
\=Chapter 162. TEKNIK PELUMPUH DARAH\=
\=
\=
Di pagi hari sudah terjadi keributan di kota kecil itu, karena keluarga bangsawan yang menguasai kota telah di bantai dengan begitu mengerikan, oleh kelompok yang tidak di ketahui.
Bahkan sebagian banyak hartanya sudah di kuras oleh sang pembantai! Keadaan ini di ketahui oleh kasim yang bekerja di rumah bangsawan itu.
Di rumah besar tempat kejadian, sudah banyak berkumpul pasukan pemerintah kota! Mereka sedang menganalisis kejadiannya.
Akhirnya kejadian ini di kaitkan, ada hubungannya dengan bentrokan Li Yian dan kelompok Sabit Tunggal di penginapan kota, karena berita ini juga tidak kalah hebohnya di sana.
Di karenakan pasukan kota tidak menemukan bukti, akhirnya mereka mendatangi penginapan di mana Li Yian dan Baba Yaga saat ini sedang menginap.
*
*
*
Di penginapan tempat Li Yian sedang menginap, Li Yian sedang di tempat makan karena setelah melakukan meditasi semalaman nafsu makannya langsung datang.
Li Yian makan sendiri, dia sengaja tidak mengajak Baba Yaga untuk makan bareng! Karena jika makan bersama Baba Yaga, Li Yian hilang nafsu makannya! Dikarenakan nafsu makan Baba Yaga yang berlebihan.
Namun baru beberapa suap saja, dari luar tempat makan datang segerombolan pasukan kota.
"Permisi tuan, apa kami sedang berhadapan dengan tuan Li Yian?" tanya kepala pasukan kota kecil itu.
Li Yian langsung menaruh mangkuk makanan yang di pegang ke meja, lalu memandang ke arah orang yang berdiri di hadapannya, dalam keadaan masih memberikan hormat.
"Ya, benar! Apa tuan mengenal ku?" tanya Li Yian heran.
"Tidak tuan, kami hanya sedang menjalankan tugas, menurut laporan banyak penduduk dan beberapa orang saksi! Tuan Li Yian telah bentrok dengan perampok saat malam di penginapan ini. Kami hanya ingin tahu di mana keberadaan perampok itu?" tanya kepala pasukan pada Li Yian.
"Ahh,iya! Aku hampir lupa, bahwa semalam aku menyisakan satu yang hidup!" jawab Li Yian, sedikit terkejut.
"Mari kita cari keamanan penginapan ini, mereka yang sedang menahan dia!" lanjut Li Yian.
"Baiklah, mari!" jawab kepala pasukan kota.
Li Yian langsung berdiri dia tidak melanjutkan makan, karena sudah hilang selera makannya.
Mereka akhirnya menemui penjaga keamanan penginapan, lalu Li Yian dan kepala pasukan kota bersama rekannya di antar di sebuh gudang belakang.
Setelah sampai di sana Li Yian melihat tubuh anggota kelompok Sabit Tunggal di ikat dengan rantai cukup banyak, Li Yian hanya tersenyum saja.
Karena meskipun dia di ikat hanya dengan seutas tali biasa dia tidak akan bisa kabur kemampuan, karena dirinya sudah melumpuhkan dia dengan teknik pelumpuh darah.
Jika sudah terkena teknik itu, jangankan seorang pendekar! Dewa di alam langit saja bisa dalam kondisi paling lemahnya. Seperti kelumpuhan pada semua anggota tubuh, asalkan orang yang melakukan teknik itu lebih kuat dan tinggi tingkat kultivasinya.
"Ini tuan, orang yang masih hidup! Namun entah kenapa dia hanya bisa membuka mata saja." jawab penjaga keamanan penginapan.
"Ya, tak apa! Itu hanya terkena beberapa jurus saja sehingga seperti itu!" jawab Li Yian, dia hanya mengucapkan sebenarnya.
Namun tidak menjelaskan detailnya seperti apa, lalu dia maju dan melepaskan rantai besi yang mengikat kelompok Sabit Tunggal itu.
"Aku ingin bertanya sesuatu! Di mana komplotan kalian bersembunyi?" tanya Li Yian dengan nada biasa saja.
Sehingga orang-orang di sana langsung mendengar ucapan Li Yian dengan jelas.
"Sampai mati pun aku tak akan membuka mulut untuk membocorkan di mana mereka!" jawab kelompok Sabit Tunggal dengan angkuh.
"Ahh, kau cukup keras kepala yah! Bagaimana jika kau, aku jadikan kasim?" ancam Li Yian kepada anggota kelompok Sabit Tunggal.
Deg..!
Dia cukup takut mendengar ancaman Li Yian itu, tapi dia tidak akan pernah berbicara sedikit pun tentang kelompok Sabit Tunggal yang ada di kedalaman hutan bagian utara.
Dia bertanya kepada Li Yian yang sedang mengintrogasi anggota kelompok Sabit Tunggal.
Sedangkan penjaga keamanan penginapan, mengetahui itu langsung tertegun karena kaget, mereka masih memiliki banyak komplotan sedangkan satu orang saja menurut dirinya sangat berbahaya.
"Ya, mereka adalah kelompok pembunuh bayaran dari daratan lain!" jawab Li Yian kepada mereka semua.
Tentu saja mendengar pembunuh bayaran, kepala keamanan kota dan penjaga keamanan penginapan langsung merinding takut.
Mereka semua langsung mundur beberapa langkah untu sedikit lebih jauh dari anggota kelompok Sabit Tunggal yang masih terkapar lemas.
"Jika seperti itu kami serahkan saja dia terhadap tuan Li Yian saja!" ucap kepala pasukan kota.
Penjaga keamanan penginapan langsung mengiyakan, dia sangat setuju dengan keinginan itu! Jika mereka yang menangani takutnya kelompok mereka tidak terima dan nyawa mereka akan incar kedepannya.
"Ya baiklah itu urusan ku, sebaiknya kalian keluar dulu aku ingin mengintrogasi dia lebih lanjut!" ucap Li Yian.
"Baik tuan Li!" jawab mereka serempak.
Setelahnya mereka langsung keluar dari gudang di belakang penginapan itu dengan cepat, lalu menutup pintunya begitu hati-hati.
Li Yian kembali maju lebih dekat dengan anggota kelompok Sabit Tunggal, dia jongkok perlahan di sana.
"Cepat beritahu di mana rekan kau berada, jika masih terus membangkang maka kau akan aku siksa dengan kejam!" ucap Li Yian sedikit di tekankan.
Sebenarnya anggota kelompok Sabit Tunggal sudah takut, tapi dia tidak ingin melanggar sumpah setia. Sebagai pembunuh bayaran kelompok Sabit Tunggal!.
"Baiklah, jika kau masih bersikeras! Aku tidak akan menahan lagi!" ucap Li Yian.
Li Yian menempelkan tangan dirinya ke dada anggota kelompok Sabit Tunggal, lalu mengalirkan Energi Qi ke dalam maridian laki-laki itu.
"Aaahhhkk..!"
Jerit anggota kelompok Sabit Tunggal karena kesaktian, Li Yian sedikit memperkuat teknik pelumpuh darah! Yang di rasakan dia saat ini jantungnya seperti sedang di remas dengan sangat kuat, pori-pori kulitnya seperti di tusuk ribuan jarum.
"Apa kau masih keras kepala seperti tadi! Jika masih tetap sama, maka kau akan mati sendirian tanpa kelompok kau, dengan rasa sakit seperti ini terus menerus!" ucap Li Yian dengan sangat tenang.
Anggota kelompok Sabit Tunggal, langsung memuntahkan darah segar! Dia seperti tidak bisa bernafas dan di pukuli sangat kuat.
"Ba-ba-baik lah!" ucap dia dengan suara putus-putus.
Di luar gudang, orang-orang yang berkumpul langsung merinding ngeri mendengar jeritan yang sangat tinggi.
Setelahnya Li Yian menghentikan penyiksaan itu dengan segera dan bertanya kembali.
"Katakan di mana!" sorot mata Li Yian begitu menakutkan bagi anggota kelompok Sabit Tunggal itu.
Dia serasa sedang berhadapan dengan iblis berbentuk manusia, sehingga dia tidak ingin lagi merahasiakan kepada Li Yian.
"Tuan, anda bawa aku sesana bersama tuan! Akan aku tunjukkan jalannya." ucap dia setelah nafasnya cukup stabil, dia berharap supaya dia bisa di selamatkan oleh kelompok Sabit Tunggal.
"Tidak masalah, itu lebih baik." ucap Li Yian.
Lalu Li Yian langsung saja berdiri dan berjalan keluar dari gudang kecil itu, setelah keluar Li Yian memandangi orang-orang yang ada di sana, yang kini berdiri sangat jauh dari gudang kecil. Entah apa yang mereka hindari Li Yian tidak paham.
Padahal karena jerit yang sangat mengerikan menurut mereka.
"Awasi dia jangan sampai kabur, aku akan kembali dengan segera!"
Setelah memberikan perintah, Li Yian langsung pergi dari sana untuk membangunkan Baba Yaga dan akan segera pergi menuju kelompok Sabit Tunggal bersembunyi.
\=
\=
...