Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
332 = HARI PELELANGAN KE TIGA


\=Chapter 332. HARI PELELANGAN KE TIGA\=


\=


\=


Satu hari telah berlalu.


Kota Wuhan di sambut pagi hari dengan sinar matahari yang bersinar terang membawa kehangatan di kota yang telah di selimuti kegelapan dan kedinginan, datangnya sinar matahari mengangkat embun pagi yang masih melekat di dedaunan pohon maupun rerumputan di sekitar kota, orang-orang beraktifitas seperti biasanya. Namun hari ini di kota Wuhan ada perbedaan bukan seperti hari biasanya yang sudah berlalu.


Kota Wuhan langsung di padati dengan ribuan orang, mereka melakukan pekerjaan masing-masing dengan lebih cepat. Karena kepadatan orang di kota Wuhan berlipat ganda, mereka ingin meraup keuntungan lebih banyak dari hari-hari biasanya.


Berlipat gandanya orang di kota Wuhan itu karena hari ini, adalah hari pelelangan ke tiga dari rumah pelelangan anggrek putih, sehingga seperti biasa orang-orang dari segala penjuru datang ke kota Wuhan.


Bahkan banyak dari negeri tetangga seperti Kekaisaran Tang, ada juga yang dari negeri seberang seperti daratan Daren Timur.


Meskipun kali ini tidak kedatangan Kaisar Ming, namun pejabat tinggi Kekaisaran Ming datang lebih awal. Mereka juga sempat memberikan surat undangan untuk Xu Wuzao.


*


Di sebuah rumah makan yang menyatu dengan sebuah penginapan, hari ini tempat makan di sana sangat padat! Meskipun tempat ini cukup jauh dengan rumah pelelangan anggrek putih namun orang-orang yang menginap tidak lah mempersoalkan itu semua, walaupun mereka dari kalangan berada dan kalangan orang terkenal lainnya.


Karena biaya menginap di sini lebih murah, namun bukan itu alasannya melainkan penginapan yang dekat dengan rumah pelelangan anggrek putih sudah penuh sehingga mereka mau tidak mau, harus menerimanya tempat ini dengan sabar.


"Ayah apakah kita akan mendapatkan herbal yang bagus?" ucap seseorang muda.


"Tenang lah Xuan, kau akan mendapatkan herbal itu dan kau akan benar-benar menjadi generasi muda yang paling hebat di Kekaisaran Ming!" ucap seseorang paruh baya.


Mereka berdua adalah ayah dan anak, dari keluarga Lue! Lue Xuan adalah generasi muda yang dulu pernah di kalahkan oleh Li Yian di kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming yang di gadang-gadang akan menjadi juaranya.


Namun di kalahkan oleh Li Yian dengan begitu mudahnya, sehingga reputasi Lue Xuan dan sekte pedang emas langsung turun setelah kompetisi generasi muda itu berakhir.


Bukanya malah naik, reputasi sekte no 1 yang paling kuat malah turun drastis! Malah banyak berita, bahwa sekte pedang emas sudah bukan lagi sekte paling kuat di Kekaisaran Ming untuk sekarang.


Keluarga Lue adalah keluarga yang menguasai sekte pedang emas, karena anaknya banyak menerima sumberdaya yang memadai sehingga di anggap jenius muda sekte, namun mereka tidak tahu bahwa ada sekte kecil yang berhasil melampaui anaknya sehingga dia ingin anaknya lebih hebat lagi, bahkan ingin nama anaknya harum lagi seperti beberapa waktu lalu.


Ayah Lue Xuan adalah Patriak dari sekte pedang emas, sehingga dia sangat di hormati oleh banyak orang di sekte. Namun di luar sekte tidak berlaku itu hanya untuk orang yang mengenal saja, apalagi setelah menurunnya pamor dari sekte pedang emas kini mereka sedikit di pandang sebelah mata.


"Dapatkan untuk ku ayah, aku sudah berlatih sangat keras beberapa bulan ini namun sangat sedikit peningkatan pelatihan yang aku miliki!" ucap Lue Xuan dengan cukup sedih.


Karena sudah berlatih dengan keras namun peningkatan pelatihan miliknya sangat lamban, dirinya hanya sampai di Tingkat pendekar atas tahap awal. Sehingga masih sangat jauh.


Sebenarnya untuk tingkatkan itu, cukup tinggi bagi masyarakat umum! Namun untuk orang-orang yang menerima herbal dan sumber terbaik, menurut pengamatan itu sangat lamban.


"Itu sudah pasti, cepat kita harus bergegas sekarang untuk mendapatkan herbal itu! Jika tidak maka bisa orang lain yang mendahului kita." ucap ayah dari Lue Xuan.


Akhirnya mereka berdua bergegas pergi ke rumah pelelangan anggrek putih, karena jika terlambat mereka tidak akan mendapatkan tempat duduk yang strategis.


Mereka tidak bisa menyewa ruang VIP, karena semua ruangan sudah di pesan beberapa orang penting, sedangkan ruang VIP hanya tersedia 10 ruangan saja.


Banyak dari orang-orang yang ada di ruang makan itu juga bergegas seperti mengikuti rencana dari pasangan ayah dan anak itu, karena hari pelelangan ini lebih ramai dari hari pelanggan sebelumnya.


*


*


*


Di depan pintu masuk rumah pelelangan anggrek putih, bertumpuk ribuan orang banyaknya.


Mereka ingin segera masuk ada yang penasaran ada juga yang berniat mendapatkan barang lelangan, kebanyakan dari mereka ingin mendapatkan barang lelangan sesuai dengan kantong mereka masing-masing.


"Ini gila, aku tidak berharap akan sebanyak ini orang yang datang ke rumah pelelangan anggrek putih!" ucap seseorang yang sedang berdesakan.


"Kau bener, ini benar-benar gila! Aku pertama kali hadir di pelelangan seperti ini, karena dua pertemuan sebelumnya aku tidak begitu dear dan tertarik, namun karena reputasi sangat tinggi sehingga aku sangat penasaran!" ucap seseorang di sampingnya.


"Kalu aku sudah yang ke dua kalinya, dan aku merasa ini paling parah!" ucapnya dengan pasrah.


Karena banyaknya orang yang berkumpul, cukup banyak keributan kecil karena saling senggol. Mereka yang memiliki temperamen yang buruk langsung marah tidak jelas sehingga menimbulkan keributan.


Untung saja penjagaan cukup ketat, sehingga orang-orang itu tidak berbuat masalah yang lebih besar.


*


"Pantas saja reputasi pelelangan ini sangat tinggi, sampai seperti ini!" ucap seseorang yang menggunakan pakaian tertutup, hingga sulit untuk di kenali.


Temanya segera mengangguk setuju, karena mereka dia melihat dengan jelas! Bahwa pelelangan ini sangat ramai.


"Pantas saja, ketua sangat menginginkan sesuatu dari pelelangan ini! Ternyata penilaiannya tidak sesederhana itu." ucap temannya.


Mereka hanya berdua, sehingga tidak berani berbuat yang macam-macam. Bahkan untuk bernafas saja keduanya sedikit di tahan, takut ada seseorang yang mengenali mereka.


Keduanya berdiri di sudut yang cukup sepi, karena hanya di tugaskan untuk mengawasi saja apa yang sedang terjadi di pelelangan, sehingga tidak banyak menimbulkan kecurigaan.


Apalagi orang-orang dunia persilatan banyak yang menggunakan atribut yang aneh-aneh dan cukup nyeleneh, sehingga mereka tidak di curigai sedikit pun.


*


Dia halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, Xu Wuzao sedang duduk menunggu sesuatu.


Karena sudah cukup lama, Xu Wuzao sedikit memejamkan matanya karena dia merasa nyaman untuk istirahat di sana.


Wooooosss..!


Tap..!


Satu orang muncul dengan tiba-tiba, dengan kecepatan begitu tinggi! Dia segera berlutut di depan Xu Wuzao.


"Kepala sekte Xu, orang-orang yang kami kejar kemarin membagi 5 kelompok! Sedangkan tiga kelompok lainnya berjumlah 2-3 orang, karena kami yang mengejar dan mengintai mereka hanya tiga orang, kami kehilangan jejak untuk dua kelompok! Aku yakin beberapa dari mereka kembali masuk ke kota Wuhan." ucap orang itu dengan sedikit takut.


"Apa kau yakin?" ucap Xu Wuzao dengan tenang.


"Aku yakin kepala sekte Xu, maka dari itu izinkan kami membereskan masalah ini dengan tangan kami sendiri!" ucap orang yang berpakaian tertutup dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu, biarkan rencana mereka di lakukan! Aku dan yang lainya akan menghadapi mereka dengan tangan terbuka!" ucap Xu Wuzao lalu pergi.


Namun baru beberapa langkah untuk pergi, dia kembali menengok.


"Kau cukup awasi saja beberapa orang yang mencurigakan, jika dia membuat masalah besar kau boleh turun tangan! Jika tetap kondusif kau cukup mengawasi." ucap Xu Wuzao.


"Baik kepala sekte Xu, terimakasih!" ucap dia menunduk, lalu memberikan hormat kepada Xu Wuzao.


Wooooosss..!


Langsung pergi dengan kecepatan tinggi, namun Xu Wuzao melihat pergerakan itu! Karena mata dia sudah sangat tajam, akhirnya Xu Wuzao hanya menggeleng kepalanya.


"Sepertinya pelelangan kali ini tetap tidak akan berjalan dengan mulus!" keluh Xu Wuzao sambil berjalan masuk ke rumah pelelangan anggrek putih.


Dia ingin pelelangan miliknya tertib seperti pelelangan pada umumnya di Kekaisaran Ming, namun harapan itu tidak tercapai! Karena sudah dua kali pertemuan pasti ada insiden yang membuat pelelangan tersendat sebentar.


Waktu terus berjalan, kini orang-orang sudah berada di aula utama pelelangan! Banyak dari mereka yang tidak bisa masuk, sehingga hanya bisa mengeluh karena tempat pelelangan itu cukup terbatas.


Inilah alasan, Lue Xuan dan ayahnya bergegas dengan cepat. Takut tidak mendapatkan tempat! Sehingga kesempatan untuk menawar tidak ada.


\=


\=


...