Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
134 = SERBUAN KELOMPOK SABIT TUNGGAL


\=Chapter 134. SERBUAN KELOMPOK SABIT TUNGGAL\=


\=


\=


Pertemuan darurat keluarga Bao masih berlangsung, baru saja mereka meresmikan pemimpin keluarga Bao yang baru. Lalu ingin segera menyusun tetua beru, akan tetap baru saja mereka akan menentukan urutan tetua baru itu.


Orang-orang yang di luar, yang baru saja keluar dari pertemuan itu mulai bertarung dengan kelompok Sabit Tunggal.


*


Di luar kediaman keluarga Bao, beberapa waktu lalu.


Jalan Gope sudah mulai sepi, kelompok Sabit Tunggal sudah mulai lebih mendekat ke arah kediaman keluarga Bao.


Kelompok utama kini mendapatkan sinyal dari kelompok pengintai, mereka melihat ke arah dua kelompok pengintai yang dapat di jangkaunya.


"Lihat, kita mendapatkan sinyal dari kelompok pengintai tiga!" ucap salah satu dari mereka.


Lalu rekan yang di sebrang jalan lainnya, langsung mendekati kelompok lainnya.


"Aku sudah melihat sinyal dari kelompok pengintai pertama!" ucap orang itu dengan cepat.


Mereka menerima sinyal dari pantulan senjata sabit yang berkilau di timpa cahaya bulan, Senjata sabit kelompok mereka yang cukup besar dan putih berkilau di bawah cahaya rembulan di gelapnya malam. Membuat itu dapat di lihat dengan mudah jika di lihat dengan teliti.


Dari arah depan gerbang utama keluarga Bao, bergerak dengan cepat dua orang hingga seperti bayangan! Mereka adalah orang-orang dari kelompok Sabit Tunggal.


Wooss..!


Bruuk.. Buruk.!


Dua penjaga gerbang utama yang sedang berkeliling langsung ambruk ke tanah dan mati, mereka mati di serang dengan senjata rahasia, pisau terbang milik kelompok Sabit Tunggal.


Setelah membunuh dua penjaga itu, kelompok utama langsung berlompatan menyebrangi pagar yang cukup tinggi.


Mereka semua langsung menyerbu dengan terang-terangan, karena yakin akan bisa mengalahkan keluarga Bao di malam ini.


Setelah di awal mereka beraliansi, mereka sekaligus mengamati seluruh kekuatan dari keluarga Bao.


Setelah tahu bahwa Bao Nam telah mati di bunuh, mereka langsung optimis di tambah banyaknya tetua yang ada di luar kediaman inti Keluarga Bao, sehingga cukup di bilang mereka sedang dalam kondisi lemah.


Karena adanya langkah kaki yang banyak dari depan kediaman, orang-orang yang tadinya keluar dari perkumpulan darurat langsung bergegas cepat.


"Kelompok Sabit Tunggal!" ucap salah satu dari anggota keluarga Bao, setelah melihat adanya serangan.


Mereka tentu saja mengenali kelompok Sabit Tunggal, karena beberapa waktu lalu pernah bekerja sama.


Melihat ada serbuan di malam buta seperti ini, apalagi dari kelompok Sabit Tunggal mereka langsung melawan dengan sekuat tenaga.


Pertarungan sengit di halaman depan kediaman inti Keluarga Bao terjadi, 15 orang dari kelompok Sabit Tunggal melawan beberapa orang dari keluarga Bao.


Suara benturan senjata dan bentakan keras membuat suasana di malam itu menjadi mencekam.


*


*


*


Bao Lung yang hendak menyebutkan pilihan untuk urutan tetua keluarga Bao, langsung terhenti karena dia mendengar benturan senjata dan bentakan pertarungan yang cukup banyak.


"Ada penyerangan, cepat keluar bantu mereka!" ucap Bao Lung.


Akhirnya orang yang tersisa di ruang pertemuan keluar dengan cepat, mereka langsung menarik senjata mereka masing-masing.


Karena kediaman inti Keluarga Bao ini di jadikan sebagai markas yang kuat, mereka di wajibkan membawa senjata saat di dalam rumah sekalipun.


Sehingga saat ada serangan seperti ini mereka siap siaga, setelah mereka semua keluar dari ruang pertemuan mereka melihat kelompok lainnya sudah mulai terdesak.


Karena lawan yang tidak seimbang, jumlah mereka berbeda jauh! Hampir setengah lebih dari kelompok Sabit Tunggal.


Di tambah jin Fei sangat mengerikan, setiap serangan sabit miliknya yang sangat besar langsung memotong senjata anggota dari keluarga Bao.


Saat jin Fei hendak menebas leher salah satu anggota keluarga Bao, Bao Lung langsung melesat dengan cepat.


Wooss..!


Tring..!


"Hemmm, aku tahu! Ternyata kelompok kalian yang membunuh Bao Nam!" ucap Bao Lung dengan tatapan sinis.


Mendengar itu Jin Fei hanya bisa terbengong sebentar lalu tertawa terbahak-bahak!.


"Ha-ha-ha-ha..!!"


"Musuh Keluarga Bao terlalu banyak, sampai siapa yang membunuh kepala keluarganya saja, tidak kalian ketahui!" ucap Jin Fei.


"Tidak perlu di selidiki lagi, memang kau yang telah membunuh Bao Nam!" ucap Bao Lung.


Mereka masih saling menekan senjata mereka masing-masing, sedang yang lain sudah cukup sengit bertarung di seantero ruangan depan dan halaman depan.


Sring..!


Bao Lung langsung mendorong dan mengibaskan pedang lebarnya ke arah samping, lalu mereka segera mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.


Jin Fei melirik ke segala arah, dia melihat anak buahnya mulai terdesak! Karena khawatir mereka akan kalah di sini.


Jin Fei langsung menempelkan tangannya ke mulut dengan nafas panjang dia langsung meniup dengan keras.


Suara melengking sangat kencang langsung terdengar, setelah suara itu berhenti, dari tiga penjuru lainnya muncul enam orang dengan cepat.


Mereka yang tadi menjadi tim pengintai kini ikut masuk dalam medan tempur, setelah datangnya bala bantuan kelompok Sabit Tunggal langsung bersemangat kembali.


*


*


*


Di rumah sederhana dan cukup kecil.


Rumah itu terletak di belakang kediaman keluarga Bao inti, setelah keluar dari ruang pertemuan tetua pertama hendak langsung bermeditasi kembali.


Namun baru saja mulai, dia mendengar sura pertempuran di halaman depan kediaman keluarga Bao! Karena penasaran dan cukup khawatir dia akhirnya keluar.


Dengan gerakan cepat, tetua pertama langsung berlari cepat dan melompat ke atap, jika melewati tiap-tiap ruangan membutuhkan waktu lebih lama.


Baru saja tetua pertama menginjakkan kaki di atap, suara suitan sangat keras terdengar! Kecurigaan dirinya langsung terbukti, setelah melihat enam orang berkelebat ke arah depan kediaman keluarga Bao.


Saat dia berdiri di atap rumah, dia langsung membentak.


"Baru-baru ini banyak kelompok yang menyerang keluarga Bao, kalian terlalu meremehkan kami!" ucap tetua pertama.


Dia dengan cepat langsung turun ke medan pertempuran, dengan tongkat hitam pekat di tangannya tetua pertama langsung memukul salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal.


Baammm...!


Pukulan tetua pertama sangat keras, hingga menghantam tanah dengan sangat kuat bersama kepal salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal yang sudah pecah.


Melihat ada aura yang lebih kuat, jin Fei yang sedang berhadapan dengan Bao Lung langsung mundur cukup jauh.


Dia langsung melirik ke arah tetua pertama keluarga Bao, saat melirik sebentar dia langsung bergumam.


"Siapa orang tua itu, aku belum pernah melihat dia sebelumnya?"


Orang dari keluarga Bao langsung senang karena tentu pertama ikut membantu.


"Tetua pertama, akhirnya anda keluar dan ikut membantu!" ucapnya sangat gembira.


Sebenarnya, tetua pertama adalah orang yang hebat! Kekuatan tempur dirinya sangat mengerikan. Tapi saat dia di kalahkan oleh pendekar misterius, setelah itu tidak tertarik lagi dengan perebutan kekuasaan.


"Tetua pertama Keluarga Bao. Heemm jadi ini orangnya?" ucap Jin Fei di benaknya.


Setelah membunuh salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal, tetua pertama langsung mengeluarkan aura kuat dari cincin roh beladiri yang berwarna hijau, bahkan dia bisa memilih target yang ada di jangkauan dirinya saat ini.


Kelompok Sabit Tunggal yang masuk dalam jangkauan tetua pertama, langsung merasakan tekanan berat! Gerakan mereka langsung melambat saat bertarung dengan lawannya dari keluarga Bao, sedangkan orang dari keluarga Bao tidak terkena dampak tekanan itu.


"Aura cincin roh beladiri berwarna hijau, sial orang ini lebih berbahaya dari pemimpin keluarga Bao ternyata!" ucap Jin Fei.


Dia termasuk orang yang masuk dalam jangkauan tekanan aura tetua pertama.


\=


\=


...