jawab Li Yian cepat.


"Tunggu sebentar tuan!" Wanita itu langsung pergi bergegas ke tempat produksi.


Setelah menunggu sebentar, wanita paruh baya itu muncul dengan membawa sekantong bungkusan cukup besar.


"Ini tuan pesanan anda, silahkan di periksa dulu!" ucap wanita paruh baya itu.


"Aku percaya, terimakasih! Ini uang tips karena pengambilan lebih cepat dari perjanjian!" Li Yian menaruh dua keping koin emas di meja lalu mengambil pesanan miliknya.


"Aku pamit dulu, karena masih banyak keperluan!" lanjut Li Yian.


"Baiklah tuan! Terimakasih." ucap wanita paruh baya itu sedikit membungkuk.


Dia menyaksikan Li Yian keluar dari ruang tamu dan pergi dari toko pakaian itu dengan cepat, wanita itu hanya menggelengkan kepalanya kecil karena menurut dirinya anak semuda itu bisa mengeluarkan uang dengan mudah pasti memiliki latar belakang yang sangat tinggi.


Setelah keluar Li Yian membawa bingkisan cukup besar itu, dia menengok ke segala arah dan ternyata di sana cukup ramai! Akhirnya Li Yian mencari jalan kecil yang sepi.


Setelah berjalan beberapa lama dia menemukan jalan yang sepi di belakang pertokoan yang tidak begitu ramai.


Dengan gerakan cepat Li Yian melambaikan tangan kirinya, setelah itu bingkisan yang ada di tangan kanannya langsung menghilang seperti di telan sesuatu! Padahal Li Yian memasukkan ke dalam cincin samudra miliknya.


Dari kejauhan, ada dua orang yang datang dan memandang dengan tatapan tajam pada Li Yian! Karena Li Yian di pandang seperti anak kaya biasa sehingga ada orang yang mengincar Li Yian untuk di rampok di sana.


Li Yian sebenarnya sadar bahwa dari kejauhan ada yang memperhatikan tapi dia tidak ambil pusing, Li Yian tetap berjalan saja dan menuju jalan gang yang sangat sepi untuk memasukkan sesuatu ke dalam cincin samudra.


Namun tidak di sangka kesempatan ini di manfaatkan oleh dua cecunguk yang mengincar dirinya, karena Li Yian tidak membawa pedang hitam dengan terbuka membuat Li Yian seperti bangsawan tanpa pengawal.


"Nak jika kau ingin hidup, serahkan apa saja yang kau punya!" ucap dua perampok itu pada Li Yian dengan nada ancaman.


Li Yian hanya berbalik badan lalu memandang dua orang dewasa itu bergantian, seperti dirinya tidak merasakan intimidasi sama sekali.


\=


\=


Bantu LIKE'👍 Kaka.


Terimakasih.


...